Prolog Cerita Silat

7 PEDANG 3 RUYUNG – GAN KL

Siu Tok ayah Siu Su adalah seorang pendekar hebat di jamannya. Karena tingkah laku dan tindakannya yang dianggap semaunya sendiri, maka Jit-Kiam-Sam-Pian (Tujuh pedang 3 ruyung) secara licik dan keroyokan berhasil membunuh Siu Tok yang sudah setengah lumpuh. Dengan menggunakan tipuan JEBAKAN WANITA CANTIK, Mao Kau mengumpankan adiknya yang cantik untuk mendekati Siu Tok, bahkan adiknya ini berhasil menotok nadi Siu Tok pada saat berlatih, hingga mengakibatkan ia lumpuh.

Berkat keberhasilannya ini selama belasan tahun Mao Kau berhasil menguasai rimba persilatan.
Siu Su berada dalam dilema, haruskan ia membunuh musuh yang sekaligus kakak ibunya, ataukah ia harus mengampuninya ? Ternyata ia pun menghadapi peristiwa yang mengguncangkan hati, salah satu anggota Jit-Kiam-Sam-Pian sebelum bunuh diri menyatakan bahwa pembunuh ayahnya yang sesungguhnya adalah ibunya sendiri ! unduh

KUDA BINAL KASMARAN – GU LONG

Hidup Siau Ma alias Si Kuda Binal berantakan sejak ditinggal pergi Siau Lin, kekasihnya. Tiap hari ia sengaja berkelahi hingga babak belur untuk melampiaskan kesedihan hatinya sampai ia bertemu Lan Lan. Tanpa banyak pertimbangan, Siau Ma setuju untuk mengawal gadis kaya-raya bersama adiknya yang sakit-sakitan untuk berobat ke Se ek. Perjalanan harus melewati Long-san (gunung serigala) untuk menghemat waktu. Padahal Long-san adalah gunung angker yang dikuasai gerombolan manusia yang jauh lebih jahat, biadab dan kejam daripada serigala.

Penguasa Long-san yang dikenal dengan sebutan Cu Ngo Thay-ya adalah seorang lelaki sakti yang sangat misterius.Setelah memilih tiga gadis anak buah Lan-Lan sebagai pengawal, Siau Ma segera mengumpulkan rekan-rekannya. Thio-gong cu, si tuli bertelinga tajam yang sangat jago membaca gerak bibir, Lo-bi si pecundang yang berjiwa nekat dan Siang bu-gi, jago pedang yang suka menguliti manusia.Begitu menginjakkan kaki di Long-san, mereka dihadang dan diserang oleh banyak kelompok serigala tanpa ampun. Dari serigala malam yang sadis sampai serigala siang yang jauh lebih sadis. Ada pula gerombolan serigala muda ala hippies yang membuat suasana tegang.

Tapi yang paling berbahaya adalah empat pentolan Long-san. Yang pertama, Pok Can, kakek bersenjatakan pipa cangklong raksasa. Kedua, Un Liang-giok si hidung belang yang luar biasa licik. Kemudian Hoatsu, biksu pemakan daging manusia. Dan yang terakhir Liu toa-ga, serigala wanita berkaki besar yang ganas.Menyadari tidak dapat keluar Long-san dengan mudah, Siau Ma dan kawan-kawan bertekad berunding dengan Cu Ngo Thay-ya. Sayangnya sang raja tidak gampang ditemui. Mereka harus menghadapi beberapa rintangan sulit. Ditambah lagi Si Kuda Binal harus memilih menyelamatkan nyawa orang yang dicintainya atau nyawa teman-temannya. unduh

PEDANG TETESAN AIR MATA – GU LONG

Sewaktu pedang ini keluar dari tempaan, sudah terlihat cahaya keganasan dari ujungnya. Semacam cahaya buas berfirasat buruk.Tanpa terasa meleleh air matanya membasahi pedang, membentuk sebuah bekas tetesan air mata pada tubuh pedang itu. Pedang terkutuk yang akan merenggut anak lelaki keturunannya. Itulah sebab ia menetes air matanya. Mampukah Siau-ko mematahkan kutukan yang melekat pada senjatanya itu? Siapakah si misterius yang selalu mengincar pedangnya itu?
Sejak kemunculan pedang tersebut, dunia persilatan menjadi ikut bergolak. Dua kutub kekuatan saling menyerang dan menghancurkan. Siu-ko harus bertahan. Dunia persilatan harus kembali tenang.Mampukah Siau-ko lolos dari ujian berat jebakan yang ditebar oleh para pesohor dunia persilatan? Apakah Siau-ko akan tercatat sebagai pahlawan ? atau pecundang ?
Pedang Tetesan Air MataRoman silat tentang arti cinta dan makna kesetiaan akan persahabatan. Tentang air mata dan darah pahlawan. Ternyata Siau Ko bukanlah anak keturunan Sang EMpu Pedang, lalu darah siapakah yang mampu menghapus tetesan air mata di pedang ? unduh

PEDANG TUAN MUDA KETIGA – GU LONG

Sam Sauya (Tuan Muda ketiga) dari keluarga Cia, Cia Siauhong adalah jago pedang nomor satu di kolong langit. Tigabelas Jurus Pedang Perenggut Nyawa milik Yan Capsa terdiri dari 13 jurus, tapi 13 jurus itu masih belum cukup untuk mengalahkan Tuan Muda Ketiga dari keluarga Cia.Selama keduanya masih hidup, cepat atau lambat Cia Siauhong dan Yan Capsa pasti bertemu untuk menentukan, siapa jago pedang nomor satu. Seseorang di kala berada di saat menjelang kematiannya, apa yang biasanya dipikirkan? Apa yang kau pikirkan ketika itu? Jurus pedang itu, jurus pedang yang keempatbelas!
Seseorang apabila telah mengorbankan segenap kehidupannya untuk pedang, bagaimana mungkin di saat-saat menjelang kematiannya dapat memikirkan persoalan yang lain? Tigabelas Jurus Pedang Perenggut Nyawa itu sendiri tidak terlalu menakutkan, yang menakutkan justru yang keempatbelas, dari mana datangnya jurus yang keempatbelas? Yang pasti jurus keempatbelas itu ada ! Maksudmu kecuali Tigabelas Jurus Ilmu Pedang Perenggut Nyawa-nya, masih terdapat pula jurus yang keempatbelas? Cia ciangkwe menghela nafas lebih berat lagi, katanya, “Ciongci menciptakan tulisan, setan dan malaikat menangis tersedu-sedu, kau menciptakan jurus pedang itu, setan dan malaikat pun seharusnya melelehkan pula air matanya!
Jurus pedang itu telah membocorkan rahasia langit dan kehilangan perintah langit. Perintah Langit hanyalah kebajikan. Setelah terciptanya jurus pedang itu, semenjak detik itu, entah masih ada berapa banyak orang lagi yang bakal tewas di ujung pedang tersebut…? Benarkah Tuan Muda Ketiga dari keluarga Cia kalah oleh jurus ke-14 Yan Capsa? Atau…malah jurus ke-15.
Unduh

GOLOK BULAN SABIT – GU LONG

Ting Peng baru muncul di dunia persilatan. Dalam waktu singkat dia telah mengalahkan 3 jago pedang paling tersohor dalam dunia persilatan.Sayang, pada saat menantang jago pedang berikutnya, Liu Yoksiong, dia ditipu, dikalahkan dan dipermalukan secara mengenaskan. Ting Peng yang putus asa hampir bunuh diri.

Pada saat sebelum membunuh diri itulah dia menemukan keajaiban.
Mendapatkan seorang isteri yang cantik jelita dan ilmu golok yang tiada tandingannya di kolong langit. Sebuah ilmu golok yang dimainkan dengan golok melengkung, melengkung bagaikan bulan sabit.Golok Bulan Sabit memang mustika, tapi bagaimanapun hebatnya sebuah golok mustika, ia cuma sebuah benda mati. Yang luar biasa justru 7 huruf yang tertera di badan golok itu. Tujuh huruf yang menyimpan cerita kelam Dunia Persilatan di masa lampau. Unduh

ELANG PEMBURU – GU LONG

Sudah lima orang jadi korban pembunuhan. Kelima korban itu semuanya dibunuh dengan lima cara yang berbeda. Ada yang dibantai menggunakan kampak, ada yang dijerat dengan tali, ada yang mati karena dijotos dengan tinju, ada pula yang mati tenggelam karena dilempar seseorang ke dalam sungai. Semua pembantaian dilakukan sangat bersih dan tuntas. Satu-satunya jejak yang bisa dilacak hanya tusukan golok yang menghabisi nyawa Chee Gwat-sian. Golok itu bukan menembusi jantung di dada kirinya, tapi hati di sebelah kanannya.
Leng Giok-hong, usia duapuluh empat tahun. Mempelajari banyak ilmu dari banyak aliran, tak pernah menggunakan jenis senjata tertentu. Kakeknya punya pahala dalam militer, pangkatnya kelas satu dan menduduki posisi sebagai Panglima di daerah Ho-say. Ayahnya seorang sarjana yang menduduki pangkat tinggi, punya kekuatan politik dan menjabat sebagai guru besar di bidang pendidikan negara.Leng Giok-hong, tak punya kegemaran, tak punya cacat badan.Elang Pemburu, satu lagi karya terjemahan Tjan ID. Elang Pemburu menceritakan misteri pembunuhan yang terjadi seusai asap ungu memenuhi langit dini hari. unduh
unduh

PENDEKAR RIANG – GU LONG

Kwik Taylok, seorang bercita2 menjadi pendekar besar. Karena baru berkelana dalam dunia persilatan, pengetahuannya akan seluk-beluk dunia persilatan sangat cetek. Ia agak lugu dan kadang sedikit tolol, tapi cepat mempelajari segala sesuatu sehingga sering merasa sok pintar. Pertemuan tak sengaja dengan Ong Tiong, Yan Jit, Lim Taypeng menjadikan mereka bersama berbagi suka dan duka. Walau hidup miskin hingga kelaparan, tapi tetap bahagia karena memiliki sahabat.
Dan juga karena Kwik Taylok selalu menghangatkan suasana. Meski demikian pantang bagi mereka untuk menanyakan persoalan pribadi dan masa lalu masing-masing. Namun seiring berjalannya waktu, rahasia masa lalu keempatnya terungkap satu persatu hingga mempengaruhi jalinan persahabatan dan merubah hidup mereka selanjutnya.Khu Lung memang selalu mengambarkan persahabatan dengan indah, lebih indah dari kisah cinta. Tapi cersil ini cukup romantis dalam menggambarkan jatuh-bangun pencarian cinta dari empat tokoh utama. unduh

Si Rase Terbang dari Pegunungan Salju – Chin Yung

Rase Terbang dari Pegunungan Salju bercerita tentang Ouw Hoei dan pencariannya akan pembunuh kedua orang-tuanya. Akan tetapi, kelihatannya tujuan utama Ouw Hoei sebenarnya adalah mengungkap kisah orang tuanya, terutama hubungan persahabatan/permusuhan yang kompleks antara ayahnya, Hi Yi Dao, dengan Miao Ren Feng.

Delapan puluh persen dari cerita Rase Terbang dari Pegunungan Salju mengisahkan kilas balik kejadian-kejadian yang telah menyebabkan kematian Hu Yi Dao dan istrinya.

Jin Yong membiarkan bagian akhir dari cerita dalam teka-teki agar para pembaca menyimpulkan sendiri akhir dari cerita Rase Terbang dari Pegunungan Salju. unduh

Naga Kemala Putih
Karya : Gu Long / Khu Lung

Cerita silat ini merupakan lanjutan dari Harimau kemala Putih. Diceritakan ayah Tio Bu Ki terbunuh dan kepalanya dipenggal oleh sahabat dekat ayahnya sendiri tepat pada saat hari pernikahannya. Oleh Sangkoan Jin (pembunuh ayah Tio Bu Ki) penggalan kepala ini diserahkan kepada Benteng Keluarga Tong musuh bebuyutannya, tujuannya agar Sangkoan Jin bisa mendapatkan kepercayaan dan menduduki jabatan yang tinggi di Benteng Keluarga Tong.
Demi balas dendam Tio Bu Ki mempelajari ilmu pedang tertinggi, namun ia terjebak dalam kelicikan Tong Ou. Bahkan Benteng Tayhong Tong keluarganya berhasil dimusnahkan oleh Benteng Keluarga Tong. Mampukah Tio Bu Ki menyelamatkan kekasihnya dan membalaskan dendamnya? Seperti jalinan cerita Khu Lung lainnya, akhir cerita agak sulit ditebak. Unduh 01, 02 , 03

HARKAT PENDEKAR – GU LONG

Khu Hong-seng, Toh Ceng-lian, Ma Ji-liong dan Sim Ang-yap adalah empat pesilat muda yang sedang naik daun di dunia persilatan. Mereka berasal dari keluarga persilatan ternama dan kaya-raya. Di tengah hujan salju, mereka berkumpul di Han bwe-kok, sebuah lembah pegunungan terpencil. Keempatnya datang setelah mendapat undangan dari Bik-giok Hujin (Nyonya Bik-giok), pemimpin Bik-giok san-ceng yang ingin memilih salah satu dari mereka untuk dijadikan menantunya.

Namun sebelum Bik-giok Hujin datang, Toh Ceng-lian dan Sim Ang-yap sudah mati keracunan arak dan Khu Hong-seng terluka parah setelah diserang musuh bebuyutan yang mendadak menyusulnya untuk balas dendam. Tinggal Ma Ji-liong yang masih hidup dalam kondisi segar-bugar. Tak lama kemudian datang tiga tokoh kosen terhormat. Ma Ji-liong dituduh sebagai dalang serentetan pembunuhan itu. Ia diduga melakukannya agar bisa menikahi puteri Bik-giok Hujin tanpa pesaing. Meski merasa tidak bersalah, tapi ia diam saja, tidak membantah juga tidak mengiyakan. Ia bahkan tidak melawan saat hendak dihukum mati oleh ketiga tokoh kosen.

Namun dengan tipu daya yang cerdik, ia berhasil melarikan diri meski terpaksa harus kehilangan mantel bulu, senjata dan seluruh uangnya. Ia hanya bisa membawa kuda putih kesayangannya. Ia bertekat tidak akan mati sebelum bisa membersihkan namanya dan nama besar keluarganya.
unduh

BENTROK ANTAR PENDEKAR – GU LONG

Cerita silat ini merupakan lanjutan dari Karya Gu Long yang berjudul ANAK BERANDALAN dimana akhir pertempuran antara Siau Cat It Long melawan Raja gila boneka Thian kongcu Siao Yao Hoo tidak diketahui kesudahannya. Keduanya sama-sama tidak kembali. Dua tahun kemudian jejak Siau Cap it Long berhasil ditemukan oleh dua wanita yang mencintainya Hong Si Nio dan Sim Bik Kun. Ternyata Siau Cap it Long dikendalikan oleh Pin-Pin adik Raja gila boneka Thian kongcu Siao Yao Hoo. Sanggupkah Hong Si Nio dan Siau Cap it Long menghancurkan Thian Cong yang berusaha menguasai Dunia Persilatan ? Unduh : Bagian 1 , Bagian 2 , Bagian 3 , Bagian 4


PERTEMPURAN LEMBAH HAY TONG KOK

Kisah ini menceritakan perseteruan 2 kelompok masyarakat nelayan — pihak Kioeshe Hiekee (Rombongan Nelayan 9 She) dari Hoetjoen-kang kontra Englok-kang — memperebutkan daerah Giokliong-giam yang subur dan makmur. Perseteruan yang berkepanjangan ini hanya bisa diakhiri dalam pertempuran penentuan di Lembah Bunga Hay Tong (Hay Tong Kok).Jebakan apa yang disiapkan oleh pihak Englok-kang? Dan strategi apa yang akan dipakai pihak Kioeshe Hiekee? Ikuti cerita silat yang unik ini! unduh

Golok Kelembutan – Wen Rui An

Golok Kelembutan merupakan seri pertama dari Serial Pendekar Sejati karya Wen Rui An.

Di antara sekian banyak orang yang datang ke kota Kay-hong untuk mengadu keberuntungan, Ong Siau-sik adalah satu di antaranya. Dia masih muda, ganteng, bercita-cita tinggi, berbakat hebat, datang dari jauh dan bersaku licin bagaikan baru keluar dari binatu. Tapi dia merasa angin yang berhembus semilir begitu lembut, kabut hujan yang remang-remang tidak menghalanginya menikmati keindahan alam, baginya tak ada persoalan yang bisa menghalangi cita-citanya untuk berkelana dalam dunia persilatan.
Ong Siau-sik sedikit berbeda bila dibandingkan orang kebanyakan, dia membawa sebilah pedang.Tentu saja pedang itu dibalut rapat dengan kain tebal, dia bukan opas, juga tidak bekerja sebagai pengawal barang ekspedisi, malah bajunya dekil dan jelek mirip gelandangan, jika senjata tajamnya tidak dibalut dengan kain tebal, tak perlu disangkal lagi tentu banyak kesulitan dan kerepotan yang akan dihadapinya.Pedang yang dibalut dalam bungkusan kain tebal itu hanya memiliki satu ciri khas, yakni gagang pedangnya berbentuk melengkung.Tentu saja pedang itu pedang asli, begitu juga dengan gagang pedangnya, gagang pedang yang berbentuk bulan sabit. 93Meniup seruling di loteng Hong-hok -lau, Bunga Bwe berguguran di kota Kang-shia pada bulan kelima.

Seandainya Ong Siau-sik tidak berhenti sejenak di tepi telaga utara karena kagum oleh nama besar Loteng Hong-hok-lau, tergiur keindahan alam dan kemegahan bangunan itu, tak nanti dia akan bertemu dengan Pek Jiu -hui.Semisal dia tak bertemu Pek Jiu-hui, belum tentu akan terjadi banyak peristiwa di kemudian hari, sekalipun bakal terjadi sesuatu, belum tentu sama akibatnya.

PEDANG ABADI -
Karya : Gu Long

Bai Yu Jing mendapatkan kekasih yang sungguh molek dan menarik. Namun setiap Perguruan dan perkumpulan silat berusaha untuk merebut sang kekasih dari tangannya.

Sebuah peta harta karun dan rahasia pembuatan senjata rahasia maha hebat ternyata berada ditangan Yuan Zi Xia kekasihnya. Demi melindungi sang pujaan, Bai Yu Jing hampir saja terbunuh ditangan sang sahabat akrab, seseorang yang dianggap saudaranya sendiri ! Unduh


HARPA IBLIS JARI SAKTI
Si Harimau Langit Lu Sin Kong pemilik ekpedisi pengiriman barang Thian Houw Piau Kiok bersama istrinya terbunuh pada saat mengirimkan barang yang menjadi rebutan semua tokoh silat. Bahkan anaknya Lu Leng, diculik orang dan tak tentu rimbanya. Pada saat itu dunia persilatan dibuat geger oleh munculnya Liok Ci Kim Mo yang memegang Harpa Pusaka Pat Liong Kim. Banyak tokoh rimba persilatan terbunuh tanpa daya, akibat pengaruh daya sakti yang dikeluarkan melalui getaran suaranya.
Setiap orang yang menentang Liok Ci Kim Mo kebanyakan terbunuh oleh Pat Liong Kim ini. Karena tiada yang menentangnya ia mengangkat dirinya menjadi Bengcu Rimba persilatan.
Demi membalas dendam orang tuanya Lu Leng harus menemukan ilmu silat yang hebat dan senjata pemusnah Harpa Iblis Pat Liong Kim yaitu Panah busur api ! unduh

SEPENGGAL KISAH LI SUN HUAN SI PISAU TERBANG

Si Pisau Terbang Li Sun Huan, peringkat tiga dalam Buku Senjata susunan Pek Hiau Sing, telah menewaskan ShangGuan JinHong, tokoh nomor dua. Sebelumnya, ShangGuan JinHong telah membunuh Thian Ki Lojin, tokoh nomor satu. Dengan demikian, secara otomatis peringkat Li Sun Huan naik ke urutan pertama. Hingga bertahun-tahun, status Li Sun Huan sebagai pendekar nomor wahid di dunia persilatan tidak tergoyahkan oleh siapapun. Namun, mampukah tanpa pisau terbang andalannya Li Sun Huan mengalahkan Jin Wu Ming, karena Jago pedang ini bahkan telah mengalahkan Ah Fei Sahabat dekatnya ? unduh

Makam Bunga Mawar
Cerita Silat ini mengisahkan tentang Hee Thian Siang yang keblinger pada seorang gadis kangouw yang hanya pernah dilihatnya dari jarak jauh. Keberuntungan selalu menaunginya sehingga ia dapat berkenalan dengan tokoh kungfu piawai yang menjadikannya berkembang menjadi jagoan kungfu tingkat tinggi. Simak pula bagaiana ia menyelamatkan wilayah Tionggoan dari Pengaruh Iblis sesat wilayah perbatasan dan liku-liku menemukan gadis yang dicintainya. unduh : 01, 02, 03 , 04 , 05

Bu Beng San Jin
Keluarga Hoo memilikki ilmu silat khas yang disebut Bie-ciong-ge yang dtidak boleh diajarkan kepada orang luar bahkan kepada keturunan wanita mereka, karena khawatir ilmu tersebut akan tersebar diluar keluarga mereka. Bahkan demi menjaga nama baik ilmu silatnya, anak mereka yang bertubuh bogel Hoo Goan Kah sama sekali tidak diperbolehkan mempelajarinya. Ketika Tio Coe Tian melabrak Keluarga Hoo, hampir saja keluarga mereka dipecundangi, Hoo Goan kah jadi bintang penolong. Dengan cara apa anak yang tidak pernah diajari ini bisa menguasai imu silat keluarga mereka ? unduh

HARIMAU KEMALA PUTIH – GU LONG

Cerita diawali dengan hari pernikahan Tio Bu Ki. Hari yang sebenarnya merupakan hari baik harus berakhir dengan kesedihan bagi Tio Bu Ki karena ternyata pada hari itu pula ayahnya Tio Kian ditemukan mati tanpa kepala di ruang kerjanya.
Hidup Tio Bu Ki harus berubah total karena tragedi ini. Masa depan indah yang sudah dipelupuk mata hancur berantakan. Tio Bu Ki harus kembali berkelana untuk menemukan pembunuh ayahnya, yang di kemudian hari diketahui ternyata adalah orang dekat ayahnya sendiri yaitu Tongcu ketiga Tay Hong Tong Sangkoan Jin. Bu Ki sadar kemampuannya masih jauh dari cukup untuk menghadapi Sangkoan Jin, apalagi ternyata Sangkoan Jin telah bersekutu dengan musuh Tay Hong Tong yaitu perkumpulan Pek Lek Tong dan keluarga Tong dari Sechuan.
Sebelum pergi meninggalkan Tay Hong Tong, Bu Ki diberikan sebuah patung harimau kecil terbuat dari batu kemala putih dari Tongcu pertama Tay Hong Tong Sugong Siau Hong, dengan pesan sebelum membunuh Sangkoan Jin dia harus menyerahkan patung harimau kemala putih itu ke Sangkoan Jin. Dengan rasa bingung Bu Ki menyanggupi pesan itu. Dengan tekad kuat dan kecerdasan otaknya Bu Ki berhasil belajar ilmu pedang dari tempat si Mayat Hidup Te Cong, walau dengan pengorbanan harus berpisah dengan calon istrinya Wi Hong Nio dan adiknya Tio Cian Cian. Bagaimana upaya Bu Ki untuk masuk ke Benteng Tong dan Menghancurkannya ?
Unduh

Pendekar Binal – Gu Long

Serial Pendekar Binal merupakan karya Gu Long, terdiri dari 3 bagian:
Pendekar Binal: 8 jilid
Bakti Pendekar Binal: 8 jilid
Bahagia Pendekar Binal: 8 jilid
Serial Pendekar Binal ini mengisahkan petualangan Kang Siau-hi-ji dalam usahanya membalas dendam pembunuhan kedua orangtuanya. Kang Siau-hi-ji dikisahkan sangat cerdik, banyak akalnya, segala persoalan pasti beres apabila ditangani olehnya. Tak nyana, suatu ketika ia ‘ketemu’ batunya, ada seorang gadis yang melebihi kecerdikannya. Segala pikirannya, tindakannya bisa dibaca oleh gadis tersebut yang bernama So Ing.
Cerita Pendekar Binal ini sudah beberapa kali dibuat film serialnya dengan berbagai judul, salah satu di antaranya berjudul The Legendary Siblings.

