Perempuan yang Terpaksa Dikhianati

Perempuan yang Terpaksa Dikhianati

10 Agustus 2009 oleh Dwiki Setiyawan
 
Film The Sunflower (http://www.mooviees.com) Film The Sunflower (http://www.mooviees.com)

Apabila pembaca ingin menyaksikan  film melodramatis-romantis lawas yang menyentuh kedalaman relung hati, cobalah berburu DVD film “The Sunflower” produksi tahun 1970. Diperankan memikat oleh artis kenamaan Italia Sophia Loren, film ini disutradarai oleh Vittorio De Sica, dengan produser Carlo Ponti.

Pada poster film “The Sunflower” yang saya tampilkan sebagai pemanis tulisan ini, tertulis: “A Woman born for love; A Man born for love her; A timeless moment in a world gone mad“.

Pembaca yang penasaran dengan film ini juga dapat menyaksikan penggalan-penggalan film tersebut di situs YouTube (klik sini).

Saya sendiri menonton tayangan film ini di TVRI tahun 1980-an saat masih duduk di bangku SMP. Pada waktu itu belum ada stasiun tv swasta yang mengudara. Hanya TVRI. Namun detail kisah di film itu masih melekat segar di pikiran. Namun bila ada kisah itu yang terlewat atau lupa, mohon dimaklumi.

Ini sebuah cerita tentang “pencarian cinta yang hilang”. Kisahnya sendiri bertumpu pada cinta tulus seorang perempuan muda cantik yang terpaksa dikhianati suaminya. Mengapa saya katakan “terpaksa” dikhianati? Ikuti dulu ringkasan yang coba yang gali kembali dari memori yang masih tersisa.

Dikisahkan, Giovanna (Sophia Loren) telah melangsungkan pernikahan dengan Antonio (Marcello Mastroianni) di sebuah kota di Italia. Masa-masa indah penuh bunga dan madu hanya mereka cicipi singkat. 12 hari kemudian Antonio dikirim ke medan Perang Dunia II di daratan Rusia. Giovanna dengan berat hati dan linangan air mata mengantar kepergian Antonio di sebuah stasiun kereta api.

Bersama dengan ratusan prajurit muda Italia lainnya,  Antononio pun berangkat ke medan perang. Medan pertempuran Rusia yang ganas di musim dingin beku menyebabkan banyak prajurit dengan bekal minim ambruk dengan cuaca ekstrim kawasan tersebut, termasuk Antonio. Ia ditemukan dalam keadaan sekarat oleh seorang petani perempuan muda Rusia, Mascia (Lyudmila Savelyeva). Dirawat dengan telaten dan penuh kasih sayang hingga akhirnya keduanya mengikat janji dalam pernikahan.

 

Lyudmila Savelyeva Film The Sunflower (http://www.fanpix.net) Lyudmila Savelyeva Film The Sunflower (http://www.fanpix.net)

Menunggu sia-sia mengenai kabar  suaminya yang tak kunjung tiba, dan malah dinyatakan hilang daam tugas, Giovana bertekad mencari keberadaan suaminya tersebut seorang diri. Dengan perjuangan keras berbekal foto kenangan suaminya akhirnya ia menemukan “cinta hilang” yang dicarinya itu. Namun dia terluka begitu mengetahui bahwa Antonio telah mengkhianati cintanya dengan menikahi gadis lain.

Adegan yang menyentuh perasaan dan mengaduk-aduk pikiran tatkala Giovanna bertemu dengan Antonio yang rutin pulang kerja di senja hari, dengan diantar  Mascia di sebuah stasiun lokal kereta api. Dari kejauhan, mata bertatap mata dan hati seolah saling berbicara. Ada tersirat kerinduan mendalam sekaligus luka di batin pada tatapan nanar itu. Tak tahan, Sophia melompat ke dalam kereta yang perlahan meninggalkan stasiun. Pedih di mata, sakit di hati. Untuk  adegan menyayat hati tersebut silakan lihat videonya (klik sini).

Sadar akan kekhilafannya, Antonio dengan seijin Marcia menyusul Giovanna ke Italia guna mencoba menegosiakan dan menjelaskan keputusan berat yang telah diambilnya di masa peperangan sebelumnya.

Dihadapkan pada pilihan sulit dan adanya penjelasan Antonio, akhirnya hati Giovanna luluh. Dengan linangan air mata ia lepas suaminya itu untuk kembali pada Marcia yang telah memberinya anak. Untuk adegan akhir di film tersebut yang tidak  kalah menyentuh itu (silakan klik disini videonya).

***

 

Sophia Loren Film The Sunflower (http://www.divasthesite.com) Sophia Loren Film The Sunflower (http://www.divasthesite.com)

Oya, OST atau soundtrack film tersebut yang mengiris-iris hati itu juga enak diperdengarkan  kala hati kita bermuram durja (klik sini). Lagu ini mengiringi adegan Giovanna di dalam kereta yang membawanya kembali ke Italia. Hamparan bunga-bunga matahari (sun flower) disepanjang pinggir rel kereta api seakan menyambut kegalauan dan kepedihan hati Giovanna yang duduk merenung sembari melihat pemandangan lambaian bunga matahari dari dalam kereta api.

Ini sebuah maha karya Henry Mancini bertitel “Loss of Love”. Mancini sendiri adalah seorang komposer, konduktor dan aranger yang pernah menerima anugerah empat buah Piala Oscar (Academy Award) sepanjang karirnya di dunia musik.  Disamping Oscar, tak terbilang pula penghargaan bergengsi musik lainnya, seperti Grammy, Golden Globe Award dan sebagainya yang ia dapakan. Pada 1995, satu tahun setelah kematiannya, Mancini memperoleh penghargaan Grammy Lifetime Achievement Award sebagai bukti  dedikasinya di dunia musik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s