KPH – SI PEDANG TUMPUL

TOKOH BESAR

Dian Susi adalah anak semata wayang seorang tokoh kenamaan yang kaya raya. Suatu hari ia ia melarikan diri dari rumah karena ingin bertemu dan bersanding dengan Chin Ko, seorang pendekar kenamaan yang terkenal karena pernah mengalahkan Gerombolan 7 Harimau walau ia harus terkena 108 tusukan pedang.

Ternyata ia terperangkap dalam sebuah intrik. Ada kelompok yang yang ingin memanfaatkannya, bahkan calon tunangannya ikut bersekongkol merebut semua harta warisannya. Pendekar kesayangannya juga difitnah telah membunuh tokoh shaolin. Bagaimana upaya Chin Ko dan Dian Susi mencari sumber intrik ini ? unduh

 

ROMANTIKA SEBILAH PEDANG – GU LONG

“Senjata kait Nyo Cing dinamakan Kait perpisahan karena dia ingin bertemu dan berkumpul sepanjang masa dengan kekasih hatinya.”
“Ada bayangan tanpa jejak, ada bentuk tanpa wujud, cepat bagai sambaran kilat, lembut bagai rambut seorang gadis, pisau setipis kertas itu bernama Un-lo (Kelembutan), sebab setiap kali membunuh, golok itu selalu melakukan dengan amat lembut, bagai
pelukan lembut seorang kekasih.”
Karena kepongahannya Ti Cing Ling pemilik Golok Kelembutan berhasil dikalahkan bahkan dikutungi tangannya oleh Nyo Cing.
Ti Cing Ling berhasil mencuri kait perpisahan Nyo Cing. Dapatkah ia mengalahkan Ti Cing Ling dengan sebuah pedang ketiga ? Pedang yang tak pernah berbentuk, pedang yang hanya ada didalam jiwa yang memendam amarah ? Bagian 01, Bagian 02-Tmt

Rahasia Mokau kaucu – Gu Long

Siangkoan Kim Hong Ketua Partai Kim Cie Pang adalah ahli silat terkemuka dan memiliki kekayaan yang luar biasa banyaknya. Dan Lim Sianji diakui sebagai salah seorang dewi tercantik di dunia. Perpaduan Siangkoan Kim Hong dan Lim Sianji diwariskan pada Siangkoan Siau Sian putri mereka. Kaya raya, cantik, lembut namun . . . idiot ! Sebuah peristiwa hebat menyebabkan pertumbuhan pikirannya terhenti pada usia delapan tahun, Namun memiliki tubuh dewasa yang molek. Jadilah Siangkoan Siau Sian sicantik dan terkaya namun denagn mental terbelakang.

Yap Kai mewarisi ilmu pisau terbang dari Li Tamhoa denga pameo yang terkenal di dunia persilatan “ Sekali sambit tak pernah meleset”. Diminta untuk menjaga dan melindungi Siangkoan Siau Sian. Ternyata dibalik topeng idiotnya, Siangkoan Siau Sian menyimpan kehebatan ilmu silat tiada tara, bahkan Yap kai dan tunangannya nyaris terbantai. Unduh

PUKULAN SIKUDA BINAL – GU LONG

Ting Si adalah perampok muda cerdik berjiwa Robin Hood. Partner setianya bernama Siau Ma yang dijuluki Si Kuda Binal. Keduanya biasa merampok harta kawalan beberapa piaukiok ternama. Hasil rampokan dibagikan pada janda dan anak-anak para perampok yang dihukum mati. Akhir-akhir ini Ting Si dan Siau Ma tidak pernah gagal merampok harta kawalan Ngo-coan-ki (5 perusahaan jasa pengawalan yang bersekutu menjadi satu) sampai keduanya dijebak saat menjual barang rampokan ke tukang tadah. Yang menjebak mereka adalah pihak Ngo-coan-ki. Pihak Ngo-coan-ki curiga ada pengkhianat di dalam perusahaan karena informasi pengiriman barang yang hanya diketahui lima pimpinan tertinggi bisa bocor ke tangan Ting Si.

Ting Si sendiri mengakui kalau selama tiga bulan terakhir mendapat informasi rahasia tentang pengiriman barang-barang berharga dari Ngo-coan-ki. Tapi ia tidak tahu siapa yang memberitahunya karena informasi selalu dikirim lewat kurir yang harus dibunuhnya. Bukti-bukti berupa surat berisi informasi dikubur Ting Si bersama mayat kurir di daerah Ngo-hou-kang, bukit tempat markas perampok sekaligus rumah juga tempat Ting Si dibesarkan. Di bawah tekanan mereka, Ting Si terpaksa setuju untuk membantu Teng Ting-hou, salah seorang pemilik Ngo-coan-ki dalam menyelidiki siapa dalang perampokan yang sebenarnya. Dalam perjalanan Teng Ting-hou dan Ting Si malah makin berteman akrab. Mereka bertemu Ong toasiocia (puteri Ong Ban-bu sang jago tombak tak terkalahkan) yang hendak mengajak duel jago tombak lainnya. Ting Si terpaksa ikut campur dalam duel setelah Siau Ma terluka parah. Siau Ma yang jatuh cinta pada pandangan pertama pada Siau Lin (teman Ong toasiocia) menurut saja saat diminta gadis itu untuk menghentikan duel. Duel pun berakhir tanpa makan korban, tapi Ong toasiocia yang telanjur membenci Ting Si terus mencari masalah dengannya.

Keselamatan Teng Ting-hou dan Ting Si dalam bahaya setelah keduanya dijebak sebagai dalang serentetan pembunuhan atas teman-teman lama Ting Si. Keduanya lalu bertemu lagi dengan Ong toasiocia. Gadis galak itu mengaku kalau ia nekat mengadakan duel untuk mencari tahu siapa jago tombak yang sudah membunuh ayahnya. Meski mulanya mencurigai Ting Si, tapi akhirnya ia minta pemuda cerdik itu untuk membantunya. Ia curiga ayahnya dibunuh oleh salah seorang pemilik Ngo-coan-ki. Walaupun sependapat dengan Teng Ting-hou kalau pembunuh ayah Ong toasiocia dan dalang perampokan harta kawalan Ngo-coan-ki adalah orang yang sama, Ting Si tidak mau membantu Ong toasiocia. Selain tidak suka menuduh orang tanpa bukti , ia juga jual mahal. Apalagi ia merasa Ong toasiocia yang dicintainya lebih memilih Teng Ting-hou.

Novel ini tidak boleh dilewatkan oleh fans Khu Lung. Tipu-menipu, persahabatan, pengkhianatan dan kisah asmara yang dibumbui kesalahpahaman adalah bahan-bahan utama yang dipakai Khu Lung dalam meracik sebuah cerita. Sayangnya, ending novel ini terkesan terburu-buru. Otak penjahat yang jenius seakan beku saat menghadapi siasat Ting Si yang sebenarnya tidak cerdik-cerdik amat. Tapi bagi fans sejati Khu Lung, hal itu bukan halangan untuk melewatkan novel ini. Satu hal yang sangat mengganggu adalah pemberian judul novel yang sama sekali tidak tepat. Tidak pantas bila novel ini diberi judul Pukulan Si Kuda Binal. Memang benar pukulan Siau Ma hebat, tapi perannya sangat sedikit. Ini adalah cerita Ting Si bukan Siau Ma. Si Kuda Binal baru mendapat jatah dalam kisah lanjutan yang diberi judul Kuda Binal Kasmaran. unduh

 

ANAK BERANDALAN – GU LONG

Sebelum dicetak ulang pada tahun 2007, saduran kisah Cinta Kelabu Seorang Pendekar karya Khu Lung ini dulu diberi judul Anak Berandalan. Tentu saja anak berandalan di sini mengacu pada tokoh utama cersil ini, Siau Cap-it-long. Adegan pembuka cersil ini sangat unik. Belum apa-apa, pembaca sudah disuguhi adegan mandi dan pamer tubuh mulus Hong Si-nio. Adegan ini seperti penanda tegas kalau cersil ini khusus ditujukan bagi pembaca dewasa. Tapi kalau anda berharap adegan ini disusul dengan adegan dewasa yang lebih seru maka anda harus bersiap kecewa. Tidak ada adegan porno dalam cersil ini, kalau pun ada pasti sudah diperhalus oleh Gan KH. Jadi adegan mandi ini hanyalah cara Khu Lung menggambarkan karakter Hong Si-nio yang penuh percaya diri. Mirip Coh Liu-hiang si Pendekar Harum yang ternama (salah satu tokoh ciptaan Khu Lung yang paling terkenal), Siau Cap-it-long juga seorang pencuri hebat. Tapi perbedaan di antara keduanya cukup banyak. Tidak seperti Coh Liu-hiang, penampilan Siau Cap-it-long jauh dari kesan flamboyan. Pakaiannya lusuh dan tidak sewangi Pendekar Harum.

Juga tidak ada gadis-gadis groupies yang mengiringinya ke mana pun ia pergi. Selain itu Siau Cap-it-long tidak ragu untuk membunuh orang. Karena hanya sedikit orang yang tahu persis seperti apa rupa Siau Cap-it-long maka banyak yang menduga pemuda misterius itu adalah seorang penjahat sadis. Bahkan ada pihak-pihak tertentu yang memfitnah dan memakai namanya untuk tindak kejahatan sehingga reputasinya menjadi sangat buruk. Sampai-sampai para pendekar ternama bergabung untuk memburu dan membunuhnya. Hanya Hong Si-nio yang mengenal Siau Cap-it-long dengan sangat baik. Sudah belasan tahun mereka bersahabat dan kadang bekerjasama dalam mencuri senjata-senjata pusaka. Ia tahu benar, meski dibesarkan dalam lingkungan perampok, tapi Siau Cap-it-long berhati baik.

Karena itu diam-diam ia jatuh cinta pada sahabatnya yang usianya lebih muda darinya. Sayangnya cinta Si-nio tak berbalas karena Siau Cap-it-long jatuh cinta pada perempuan lain. Ia bernama Sim Bik-kun yang dijuluki perempuan tercantik di dunia persilatan. Celakanya, ia sudah bersuami dan tengah hamil muda. Suaminya yang bernama Lian Shia-pik adalah seorang pendekar muda yang namanya sedang naik daun. Pasangan suami-istri membuat iri banyak orang karena sangat serasi, sama-sama berwajah elok dan berasal dari keluarga terhormat yang kaya-raya. Pertemuan Siau Cap-it-long terjadi saat ia menolong Sim Bik-kun yang hendak diculik oleh gerombolan penjahat. Tapi Bik-kun yang berhati lemah mudah dipengaruhi orang lain sehingga biarpun sudah ditolong berkali-kali tidak juga percaya kepada Siau Cap-it-long. Hal ini membuat Siau Cap -it-long merasa sedih dan kecewa. Namun ia tidak juga tega meninggalkan Bik-kun sendirian. Cinta Kelabu Seorang Pendekar adalah salah satu karya Khu Lung yang paling romantis dan mengharukan.

Konflik cinta segiempat digarap dengan sangat menyentuh antara Hong Si-nio yang usil, tapi setia sampai mati pada Siau Cap-it-long Siau Cap-it-long yang urakan, tapi kesepian Sim Bik-kun yang bimbang, bingung harus memilih antara suami atau pemuda yang belum lama dikenalnya Lian Shia-pik yang tetap mencintai istrinya, apapun yang sudah terjadi. Tak hanya keromantisan, perkelahian seru dan adu siasat yang cerdik antara Siau Cap -it-long dengan pihak antagonis juga digambarkan dengan apik. Pembaca pasti ikut deg-degan melihat tokoh utama ini memeras otak dan berjuang sendirian dalam melawan para pendekar licik yang terlibat dalam konspirasi berbahaya. Seperti karya Khu Lung pada umumnya, ending cersil ini dibuat menggantung, persis pada adegan yang menentukan hidup-mati tokoh utama sehingga membuat pembaca penasaran setengah mati. Untung saja sambungan cersil ini sudah terbit, yaitu Bentrok Para Pendekar yang terdiri dari 2 jilid. Unduh

Romance Of The Three Kingdom

Sam Kok (dalam bahasa Mandarin artinya Tiga Negara atau Tiga Kerajaan) sering juga disebut Romance of Three Kingdoms (Kisah Tiga Kerajaan).

Tiga Kerajaan disini adalah SHU-HAN , WU & WEI yang masing2 menguasai sepertiga Cina masa itu dan saling berperang untuk memperluas daerah kekuasaannya. Unduh

5 JAGOAN

“ 5 Jagoan Musim Semi dan Musim Gugur ”

Roman klasik Tiongkok, menceritakan zaman Cun Ciu (Musim Semi dan Musim Gugur) Tiongkok yang merupakan zaman paling kacau balau. Dalam kisah ini muncul lima jagoan yang terdiri dari raja muda yang saling berebut kekuasaan.

Si Racun Dari Barat – Chin Yung

Cerita silat ini merupakan kisah awal sebelum trilogi Kisah Memanah Rajawali. Tokoh-tokoh macam Ciu Pek Tong, Oey Yok Su Majikan Pulau Persik, Ang Cit Kong Ketua Partai Pengemis, Ouw Yang Houw dll dikenalkan pada kisah ini. Cerita ini berawal dari Pengembaraan Ouw Yang Houw yang dikenal sebagai Sastrawan Bloon dari daerah See Hek.

Penghinaan bertubi-tubi atas dirinya karena tidak bisa silat, memaksa dirinya untuk mempelajarinya. Suatu hari Ouw Yang Houw dibawa oleh murid Raja Racun Tua untuk dipaksa menjadi muridnya. Disana gurunya diracun oleh muridnya sendiri d

Wiro Sableng
categories : Bastian Tito, Cerita Silat, cersil gratis, cersil jawa, wiro sableng

Serial Silat Wiro Sableng
001. Empat Brewok dari Gua Sanggreng
002. Maut Bernyanyi di Pajajaran
003. Dendam Orang-Orang Sakti
004. Keris Tumbal Wilayuda
005. Neraka Lembah Tengkorak
006. Pendekar terkutuk pemetik Bunga
007. Tiga Setan darah, Cambuk Angin dan Api
008. Dewi Siluman Bukit Tunggul
009 Rahasia LukisanTelanjang
010 Banjir Darah di Tambun Tulang
011 Raja Rencong Dari Utara
012 Pembalasan Nyoman Dwipa
013 Kutukan Empu Bharata
015. Mawar Merah Menuntut Balas
019. Pendekar Dari Gunung Naga
021. Neraka Puncak Lawu
024. Penculik Mayat Hutan Roban
025. Cinta Orang-Orang Gagah
026 Iblis-Iblis Kota Hantu
027. Khianat Seorang Pendekar
028 Petaka Gundik Jelita
029. Bencana Di Kuto Gede
030. Dosa-Dosa Tak Berampun
031. Pangeran Matahari dari Puncak Merapi
032. Bajingan dari Susukan
033. Panglima Buronan
034 Munculnya Sinto Gendeng
036 DEWI DALAM PASUNGAN
037 Maut Bermata Satu
038. Iblis Berjanggut Biru
044. Topeng Buat Wiro Sableng
045. Manusia Halilintar

155. Sang pemikat
156. Topan Di Gurun tengger
157. Nyawa Titipan
158. Si Cantik Gila dari Gunung Gede
159. Bayi Satu Suro
160. Dendam Mahluk Alam Roh
161. Perjodohan Berdarah
162. Badai Laut Utara
163. Cinta Tiga Ratu
164. Janda Pulau Cingkuk
067 Halilintar Singosari
166. Kupu-Kupu Giok Ngarai Sianok
167. Fitnah Berdarah di tanah Agam
168. mayat Kiriman di Rumah gadang
169. Bulan Sabit di Bukit patah
170. Kupu-Kupu mata Dewa
171 Malam Jahanam di Mataram
172 Empat Mayat Aneh
173.Roh Jemputan
174 Dua Nyawa Kembar
176. Dewi kaki Tunggal
177. Jaka Pesolek Penangkap Petir
178. Tabir Delapan Mayat
180. Sesajen Atap Langit
181. Selir Pamungkas
182. Delapan Pocong Menari
183. Bulan Biru di Mataram
184. Dewi Dua Musim
185. Jabang Bayi Dalam Guci
186. Jenazah Simpanan

Api Di Bukit Menoreh

Serial Api Di Bukit Menoreh Agung Sedayu adik Untara, tokoh utama Pasukan Pajang yang berjuang melawan sisa pengikut Arya Penangsang yang bergerilya. Ayahnya adalah salah seorang Tokoh Olah Kanuragan yang sepuh, masih dikenal baik Gurunya Kiai Gringsing. Ilmu ayahnya diwarisi tidak matang oleh Pamannya Widura (Adik ibunya) dan oleh Untara, dan Ilmu lengkap ayahnya justru ditemukannya secara tidak sengaja ketika untuk pertama kalinya Pati Geni memperdalam ilmunya di gua dekat kampungnya, Jati Anom.

Api di Bukit Menoreh merupakan cerita silat dengan latar belakang sejarah menjelang berakhirnya kerajaan Pajang dan berdirinya Kerajaan Mataram. Cerita Silat bersambung ini sangat menarik. Diceritakan bagaimana Agung Sedayu yang penakut akhirnya seiring mesu diri dan bimbingan dari gurunya akhirnya berubah menjadi ahli kanuragan yang mumpuni, yang bahkan dari matanya mampu memancarkan sinar sangat panas yang mampu menembus perisai ilmu kebal lawan-lawannya. Jumlah bukunya ada + 389.

RAHASIA RANJANG SETAN

MAHESA EDAN – PENDEKAR DARI LIANG KUBUR

Raden Bondo, seorang hartawan dan Adipati Suryo Maget tewas dibunuh di malam pertama perkawinannya dengan seutas tali kuning yang menjerat dilehernya !. Pembunuhnya hilang raib entah kemana.

Dan Randini sang pembunuhnya Masih sangat muda, berkulit kuning langsat, berbadan montok tapi tinggi semampai. Dan ini yang paling penting. Berwajah cantik selangit tembus! Mengapa ia begitu dendam pada laki-laki ? Dan bagaimana cara Mahesa Edan menemukan jejak sang pembunuh sadis tersebut ? unduh

Dewa Arak – Pedang Bintang

Dunia Persilatan geger ! Banyak pembunuhan terjadi hanya untuk memperebutkan Pedang Bintang, sebuah pedang yang pada bagian gagangnya terdapat kunci peta penyimpanan kitab-kitab peninggalan tokoh sakti Ki Gering Langit. Siapapun yang memiliki kitab sakti dan pedang bintang akan menjagoi dunia persilatan. Pendekar Ruyung maut adalah salah satu korban yang dibunuh oleh Siluman Tengkorak Putih dalam upayanya merebut kitab dan pedang bintang.

Arya Buana, anak Pendekar Ruyung maut berhasil menemukan kitab tersebut, namun jika ingin menguasai jurus-jurusnya dengan baik, harus dilakukan dengan kondisi mabuk ! Bahkan ia juga diwarisi Guci Arak sebagai senjata. Jadilah Arya dikenal sebagai Pendekar Dewa Arak. Unduh

Kungfu Boy – Takeshi Maekawa

Kisah ini bermula dari kedatangan seorang Pak Tua di sebuah rumah makan kecil. Pak tua sedang mencari seorang ahli kung fu yang telah diramalkan dalam kitab kitab kuno. Lalu tiba tiba ketika Pak Tua itu berjalan dia melihat seorang remaja – Chinmi – yang sedang membuat 100 pasang sumpit dari bongkahan kayu hutan dengan ketajaman tangannya dan mengisi air sebuah gentong besar dengan melemparkan tiga belas ember kayu dari sungai yang tidak jauh dari rumah makan itu. Chinmi melakukan ini karena dimintai tolong oleh kakak perempuannya. Lalu Pak Tua mengetes Chinmi untuk mengetahui apakah dia yang telah ditulis oleh kitab kitab kuno tersebut. Tetapi setelah tes kung funya, di dahi remaja ini tidak ditemukan tahi lalat oleh Pak Tua, salah satu tanda yang disebutkan di dalam kitab kuno.

Setelah sadar dari mabuknya remaja ini lalu melawan Kepala Batu Bersaudara yang membuat keributan di rumah makan itu. Dengan kepalanya mereka mampu menghancurkan apa saja seperti batu dan pohon yang besar. Lalu Chinmi mengalahkan mereka hanya dengan sepasang sumpit. Dengan pertandingan ini tahi lalat Chinmi yang ada di dekat alisnya secara tidak sengaja terlihat oleh Pak Tua. Pak Tua memohon kepada Chinmi untuk berlatih kung fu di kuil Dairin. Akhirnya kakak Chinmi mengizinkannya, dan dimulailah petualangan Chinmi dengan Go Kong menuju Kuil Dairin.

Di dalam perjalanan Pak Tua berkata pada Chinmi bahwa kung-fu itu seperti air (Pelajaran Kung-fu Pertama). Dalam perjalanan menuju kuil Dairin, Pak Tua dan Chinmi dimintai tolong seseorang untuk menjaga kedai tuak dari beberapa perampok. Mereka berjumlah empat orang. Dan Chinmi menyetujui tawaran itu karena tuak. Malam harinya, Chinmi melawan keempat perampok itu. Kepala Perampok menggunakan jurus tangan pemotong baja. Tangannya mampu memotong apa saja dengan mudah. Chinmi mengalahkan pemilik jurus ini dengan bantuan kelompok lebah. Setelah mengalahkan perampok ini, mereka pun melanjutkan perjalanan.

Di sebuah kota Chinmi mengikuti perlombaan kung fu yang hadiahnya dua gentong besar berisi tuak. Chinmi berkenalan dengan Lie Chai. Setelah mengalahkan empat orang, akhirnya Chinmi melawan juara tahun lalu. Namanya Tairon, dia menggunakan Triple Stick. Chinmi diijinkan menggunakan senjata, kemudian dia memilih sebuah Trisula Stick, yang tongkat tengahnya lebih pendek dari tongkat dikedua sampingnya. Chinmi memenangkan pertandingan ini dan menjadi juara lomba. Lalu Pak Tua , Chinmi dan Go Kong melanjutkan perjalanannya. Baru saja tiba di depan tangga kuil Dairin, kung fu Chinmi diuji oleh seorang Kakek Tua. Kakek tua ini gerakannya sangat lincah dan cepat. Chinmi tidak dapat mengalahkannya bahkan tidak dapat menyentuhnya.

Setelah tiba di depan kuil utama Dairin, Chinmi melihat banyak biksu berlatih kung-fu. Ada yang berlatih jurus jurus kung fu, melatih tonjokan di pasir, latihan tanding, melatih tendangan ke pohon dengan kepala dan banyak lagi. Semua hal ini membuat Chinmi ingin cepat cepat bergabung berlatih kung fu bersama mereka. Kemudian Chinmi diperkenalkan dengan Biksu Kepala, lalu Biksu Kepala memberikan Chinmi semacam tes masuk untuk menjadi murid di Kuil Dairin. Ujiannya yaitu membelah bulan menjadi dua dan Chinmi hanya diberikan waktu selama tiga hari. AKhirnya Chinmi melewati ujiannya dengan mengambil pelajaran dari burung walet. Maka dimulailah saat saat Chinmi menjadi murid di Kuil Dairin. Kejadian pertama menjadi murid di Kuil Dairin dialami Chinmi.

Pertarungan pertama di Kuil Dairin yang dijalani Chinmi adalah melawan Jintan. Jintan menggunakan jurus tiga sasaran. Jurus ini dapat diatasi oleh Chinmi dengan Jurus penahan tiga sasaran dan akhirnya Chinmi memenangkan pertarungan pertamanya. Biksu Kepala kemudian bertanya kepada Jintan mengapa dia sampai kalah dari Chinmi.(Pelajaran Kung-fu Kedua).
Unduh

Senopati Pamungkas – Arswendo Atmowiloto

Baginda Raja Sri Kertanegara membawa Keraton Singasari ke puncak kejayaan yang tiada taranya pada awal sejarah keemasan. Pasukan Tartar yang berhasil menaklukkan dunia dipecundangi. Umbul-umbul berlambang singa berkibar ke seberang lautan. Idenya mendirikan Ksatria Pingitan, semacam asrama yang mendidik para prajurit sejak usia dini, menghasilkan banyak ksatria. Di antaranya Upasara Wulung, yang sepanjang usianya dihabiskan di situ.

Upasara Wulung terlibat dalam intrik Keraton, perebutan kekuasaan, pengkhianatan, keculasan, terseret arus jago-jago kelas utama: mulai dari Tartar di negeri Cina, Pu’un Banten, puncak gunung, dengan segala ilmu yang aneh. Juga lintasan asmara yang menggeletarkan. Ilmu segala ilmu itu adalah Tepukan Satu Tangan, di mana satu tangan lebih terdengar daripada dua tangan. Di banyak negara diberi nama berbeda, tetapi intinya sama. Pasrah diri secara total. Diangkat sebagai senopati oleh Raden Wijaya, yang mendirikan Majapahit dengan satu tekad: “Seorang brahmana yang suci bisa bersemadi, tetapi seorang ksatria mempunyai tugas bertempur, membela tanah kelahiran. unduh

Tanah Warisan – SH Mintardja

Cerita Tanah Warisan karya SH Mintardja ini diawali ketika Bramanti yang sudah lama meninggalkan rumah untuk menuntut ilmu kesaktian kembali ke desanya di Kademangan Candisari dan menempati tanah warisan orang tuanya. Ternyata Kademangan tersebut mendapat gangguan dari gerombolan penjahat yang dikendalikan oleh Panembahan Sekar Jagat, bahkan secara sembunyi-sembunyi Sang demang pun teryata sudah menjadi kaki tangan gerombolan tersebut.

Panggiring, kakak Bramanti yang menjadi Begal Penguasa Pesisir Pantai Utara pada suatu ketika terluka parah dalam sebuah pertarungan, namun ia di tolong oleh orang yang anaknya pernah dibunuhnya. Kesadaran akan kesalahannnya dimasa lalu membuatnya bertobat dan memutuskan untuk kembali ke kademangan Candisari.

Dapatkah Bramanti menerima kakaknya kembali ? Dan dapatkah mereka menghancurkan Panembahan Sekar Jagat yang memiliki ilmu nggegirisi ? unduh sini / sini

Kisah Klan Otori I: Across the Nightingale Floor

Di kastilnya di Inuyama, Lord lida Sadamu — pemimpin klan Tohan yang kejam — memandangi nightingale floor miliknya yang megah. Tak seorang pun mampu melintas di atasnya tanpa membuat lantai itu bernyanyi.

Namun ada seorang anak muda yang memiliki kemampuan luar biasa: pendengaran yang sangat tajam, mampu berada di dua tempat sekaligus, serta mampu menghilang. Ia berhasil melintasi lantai itu tanpa berbunyi, bukan hanya untuk membalas dendam atas kematian keluarganya, tetapi juga untuk menyelamatkan gadis yang ia cintai.

Sebuah kisah di jaman feodal Jepang tentang peperangan antar klan, pengkhianatan, pembalasan dendam, kesetiaan, dan juga kehormatan dengan latar belakang cinta. unduh

Komentar clifman.wordpress

Anak Naga – Chin Yung
Merupakan cerita lanjutan dari Trilogi Memanah Rajawali. Diceritakan setelah mengkhianati Thio Bu Ki dan menguasai Beng Kauw, Cu Goan Ciang bersama Beng Kauw yang didukung rakyat berhasil menumbangkan Dinasti Goan (Mongol). Dan mendirikan dinasti baru yang dinamai Dinasti Beng (Terang).
Demi kesejahteraan rakyat dan menghindarkan pertumpahan darah sesama bangsa, Thio Bu Ki dan Tio Beng menyingkir ke pulau Hoang-hoang, namun tentara kerajaan
Beng yang dibantu Lama dari Tibet mengejar dan berusaha membawa mereka ke Tionggoan. Usaha ini gagal, namun Thio Han Liong anak mereka diculik oleh para Lama ini. Bagaimana upaya Thio Han Liong membalas sakit hati bundanya kepada Cu Goan Ciang, padahal disisi lain hatinya tertambat pada putri sang kaisar itu !
(sumber : http://ebook-gratis-kirara.blogspot.com)

BOCAH SAKTI – Karya : Wang Yu
Pada suatu malam yang gelap rumah Liok Sinshe, guru Lo In diserbu sekelompok golongan hitam Siauw San Ngo Ok dibawah pimpinan Kim Popo. Gurunya terdesak dan masuk jurang. Bahkan iapun nyaris terbunuh. Ketika ia berhasil menyembuhkan luka seekor anak monyet. Iapun bersahabat dengan mereka sebagai ungkapan terimakasih ia medapatkan buah aneh yang mampu meningkatkan lwekangnya seperti seorang yang sudah berlatih puluhan tahun.
Persahabatan dan penemuan yang tak sengaja menjadikan Lo In menjadi seorang anak yang sakti. Namun mukanya menjadi hitam akibat obat yang dilaburkan salah seorang musuhnya. Penemuan kitab sakti dari Shaolin menjadikan ilmunya bertambah tinggi, hingga ia dijuluki Hek Bin Sin tong (Anak Sakti bermuka hitam)

(sumber : http://ebook-gratis-kirara.blogspot.com)

RAJA NAGA TUJUH BINTANG
Karya : Khu Lung
Cerita Qi Xing Long Wang ini diawali tepat tujuh belas tahun kemudian setelah peristiwa pengeroyokan atas dirinya Li Jiang Jun. Kota Ji Nan yang selama ini tenang tanpa adanya kejadian yang berarti, tiba tiba saja mendadak digemparkan oleh ditemukannya mayat dari Sun Ji Cheng, seorang hartawan kaya-raya di kota tersebut, ikut ditemukan bersebelahan dengan mayat Sun Ji Cheng adalah Liu Jiu Niang yang menjabat sebagai kepala rumah tangganya, juga ikut tewas, Qiu Bu Dao, kepala pemgawalnya, di ruang rahasia di rumah pribadi dari hartawan tersebut..
Peristiwa tewasnya ke tiga orang tersebut kemudian berlanjut dengan beberapa kejadian beruntun yang serba mengejutkan di kota Ji Nan. Lima jagoan terpilih bawahan Qiu Bu Dao tidak lama kemudian terbunuh secara misterius pula, kejadian tersebut semakin berbuntut panjang dengan turut campur tangannya beberapa partai persilatan yang melibatkan diri dalam penyelidikan peristiwa tersebut, diantaranya ; Partai Panji Bunga, Partai Cakar Elang dan Partai Pengemis.

Masing masing partai tersebut mengirimkan beberapa anggota terbaiknya ke kota Ji Nan demi untuk menyelidiki kasus tersebut dengan membawa motif dan agendanya

sendiri sendiri.

Tak lama setelah kejadian pembunuhan di kota Ji Nan tersebut, tiba tiba di dunia persilatan muncul seorang pedagang kaya yang misterius dan ber-ilmu tinggi

yang bernama Wu Tao, serta juga munculnya seorang pengemis cilik misterius bernama Yuan Bao yang ke mana-mana membawa mainan berbentuk bintang. Siapakah

mereka ini? Siapa sebenarnya yang membunuh Sun Ji Cheng sekaligus dengan pengawalnya bertiga dalam waktu yang bersamaan dan mengapa mereka di bunuh? Apakah

kaitan beberapa tokoh misterius ini, partai-partai besar dan kematian demi kematian yang terjadi serta hubungannya dengan kejadian tujuh belas tahun yang

lalu itu?

seri – BARA MAHARANI – Karya Khu Lung
Pengaruh Gu Long, Hoa Thian Hong menggunakan pedang baja berat macam Yo Ko, dan ilmunya naik setaraf demi setaraf, sampai dapat pencerahan menemukan KUBURAN

PEDANG, yaitu tokoh Tokko Wudi (Yo Ko dan Leng Ho Tiong juga ilmunya dari sini). Dimana pada kuburan pedang itu ditemukan puisi yang berintikan ilmu sakti

(tentu saja bagi yang ilmu pedangnya sudah cukup tinggi macam HTH). Setelah membaca puisi ini HTH terus memikirnya dan terakhir dalam hari itu juga, waktu

ada pertempuran antara 3 Maha Besar dan Mo Kau (terjadi pertentangan di sini dalam 3 maha besar sendiri, ya boleh dibilang masing2 ingin menyelamatkan

golongannya dengan segala cara). HTH yang seperti linglung itu sudah pergi, lalu kembali lagi tidak lama dan sudah menyelami inti ilmu pedangnya.
Hebatnya Hoa Thian Hong karena kedisiplinan menggembleng diri (ingat lari racunnya) dan pengaruh ibunya yang cukup dominan (jadi bukan karena menemukan puisi

itu, puisi itu hanya mempercepat) . Dan seperti gaya Gu Long, tidak diceritakan pertempuran Hoa Thian Hong dengan musuh bebuyutannya (ex pacar Pek Kun Gie),

cuma dikatakan walau pun musuhnya menemukan kitab mustika, tapi Hoa Thian Hong tiap hari berlatih, jadi bisa bayangkan berapa tingkat ilmunya sekarang, mana

musuhnya nempil.

Ada yang mendekati cersil ini serunya, yaitu Pendekar Cacad, tapi pada ending jagoannya tidak terlalu menonjol, Gu Long biasanya suka yang wajar2 saja..

(sumber : http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

BUJUKAN GAMBAR LUKISAN – Wu Lin Qiao Zhi
Tokohnya adalah Lie Tiong Hoa, seorang pemuda pelajar yang sebetulnya tidak ingin berkecimpung di dunia Kang Ouw karena kelicikan, kekejaman, dan dendam

permusuhan dalam Rimba Persilatan tidak mencocoki jiwanya yang suka hidup tenang tentram; namun perjalanan hidup membuatnya terlibat satu demi satu

pergolakan / perebutan di dunia Kang Ouw.
Setiap bergebrak, kehebatan ilmunya membuat pesilat lain tercengang, juga tidak pernah kalah, sehingga dikagumi orang dan namanya menjadi terkenal di

seantero jagat.

Dalam suatu bagian kisahnya, Lie Tiong Hoa mengejar seorang lawan (bukan dikejar) sampai ke tepi sebuah jurang. Lawannya itu langsung terjun, sehingga Lie

Tiong Hoa terheran-heran. Selagi bengong dan pikirannya melayang-layang, lawannya muncul lagi di belakangnya dan mendorongnya hingga terjatuh ke jurang. Ia

selamat karena bertemu dengan kera besar berbulu tebal. Ia lalu mengikuti kera tsb memasuki
gua berliku-liku dan bertemu dengan seorang sakti – Ay Sian (Dewa Katai) dari See Hek yang sedang bertapa mencari pemecahan ilmunya sampai 20 tahun. Karena

ia tanpa sengaja berhasil membantu memecahkan masalah tsb, maka ia diberi pelajaran Ie Hoa Tjiap Bok (Memindahkan Bunga Menyambung Pohon) – ilmu mengibas

untuk membalikkan tenaga dalam, seumpama meminjam tombak lawan untuk menembus tameng lawan itu sendiri, semacam ilmu dengan tenaga setail melemparkan batu

sekati, seperti ilmu sakti perguruan Lu Su Nio (serial Thian San) atau seperti juga ilmu sakti keluarga Buyung (Pendekar Tayli).

Dalam suatu perjalanan, ia dan seorang gadisnya yang membawa cangkir mustika dihadang oleh kepala pengawal istana yang membawa beberapa pesilat tangguh.

Karena ia tidak ingin dikenali oleh kepala sie-wie tsb, maka ia menghindar sebelum bertemu sambil mengeluarkan Ie Hoa Tjiap Bok untuk menumbangkan

pohon-pohon di hutan itu. Si kepala sie- wie dan para pesilat itu tidak percaya bahwa hal itu bisa dilakukan dengan tenaga manusia, sehingga lebih

mempercayai penyebabnya adalah kejadian alam (gempa).

Ia juga bisa melayang tinggi dengan ilmu ringan tubuh dan tenaga dalamnya yang hebat, tetapi rasanya tidak ada istilah / perumpamaan “helikopter” atau “mesin

jet” … hehe.
Ia juga punya ilmu Hoei Wan Tjioe (Tangan Kera Terbang) yang bisa membuat tangannya mulur melebihi ukuran normal, yang sering mengejutkan lawan-lawannya.

Perjalanan asmaranya lebih luar biasa lagi. Semua tokoh gadisnya suka rela menyodorkan diri menjadi isterinya, rela dimadu, sehingga “terpaksa” ia menerima

nasib saja jodohnya dirangkap dengan 5 orang gadis (mestinya bisa 6 orang, tetapi yang satu tidak diceritakan lagi). Berbeda dengan Wei Siau-po (Duke of

Mount Deer) yang aktif mendapatkan isteri-isterinya, Lie Tiong Hoa cenderung alim sesuai derajatnya sebagai anak orang berpangkat yang terpelajar. (sumber :

http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

Pendekar Gelandangan
Pedang Tuan Muda Ketiga ( Pendekar Gelandangan)
Disadur : Tjan ID

Sam Sauya (Tuan Muda ketiga) dari keluarga Cia, Cia Siauhong adalah jago pedang nomor satu di kolong langit. Tigabelas Jurus Pedang Perenggut Nyawa milik Yan

Capsa terdiri dari 13 jurus, tapi 13 jurus itu masih belum cukup untuk mengalahkan Tuan Muda Ketiga dari keluarga Cia.Selama keduanya masih hidup, cepat atau

lambat Cia Siauhong dan Yan Capsa pasti bertemu untuk menentukan, siapa jago pedang nomor satu. Seseorang di kala berada di saat menjelang kematiannya, apa

yang biasanya dipikirkan? Apa yang kau pikirkan ketika itu? Jurus pedang itu, jurus pedang yang keempatbelas!

Seseorang apabila telah mengorbankan segenap kehidupannya untuk pedang, bagaimana mungkin di saat-saat menjelang kematiannya dapat memikirkan persoalan yang

lain? Tigabelas Jurus Pedang Perenggut Nyawa itu sendiri tidak terlalu menakutkan, yang menakutkan justru yang keempatbelas, dari mana datangnya jurus yang

keempatbelas? Yang pasti jurus keempatbelas itu ada ! Maksudmu kecuali Tigabelas Jurus Ilmu Pedang Perenggut Nyawa-nya, masih terdapat pula jurus yang

keempatbelas? Cia ciangkwe menghela nafas lebih berat lagi, katanya, “Ciongci menciptakan tulisan, setan dan malaikat menangis tersedu-sedu, kau menciptakan

jurus pedang itu, setan dan malaikat pun seharusnya melelehkan pula air matanya!

Jurus pedang itu telah membocorkan rahasia langit dan kehilangan perintah langit. Perintah Langit hanyalah kebajikan. Setelah terciptanya jurus pedang itu,

semenjak detik itu, entah masih ada berapa banyak orang l (sumber : http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

DARAH KSATRIA / HARKAT PENDEKAR Disadur : Gan K. H
Khu Hong-seng, Toh Ceng-lian, Ma Ji-liong dan Sim Ang-yap adalah empat pesilat muda yang sedang naik daun di dunia persilatan. Mereka berasal dari keluarga

persilatan ternama dan kaya-raya. Di tengah hujan salju, mereka berkumpul di Han bwe-kok, sebuah lembah pegunungan terpencil. Keempatnya datang setelah

mendapat undangan dari Bik-giok Hujin (Nyonya Bik-giok), pemimpin Bik-giok san-ceng yang ingin memilih salah satu dari mereka untuk dijadikan menantunya.

Namun sebelum Bik-giok Hujin datang, Toh Ceng-lian dan Sim Ang-yap sudah mati keracunan arak dan Khu Hong-seng terluka parah setelah diserang musuh bebuyutan

yang mendadak menyusulnya untuk balas dendam. Tinggal Ma Ji-liong yang masih hidup dalam kondisi segar-bugar. Tak lama kemudian datang tiga tokoh kosen

terhormat. Ma Ji-liong dituduh sebagai dalang serentetan pembunuhan itu. Ia diduga melakukannya agar bisa menikahi puteri Bik-giok Hujin tanpa pesaing. Meski

merasa tidak bersalah, tapi ia diam saja, tidak membantah juga tidak mengiyakan. Ia bahkan tidak melawan saat hendak dihukum mati oleh ketiga tokoh kosen.
Namun dengan tipu daya yang cerdik, ia berhasil melarikan diri meski terpaksa harus kehilangan mantel bulu, senjata dan seluruh uangnya. Ia hanya bisa

membawa kuda putih kesayangannya. Ia bertekat tidak akan mati sebelum bisa membersihkan namanya dan nama besar keluarganya.. (sumber :

http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

SERIAL PENDEKAR 4 ALIS
Karya : Khu Lun

Kekaisaran Rajawali Emas
Dalam petualangan pertamanya, Siau-hong harus berurusan dengan Tay-kim-peng-ong, pewaris kerajaan negeri Kim (emas) yang tinggal dalam pengasingan di daratan

Tionggan. Dengan cara memaksa, Tay-kim-peng-ong meminta bantuan Siau-hong untuk merebut kembali harta kerajaan yang dibawa kabur. Yang membawa kabur bukan

orang sembarangan melainkan tiga sesepuh penting kerajaan Kim yang kini sudah berganti nama dan menjadi tokoh kosen dunia persilatan. Bahkan salah satu di

antaranya adalah teman Siau-hong sendiri.
Pengembalian harta kerajaan Kim tidak mudah dilakukan karena ketiga tokoh kosen itu diperkirakan tidak akan mau menyerahkan harta di tangan mereka begitu

saja. Belum lagi adanya keterlibatan Jing-ih-lau (loteng baju hijau), organisasi sejenis mafia. Organisasi rahasia ini terdiri dari seratus delapan lau

(loteng) dan tiap lau terdiri dari seratus delapan anggota. Pemimpin Jing-ih-lau sangat misterius, tidak ada yang tahu siapa identitasnya dan di mana markas

utamanya. Dicurigai salah satu dari ketiga sesepuh kerajaan Kim adalah pemimpin tertinggi Jing-ih-lau.Untuk membantu menjalankan tugas sulit dan berbahaya

ini, Pendekar Empat Alis meminta bantuan teman-temannya. Yang pertama tentu saja Hoa Ban-lau, kemudian Sebun Jui-soat yang mengajukan syarat aneh dan Cu Ting

yang masih puasa bicara dengan Siau-hong.
Kisah petualangan pertama Pendekar Empat Alis ini dibuka dengan perkenalan beberapa tokoh yang berhubungan dengan Liok Siau-hong meski ternyata tidak

semuanya muncul. Karakter tokoh-tokohnya baik dari kalangan putih maupun hitam, menarik dan beberapa di antaranya benar-benar nyentrik, bahkan ada yang

memiliki wujud ajaib. Namun tokoh yang paling memikat adalah Siangkoan Soat-ji. Gadis cilik ini ternyata mampu membuat Siau-hong yang banyak akal menjadi

mati kutu

Duel dua Jago Pedang
Boleh dibilang seri ketiga Pendekar Empat Alis ini adalah yang paling seru. Bayangkan, dua orang jago pedang terbaik di dunia persilatan yang sama-sama

mempunyai jurus pedang secepat kilat yang hanya digunakan untuk membunuh dan sama-sama senang berpakaian putih-putih, beradu nyawa hanya untuk mengetahui

siapa yang terbaik di antara mereka. Kedua jago pedang jumawa yang hendak berduel itu adalah Sebun Jui-soat dan Yap Koh-seng yang dijuluki Pek-in-sengcu.

Siau-hong merasa sedih dengan rencana duel ini. Ia tidak suka melihat dua temannya saling bunuh. . Ia sadar, tak mungkin membujuk kedua pendekar angkuh itu

untuk membatalkan duel. Apalagi rencana duel sudah diumumkan ke khalayak ramai.

Rencana duel maut ini sendiri sudah diundur sebulan atas permintaan Jui-soat dan lokasinya dipindah ke komplek istana kaisar, tepatnya di atas wuwungan ruang

sidang kaisar. Tapi akibat pengunduran ini, puluhan nyawa melayang. Mereka adalah para petaruh besar. Semula Yap Koh-seng diunggulkan di pasar taruhan, tapi

begitu ada isu ia terluka parah maka semua pun geger. Mereka yang tak rela hartanya habis mendadak, memilih membunuh petaruh yang menjagokan Sebun Jui-soat

agar pertaruhan batal. Situasi makin kacau setelah makin banyak orang yang terbunuh. Ternyata ada udang dibalik batu dalam rencana duel ini. Sebuah rencana

hebat untuk membunuh kaisar dan merebut kekuasaan telah disusun dengan memanfaatkan ajang duel ini sebagai kedok

Rumah Judi Pancing Perak
Diawali saat Liok Siau-hong bersama salah satu sahabatnya yang bernama Pui Giok-hui bertandang ke Rumah Judi Pancing Perak. Giok-hui adalah makhluk sejenis

Siau-hong. Sama-sama tampan dan sangat suka menikmati hidup termasuk berjudi dan main perempuan. Begitu masuk ke dalam kasino mewah yang dimiliki kakak ipar

Giok-hui itu, keduanya menjadi pusat perhatian seisi kasino kecuali seorang perempuan cantik yang tak acuh. Meski sudah diperingatkan Giok-hui, Siau-hong

malah merasa tertantang untuk menundukkan perempuan yang dijuluki Gunung Es tersebut. Setelah mendapat tamparan keras dari perempuan yang bernama Ling

Yak-sing itu, Siau-hong hampir menyerah. Tapi ia tidak bisa tinggal diam menonton Yak-sing disergap empat bertubuh besar. Sikap kepahlawanannya membuat

Gunung Es mencair. Melihat perempuan dingin itu menjadi jinak, Siau-hong menurut saja saat hendak diajak ke kasino Pancing Emas dengan mata ditutup.
Liok Siau-hong tidak bodoh, tapi sangat suka tantangan yang menyerempet bahaya. Kadang ia terlalu percaya diri dengan kemampuan diri sendiri. Akibatnya ia

terjebak dalam perangkap. Selama tiga hari tiga malam, ia disekap di sebuah tempat dalam kondisi tak sadarkan diri. Begitu sadar, berbagai masalah sudah

menantinya. Gawatnya, semua masalah itu tidak ringan, semuanya kriminal. Dari pemerkosaan hingga pembunuhan. Ia tak hanya berurusan dengan polisi, tapi juga

tiga tokoh kosen tua mengerikan.Namun bukan Liok Siau-hong namanya kalau tidak bisa kabur dari mereka. Ia tidak rela difitnah sekejam itu tanpa bisa membela

diri. Ia bertekad tidak akan tertangkap sebelum dalang sesungguhnya terungkap. Penyelidikannya membawanya kembali ke Rumah Judi Pancing Perak. Ternyata tiga

orang sudah menunggunya di sana. Pui Giok-hui, si Jenggot Biru dan istrinya, Pui Giok-hiang alias Ling Yak-sing. Bisa diduga kalau mereka yang menjebak

Siau-hong. Ketiga orang itu berjanji akan membersihkan nama Siau-hong asal ia mau membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi Si Jenggot Biru.Juragan kasino

ini kehilangan Lo-sat-pai, sepotong batu kemala kuno yang merupakan benda pusaka Ma-kau, agama dari Barat. Lo-sat-pai sampai ke tangan Si Jenggot Biru

setelah digadaikan oleh Giok Thian-po (putera mendiang Giok Lo-sat sang pemimpin Ma-kau) yang gila berjudi. Sialnya, Lo-sat-pai hilang dicuri Li He, salah

seorang dari empat mantan istri Si Jenggot Biru. Masalah makin rumit setelah Thian-po mati terbunuh dan munculnya Swe-han-sam-yu, tiga tokoh kosen tua

mengerikan yang ternyata tetua Ma-kau.Awalnya Liok Siau-hong menolak, tapi karena tidak ingin menghadapi Swe-han-sam-yu yang sudah menuduhnya membunuh

Thian-po, ia terpaksa menemukan Lo-sat-pai bagi Si Jenggot Biru.
Di awal musim dingin, Siau-hong melakukan perjalanan menuju Rahasu di wilayah Utara yang sangat dingin, tempat di mana Li He dan ketiga mantan istri Si

Jenggot Biru lainnya melarikan diri. Tapi ia merasa tenang biarpun terus dikuntit Swe-han-sam-yu. Ketiga kakek itu malah mengawal dan melindunginya karena

sudah diyakinkan Si Jenggot Biru kalau hanya Siau-hong yang bisa merebut Lo-sat-pai kembali.Petualangan Pendekar Empat Alis kali ini diwarnai banyak

perempuan berbahaya yang silih berganti mendatanginya. Setelah tertipu oleh Giok-hiang, ia lebih waspada. Ia tidak ingin tertipu lagi dan terlibat masalah

dengan perempuan bersuami. Masalahnya ia mudah tergoda oleh perempuan cantik.Tak hanya perempuan yang menghampiri Siau-hong. Ternyata ada pihak-pihak lain

yang juga menginginkan Lo-sat-pai sehingga sepanjang perjalanan ia mengalami penyerangan berkali-kali. Karena siapa pun yang memegang Lo-sat-pai berhak

menjadi pemimpin Ma-kau. Padahal soal kehilangan Lo-sat-pai ini masih dirahasiakan dari umum.Seperti biasa, kisah petualangan Pendekar Empat Alis tidak

pernah mengecewakan para pembacanya. Kita dibuat penasaran apakah Liok Siau-hong akan tertipu atau diserang lagi. Dan meski jagoan kita ini brengsek, tapi

kita tetap bersimpati padanya bahkan mengaguminya. Khu Lung berhasil menciptakan seorang tokoh yang manusiawi dan Gan KL berhasil menyadurnya dengan bahasa

yang lincah.

Keajaiban Negeri Es
Keajaiban Negeri Es adalah lanjutan Rumah Judi Pancing Perak. Dalam kisah sebelumnya diceritakan bagaimana Liok Siau-hong alias Pendekar Empat Alis difitnah

dan dijebak habis-habisan oleh Si Jenggot Biru sang pemilik Rumah Judi Pancing Perak. Untuk membersihkan namanya, Siau-hong harus menemukan kembali

Lo-sat-pai, batu kemala pusaka agama Ma-kau yang sudah dicuri Li He, mantan istri Jenggot Biru dan dilarikan ke Rahasu.Serial kelima Pendekar Empat Alis

diawali dengan tibanya rombongan Kah Lok-san di Rahasu. Rahasu yang juga disebut Lau-ok adalah sebuah tempat terpencil yang berlokasi di Utara, berdekatan

dengan Siberia. Letak persisnya di atas Siong-hoa-kang (sungai bunga cemara) yang membeku tiap musim dingin tiba. Kota kecil di atas es ini mirip kota

sungguhan.
Gawatnya, tak seorang pun tahu di mana Lo-sat-pai disembunyikan selain Li He. Namun Siau-hong yang bermata jeli berhasil menemukan batu kemala yang diincar

banyak orang itu. Begitu berhasil, Swe-han-sam-yu langsung menagih Lo-sat-pai pada Siau-hong. Sayang batu kemala itu sudah dicuri salah satu perempuan

berbahaya yang tersisa, tapi jagoan kita sama sekali tidak khawatir karena ia yakin Lo-sat-pai yang ditemukannya itu palsu.Tak perlu heran bila Keajaiban

Negeri Es begitu konsisten menyuguhkan sambungan sepak terjang Liok Siau-hong dan mampu menghilangkan rasa penasaran yang menggunung usai membaca Rumah Judi

Pancing Perak

Pemukiman Hantu
Tokko Bi membawa Liok Siau-hong menuju Perkampungan Hantu. Rupanya ada sindikat rahasia yang bersedia menampung para penjahat yang nyawanya terancam karena

diincar Jui-soat, misalnya. Tak seorang pun yang bisa lolos dari sambaran pedang kilat, kecuali Liok Siau-hong tentunya. Bayaran yang diminta untuk kontrak

mati itu sangat mahal. Kontrak mati dan lokasi perkampungan misterius itu pun sangat dirahasiakan. Tak heran, nama Perkampungan Hantu tidak dikenal di dunia

persilatan. Yang ajaib ternyata Yap Koh-hong juga orang dalam perkampungan tersebut. Karena Siau-hong tidak memiliki kontrak mati dengan pihak Perkampungan

Hantu, maka ia dilarang masuk. Namun karena usaha Tokko Bi dan bantuan seseorang misterius, akhirnya ia boleh masuk juga. Itu pun dengan ujian kecil terlebih

dulu. Setibanya di perkampungan , ia disambut seorang gadis bernama Yap cilik yang ternyata adalah orang yang membantunya masuk. Setelahnya ia bertemu banyak

tokoh kosen dunia persilatan yang seharusnya sudah mati.
Kita pun pasti mulai curiga apakah semua penderitaannya karena diuber-uber Sebun Jui-soat hanyalah skenario untuk menyelidiki Perkampungan Hantu? Sekali lagi

kita harus ingat kalau jagoan kita yang sombong, brengsek, tapi juga baik hati ini adalah orang yang cerdik dan senang tantangan. Ia sama sekali tidak bodoh.

Lagipula kelihatannya ia begitu tertarik pada Lau-to-pacu sang pemimpin perkampungan. Lelaki berpakaian kelabu dengan wajah tertutup topi caping itu sangat

mengerikan karena ilmu kungfunya jauh di atas dirinya.

Senyuman Dewa Pedang
Perasaan seseorang kadang mirip penutup mata, seringkali menutupi mata agar tak bisa melihat hal-hal yang seharusnya dapat disaksikan dengan jelas.
Untung sekarang ia telah melihatnya, yang tidak beruntung pun kini terlihat semua. Jarak antara untung dan tidak untung seringkali merupakan sebuah halaman

kosong.
Saat kosong adalah saat tertegun, saat terkesima. Ketika tertegun, itulah kesempatan emas bagi orang lain. Mendadak semua orang yang tadinya tak berkutik,

telah dapat bergerak dengan bebas, bahkan gerakan mereka cepat, juga ganas, telengas dan tepat sasaran. Gerakan macam ini mustahil bisa dilakukan oleh

sekawanan manusia pribumi yang sejak lahir hidup di kota kecil yang terpencil itu. Bila serangan itu begitu cepat, tepat sasaran dan telengas, bisa

dipastikan mereka termasuk di antara lima puluh jagoan tangguh dunia persilatan. Pada saat itulah mendadak Siau-hong roboh terkapar.
Bila ada orang yang tidak roboh ketika dikerubut banyak jago tangguh dalam situasi dan kondisi yang sama sekali tak terduga ini, maka di dunia ini mungkin

tak ada lagi orang yang bisa roboh terkapar.
Bagi seorang yang sudah lama berkelana dalam dunia persilatan, memiliki nama besar, punya banyak teman dan musuh, roboh terkapar artinya mati.
Benarkah Liok Siau-hong mati?
Tidak seorang pun percaya Liok Siau-hong mati, sekalipun ada orang melintangkan golok di atas tengkuknya, tak ada yang mau percaya bahwa Liok Siau-hong telah

menemui ajalnya.
Tapi kali ini Liok Siau-hong benar-benar telah tewas, berangkat ke langit barat. Sebenarnya apa yang telah terjadi?
(sumber : http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

Makam Bunga Mawar – OPA
Cerita Silat ini mengisahkan tentang Hee Thian Siang yang keblinger pada seorang gadis kangouw yang hanya pernah dilihatnya dari jarak jauh. Keberuntungan

selalu menaunginya sehingga ia dapat berkenalan dengan tokoh kungfu piawai yang menjadikannya berkembang menjadi jagoan kungfu tingkat tinggi. Simak pula

bagaiana ia menyelamatkan wilayah Tionggoan dari Pengaruh Iblis sesat wilayah perbatasan dan liku-liku menemukan gadis yang dicintainya.

SI RASE TERBANG DARI PEGUNUNGAN SALJU – Karya CHIN YUNG
Rase Terbang dari Pegunungan Salju bercerita tentang Ouw Hoei dan pencariannya akan pembunuh kedua orang-tuanya. Akan tetapi, kelihatannya tujuan utama Ouw

Hoei sebenarnya adalah mengungkap kisah orang tuanya, terutama hubungan persahabatan/permusuhan yang kompleks antara ayahnya, Hi Yi Dao, dengan Miao Ren

Feng.
Delapan puluh persen dari cerita Rase Terbang dari Pegunungan Salju mengisahkan kilas balik kejadian-kejadian yang telah menyebabkan kematian Hu Yi Dao dan

istrinya.
Jin Yong membiarkan bagian akhir dari cerita dalam teka-teki agar para pembaca menyimpulkan sendiri akhir dari cerita Rase Terbang dari Pegunungan Salju.

(http://ebook-gratis-kirara.blogspot.com)

BENTROK ANTAR PENDEKAR – Karya Khu Lung
Cerita silat ini merupakan lanjutan dari Karya Gu Long yang berjudul ANAK BERANDALAN dimana akhir pertempuran antara Siau Cat It Long melawan Raja gila

boneka Thian kongcu Siao Yao Hoo tidak diketahui kesudahannya. Keduanya sama-sama tidak kembali. Dua tahun kemudian jejak Siau Cap it Long berhasil ditemukan

oleh dua wanita yang mencintainya Hong Si Nio dan Sim Bik Kun. Ternyata Siau Cap it Long dikendalikan oleh Pin-Pin adik Raja gila boneka Thian kongcu Siao

Yao Hoo. Sanggupkah Hong Si Nio dan Siau Cap it Long menghancurkan Thian Cong yang berusaha menguasai Dunia Persilatan ?

(http://ebook-gratis-kirara.blogspot.com)

TOKOH BESAR (Da Ren Wu ) – Karya Khu Lung
Dian Susi adalah anak semata wayang seorang tokoh kenamaan yang kaya raya. Suatu hari ia ia melarikan diri dari rumah karena ingin bertemu dan bersanding

dengan Chin Ko, seorang pendekar kenamaan yang terkenal karena pernah mengalahkan Gerombolan 7 Harimau walau ia harus terkena 108 tusukan pedang. Ternyata ia

terperangkap dalam sebuah intrik. Ada kelompok yang yang ingin memanfaatkannya, bahkan calon tunangannya ikut bersekongkol merebut semua harta warisannya.

Pendekar kesayangannya juga difitnah telah membunuh tokoh shaolin. Bagaimana upaya Chin Ko dan Dian Susi mencari sumber intrik ini ?

(http://ebook-gratis-kirara.blogspot.com)

HARPA IBLIS JARI SAKTI By Chin yung
Si Harimau Langit Lu Sin Kong pemilik ekpedisi pengiriman barang Thian Houw Piau Kiok bersama istrinya terbunuh pada saat mengirimkan barang yang menjadi

rebutan semua tokoh silat. Bahkan anaknya Lu Leng, diculik orang dan tak tentu rimbanya. Pada saat itu dunia persilatan dibuat geger oleh munculnya Liok Ci

Kim Mo yang memegang Harpa Pusaka Pat Liong Kim. Banyak tokoh rimba persilatan terbunuh tanpa daya, akibat pengaruh daya sakti yang dikeluarkan melalui

getaran suaranya.
Setiap orang yang menentang Liok Ci Kim Mo kebanyakan terbunuh oleh Pat Liong Kim ini. Karena tiada yang menentangnya ia mengangkat dirinya menjadi Bengcu

Rimba persilatan.
Demi membalas dendam orang tuanya Lu Leng harus menemukan ilmu silat yang hebat dan senjata pemusnah Harpa Iblis Pat Liong Kim yaitu Panah busur api !

(sumber : http://ebook-gratis-kirara.blogspot.com)

PEDANG TETESAN AIR MATA – Karya : Khu Lung
Sewaktu pedang ini keluar dari tempaan, sudah terlihat cahaya keganasan dari ujungnya. Semacam cahaya buas berfirasat buruk.Tanpa terasa meleleh air matanya

membasahi pedang, membentuk sebuah bekas tetesan air mata pada tubuh pedang itu. Pedang terkutuk yang akan merenggut anak lelaki keturunannya. Itulah sebab

ia menetes air matanya. Mampukah Siau-ko mematahkan kutukan yang melekat pada senjatanya itu? Siapakah si misterius yang selalu mengincar pedangnya itu?
Sejak kemunculan pedang tersebut, dunia persilatan menjadi ikut bergolak. Dua kutub kekuatan saling menyerang dan menghancurkan. Siu-ko harus bertahan. Dunia

persilatan harus kembali tenang.Mampukah Siau-ko lolos dari ujian berat jebakan yang ditebar oleh para pesohor dunia persilatan? Apakah Siau-ko akan tercatat

sebagai pahlawan ? atau pecundang ?
Pedang Tetesan Air MataRoman silat tentang arti cinta dan makna kesetiaan akan persahabatan. Tentang air mata dan darah pahlawan. Ternyata Siau Ko bukanlah

anak keturunan Sang EMpu Pedang, lalu darah siapakah yang mampu menghapus tetesan air mata di pedang ?

GOLOK BULAN SABIT – Karya : Khu Lung
Ting Peng baru muncul di dunia persilatan. Dalam waktu singkat dia telah mengalahkan 3 jago pedang paling tersohor dalam dunia persilatan. Sayang, pada saat

menantang jago pedang berikutnya, Liu Yoksiong, dia ditipu, dikalahkan dan dipermalukan secara mengenaskan. Ting Peng yang putus asa hampir bunuh diri. Pada

saat sebelum membunuh diri itulah dia menemukan keajaiban.
Mendapatkan seorang isteri yang cantik jelita dan ilmu golok yang tiada tandingannya di kolong langit. Sebuah ilmu golok yang dimainkan dengan golok

melengkung, melengkung bagaikan bulan sabit.Golok Bulan Sabit memang mustika, tapi bagaimanapun hebatnya sebuah golok mustika, ia cuma sebuah benda mati.

Yang luar biasa justru 7 huruf yang tertera di badan golok itu. Tujuh huruf yang menyimpan cerita kelam Dunia Persilatan di masa lampau. (sumber :

http://ebook-gratis-kirara.blogspot.com)

Pendekar Bayangan Setan & Misteri Bayangan Setan
Pendekar Bayangan Setan
Karya : Khu Lung Sadur : Tjan ID
Berawal dari niatnya mengantar Putri seorang Panglima Perang yang dibunuh oleh kawanan misterius, mengantarnya kepada persoalan yang menyangkut pembunuhan

besar-besaran yang akan terjadi di Bu Lim. Tan Kia Beng namah tokoh kita ini mendapatkan suatu penemuan ajaib ketika dipukul jatuh kejurang oleh salah satu

Locianpwe dari 7 partai besar. Tenaga sakti seorang Cianpwee yang berusia seratus tahun lebih yang sudah mati berpuluh tahun yang lalu dan Mutiara Ular yang

berusia ribuan tahun membuatnya menjadi seorang yang sakti, dan bukan Cuma itu saja iapun mewarisi jabatan sebagai Kaucu Teh Leng kau yang dahulu pernah

menjadi perkumpulan yang sangat ditakuti didunia Bu Lim. Seiring dengan pertempuran yang sering dia lewati membuat Tenaga Sakti Mutiara Ular ribuan tahun dan

Tenaga Sakti yang dilatih selama seratus tahun lebih semakin lama semakin bertambah. Mampukah Dia membendung sebuah kekuatan besar yang berada di Gurun Pasir

yang akan melakukan pembantaian besar di tanah Tionggoan. Lanjutannya berjudul “Misteri bayangan Setan” (http://clifman.wordpress.com)

BU KEK KANG SINKANG
Setelah terdiam sejenak, ia melanjutkan, “Ilmu yang sedang kulatih bernama Bu Kek Kang Sinkang, ilmu ke tujuhpuluh tiga yang diciptakan Tatmo Couwsu.”
Pek Bin Siansu terkesima, dari kecil ia tinggal di Siaulimsi. Dia yakin betul Tatmo Caouwsu, pendiri Siaulimsi menciptakan 72 macam kepandaian. Dari mana

datangnya Bu Kek Kang Sinkang, ilmu ke tujuhpuluh tiga?
Perguruan-perguruan besar dipusingkan oleh hilangnya kitab-kitab silat mereka. Belum lagi masalah hilangnya kitab terungkap, dunia persilatan kembali

digemparkan munculnya Mustika Kemala Pelangi.
Konon, mustika ini menunjukkan tempat yang berisi kitab-kitab ilmu silat yang luar biasa.

SERIAL PENDEKAR HARUM-Karya : Khu Lung

1. Maling Romantis
Cerita di bab pertama dibuka oleh suatu peristiwa pencurian patung jade berbentuk bidadari dari sebuah rumah yang dijaga ketat oleh beberapa orang yang

berkepandaian tinggi. Sebelum peristiwa itu terjadi , sebelumnya si pencuri telah berkirim surat dulu bahwa dirinya akan meminjam patung jade incarannya itu

dari pemiliknya. Walau dijaga ketat diantaranya oleh seorang petugas negara yang paling ditakuti oleh para kriminal karena kemampuan investigasinya, patung

jade berbentuk bidadari itu tetap saja berhasil dicuri, si pencuri hanya meninggalkan jejak berupa bau harum samar-samar wangi bunga tulip, tanda Chu

LiuXiang baru saja berkunjung.

2. Rahasia Ciok Koan Im
Setelah berhasil mengungkap kasus pembunuhan yang ternyata berkaitan dengan intrik perebutan kekuasaan dalam tubuh Kay-pang dan Shao-lin (dalam buku Maling

Romantis), akhirnya Chu LiuXiang bisa pulang kembali ke kapalnya. Angan-angannya untuk bersantai bersama ke tiga dayang yang cantik itu harus lenyap ketika

mereka ternyata telah hilang diculik orang. Demi untuk menyelamatkan mereka, Chu kemudian menempuh perjalanan panjang ke luar perbatasan Tionggoan,…..memburu

penculik sampai gurun pasir! Kali ini perjalanan Chu ke luar perbatasan ditemani oleh sahabat setia sejak masa kecilnya yaitu, Oh Thi-hua (Hu Tie-hua), dan

seorang lagi sahabat setia, Ki Ping-yan (Ji Ping-yan). Masih belum lengkap, Si “Setitik Merah Tionggoan“ ZhongYuan Yi Diahong , pembunuh bayaran nomer satu

di Tionggoan, membunuh tanpa meneteskan darah, ikut bergabung dengan Chu untuk menyelidiki rahasia penculikan ketiga dayang Chu LiuXiang itu. Boleh dibilang,

inilah salah satu episode petualangan Chu yang paling baik dan seru ceritanya.

3. Peristiwa Burung Kenari
Mendekati jilid-jilid terakhir dari Rahasia Ciok Kwan Im, muncul tokoh misterius yang telah membantu, tidak hanya membantu tapi juga membunuh lawan-lawan

dari Chu LiuXiang. Tokoh ini begitu misteriusnya dan setiap aksinya hanya membubuhkan tanda berupa surat yang ditandatangani dengan nama Si Burung Kenari.

Walau Chu LiuXiang berhasil membongkar rahasia Ciok Kwan Im, menolong negara Kui-je, menguraikan perselisihan antara Hus-shan dan Keluarga Li yang sudah

bermusuhan sejak empat puluh empat tahun lalu, sekaligus menghancurkan gerombolan para pengikut Ciok Kwan Im, tapi hatinya masih selalu resah. Su Rong-rong

bertiga, para dayang nya yang diculik masih belum juga ditemukan, sedangkan dia sendiri masih terikat janji tiga puluh hari dengan Kiong Lam-yan dari istana

Sin-cui kiong. Selain itu siapakah sosok misterius yang menamakan dirinya Si Burung Kenari itu?

4. Mayat Kesurupan Roh
Kali ini Chu LiuXiang diundang untuk datang ke rumah salah satu sahabatnya, yaitu Cu Kin-hau (Zuo Qing Hu), yang selain terkenal karena ilmu telapak

tangannya , tapi juga terkenal oleh keahliannya memasak hidangan ikan khas yang hanya hidup di bawah sungai Siu-ya-kio dekat kediamannya. Cu Ji-ya Cu

Kin-hau, selama hidupnya sangat bangga akan tiga hal ; Pertemanannya dengan Chu LiuXiang, Anak perempuannya, Cu Beng-cu yang cantik bagai bidadari, dan

permusuhannya dengan Sih Ih-jin, si Pendekar Pedang Nomer Satu di Dunia , Thian-he-it-kiam-khek. Cu Kin-hau dalam waktu yang sudah ditentukan akan

melangsungkan pertandingan hidup mati dengan Sih Ih-jin guna menyelesaikan perselisihan yang sudah berlangsung puluhan tahun antar keluarga mereka.

5. Legenda Kelelawar
Chu LiuXiang bertemu lagi dengan Hu Thi Hua yang bercerita mengenai keanehan pada diri salah seorang kekasihnya, Ko A-lam anak murid Hua-shan yang tiba tiba

mengacuhkan dirinya saat bepergian ditemani oleh gurunya, Koh Bwe Taysu. Koh Bwe Taysu adalah seorang beribadat berilmu tinggi, dan sudah tiga puluh tahun

lebih dikabarkan tidak pernah turun gunung, tentunya berita yang mengagetkan apabila Koh Bwe Taysu ditemukan sedang melakukan perjalanan di dunia persilatan,

terlebih ketika menurut Hu Thi Hua kalau Koh bwe Taysu malah sudah Hoan siok ( piara rambut ), pasti ada kejadian penting yang mengguncangkan dunia

persilatan sehingga Koh Bwe Taysu keluar dan turun gunung melakukan perjalanan.

LENCANA PEMBUNUH NAGA – Karya : Khu Lung
Lencana Pembunuh Naga menyimpan rahasia Mestika Rimba Persilatan, yang konon dapat membuat seseorang bisa menjadi Sakti bukan cuma itu didalamnya juga

terdapat seorang wanita yang sangat cantik. Gak Lam Kun tokoh kita ini mendapatkan amanat dari suhunya “Tok Liong Cun Cu” sebelum meninggal untuk bertemu

dengan Soat San Thian Li mendapatkan Lencana Pembunuh Naga. Kisah perebutan Lencana Pembunuh Naga dengan melibatkan orang-orang rimba persilatan yang

didalamnya terdapat juga pembunuh dari suhunya membuat kisah ini sangat seru untuk dibaca. Rahasia apakah yang tercantum di Lencana Pembunuh Naga itu yang

konon tempat penyimpanan itu dijaga oleh seekor makhluk aneh yang sudah berusia ribuan tahun yang dapat mengeluarkan api dari mulutnya.

(www.clifman.wordpress.com)

1. Seri Pendekar Binal (Khu Lung/Gan KL)

2. Seri Bara Maharani (Khu Lung/Tjan ID)

3. Trilogi Kisah Memanah Rajawali (Chin Yung)

4. Kaki Tiga Menjangan/Pangeran Menjangan (Chin Yung/OKT)

5. Pendekar Negeri Tayli (Chin Yung/Gan KL)

6. Makam Bunga Mawar (OPA)

7. Kuntilanak/Wanita Iblis (SD Liong)

8. Pedang Keadilan / Bidadari dari Istana Hantu (Tjan ID)

9. Seri Rahasia Kunci Wasiat (Wo Lung Shen)

10. Tengkorak Maut /Rahasia Istana Hantu (Khu Lung/Tjan ID)

Naga Kemala Putih
Cerita silat ini merupakan lanjutan dari Harimau Kemala Putih. Diceritakan ayah Tio Bu Ki terbunuh dan kepalanya dipenggal oleh sahabat dekat ayahnya sendiri

tepat pada saat hari pernikahannya. Oleh Sangkoan Jin (pembunuh ayah Tio Bu Ki) penggalan kepala ini diserahkan kepada Benteng Keluarga Tong musuh

bebuyutannya, tujuannya agar Sangkoan Jin bisa mendapatkan kepercayaan dan menduduki jabatan yang tinggi di Benteng Keluarga TongDemi balas dendam Tio Bu Ki

mempelajari ilmu pedang tertinggi, namun ia terjebak dalam kelicikan Tong Ou. Bahkan Benteng Tayhong Tong keluarganya berhasil dimusnahkan oleh Benteng

Keluarga Tong.
Mampukah Tio Bu Ki menyelamatkan kekasihnya dan membalaskan dendamnya? Seperti jalinan cerita Khu Lung lainnya, akhir cerita agak sulit ditebak. (sumber :

http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

Harimau Kemala Putih – Disadur : Tjan ID
Cerita diawali dengan hari pernikahan Tio Bu Ki. Hari yang sebenarnya merupakan hari baik harus berakhir dengan kesedihan bagi Tio Bu Ki karena ternyata pada

hari itu pula ayahnya Tio Kian ditemukan mati tanpa kepala di ruang kerjanya.
Hidup Tio Bu Ki harus berubah total karena tragedi ini. Masa depan indah yang sudah dipelupuk mata hancur berantakan. Tio Bu Ki harus kembali berkelana untuk

menemukan pembunuh ayahnya, yang di kemudian hari diketahui ternyata adalah orang dekat ayahnya sendiri yaitu Tongcu ketiga Tay Hong Tong Sangkoan Jin. Bu Ki

sadar kemampuannya masih jauh dari cukup untuk menghadapi Sangkoan Jin, apalagi ternyata Sangkoan Jin telah bersekutu dengan musuh Tay Hong Tong yaitu

perkumpulan Pek Lek Tong dan keluarga Tong dari Sechuan.
Sebelum pergi meninggalkan Tay Hong Tong, Bu Ki diberikan sebuah patung harimau kecil terbuat dari batu kemala putih dari Tongcu pertama Tay Hong Tong Sugong

Siau Hong, dengan pesan sebelum membunuh Sangkoan Jin dia harus menyerahkan patung harimau kemala putih itu ke Sangkoan Jin. Dengan rasa bingung Bu Ki

menyanggupi pesan itu. Dengan tekad kuat dan kecerdasan otaknya Bu Ki berhasil belajar ilmu pedang dari tempat si Mayat Hidup Te Cong, walau dengan

pengorbanan harus berpisah dengan calon istrinya Wi Hong Nio dan adiknya Tio Cian Cian. Bagaimana upaya Bu Ki untuk masuk ke Benteng Tong dan

Menghancurkannya ?

ELANG PEMBURU – Disadur : Gan K.L
Sudah lima orang jadi korban pembunuhan. Kelima korban itu semuanya dibunuh dengan lima cara yang berbeda. Ada yang dibantai menggunakan kampak, ada yang

dijerat dengan tali, ada yang mati karena dijotos dengan tinju, ada pula yang mati tenggelam karena dilempar seseorang ke dalam sungai. Semua pembantaian

dilakukan sangat bersih dan tuntas. Satu-satunya jejak yang bisa dilacak hanya tusukan golok yang menghabisi nyawa Chee Gwat-sian. Golok itu bukan menembusi

jantung di dada kirinya, tapi hati di sebelah kanannya.
Leng Giok-hong, usia duapuluh empat tahun. Mempelajari banyak ilmu dari banyak aliran, tak pernah menggunakan jenis senjata tertentu. Kakeknya punya pahala

dalam militer, pangkatnya kelas satu dan menduduki posisi sebagai Panglima di daerah Ho-say. Ayahnya seorang sarjana yang menduduki pangkat tinggi, punya

kekuatan politik dan menjabat sebagai guru besar di bidang pendidikan negara.Leng Giok-hong, tak punya kegemaran, tak punya cacat badan.Elang Pemburu, satu

lagi karya terjemahan Tjan ID. Elang Pemburu menceritakan misteri pembunuhan yang terjadi seusai asap ungu memenuhi langit dini hari. (sumber :

http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

PENDEKAR HINA KELANA
Karya : Chin Yung Disadur : Gan KL
Pendekar Hina Kelana mengisahkan pertarungan antara perguruan yang katanya aliran lurus yang diwakili oleh Wu Yue Jian Pai (Persatuan Lima Gunung Perguruan

Pedang) yang terdiri dari Song Shan, Tay Shan, Hen Shan, Hua Shan dan Heng Shan dengan aliran sesat yang diketuai oleh Dong Fang Bu Bai yang berubah menjadi

wanita jadi-jadian cuma hanya untuk mempelajari ilmu silat tinggi.
Para aliran lurus tidak segan-segan untuk membunuh anggotanya jika ada yang berhubungan dengan aliran sesat. Tetapi benarkah yang lurus itu lurus dan yang

sesat itu sesat? Demi mencapai tujuan, orang-orang dari aliran lurus juga tak segan menghalalkan segala cara, diantara ketuanya juga punya intrik

masing-masing untuk menjadi pemimpin aliran lurus.Tokoh utama cerita ini adalah Linghu Chong salah satu murid utama dari perguruan Hua Shan, setelah patah

hati dari adik seperguruannya, malah menjalin hubungan asmara dengan gadis suci aliran sesat, berteman dengan seorang pemerkosa wanita Tian Bo Guang tetapi

malah mewarisi ilmu pedang yang tak terkalahkan Dugu Jiu Jian.

Dalam petualangannya ternyata Linghu Chong yang dikhianati oleh orang -orang terdekatnya.
Upaya Linghu Chong untuk memberi perdamaian pada dunia persilatan amatlah sulit, intrik, pengkhianatan, penghormatan terhadap bekas gurunya, menjadikan

semuanya berliku-liku namun tetap mengasyikkan untuk dinikmati.
Cerita ini juga diangkat ke layar lebar dengan judul Swordman 2 yang perankan oleh Jet Li. (http://ebook-gratis-kirara.blogspot.com)

PENDEKAR RIANG
Karya : Khu Lung
Pendekar Riang adalah Kwik Taylok, seorang pemuda gagah yang ilmu silatnya tidak hebat-hebat amat, tapi bercita-cita menjadi pendekar besar. Karena baru

berkelana dalam dunia persilatan, pengetahuannya akan seluk-beluk dunia persilatan sangat cetek. Ia agak lugu dan kadang sedikit tolol, tapi cepat

mempelajari segala sesuatu sehingga sering merasa sok pintar.
Hobinya mengoceh, boleh dibilang ia tidak kalah bawel dari nenek-nenek. Meski tampak mengesalkan, tapi hatinya baik, ramah, mudah tersentuh dan jatuh iba

pada sesama manusia.
Cerita dimulai dari saat Kwik Taylok terjun pertama kalinya ke dunia persilatan setelah kedua orang-tuanya meninggal. Ia ingin mengamalkan ilmu-ilmu silat

yang dimilikinya untuk membantu banyak orang. Belum apa-apa ia sudah bangga bukan kepalang karena berhasil menyelamatkan nyawa seorang congpiautau sebuah

piaukiok kecil. Hal ini membuatnya diterima menjadi wakil dari congpiautau tersebut. Namun setelah mengacaukan kawalan pertamanya, pahlawan kita ini dipecat.

Setelah berganti-ganti profesi yang hasilnya malah membuatnya bangkrut habis-habisan dan kelaparan setengah mati, ia terpaksa merubah cita-citanya dari

pendekar mulia menjadi perampok budiman. Maksudnya perampok ala Robin Hood yang merampok harta orang kaya untuk dibagikan pada orang miskin. Sialnya, ia

salah sasaran. Yang dimasukinya memang sebuah rumah megah, tapi kosong melompong. Hok kui sanceng yang berlokasi di pinggiran kuburan seperti rumah hantu.

Tak ada isinya kecuali sebuah ranjang besar dan sang pemilik rumah bernama Ong Tiong yang kerjanya hanya tidur-tiduran di atasnya. Walaupun begitu Kwik

Taylok
merasa senang berteman dengan Ong Tiong dan sejak saat itu ia tinggal di sana.
Beberapa hari kemudian datang seorang pemuda bernama Yan Jit. Ternyata ia datang karena ingin bersembunyi dari kejaran sekelompok preman cebol yang dijuluki

‘Semut’. Tak dinyana empat semut menyusulnya ke sana. Terjadi perkelahian seru yang lucu antara Ong Tiong, Kwik Taylok dan Yan Jit di satu pihak melawan

empat semut. Setelah kawanan semut berhasil diusir pergi, Yan Jit menjadi orang ketiga dalam Hok kui sanceng.
Meski berteman, sikap Yan Jit tetap misterius. Ia sering menghilang beberapa hari dan pulang dengan membawa oleh-oleh aneh, dari seekor burung gereja sampai

arak beras ketan. Suatu hari ia pulang sambil membawa seorang pemuda sekarat. Pemuda yang tidak jadi mati setelah menenggak habis satu-satunya persediaan

arak mahal yang disimpan Ong Tiong selama bertahun-tahun itu bernama Lim Taypeng. Dan Taypeng juga akhirnya betah tinggal di dalam Hok kui sanceng bersama

ketiga teman barunya yang dekil.
Ong Tiong yang super pemalas, Kwik Taylok yang gesit dan ceria, Yan Jit yang cerdik dan Lim Taypeng yang kalem hidup bersama berbagi suka dan duka. Walau

hidup miskin hingga kelaparan, tapi tetap bahagia karena memiliki sahabat. Dan juga karena Kwik Taylok selalu menghangatkan suasana. Meski demikian pantang

bagi mereka untuk menanyakan persoalan pribadi dan masa lalu masing-masing. Namun seiring berjalannya waktu, rahasia masa lalu keempatnya terungkap satu

persatu hingga mempengaruhi jalinan persahabatan dan merubah hidup mereka selanjutnya.
Khu Lung memang selalu mengambarkan persahabatan dengan indah, lebih indah dari kisah cinta. Tapi cersil ini cukup romantis dalam menggambarkan jatuh-bangun

pencarian cinta dari empat tokoh utama.
Sesuai judulnya, cersil yang menggambarkan indahnya persahabatan dan kesetiakawanan yang tulus ini sangat riang dan membuat pembaca gembira. Dibuka dengan

kisah kocak dan ditutup dengan kisah bahagia.
Bagi penggemar Khu Lung yang menyukai tokoh utama yang cerdik bin sakti dengan alur cerita rapat penuh tipu-daya dan pertarungan sengit, mungkin akan merasa

sedikit kecewa disuguhi cerita ringan yang dibumbui kekonyolan di mana-mana. Tapi Pendekar Riang sama sekali tidak bisa dikatakan jelek. Cerita mengalir

dengan lancar. Meski obrolan ngalor-ngidul kadang terlalu panjang, tapi kata-katanya cerdas, menggigit dan lucu. Adu siasat dan pengkhianatan juga tetap

ada, begitu pula dengan perkelahian biarpun porsinya sedikit. (sumber : http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

RAHASIA GELANG PUSAKA – Sadur : OKT
Cay Hoan Giok Tiap, gelang pusaka yang berisi ilmu silat yang luar biasa…Siauw Lim Kie Su Koan,kitab yang menyangkut rahasia Siauw Lim Sie…
Perebutan benda mustika yang didamba insan Rimba Persilatan,menyebabkan sepasang anak kembar terpisahkan,setelah kematian kedua orang tuanya……
Mengalami nasib yang berbeda,seorang dibesarkan dengan kebaikan,yang lain dalam kejahatan……
U Ie Kun dikenal sebagai pemuda gagah,Bu Beng Tongcu hanyalah seorang bungkuk berwajah buruk
Mereka bertemu…… sebagai musuh……Mereka berdua saudara akhirnya saling mengenali,mengakui, hidup bersama dan menuntut balas sakit hati ayah bunda mereka,

serta mendapatkan kembali Cay Hoan Giok Tiap dan Siauw Lim Kie Su Koan,untuk menjaga ketenangan dan mencegah banjir darah di Rimba Persilatan……

(sumber : http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

SEBILAH PEDANG MUSTIKA (Hoan Kiam Kie Tjeng)
Disadur : OKT
Cerita mengambil latar belakang setelah pertempuran di Sungai Tiangkang yang legendaris, di mana pasukan Thio Soe Seng akhirnya dapat dipukul dan dikalahkan

oleh pasukan dari Tjoe Goan Tjiang. Thio Soe Seng yang kalah perang akhirnya gugur dan mengakhiri hidupnya di Sungai Tiangkang. Adapun setelah peristiwa itu

Tjoe Goan Tjiang semakin kuat dan luas pengaruhnya hingga berhasil menggulingkan pemerintahan saat itu untuk kemudian mendirikan dinasti baru yang dikenal

dengan dinasti atau kekaisaran Beng, dan menjadi kaisar pertama dari dinasti Beng yang didirikannya itu.
Latar kejadian pertempuran Sungai Tiang Kang dan perseteruan antara Thio Soe Seng dengan Tjoe Goan Tjiang inilah yang menjadi benang merah dari HKKT.
Selain Thio Soe Seng yang kena dikalahkan dan gugur di Sungai Tiang Kang, ikut gugur juga beberapa pengawal setianya, di antaranya Peng Hweeshio yang pernah

diangkat guru oleh Thio Soe Seng dan Tjoe Goan Tjiang berdua sewaktu mudanya. Walaupun demikian, di antara yang gugur tentu ada yang selamat, ialah putra

mahkota dari Thio Soe Seng, yang berhasil diselamatkan oleh salah satu pengawalnya bernama Tjio Thian Tok dan dibawa lari keluar perbatasan, sampai

seterusnya menuntut penghidupan di negeri Watzu sambil berencana menyusun kekuatan untuk kembali ke Tionggoan. Selain Tjio Thian Tok, yang berhasil lolos

dari pertempuran Sungai Tiang Kang , masih ada seorang lagi bernama, In Boe Yang, lelakon In Boe Yang inilah yang kemudian menjadi pemegang kunci cerita dari

keseluruhan cerita HKKT.
Meskipun berhasil lolos dari pertempuran maut sungai Tiangkang, Boe Yang harus rela kehilangan istri setia yang gugur dalam pertempuran tersebut. Istrinya,

Tan Soat Bwee, adalah juga putri tunggal dari Tan Teng Hong, pendekar kesohor pada jaman itu yang setingkat dengan Peng Hweesio. Di jaman itu, Peng Hweesio,

Tan Teng Hong dan Bouw Tok It (ketua Boe Tong Pay) mereka bertiga sudah terkenal sebagai tiga orang tokoh cabang atas dunia persilatan.
Mengiringi nasib baik Boe Yang yang berhasil lolos dari pertempuran maut sungai Tiangkang, banyak orang menduga bahwa Boe Yang adalah seorang penghianat,

mereka percaya kalau dia berhasil lolos dari Sungai Tiang Kang lantaran secara licik telah menjual junjungannya, Thio Soe Seng ke tangan musuh untuk imbalan

keselamatan jiwanya, maka tak heran apabila setelah lolos dari peristiwa Sungai Tiang Kang itu, ia lantas lari ke Boe Tong Pay, otaknya yang cerdas menuntun

dirinya untuk mencari perlindungan dari Bouw Tok It yang berilmu tinggi. Dengan keahliannya membawa diri, Boe Yang berhasil mendapatkan kepercayaan Bouw Tok

It, untuk kemudian menetap di Bu Tong, tidak cukup sampau disitu , Boe Yang malah kemudian berhasil memikat dan menikahi Bouw Poo Tjoe, puteri satu-satunya

dari Bouw Tok It. Otomatis dengan pernikahan itu, jadilah ia menantu dari ketua Bu Tong Pay yang paling dihormati kalangan dunia persilatan saat itu.
In Boe Yang ini memangnya seorang yang temaha (sekaker, serakah), mengetahui kalau ayah mertuanya mempunyai kitab ilmu pedang nomor satu di dunia, otak

liciknya mulai bekerja, dengan memperalat kedudukan istrinya, berbareng mereka berhasil mencuri kitab pusaka itu dan lari ke Gunung Holan untuk

menyembunyikan diri. Dalam cerita selanjutnya, Bouw Poo Tjoe kemudian melahirkan seorang putri sebagai buah perkawinannya dengan In Boe Yang, tapi kemudian

seumur hidup tak habis-habis ia menyesali kebodohannya telah berbuat durhaka pada ayahnya.
Tak terasa beberapa puluh tahun telah lewat, suatu hari muncul seorang pemuda cakap bernama Tan Hian Kie yang kelihatan sedang mendaki Gunung Holan, ia

diceritakan sedang mencari kediaman Keluarga In. Tidak jelas asal-usul pemuda ini, tapi jelas datang kesitu untuk membunuh In Boe Yang. Dalam pendakiannya di

Gunung Holan ini, tanpa diharapkannya, Tan Hian Kie musti kebentrok dengan seorang pemuda lainnya yang bernama Siangkoan Thian Ya, bentrok yang bermula dari

salah paham sepele soal asmara dan melibatkan pihak ketiga, seorang gadis cantik bernama Siauw Oen Lan.
Thian Ya terang-terangan mencintai Oen Lan, sedang Oen Lan sendiri kena dipikat hatinya oleh Hian Kie, sehingga terjadilah cinta segi tiga, sedangkan Hian

Kie sendiri sebenarnya tidak menaruh cinta kepada Oen Lan, urusan sepele tapi menjadi rumit karena Thian Ya yang tinggi hati tidak mau menerima kenyataan

kalau Hian Kie malah menampik cinta Oen Lan, padahal gadis itu sebelumnyai dengan tegas telah mendepak cintanya,….sampai kemudian terjadilah bentrokan ! ,

usai bentrokan, Hian Kie cedera, tak kuasa meneruskan perjalanan mendaki, ia kemudian kesasar, pingsan dan jatuh ke sebuah lembah di Gunung itu.
Siuman, Hian Kie menyadari kalau dia sudah berada di kediaman keluarga In, malah tanpa diharapkan selama pingsan ia telah dirawat secara telaten oleh In So

So, putri dari orang yang sedang diincarnya untuk dibunuh !, dalam masa pemulihan, perlahan lahan kedua insan ini berhubungan makin intim, sampai akhirnya

dapat ditebak, Hian Kie dan So So kemudian saling jatuh cinta walaupun sadar bahwa di balik percintaan mereka itu terdapat dendam turunan dari leluhur mereka

masing-masing.
Selanjutnya cerita mengalir deras, walaupun hanya terjadi di lokasi seputaran Gunung Holan saja.
Ternyata banyak rahasia disimpan oleh lelakon kita , In Boe Yang ini. Ia mempunyai sebuah gambar lukisan panorama Souwtjioe, yang ternyata merupakan peta

harta karun peninggalan Thio Soe Seng. Selain itu, kitab ilmu pedang curian dari ayah mertuanya ternyata memiliki sejarah panjang terutama yang berhubungan

dengan ahli waris seharusnya, dengan semakin berjalannya cerita, terungkap kalau kitab ilmu pedang itu berhubungan erat sekali dengan dirinya Hian Kie.

Lika-liku dan perjalanan panjang kitab ilmu pedang tersebut hingga sampai akhirnya jatuh ke tangan Bouw Tok It, diceritakan dengan gaya flash back oleh salah

satu saksi hidup yang juga kebetulan adalah salah satu tokoh kunci pemegang rahasia dari segala kejadian yang terjadi di HKKT ini.
– Siapa sebetulnya Tan Hian Kie? Ada hubungan apa antara dia dengan Thio Soe Seng?, Siapa pula Siangkoan Thian Ya dan Siauw Oen Lan ?
– Bagaimana akhir kisah cinta antara Hian Kie dan So So?, dan rahasia apa saja yang dipendam oleh In Boe Yang? Apakah benar Boe Yang seorang penghianat?, ada

kejadian apa dibalik pertempuran Sungai Tiang Kang?
– Rahasia apa sebenarnya yang tersimpan di balik lukisan pemandangan yang dimiliki Boe Yang?
Cerita kemudian diakhiri klimaks. Seluruh rahasia di balik pertempuran Sungai Tiang Kang, misteri dari kitab dan pedang pusaka, serta asal-usul Hian Kie,

Siangkoan Thian Ya, Siauw Oen Lan dan lain-lainnya diungkapkan secara perlahan-lahan, sampai kemudian akhirnya pembaca menjadi jelas .
Semua tokoh yang muncul di HKKT mempunyai keterkaitan satu sama lain, setiap tokoh tidak begitu saja dimunculkan hanya untuk meramaikan suasana tanpa peran,

tapi setiap tokoh mempunyai peran dengan membawa sejarah dan rahasia dirinya masing masing sekaligus menjadi kunci akan rahasia dari tokoh cerita lainnya,

terus menerus tokoh baru bermunculan dengan rahasianya masing masing sambil membawa kunci rahasia orang lain…., bahkan sampai cerita sudah hampir mencapai

klimaks dan mendekati tamat-pun, Liang YuSheng masih saja menampilkan satu tokoh kunci lainnya di pamungkas cerita, yang berperan sebagai pengantar untuk

menutup cerita.
Sebagian pembaca mungkin akan merasa miris, kesal atau malah menangis, minimal menitikan air mata sambil menghela napas panjang ketika membaca akhir cerita

HKKT ini, mereka yang menyukai “happy ending” akan terpaksa terus membaca sampai lembar akhir sembari menyimpan harapan agar plot cerita berbelok seperti apa

yang diharapkan, tapi diluar itu tidak sedikit juga para pembaca cersil yang justru memuji cara Liang Yusheng mengakhiri cerita ini. (sumber

http://bukusilat.wordpress.com)

RENJANA PENDEKAR & HIMBAUAN PENDEKAR – Disadur : Gan KL
Ji Pwee Giok menyaksikan ayahnya yang sudah mengasingkan diri dari dunia persilatan meninggal dibunuh orang, kemudian ayahnya hidup lagi,paman-pamannya yang

sudah matipun bisa hidup lagi. Menyaksikan adanya keganjilan atas peristiwa tersebut ia melarikan diri dan bersembunyi menghindari kejaran dari suatu

kekuatan besar yang misterius, bersembunyi disebuah perkampungan yang aneh sampai ia harus mengoperasi wajahnya dan namanya pun diganti.
Walaupun belum diketahui pasti siapa yang menjadi pengarangnya, ceritanya sangat enak bagus untuk dibaca. (sumber http://clifman.wordpress.com)

MANUSIA SERIGALA – Disadur : Can ID
Panji Serigala Langit muncul kembali di Dunia Persilatan setelah puluhan tahun menghilang sejak pemimpinnya Kakek Serigala Langit dikeroyok jago-jago silat.

Sik Tiong Giok yang masih berusia muda mengobrak abrik markas Siu Lo Pang yang kemudian diketahui bahwa ia adalah anak angkat kakek serigala langit yang

ternyata belum mati cuma sepasang kakinya telah buntung. Mengandalkan Ilmu Cap Jiu Jian Jiu (12 jurus telapak cacat) Sik Tiong Giok mengalahkan pemimpin

panji Serigala Langit untuk memulihkan nama ayah angkatnya. Ternyata dibalik itu terdapat seorang tokoh sakti yang menjadi beking dari perkumpulan tersebut.

Dalam upaya memusnahkan perkumpulan tersebut jago-jago perkumpulan air/sepanjang sungai mengangkat Sik Tiong Giok menjadi Beng Cu sekaligus mendirikan

Perkumpulan Serigala langit dan Sik Tiong Giok mendapat panggila sebagai Pangeran Serigala. Rahasia demi rahasia dari Sik Tiong Giok terbuka, ternyata

adalah Pangeran atau anak dari kaisar terakhir Tay Coo sebelum kekaisarannya dihancurkan bangsa Mongol. Tokoh tokoh sakti dan misterius serta perkumpulan

misterius juga muncul seiring perkembangan cerita ini. (sumber http://clifman.wordpress.com)

SIN TIAUW ENG HIONG (PENDEKAR MEMANAH RAJAWALI)
Merupakan bagian pertama dari Trilogi Rajawali. Mengambil latar belakang cerita di masa akhir Dinasti Song (abad ke-12 masehi) saat China berada dibawah

ancaman Kekaisaran Jin dan Mongolia.
Cerita Legenda Pendekar Rajawali terpusat kepada kisah petualangan seorang laki-laki muda bernama Kwee Ceng, seseorang yang agak lamban di dalam berpikir

namun memiliki kepribadian dan perilaku yang sangat baik. Kwee Ceng tumbuh di Mongolia namun merupakan seorang keturunan Han. Dia menjadi pendukung setia

kaisar Song, dan bertekad untuk mencegah invasi Jin dan Mongolia.
Kwee Ceng jatuh cinta kepada Oey yong, anak perempuan Si Sesat Timur, satu dari lima tokoh silat terbesar di masa itu. Dengan kelihaian ilmu silat Kwee Ceng

dan kecerdikan Oey Yong, mereka berdua bersama para pendekar lainnya berupaya keras untuk menghadapi serbuan bangsa Mongol. Mampukah mereka ?

SIN TIAUW HIAP LU (PENDEKAR RAJAWALI SAKTI)
Merupakan bagian kedua dari Trilogi Rajawali. Terjadi kurang lebih 20 tahun setelah kisah Legenda Pendekar Rajawali. Kaum Mongolia pada saat itu sedang

menyerang China. Kwee Ceng dan istrinya, Oey Yong, mati-matian mencoba menyelamatkan kota Shiang Yang dari kejatuhan kepada kaum Mongolia.
Meski Kwee Ceng dan istrinya, Oey Yong mengambil peranan penting dalam kisah ini, tokoh sesungguhnya dari bagian kedua trilogi ini adalah Yo Ko, anak yatim

dari Yo Kang (sahabat/musuh dari Kwee Ceng). Yo Ko mengalami masa kecil yang penuh dengan kesukaran. Dia kemudian berjumpa dengan seorang wanita muda cantik,

yang umurnya lebih tua darinya, bernama Gadis Naga Kecil (Siauw Liong Li), yang mengajarinya ilmu silat. Mereka kemudian jatuh cinta, namun karena suatu

keadaan yang tak terelakan, mereka harus menanti selama 16 tahun untuk bisa pada akhirnya bersama-sama.
Dalam masa 16 tahu penantian Yo Ko dibawah petunjuk Rajawali sakti mempelajari dan mengembangkan sendiri ilmu pedang yang teramat hebat. Dengan kehebatan,

semangat kepahlawanan dan sifat kependekarannya, Yo Ko bersama para pendekar berhasil mengusir tentara Mongol dari kota Shiang Yang.

TO LIONG TO (GOLOK PEMBUNUH NAGA)
Merupakan bagian terakhir dari Trilogi Rajawali, meski tokoh-tokoh utamanya tidak terhubung secara langsung dengan kedua bagian sebelumnya. Mengambil letar

belakang cerita kurang lebih seratus tahun setelah kisah Kembalinya Sang Pendekar Rajawali. Bercerita mengenai 2 senjata terhebat di dunia : Pedang Langit

dan Golok Naga , yang ditempa oleh Kwee Ceng dan Oey Yong dari pedang Xuan Tie Jian milik Yang Guo, sebelum kejatuhan kota Shiang Yang. Konon bila kedua

senjata tersebut disatukan, kedua senjata tersebut dapat memberi pemiliknya kekuasaan yang tak tertandingi, sehingga dia dapat membebaskan China dari

penjajahan Mongolia.
Tokoh utama kisah Pedang Langit dan Golok Naga ini adalah seorang anak laki-laki yatim piatu bernama Thio Bu Ki, yang memperoleh ilmu hebat dari Buku

Sembilan Matahari dan buku Sembilan Gulungan Keramat. Dia menjadi ketua Sekte Ming, dan di akhir kisah, memungkinkan salah seorang anak buahnya, Cu Goan

Ciang, untuk menjadi pendiri dinasti baru China, dinasti Ming. Sementara Thio Bu Ki pergi menyongsong matahari terbenam bersama Tio Beng seorang putri Mongol

yang menjadi kekasihnya.

Panji Sakti-Lambang Naga Disadur : Tjan ID
Kisah ini bermula dari sebuah barang antaran berupa satu keluarga bangsawan Kerajaan yang dilindungi oleh Perusahaan Pengantar Barang (Piauw Kiok) yang

dipimpin oleh Hu Cong Piauw Tiauw (Wakil Ketua Liong Wie Piauw Kiok) . Sepanjang perjalanan mereka hingga ke kota Kay Hong banyak mendapati halangan dari

tokoh-tokoh Hek To, sampai-sampai Iblis-iblis yg sudah mengasingkan diri berpuluh tahun pun muncul untuk mencegah dan merampok isi antaran tersebut. Hal-hal

aneh pun terjadi ketika beberapa tokoh sakti yg merampok tiba-tiba mundur teratur ketika memasuki Kereta dari Putri dari Bangsawan tersebut. Apakah yang

menyebabkan para tokoh-tokoh sakti itu mundur ketika hampir berhasil? Cerita ini penuh misteri, dan menurut saya jalan ceritanya sangat berbeda, sebab kita

tidak menemukan seorang tokoh tunggal yang masih muda sakti yang yang kemudian ada nuansa Balas Dendam seperti cerita-cerita kebanyakan. Cerita ini menitik

beratkan pada pemecahan misteri mengapa para tokoh Liok Lim itu mundur teratur ketika memasuki kereta Tuan Putri Bangsawan, dan misteri hilangnya sebuah

lukisan yang konon berisi Rahasia Ilmu Silat tingkat Tinggi. (sumber http://clifman.wordpress.com)

BADIK BUNTUNG Disadur : Gan KH
Awalnya hendak meminta Badik Buntung, senjata peninggalan dari orang tuanya yang udah meninggal kepada seorang teman ayahnya membuat Hun Thian Hi menjadi

musuh Rimba Persilatan. Tanpa sengaja menerima sebuah ilmu sesat dari seorang tokoh Iblis membuatnya menjadi target dari tokohpersilatan yang mendendam

kepada pemberi ilmu itu. Perseteruannya dengan seorang tokoh sakti yang selalu mengendarai burung dewata itu membuat Hun Thian Hi harus melarikan diri dan

bersembunyi untuk melatih ilmu pedang yang sakti. Atas Anjuran seorang tokoh sakti Hun Thian Hi akhirnya menyembunyikan dirinya di Thian Bi Kok sebuah negara

asing yang terpencil dari tanah Tionggoan, bekerja sebagai Guru Mengajar dari anak seorang Jendral sampai akhirnya menjadi Komandan Penjaga Istana (Gim Li

Kun). Perjalanan asmaranya yang melibatkan banyak gadis cantik sampai putri kerajaan pun pernah dialaminya….. Akhirnya penyamarannya terbuka membuat Hun

Thian Hi harus meningalkan Kerajaan tersebut dan kembali mengelana ke dataran tionggoan, membalas dendam kematian orang tuanya dan membuka misteri dari badik

Buntung tersebut. (sumber http://clifman.wordpress.com)

PENDEKAR NEGERI TAYLI
Karya : Chin Yung Disadur : Gan KL
Pendekar Negeri Tayli merupakan sebuah karya cerita silat berkualitas tinggi yang sangat menunjukkan pengetahuan Jin Yong yang luas dan mendalam.
Sebelum Pendekar Negeri Tayli, Jin Yong menggunakan Konfusianisme menjelaskan ilmu silat. Mulai dari Chen Jialuo, Sin Tjie, hingga Kwee Ceng, Boe Kie, baik

secara inisiatif atau pasif, memiliki perasaan mengabdi pada negara. Penulis menggunakan tokoh Kwee Ceng yang cinta tanah air untuk menunjukkan sudut pandang

penulis sendiri. Hingga pada Pendekar Negeri Tayli dipublikasikan, Jing Yong menggunakan “belas kasih” Buddhisme mencerahkan pembacanya, hal ini menambahkan

maksud filosofi dan pemikiran mendalam pada cerita silat.
Pada Pendekar Negeri Tayli ada 3 tokoh utama yaitu Duan Yu, Qiao Feng, dan Xu Zhu. Yang satu pangeran, yang satu pahlawan, yang satu biksu. Identitas 3 orang

ini tidak sama, pengalamannya tidak sama, sifatnya tidak sama tetapi muncul pada panggung yang sama, digabungkan dengan baik, saling kontras, menambah

perbedaannya, juga mengalir dengan lancar. Teknik struktur dan penggambaran tokoh semacam ini menciptakan teknik narasi baru pada cerita silat.
Pendekar Negeri Tayli adalah sebuah cerita komedi-tragedi yang berhasil.
Ada tragedi tetapi komedi:
Wanita yang dicintai Duan Yu ternyata adalah adiknya, tetapi ibunya Dao Baifeng mengatakan ayah kandungnya adalah Duan Yanqing dan bukan Duan Zhengchun.
Xu Zhu mengalami banyak penderitaan, tetapi tidak sengaja mampu menemukan rahasia permainan catur.
Xiao Yuanshan dan Murong Bo bermusuhan selama bertahun-tahun, saling bertempur, mendapatkan petunjuk biksu tak bernama, kemudian hidup kembali, dan menjadi

pengikut Buddha.
Jiu Mozhi mengejar kekuasaan, memperoleh penderitaan, kemudian mendapat pencerahan, dalam sumur berlumpur menjadi pengikut Buddha.
Duan Yanqing dari kaisar jadi pengemis, ketika akan membunuh Duan Yu, ternyata Duan Yu adalah anak kandungnya.
Ada yang komedi tetapi tragedi:
Qiao Feng adalah Ketua Kaypang, posisi yang hebat! Kemudian mengetahui kondisi sebenarnya, dipermalukan orang-orang, tidak sengaja melukai kekasihnya A Zhu.
Duan Zhengchun menyebar cinta di sana-sini, tidak terduga istrinya sendiri Dao Baifeng, yang marah dan cemburu, berselingkuh, anaknya sendiri ternyata adalah

hasil hubungan istrinya dengan orang lain.
Bahasa Wu milik A Bi sangat menyentuh, dengan A Zhu mempermainkan biksu jahat, akhirnya sambil bercucuran mata menemani Tuan Murong yang sudah menjadi gila.
Murong Fu ingin menjadi raja, juga ada Wang Yuyan, wanita cantik yang memujanya, kemudian menjadi gila, akhirnya mengunakan mahkota kertas disembah anak-anak

dan berkhayal menjadi raja.
Jadi bisa dilihat, Pendekar Negeri Tayli menulis silat (wu), menulis pendekar (xia), menulis orang (ren), menulis cinta (qing), sangat luar biasa. Membaca

cerita silat tidak membaca Pendekar Negeri Tayli, benar-benar penyesalan besar.
Pendekar Negeri Tayli masih ada hal indahnya: Duang Yanqing karena mendapat penghinaan, selalu melawan Duan Yu, selalu ingin membunuh Duan Yu, ketika

keinginannya akan tercapai, baru mengetahui orang yang ingin dilukainya ternyata adalah anaknya sendiri, filsafat semacam ini bukankah harus dipertimbangkan?
Kekurangan cerita ini, judul asli Tian Long Ba Bu (8 Naga Langit) menunjukkan 8 tokoh yang mana? Penulis tidak menjelaskannya. Ini yang pertama. Yang kedua,

Pendekar Negeri Tayli tokoh paling menariknya adalah Duan Zhengchun, dan merebut banyak adegan Duan Yu, jadi tokoh tambahannya melebihi tokoh utamanya. Yang

ketiga, cerita Pendekar Negeri Tayli berkembang, tetapi cabang ceritanya terlalu banyak, dan agak sedikit longgar. 3 hal ini walaupun hal kecil, tetapi sudah

menempatkan cerita ini di bawah Hina Kelana. (sumber http://bukusilat.wordpress.com)

PANJI SAKTI (JIT GOAT SENG SIM KI) Panji Hati Suci Matahari Bulan Karya: Khu Lung
Suatu kejadian telah menggemparkan bu lim (Rimba persilatan), yakni musnahnya CIOK LAU SAN CUNG (Perkampungan Loteng Batu). Seluruh penghuni perkampungan itu

terbunuh, termasuk majikan perkampungan yang tidak lain adalah pasangan pendekar Pek Mang Ciu dan isterinya. Namun tidak tampak mayat Pek Giok Liong, yaitu

putra satu-satunya pasangan pendekar tersebut. Apakah Pek Giok Liong dapat meloloskan diri? Tiada seorang bu lim pun yang mengetahuinya. Tak lama kemudian,

muncul seorang pemuda berpakaian kumal. Siapa pemuda itu? Tidak lain Pek Giok Liong. Ternyata dia dapat meloloskan diri. Pek Giok Liong menuju ke Lam Hai

(Laut Selatan). Dalam perjalanan, dia sering dikejar orang-orang yang tak dikenalnya, sekaligus ingin membunuhnya pula. Siapa yang membantai Ciok Lau San

Cung? Itu merupakan kejadian misterius. Dan siapa pula yang mengejar Pek Giok Liong dengan maksud membunuhnya? Apakah Pek Giok Liong bisa tiba dengan selamat

di Lam Hai? Bertujuan apa dia ke Lam Hai, dan siapa yang menolongnya? Pek Giok Liong memperoleh sebuah Jit Goat (Gwe) Seng Sim Ki (Panji Hati Suci Matahari

Bulan). Apa kegunaan panji itu dan siapa yang memberinya? Dapatkah Pek Giok Liong mempelajari kepandaian tinggi untuk membalas dendam berdarah kedua orang

tuanya? Siapa pembunuh-pembunuh kedua orang tuanya, dan apa pula yang akan terjadi atas dirinya?

PANJI SAKTI (Tan Sim Ki)
Disadur : SD Liong
Panji Sakti yang dibuat oleh seorang tokoh sakti beratus tahun yang lalu ternyata dipegang oleh seorang kakek tua buta dan berpenyakitan yang ternyata adalah

pelindung Panji Sakti generasi ke – 4. Ceng Ih yang secara kebetulan bertemu dengan kakek ini akhirnya mendapatkan Panji Sakti yang menjadi perebutan

orang-orang sakti.
Bukan Cuma itu saja 3 Jurus Ilmu Sakti Pelindung Panji Sakti akhirnya dipelajarinya. Dengan jurus itu membuatnya menjadi seorang pemuda dengan ilmu yang

sangat tinggi. Keseluruhan kisah ini menceritakan perjuangannya menjaga Panji Sakti dan kisah asmaranya dengan 3 orang wanita yang akhirnya menikah

dengannya.
Jalan cerita Panji Sakti ini sangat sederhana, dan tidak terlalu banyak kejutan-kejutan yang biasa kita jumpai dalam karya-karya Khu Lung lainya.

TUGAS RAHASIA
Karya : (tidak diketahui) – Disadur : Gan KH
Kim Hou Po (Benteng Macan Emas) adalah sebuah benteng paling misterius di Bu Lim. Penjahat besar, tokoh persilatan yang sudah kepet dikejar musuhnya pasti

akan ke benteng ini untuk berlindung. Cuma selama ini belum ada satu orangpun yang bisa keluar dari benteng ini karena pemilik dari benteng tersebut pasti

seorang yg sangat sakti dan misterius.
Dengan bermodalkan ilmu merubah wajahnya yang dipelajari dari sebuah perguruan sesat, Cia Ing Kiat berani memasuki benteng misterius tersebut dengan suatu

Tugas Rahasia, dan bahkan bisa berhasil kabur dari benteng menakutkan itu. Pengejaran yang dilakukan oleh orang-orang dari benteng tersebut membuat Cia Ing

Kiat harus menyamar untuk bisa menghindarkan dirinya dari kejaran orang.
Apa sebenarnya misteri dari Benteng tersebut, dan mengapa 2 orang tokoh sakti merendahkan dirinya datang melamar Cia Ing Kiat didepan ayahnya untuk

dikawinkan dengan seseoran gadis misterius putri pemilik Hiat Lui Kong yang katanya sangat mengenal diri pemuda tersebut? Berhasilkah rencana Pemilik Hiat

Lui Kong untuk menghancurkan Benteng Kim Hou Po?
Ini sebuah cerita yang agak aneh, kenapa? Karena akhir dari cerita ini sangat berbeda dengan kita membaca cersil karya penulis lain, dimana tokoh utamanya

ilmunya sangat cetek dan kadang-kadang bersifat licik dan penakut. Kadang-kadang saya bertanya apa benar Cia Ing Kiat adalah tokoh utama kita ini?……Dibalik

semuanya itu cerita ini masih menarik untuk dibaca.

ILMU ULAT SUTERA (Tian Chan Bian)
Karya : Huang Ying Disadur : Aicu
Pertarungan antara ketua Bu Tong Pay dan ketua Perkumpulan Bu Ti Bun yang diadakan setiap 10 tahun sekali di Lan Tian Bun (Pintu Langit Selatan) berakhir

dengan kekalahan dari ketua Bu Tong Pay.
Konon mengapa sampai saat ini Bu Tong Pay belum dihancurkan oleh Bu Ti Bun walaupun dalam pertempuran Ketua Bu Tong Pay selalu kalah adalah karena adanya

satu tokoh sakti yang berdiam didaerah terlarang di belakang perguruan Bu Tong Pay yang sangat ditakuti oleh To Ku Bu Ti walaupun ia sudah menguasai ilmu

Mit Kip Mo Kang (ilmu iblis putus turunan) tingkat 8.
Dalam Perguruan Bu Tong Pay terdapat seorang murid yang selalu dijadikan sasaran latihan, ialah Wan Fei Yang yg selalu dihina dan dipandang rendah oleh

murid-murid perguruan tersebut. Suatu ketika Ketua perguruan Bu Tong Pay terbunuh dan Wan Fei Yang difitnah orang sebagai pembunuhnya bersamaan dengan itu

organisasi Pik Lok Sit (Batu Giok Berjatuhan) yg sudah lama menghilang memunculkan diri dalam dunia Kang Ouw. Peristiwa tentang terlepasnya tahanan Bu Tong

Pay yang dikurung selama 20 tahun di Telaga Dingin terlepas konon didalangi oleh organisasi Pit Lok Sit ini yang berencana untuk menguasai dunia persilatan.

Perselisihan antara Bu Tong Pay, Bu Ti Bun, Go Bi Pay dan Pik Lok Sit ini membuat banyak terjadinya pembunuhan dimana-mana. Akhirnya ilmu perubahan “Ulat

Sutera” yg merupakan pusaka Bu Tong Pay yang merupakan ilmu silat tingkat tinggi akhirnya bisa didapati oleh Wan Fei Yang dikarenakan Ia terluka parah dan

semua ilmu silatnya musnah yang merupakan kunci untuk melatih ilmu sakti ini. Pada akhir cerita ini muncul pula sebuah Organisasi Pembunuh Bayaran
yg sangat menakutkan “Tian Sat“ yang bahkan dapat membunuh Yan Cong Tian seorang tokoh sakti yg ilmunya paling tinggi di Bu Tong Pay. Cerita ini sepertinya

mempunyai lanjutannya sebab “Tian Sat“ yang pemimpinnya kelihatannya adalah Kepala Komandan Pengawal Istana Kerajaan belum dihancurkan oleh Wan Fei Yang.

BAYANGAN DARAH
Saduran : PHO
Sebuah keluarga persilatan yang sangat disegani “Rumah Singa Emas” yang dikepalai oleh seorang pendekar bernama Lauw Thian Hauw, tiba-tiba gempar karena

adanya sebuah Bayangan Darah yang ada di dinding rumah mereka. Konon dimanapun bayangan darah itu ada mengartikan bahwa orang itu telah berbuat dosa yang

besar dan patut dibunuh, baik pendekar besar maupun yang sakti tak pernah lolos dari Bayangan Darah ini. Lauw Thian Hauw yang mendapat nama karena12 Jurus

ilmu Thian Cing Pik Lik yang berasal dari 24 keping Giok , ternyata menyimpan misteri masa lalu tersendiri. Sdan bukan Cuma itu anggota keluarganyapun

ternyata mempunyai misterinya tersendiri.
Cerita ini sangat singkat/pendek sungguh ironis, karena diakhir cerita semua anggota keluarga besar ini akhirnya meninggal semuannya kecuali cucunya yang

masih kecil. Dengan suatu sebab dan alasan yang akan membuat kita tersenyum masam membacanya.

RAJAWALI SAKTI DARI LANGIT SELATAN (SIN TIAUW THIAN LAM)
Karya Chin Yung Disadur : Sin Liong
Walaupun “Kisah Membunuh Naga” masih bisa dianggap sebagai lanjutan “Sin Tiauw Hiap Lu”, namun kisah itu dapat dibilang berdiri sendiri, karena didalam

“Kisah Membunuh Naga” hanya menyinggung sebagian kecil dari Kak Wan Sian-su (dari Siauw Lim Sie), Kwee Siang (puteri Kwee Ceng – Oey Yong, yang akhirnya

menjadi pendiri partai perguruan silat Go Bie Pay), dan. Thio Kun Po (pendiri Bu Tong Pay yang akhirnya mengganti nama menjadi Thio Sam Hong).
Sebagai lanjutan “Sin Tiauw Hiap Lu”, maka cerita “Sin Tiauw Thian Lam” menceritakan seluruh kegiatan Yo Ko ber-sama2 dengan semua jago2 yang pernah pembaca

kenal didalam ‘Sin Tiauw Hiap Lu”, serta dengan munculnya jago2 baru yang luar biasa kepandaiannya, disamping itu yang akan memegang peran adalah putera Sin

Tiauw Taihiap dengan Siauw Liong Lie yang bernama Yo Him dengan gelar Sin Tiauw Thian Lam (rajawali sakti dari langit selatan), yang akan terlibat oleh

persoalan dan urusan2 luar biasa. Walaupun banyak yang meragukan ini adalah karya asli maestro cersil Chin Yung. (Lanjutannya kisah ini adalah “Beruang

Salju”)

PEMBALASAN SEORANG JAGOAN (Menuntut Balas)
Karya : Wu Lin Qiao Zi – Saduran : OKT
Ayahnya meninggal karena sakit akibat dikeroyok oleh tokoh-tokoh persilatan dari kaum sesat dan lurus, membuat Cia In Gak dalam melakukan perjalanannya di

dunia kang ouw berlaku sangat kejam terhadap para lawan-lawanya, sehingga kalau tidak dibunuh tentu dimusnahkan kepandaiannya. Dalam memperlancar usahanya

untuk membalas dendam membuat ia harus menyamar sebagai seorang pelajar tua sehingga diberi julukan Koay Ciu Su Seng (Pelajar Tangan Aneh). Sikapnya yang

telengas serta tidak memberi ampun terhadap para penjahat mebuat ia sangat ditakuti baik golongan lurus maupun sesat. Akibat ia menolong seorang tua dan

anaknya membuatnya bisa mendapatkan sebuah Kitab 2 jurus tambahan “Bi Lek Sin Kang” yang sudah dipelajari lewat gurunya dan buykan Cuma itu saja Kitab Ilmu

“Pou Tee Pwee yap Sin Kang” didapatnya dari seorang tokoh sakti dari India yg kemudian dibunuhnya. Berkat Kitab Hian Wan Sip Pat Kay (18 pengobatan Kaisar

Hian Wan) yang dipelajarinya telah membuatnya bisa menyembuhkan penyakit lama dari Kaisar Kian Liong, sehingga ia mendapat hadiah sebuah tanda pengenal

khusus dari Kaisar yang mana memudahkannya dalam menundukan pembesar serta para pengawal kerajaan yang memusuhinya.
Cerita petualangannya sangat panjang dan menarik menjadikan cerita karya Wu Lin Qiao Zi ini berbeda dengan karya Khu Lung. Karya lain dari Wu Lin Qiao Zhi

adalah “Bujukan Gambar Lukisan”.

BIDADARI SUNGAI ES (PENG TJOAN THIAN LIE)
Karya : Liang Ie Shen Disadur : Boe Beng Tjoe
Kisah ini merupakan lanjutan dari “ Peng Pok Han Kong Kiam (Pedang Inti Es)”. Cerita ini sebenarnya merupakan kisah pembuka dari “Perjodohan Busur Kemala”

dimana di cerita ini dikisahkan awal munculnya Kim Sie Ie, dan mengapa ia dipanggil sebagai Tok Ciu Hong Kay (Pengemis Kusta Tangan Beracun) . Peng Tjoan

thian Lie yang adalah anak dari Koei Hoa Seng dan seorang Putri Kerajaan Nepal yang berdiam di Istana Es yang dikarenakan istananya hancur akhirnya

memutuskan untuk berpetualang di rimba Persilatan.
Pertemuannya dengan Tong Keng Thian yg adalah anak dari Tong Siauw Lan CiangBunjin partai Thian San Pay dan Kim Sie Ie membuat terjadinya cinta segitiga

yang akhirnya dimenangkan oleh Tong Keng Thian. Para Pengawal Kerajaan (Busu) di Nepal yg selalu memohon Koei Peng Go sang Bidadari dari Sungai Es itu untuk

menjadi Raja di Nepal, membuatnya kadang2 harus bentrok.
Beberapa tokoh sakti dari kisah “3 Dara Pendekar” dan “7 Pendekar Pedang dari Thian San” akan muncul. Cerita ini sebaiknya dibaca sebelum kita membaca kisah

“Perjodohan Busur Kemala” yang merupakan salah satu karya Liang Ie Shen yg terbaik

PEDANG PEMBUNUH NAGA
Karya : Tan Tjeng Hun (cover : Khu Lung)
Hui Kiam mendapat julukan “Penggali Makam” disebabkan karena dendamnya atas kematian ibu dan suhunya sehingga ia bersumpah akan membunuh setiap tokoh yang

melakukan kejahatan membuat dia sangat ditakuti oleh setiap tokoh-tokoh sesat. Karena sebab itu ia terpaksa bentrok dengan Perkumpulan Bulan Emas yang

membuatnya terluka dan dalam pelariannya berlindung di suatu tempat yg bernama Loteng Merah yg berisi seorang tokoh sakti.
Perjalanannya untuk mencari sobekan bagian bawah “Kitab Thian Gie Po Kip” yang didapatnya dengan tidak sengaja di perpustakaan orang dan sebuah Pedang

Kuno/Purbakala yang konon terdapat didalam suatu makam/pekuburan yang dilindungi oleh barisan batu yg disusun secara teratur sehingga tidak satu orangpun

dapat memasukinya. Kisah Asmaranya dengan seorang perempuan yang paling cantik di dunia yang sudah berusia 50 tahunan membuat hubungannya ditentang oleh

tokoh-tokoh tua.
Komentar : Walaupun dicover bukunya tertulis Khu Lung tapi pengarang sebenarnya adalah Tan Tjen Hun, sedangkan penyadurnya tidak diketahui. Memang dari gaya

cerita memang agak berbeda dengan gayanya Khu Lung. Pernyataan cinta yang terlalu gampang diucapka ketika tokoh utama kita ini berjumpa dengan wanita muda

membuat kurang gregetnya kisah asmara dalam cerita ini.

PERJODOHAN BUSUR KEMALA
Karya : Liang Ie Shen Disadur : OKT
Merupakan salah satu karya liang Ie Shen yg terbaik. Sebagai lanjutan dari “Bidadari Sungai Es” menceritakan tentang kisah perjalanan Kim Sie Ie, setelah

orang yang dicintainya akhirnya kawin dengan orang lain dan sepak terjangnya yang sangat ditakuti orang dunia persilatan karena sifatnya yang suka

mempermalukan tokoh-tokoh silat yg berilmu tinggi. Munculnya Ilmu “Siu Lo Im Sat Kang” peninggalan Kiauw Pak Beng, yg adalah musuh bebuyutan Thio Tan Hong yg

konon kabarnya Ilmu Siu Lo Im Sat Kang tingkat 9 sudah dapat mengalahkan ilmunya Thio Tan Hong (kedua tokoh ini dapat dibaca di kisah “ Kisah Pedang Bersatu

Padu) yang konon ilmu peninggalan tokoh sesat itu berada disebuah pulau di lautan. Munculnya ilmu itu membuat Dunia Persilatan bergolak, anak murid dari Kiau

Pak Beng akhirnya memunculkan diri pula. Dapatkah Kim Sie Ie memperoleh ilmu itu dan bagaimana persoalan Asmaranya dengan berbagai gadis cantik yang

ditemuinya sepanjang pengembaraannya.

PEDANG SESAT PISAU KEMATIAN – Karya : Huang Yi
Fu Ke Wei yang berjuluk Xie Jian Xiu Lo (pedang sesat pisau melengkung) seorang pemuda yang mempunyai kepandaian tidak terukur, dia biasa melakukan pekerjaan

secara rahasia menghabisi para penjahat dunia persilatan, dengan sebilah pedang dibantu pisau melengkung, dia tidak pernah mendapat lawan yang setimpal.
Suatu hari sekelompok orang yang di pimpin oleh Lu Zhao dari benteng Thian
Long (Naga Langit) bersama-sama beberapa orang temannya berdaya upaya
membunuh Fu Ke Wei. Tapi ternyata usaha mereka tidak berhasil, malah ketua benteng Lu Zhao terluka dan di musnahkan kepandaiannya.
Lu Zhao yang sudah kehilangan kepandaiannya terpaksa membumi hanguskan bentengnya, dengan dendam sedalam lautan dia di antar temannya datang ke cabang

perkumpulan pembunuh bayaran (perkumpulan Qing Lian), berusaha agar perkumpulan pembunuh bayaran itu membunuh Fu ke Wei. Tapi usahanya ternyata tidak

berhasil, malah perkumpulan itu di datangi Fu Ke Wei hingga terpaksa harus membubarkan diri.
Setelah Fu Ke Wei mengetahui orang yang melakukannya, dia segera memburu Lu Zhao, tapi jejaknya Lu Zhao ternyata susah di temukan, berbagai tempat dan

orang-orang terdekatnya terus di selidiki dan di datangi, hingga Fu Ke Wei harus bersiasat terus dalam usaha menemukan Lu Zhao. (sumber :

http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

SARANG PERJUDIAN
Karya: Khu Lung – Disadur: Tjan ID
Di dalam dunia persilatan terdapat sebuah Sarang Perjudian yang misterius, pemilik sarang perjudian ini adalah seorang lo-sianseng dan seorang lotaytay

(nyanya tua), jejak mereka sangat misterius tapi memiliki pengaruh serta kekuatan yang luar biasa hebatnya, rasa ingin tahu yang besar serta jiwa nyerempet

bahaya seperti anak muda. Oleh karena itulah bukan saja mereka mau menerima pelbagai taruhan yang aneh2, bahkan mau menerima barang taruhan bentuk apapun.
Dalam buku ini terdapat empat pertaruhan besar yang dilakukan oleh Sarang Perjudian, yaitu:
1. Duel Dua Jago Pedang
Yaitu duel antara Si Ti-ing melawan Liu Ceng-ho, yang dipertaruhkan adalah uang emas berjumlah limaratus laksa tahil emas murni.
2. Memperebutkan Gigi Serigala
Menurut kabar angin, Siau Cap-it-Long mempunyai hubungan akrab dengan kawanan serigala. Apabila serigala kehilangan taringnya, dapat mengakibatkan ia mati

karena kelaparan. Oleh karena itu Siau Cap-it-Long sering pergi ke gunung yang terpencil untuk menemukan serigala2 kelaparan dan membuatkan taring2 palsu

untuk mereka. Kali ini yang menjadi hadiah taruhan adalah taring palsu tersebut. .
3. Perburuan
Pihak yang mengejar adalah Thia Siau-kim, seorang opas yang belum lama tersohor namanya, Sementara pihak yang diburu Thia Siau-kim bukan saja merupakan

perampok ulung , dia pun terhitung seorang jago yang diakui dan dikagumi umat persilatan, orang ini memiliki watak suka menyendiri dan seringkali hidup

seorang diri di alam bebas.
4. Mempertaruhkan diri sendiri
Selama ini Pok Ing adalah tokoh yang paling kesohor dalam dunia persilatan, Dia memang seorang penjudi, setiap saat setiap waktu siap menerima tantangan dari

manusia macam apa pun dan perjudian macam apapun. Yang membuat orang menaruh perhatian atas pertaruhannya kali ini adalah karena dia telah memasukkan diri

sendiri sebagai salah satu barang taruhan. Dalam pertaruhan kali ini, bukan saja dia bertindak sebagai bandar, bahkan barang taruhan dan benda yang

dipertaruhkan adalah diri sendiri.
Pertaruhannya adalah Pok Ing harus menyiapkan perahu dan segala peralatan yang diperlukan dan segera berlayar menuju ke negeri Hu-siang (Jepang), asal dalam

tiga puluh hari ia dapat kembali ke Tiongkok dalam keadaan selamat, dialah yang akan menjadi pemenang dalam taruhan ini. Seperti buku karangan Gu Long

lainnya di setiap episode selalu menghadirkan misteri dan kejutan. (http://ebook-gratis-kirara.blogspot.com)

KUDA BINAL KASMARAN (Seri-7 Senjata)
Karya : Khu Lung – Disadur : Gan KH
Hidup Siau Ma alias Si Kuda Binal berantakan sejak ditinggal pergi Siau Lin, kekasihnya. Tanpa banyak pertimbangan, Siau Ma setuju untuk mengawal gadis

kaya-raya bersama adiknya yang sakit-sakitan untuk berobat ke Se ek. Perjalanan harus melewati Long-san (gunung serigala) untuk menghemat waktu.
Siau Ma segera mengumpulkan rekan-rekannya. Thio-gong cu, si tuli bertelinga tajam yang sangat jago membaca gerak bibir, Lo-bi si pecundang yang berjiwa

nekat dan Siang bu-gi, jago pedang yang suka menguliti manusia.Begitu menginjakkan kaki di Long-san, mereka dihadang dan diserang oleh banyak kelompok

serigala tanpa ampun. Dari serigala malam yang sadis sampai serigala siang yang jauh lebih sadis. Mereka harus menghadapi beberapa rintangan sulit. Ditambah

lagi Si Kuda Binal harus memilih menyelamatkan nyawa orang yang dicintainya atau nyawa teman-temannya. (sumber : http://ebook-gratis-kirara.blogspot.com)

ROMANTIKA SEBILAH PEDANG (Na Yi Jian Di Feng Qing)
Karya : Khu Lung – Disadur : Tjan ID
“Senjata kait Nyo Cing dinamakan Kait perpisahan karena dia ingin bertemu dan berkumpul sepanjang masa dengan kekasih hatinya.”
“Ada bayangan tanpa jejak, ada bentuk tanpa wujud, cepat bagai sambaran kilat, lembut bagai rambut seorang gadis, pisau setipis kertas itu bernama Un-lo

(Kelembutan), sebab setiap kali membunuh, golok itu selalu melakukan dengan amat lembut, bagai pelukan lembut seorang kekasih.”
Karena kepongahannya Ti Cing Ling pemilik Golok Kelembutan berhasil dikalahkan bahkan dikutungi tangannya oleh Nyo Cing.
Ti Cing Ling berhasil mencuri kait perpisahan Nyo Cing. Dapatkah ia mengalahkan Ti Cing Ling dengan sebuah pedang ketiga ? Pedang yang tak pernah berbentuk,

pedang yang hanya ada didalam jiwa yang memendam amarah ? (sumber : http://ebook-gratis-kirara.blogspot.com)

Si RACUN DARI BARAT
Karya : Chin Yung
Cerita silat ini merupakan kisah awal sebelum trilogi Kisah Memanah Rajawali. Tokoh-tokoh macam Ciu Pek Tong, Oey Yok Su Majikan Pulau Persik, Ang Cit Kong

Ketua Partai Pengemis, Ouw Yang Houw dll, dikenalkan pada kisah ini.
Cerita ini berawal dari Pengembaraan Ouw Yang Houw yang dikenal sebagai Sastrawan Bloon dari daerah See Hek. Penghinaan bertubi-tubi atas dirinya karena

tidak bisa silat, memaksa dirinya untuk mempelajarinya. Suatu hari Ouw Yang Houw dibawa oleh murid Raja Racun Tua untuk dipaksa menjadi muridnya. Disana

gurunya diracun oleh muridnya sendiri dan ……. (sumber : http://ebook-gratis-kirara.blogspot.com)

GOLOK KELEMBUTAN
Disadur : Tjan ID
Golok kelembutan adalah karya awal Wen Rui An. Pada karya ini Wen Rui An terkesan masih mencari-cari bentuk, jalan cerita juga tidak seintens dan serumit

serial 4 opas atau seri pendekar sejati selanjutnya.
Golok Kelembutan pernah diterbikan sebagai komik oleh M&C dengan judul pendekar sejati. Hanya saja membaca novel wuxia/cersilnya terasa jauh lebih bagus dari

versi komiknya. Sebabnya ? Serial pendekar sejati seri awal, berbeda dengan karya WRA yang lain, banyak menekankan pada aspek psikologi para tokohnya. Hal

ini tidak tergambar dengan baik di komiknya. Selain itu character design di versi komiknya yang digarap Tony Wong amat berlebihan sehingga malah terasa

mengganggu
Boleh dibilang kalau ingin mengetahui perkembangan gaya penulisan Wen Rui An bacalah serial pendekar sejati yang sangat panjang ini.
Cerita :
Cerita golok kelembutan relatif cukup santai. Intrik-intriknya juga tidak serumit 4 opas atau pendekar 4 alis. Malahan ceritanya lebih menitik beratkan

persahabatan dan petualangan, mengingatkan pada gayapenulisan Jin Yong. Sebaliknya pada penggambaran tokoh (character design) pengaruh Gu Long amat terasa.

Antara lain adanya tokoh yang bisa makan puluhan piring (mirip Jiang Jun/Ciang Kun pada serial 4 alis). Demikian pula penggambaran tokoh yang tidak hitam

putih. Ciri khas Wen Rui An baru muncul pada bagian laga, yang power levelnya kelewat khayal (kadang udah mirip dragon ball ) tapi anehnya tetap mendebarkan

untuk dibaca.

Kisah persahabatan menjadi menarik karena karakter kedua (?) tokoh utama yang mengangkat saudara . Bagi yang pernah baca Sam Kok bayangin andaikata tokoh

yang cerdik, ambisius sekaligus kejam seperti Cao-Cao & tokoh yang serba diplomatis & lebih suka menggunakan siasat halus serta benci cara yang kasar seperti

Liu Bei bertekad menjadi sodara sehidup semati. Itulah yang terjadi di novel ini!.

Sama seperti karya Wen Rui An yang lain karya ini juga tidak menyebutkan secara spesifik masa historis yang menjadi background cerita (walau banyak yang

berpendapat bahwa cerita ini berlatar belakang masa-masa akhir dinasti Song). Yang jelas kisah ini terjadi pada periode yang sama dengan serial 4 opas.

Malahan pada bagian ketiga serial pendekar sejati (Jing Yan Yi Qiang) kelak tokoh utama kedua serial akan saling berhadapan!. (sumber :

http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

DENDAM ASMARA
Karya : OKT
Dendam Asmara sebuah cersil yang sangat menarik, dalam cerita ini dikisahkan mengenai “dendam dan cinta”. Kisah dimulai saat Tiang Keng yang masih kecil

harus kehilangan kedua orang tuanya.
Setelah dewasa dalam petualangannya dia bertemu dengan seorang wanita cantik bernama Un Kin.
Lambat laun terjalin cinta kasih kedua muda-mudi ini Tahukah mereka bahwa mereka berdua sama-sama harus mencari musuh ayah mereka? Bagaimana kisah

selanjutnya.

Cinta Kelabu Seorang Pendekar
Karya: Khu Lung/Gu Long
Penyadur: Gan K. H
Siau Cap-it-long, ia dianggap sebagai berandal besar, penjahat yang keji dan telengas, karena difitnah.
Ada yang memalsukan dirinya dalam melakukan kejahatan, merampok, memperkosa, maka ia dianggap sebagai musuh dunia persilatan.
Sim Bik-kun, wanita cantik, istri Lian Shia-phik, tokoh muda yang disegani dalam dunia Kangouw, berulang kali ditolong oleh Siau Cap-it-long. Semula Sim

Bik-kun menganggap Siau Cap-it-long sebagai berandal besar, namun setelah ditolong berulang kali tanpa memikirkan keselamatan jiwa sendiri, akhirnya …
Yang menarik dari buku ini adalah cerita tentang perasaan manusia. Suasana hati para tokoh-tokohnya yang dilanda cinta sangat menarik untuk dibaca. Boleh

dikatakan cara berceritanya membuat yang membaca ikut terhanyut mengikuti suasana hati mereka.
Bagaimanakah kisah cinta terlarang antara Siau Cap-it-long dengan Sim Bik-kun, apakah pada akhirnya Sim Bik-kun akan memilih diantara mereka? Dan bagaimana

dengan Hong Si-nio, apakah ia akan menemukan cintanya? Dan bagaimana pertarungan antara Siau Cap-it-long dengan manusia tersakti zaman ini? Akan sangat

menarik untuk diikuti.

Rahasia Mo-Kau Kaucu
Karya: Khu Lung – Penyadur: Gan K. H.
Merupakan kelanjutan dari buku yang berjudul Pendekar Budiman, tetapi yang menjadi jagoannya bukan lagi si pisau terbang Li Sun-hoan tetapi muridnya yang

bernama Yap Kay. Di kolong langit ini hanya dia satu-satunya yang pernah mendapat warisan murni dari Siau-li si pisau terbang…. Dia belum pernah membunuh

jiwa seorangpun, malah jarang sekali turun tangan, tiada tokoh Kangouw yang jelas sampai dimana tingkat kepandaian silatnya. Tapi yang paling menakutkan

tetap adalah pisaunya, “pisau terbang Siau-Li selamanya tidak disambitkan sia-sia”.
Di kala hidupnya Siangkoan Kim-hong dan Siau-li Tam-hoa adalah musuh yang sejajar dan Siangkoan Kim-hong mati di tangan Siau-li. Perkawinan antara Siangkoan

Kim-hong dengan Lim-Sian-ji menghasilkan seorang putri yang bernama Siangkoan Siau-sian. Lim Sian-ji adalah seorang perempuan centil yang suka mempermainkan

cinta, sampai usia lanjut baru Lim Sian-ji menginsafi kesalahan hidupnya. Selama hidupnya hanya A Fei saja yang dipercaya, maka sebelum ajal, dia suruh

putrinya untuk mencari A Fei. Selama hidup A Fei berkelana dan belum pernah punya tempat tinggal tetap, karena itu di saat dia bertemu Yap Kay, maka dia

serahkan tanggung jawab ini kepada Yap Kay.
Siangkoan Siau-sian adalah seorang wanita beruia dua puluh tahun. Kecantikan Lim Sian-ji diagulkan nomor satu di seluruh dunia, tentu putrinya bukan gadis

jelek, malah boleh juga terhitung gadis cantik yang jarang ada di dunia. Tetapi meskipun kecantikannya melebihi bidadari, daya pikirnya lebih rendah dari

bocah umur tujuh tahun. Waktu dia berumur tujuh tahun, pernah terluka parah hingga geger otak, karena itu otaknya tak pernah tumbuh dan tetap pada usia tujuh

tahun saja. Sewaktu Kim-ci-pang (partai yang didirikan oleh Siangkoan Kim-hong) menguasai dunia, hampir seluruh propinsi berada dalam kekuasannya, betapa

besar kekayannya, hampir manandingi kekayaan negara. Konon ketika Siangkoan Kim-hong masih hidup, seluruh kekayaan Kim-ci-pang dan ilmu silatnya disimpan

pada suatu tempat rahasia. Tiada seorangpun yang mengetahui tempat rahasia tersebut kecuali Siangkoan Siau-sian, oleh karena itu bukan saja dia si cantik di

seluruh jagat ini, tapi dia juga gadis terkaya di seluruh dunia, ditambah ilmu silat peninggalan Siangkoan Kim-hong, siapapun yang menemukan dia, bukan saja

dapat menjulang tinggi menjadi menusia terkaya di seluruh kolong langit, kelak akan menjadi tokoh silat kosen yang tiada bandingannya, sudah tentu daya

tariknya teramat besar bagi manusia yang tamak. Oleh karena itu untuk melindungi dan menjaga gadis seperti ini, boleh dikata tak mungkin terlaksana dan tugas

inilah yang harus dihadapi Yap Kay.
Di dunia persilatan pada saat ini, perguruan yang paling misterius adalah Mo-kau. Seorang pewaris dari Siangkoan Kim-hong ingin kembali mendirikan

Kim-ci-pang dan yang harus dihadapinya adalah Mo-kau. Walaupun judul dari buku ini adalah rahasia Mo-kau kaucu tetapi yang menjadi pusat ceritanya adalah

misteri dari si pewaris Siangkoan Kim-hong ini dan Yap Kay harus menghadapi keduanya. Puncaknya adalah pertempuran antara Yap Kay dan si pewaris Siangkoan

Kim-hong yang mengingatkan pada pertempuran antara Li Sun-hoan dengan Siangkoan Kim-hong.
Misteridari si pewaris Siangkoan Kim-hong cukup menarik untuk diikuti dan jawabannya hanya ada di bagian akhir ceritanya. Memang kalau bercerita tentang

misteri boleh dikatakan bahwa Khu Lung adalah jagonya.

Pedang Inti Es (Peng Pok Han Kong Kiam)
Karya : Liang Ie Shen Disadur : OKT
Pedang Inti Es ini merupakan bagian dari serial kisah Pendekar Thian San, yang disadur oleh OKT.
Tokoh utama cerita ini adalah Koei Hoa Seng yang adalah CiangBunjin Bu Tong pay Cabang Utara dan ayahnya adalah Koe tiong Beng yang merupakan salah seorang

dari Thian San Cit Kiam (7 jago pedang dari Thian san).
Akibat kekalahan yang dialami oleh Pendekar Koei Hoa Seng dalam suatu pibu dengan suami istri ahli waris turunan ke – 4 dari Thian San Pay, telah membuatnya

malu dan mendorong dia untuk meninggalkan Tionggoan merantau ke Tibet dan Nepal untuk mencari ilmu silat yang lebih tinggi. Dalam perantauan itu, Koei Hoa

Seng yang telah memiliki ilmu silat yang bersumber dari Tat-mo Pit-kip menghadapi berbagai intrik dalam mewujudkan keinginannya untuk menyunting si Gadis

Baju Putih misterius yang ternyata adalah Tuan Putri suatu kerajaan .
Ketertarikan dua anak manusia berlainan jenis tumbuh ketika mereka berjuang bersama untuk mendapatkan Kumala Inti Es di Kota Iblis yang ditakuti rakyat

Tibet. Perjodohan yang melalui perjuangan berat akhirnya dapat diwujudkan setelah Koei Hoa Seng mampu mengalahkan saingan pemuda-pemuda dari berbagai negara

lainnya.

PERGURUAN SEJATI
Karya : Khu Lung
Kehidupannya sebagai seorang murid biasa dari seorang siucay (guru) tua di sebuah kota tiba-tiba berubah karena suatu peristiwa. Keisengannya mencoba

mendapatkan sebuah pekerjaan sebagai penerjemah bahasa Sansekerta dari sebuah Perkumpulan Pemecah Langit (Pok Thian Pang) yang pada saat itu sedang

mengembangkan sayapnya di dunia Bu Lim, dimana In Tiong Giok nama tokoh kita ini harus menterjemahkan sebuah kitab Kheng Thian Cit Su (tujuh gerakan

menjangkau langit) yang berbahasa Sansekerta.
Adanya pengacauan terhadap Pok Thian Pang dari beberapa tokoh sakti akhirnya membuat In Tiong Giok bisa terbebas dari perkumpulan ini, yang mana membuat ia

dikejar-kejar oleh orang-orang Pok Thian Pang dan beberapa tokoh-tokoh sakti. Dikarenakan jengkel dan marah In Tiong Giok membuat suatu tindakan yang

menghebohkan Dunia Persilatan dengan mencetak sebanyak-banyaknya dan menyebarkan kesetiap orang Kitab “Kheng Thian Cit Su”yang sudah diterjemahkannya.
Pertemuannya yang tidak disengaja dengan Ciangbunjin Partai Thian Liong Bun (Pintu Naga Langit) telah membuat ia menjadi Ketua/ Ciangbunjin Partai Thian

Liong Bun generasi berikutnya. Sebuah Partai yang anak buahnya tersebar segala dipenjuru dan ternyata Kitab Ilmu Pedang “Kheng Thian Cit Su” merupakan salah

satu bagian dari Kitab “Thian Liong Pu” yang adalah pusaka Partai Thian Liong Bun (Pintu Naga Langit).
Karakter dari In Tiong Giok yang tidak sadis, kejam dan membawa amanat dendam membara seperti karya Khu Lung lainnya. Seperti biasa In Tiong Giok yang

kehidupan yang semula hanya biasa saja ternyata mempunyai latar belakang luar biasa ..…..

BARA NAGA
Disadur : Gan KL
Kisah suka duka dari Si Naga Kuning Siang Cin dalam membela kebenaran, bersama teman karibnya Pau Seh-hoa dalam membela An-Lip yang dari cengkeraman

Siang-gi-pang serta bersama Seebun Tio Bu dan Jin Jin berjuang membantu para pahlawan padang rumput Bu Siang-pay melawan Hek Jiu-tong.
Termasuk kisah percintaannya dengan teman mainnya masa kecil, perempuan tercantik di kota Tiang-an Kun Sim-ti yang penuh dengan suka dan duka. (sumber :

http://ebook-gratis-kirara.blogspot.com)

JANGAN GANGGU AKU
Karya : Wen Rui An
Disadur : Tjan ID
Pui Lok-ji berusia dua puluh tujuh-delapan tahunan, wajahnya tampan dan bersih hingga sekilas tampak seperti seorang anak muda berusia tak lebih dua puluh

tahun. Ilmu silat yang dimiliki adalah ilmu pedang tanpa jurus baku yang disebut ‘Hui-ji-put-ko’ (Harus dengan yang ini). Selama ini malang melintang seorang

diri, siapa baik terhadapnya, dia lebih baik terhadap orang itu, siapa jahat terhadapnya, dia akan lebih jahat terhadap orang itu.
Demi menolong Pui Lok-ji yang terluka parah Tu Ai-hoa meminta pertolongan Persekutuan macan kumbang , Thio Ou-ya yang mau menolong dengan syarat Tu Ai Hoa

bersedia menjadi gundiknya dan Pu Lok-ji harus bersedia membantunya menghancurkan setiap musuhnya.
Tagedi terjadi tatkala Pui-Lok Ji jatuh cinta pada anak musuh besarnya. Thio Ou Ya pun menyiksa Tu Ai Hoa dengan harapan Pui Lok Ji menyerah balik kepadanya,

namun langkah ini ternyata adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya, kenapa ?

PENDEKAR PANJI SAKTI
Karya Khu Lung – Disadur : Tjan ID
Mengisahkan seorang pemuda bernama Thiat Tiong-Tong, yang menjadi murid perguruan Thiat hiat Tay Ki Bun (Panji Sakti Darah Besi), dimana perseteruan abadi

antara Perguruan Thiat-hiat-Tay- Ki-Bun dan 5 Keluarga Besar Dunia Persilatan (Benteng Han-hong-po, peternakan Lok-jit, perkampungan keluarga Seng,

perusahaan ekspedisi Thian-Bu Piaukiok serta ruang Pek-lek-tong) membuat Perguruan ini sangat misterius. Walaupun jumlah murid perguruan ini sangat sedikit

tetapi keberanian, sifat yang tidak takut mati, kenekatan, membuat perguruan ini sangat disegani.
Cerita ini juga menceritakan kehidupan keluarga KAISAR MALAM (Ya-te) dimana Tiat Tiong Tong mendapatkan ilmu sakti dari Ya te (Sang Kaisar Malam) sewaktu

mereka terkurung didalam gua, selain istri Kaisar Malam, juga mengenai anak lelaki dan Kaisar Malam yang kehidupannya selalu di kelilingi wanita-wanita

cantik.
Apabila sudah pernah membaca serial Pendekar Harum (Coh Liu-hiang), dalam cerita Maling Romantis di katakan bahwa kepandaian Coh Liu-hiang dan Oh Thi-hua

yang begitu misterius dan tidak terkalahkan adalah warisan dari Kaisar Malam dan Perguruan Tay-kie-bun bahkan konon kabarnya Coh Liu Hiang adalah anak dari

Thiat Tiong Tong dan Sui leng Kong dan dalam cerita Legenda Kelelawar juga di ceritakan bahwa Thiat (Thi)Tiong-tong sudah menjadi Tayhiap yang terkenal. jadi

sangat sayang sekali kalau penggemar cerita silat/ Coh Liu Hiang jika sampai tidak mengenal sosok Kaisar malam yang sebenarnya.

10 TOKOH PERSILATAN / PENDEKAR CACAD
Karya : Khu Lung / Gu Long
Disadur : Tjan ID
Secara tak sengaja Bong Tiang Gak menemukan istri termuda suhunya berselingkuh dengan suhengnya. Demi melindungi kehormatan gurunya Bong Tiang Gak bertempur

melawan suheng dan subonya. Dalam pertempuran ini kakinya dibuat pincang oleh sang suheng. Namun sang suheng pun kalah dan tercebur jurang. Kematian sang

suheng menyebabkan ia diusir dari perguruannya.
Tatkala sang suhu terbunuh, Bong Tiang Gak berusaha untuk membongkar tabir peristiwa ini. Ternyata ia harus berhadapan dengan kelompok misterius berkekuatan

besar yang ingin menguasai dunia persilatan, apa lacur dalam sebuah pertempuran lengan kanannya putus dibacok. Akhirnya iapun menyembunyikan diri. Ternyata

kecacadan ini membawa berkah terselubung, Bong Tiang Gak akhirnya menemukan kedahsyatan inti sari ilmu pedang dan ilmu silatnya. Mampukah ia menyelamatkan

dunia persilatan dan menemukan jejak pembunuh gurunya ? (sumber : http://ebook-gratis-kirara.blogspot.com)

SERULING KUMALA (Tongkat Rantai Kumala)
Karya: Chung Sin (Cover: Chin Yung)
Sumur Kematian dalam pekarangan terlarang Perkampungan kui In Chung terlah memakan jiwa lagi. Para pengurus perkampungan Kui In Chung, Kim, Phang, Lau, Kui

telah menjadi korbannya.
Bee Tie sang Tuan Muda perkampungan Kui In Cung terpaksa mengembara seorang diri ketika ibunya tiba-tiba meninggalkan dirinya tanpa penjelasan, ayahnya yang

selama ini membesarkannya ternyata bukan ayah kandungnya. Perjalanannya membuat ia terpaksa menjadi Ketua Hoa San Pay walupun umurnya pada saat itu masih

sangat muda.
Penggambaran karakter tokoh yang tidak kuat. Jalan cerita dari kisah ini sangat datar, tidak adanya kejutan yang berarti, sehingga membuat saya ragu apakah

ini karya asli empu cersil Chin Yung.

KAKI TIGA MENJANGAN (Pangeran Menjangan)
Karya : Chin Yung – Disadur : OKT
Satu lagi karya Chin Yung yang terbaik, dengan ceritanya diambil pada zaman pemerintahan bangsa Mancu yang pada waktu itu Kaisarnya masih terlalu muda.

Saat itu muncul perkumpulan atau organisasi yang bertujuan menghancurkan Bangsa Mancu dan membangkitkan Kerajaan Beng/Ming, Thian Tee Hwee (Perkumpulan

Langit dan Bumi), Keluaga Bok di InLam dan orang-orangnya Kok Seng Ya yang bermarkas di Taiwan.
Ada juga manusia yang selalu beruntung, Wi Siau Po tidak menyangka kalau hidupnya akan berubah menjadi orang yang paling berkuasa di Kekaisaran Dinasti Ceng

setelah Kaisar Kong Hi sendiri. Ibunya yang seorang Pelacur tua di kota Yang Ciu, sehingga bapaknya sendiripun tidak diketahuinya. Kehidupannya di Lingkungan

Rumah Pelacuran menjadikannya seorang berandalan cilik yang licik, lpintar melihat gelagat dan banyak akal bulusnya.
Kehidupannya berubah ketika ia menolong seorang pendekar dari keroyokan musuhnya, sehingga membawanya di lingkungan istana. Dengan kepintaran dan

kelicikannya ia menjadi Taykam (orang kebiri Istana), sampai perkenalannya dengan Kaisar yang pada waktu itu tidak diketahuinya, dengan akalnya bersama

Kaisar membunuh seorang Panglima Perang yang berilmu tinggi yang sangat berpengaruh di Istana. Satu kepandaian Wi Siau Po adalah pandai melihat gelagat dan

mengumpak, sehingga menjadi tangan kanan sang Kaisar.
Kepintaran Wi Sau Po dalam menyembunyikan identitas dirinya sebagai Orang Istana dan satu pihak sebagai Ketua Ceng Bok Tong “Thian Tee Hwe” yang sebenarnya

karena terpaksa saja diterimanya, belum lagi dirinya yang harus berjaga-jaga dari niat Ibu Suri untuk membunuhnya.
Keberuntungannya selalu menyertainya dalam menyelesaikan semua tugas yang paling sulit sampai bagaimana ia memimpin pasukan besar untuk menumpas Bangsa

Losat, keberhasilannya membuat membuat para Perwira & Pejabat Kerajaan akhirnya mengakui akan kelihayannya.
Dalam soal asmara, walaupun masih muda ia mahir dalam memikat para wanita dari cara halus sampai cara yang licikpun dipakainya, dari Adik Kaisar, sampai

Istri Sin Liong Kaucu yang menakutkan pun disikatnya. Huiih Gile bener. Tokoh ini mengingatkan saya akan Siau Hi Ji dalam “Pendekar Binal”, cuma yang ini

udah parah…. He he he…..

MAKAM BUNGA MAWAR
Disadur : OPA
Cerita Silat ini mengisahkan tentang Hee Thian Siang yang keblinger pada seorang gadis kangouw yang hanya pernah dilihatnya dari jarak jauh. Untuk itu ia

pergi ke ke sebuah tempat keramat yang dinamakan “Makam Bunga Mawar” konon setiap waktu yang ditentukan siapa saja boleh memohon didepan “Makam Bunga Mawar”

untuk setiap urusan asmaranya, apapun itu pasti bisa dilaksanakan.
Dalam perjalanannya di Bu Lim sehubungan tugas yang disuruh oleh “Pemilik Makam Bunga Mawar”, keberuntungan selalu menaunginya sehingga ia dapat berkenalan

dengan tokoh kungfu piawai yang menjadikannya berkembang menjadi jagoan kungfu tingkat tinggi. Ikuti juga bagaimana ia menyelamatkan wilayah Tionggoan dari

Pengaruh Iblis sesat wilayah perbatasan dan liku-liku menemukan gadis yang dicintainya.

ANAK PENDEKAR
ANAK PENDEKAR (Mu Ye Liu Xing)
Judul lama: Meteor Melintas Padang Gembala
Karya : Liang Ie Shen – Disadur : Gan KH
Tentang Judul : Buku ini merupakan cetak ulang Anak Pendekar terbitan Sastra Kumala tahun 1979. Penggantian judul ini hanya mengembalikan ke judul aslinya,

yaitu Mu Ye Liu Xing.
Selain terjemahan Gan KH ini, Mu Ye Liu Xing juga diterjemahkan oleh Tjan ID dengan judul Patriot Padang Rumput, Jiwa Ksatria. SD Liong juga menerjemahkan

dengan judul Gempa Taruna Pendekar, Darma Taruna Pendekar.
Entah mengapa, SD Liong membagi cerita ini menjadi 2 cerita, yaitu Gempa Taruna Pendekar 28 jilid, dilanjutkan dengan Darma Taruna Pendekar 14 jilid. Dan

lebih mengherankan lagi kedua cerita tsb belum tamat, GTP+DTP hanya 2/3 dari Anak Pendekar, jilid terakhir Darma Taruna Pendekar sama dengan Anak Pendekar

jilid 31 hal 62.
Anak Pendekar sendiri terdiri dari 47 jilid. Terjemahan Tjan ID malah lebih singkat lagi, Patriot Padang Rumput cuma 13 jilid, sedangkan Jiwa Ksatria cuma 2

jilid. Ini sama dengan sampai jilid 12 hal 9 dari Anak Pendekar.

PUKULAN NAGA SAKTI
Karya Khu Lung – Diasadur : Tjan ID
Keng thian giok cu Thi keng serta putra kesayangannya Giok bin Coan cu (Coan cu berwajah kemala) Thi Tiong giok dari Dunia Persilatan secara beruntun lenyap

dari keramaian dunia persilatan, bahkan tersiar pula berita tentang kematian mereka.
Menyusul kemudian, terjadi pula serentetan peristiwa aneh, hanya dalam semalaman ternyata Thian liong pay telah membubarkan segenap anggota perguruannya dan

mengundurkan diri dari keramaian dunia persilatan.
Sebagai pewaris Thian Liong Pay, Thi Eng Khi malahan dilarang oleh keluarganya untuk mempelajari ilmu silat. Namun jiwa kependekarannya muncul ketika para

pentolan iblis mulai bermunculan dan ingin menguasai jagat Bu Lim. Dapatkah Thi Eng Khi dalam waktu singkat menemukan kitab sakti perguruannya dan

mengalahkan para dedengkot iblis yang sudah mulai menampakan diri? (sumber : http://ebook-gratis-kirara.blogspot.com)

HAY TONG KOK
Karya : The Ceng In – Disadur : OKT
Kisah ini menceritakan perseteruan 2 kelompok masyarakat nelayan. Pihak Kioeshe Hiekee (Rombongan Nelayan 9 She) dari Hoetjoen-kang kontra Englok-kang.
Memperebutkan daerah Giokliong-giam yang subur dan makmur. Perseteruan yang berkepanjangan ini hanya bisa diakhiri dalam pertempuran penentuan di Lembah

Bunga Hay Tong (Hay Tong Kok). Jebakan apa yang disiapkan oleh pihak Englok-kang? Dan strategi apa yang akan dipakai pihak Kioeshe Hiekee? Ikuti cerita silat

yang unik ini! (http://ebook-gratis-kirara.blogspot.com)

DAFTAR KARAKTER CERSIL
KARYA KHO PING HOO
(Bahan ini di ambil dari Wikipedia Indonesia)
Kho Ping Hoo adalah salah seorang penulis cerita silat Indonesia yang menghasilkan banyak tokoh fiksi dalam karya-karyanya, baik tokoh jahat (datuk sesat)

maupun tokoh baik (pendekar). Tokoh-tokoh ini memberikan banyak inspirasi bagi para pembaca dan terlebih bagi para penggemarnya. Sampai-sampai terlontar ide

untuk “mempertemukan” tokoh-tokoh dalam serial yang berlainan, sekedar hanya untuk mencari tahu siapa yang lebih sakti. Hal ini bahkan memberi inspirasi bagi

beberapa penulis cerita silat pada masa kini, seperti Fary Oroh dalam karyanya Pendekar Negeri Minahasa, Kkabeh dalam karyanya Bu Kek Kang Sinkang, dan Nein

Arimasen dalam karyanya Gunung dan Rimba Hijau, untuk menghadirkan salah seorang di antara tokoh-tokoh yang dikagumi dalam karya mereka.
Halaman ini berisi tokoh-tokoh silat dalam karya-karya Kho Ping Hoo beserta sedikit keterangan mengenai mereka. Informasi yang dikumpulkan meliputi:nama

kecil (bila ada), julukan, jurus-jurus, dan sedikit sejarah mengenai tokoh (kelahiran, guru, orang tua, dan bagaimana sang tokoh memperoleh ilmu andalannya

itu).
Tokoh-tokoh itu akan dikategorikan dalam serial tempatnya muncul dan urutan kemunculannya, bukan dalam buku, karena banyak tokoh yang diceritakan dalam lebih

dari satu buku.

Serial BU KEK SIANSU
Bu Kek Siansu Kwa Sin Liong
Bu Kek Siansu adalah seorang yang tingkat kesaktiannya dianggap nyaris sempurna. Ia memiliki kebiasaan menurunkan satu ilmu silat setiap awal musim semi,

baik kepada pendekar maupun tokoh sesat. Yang beruntung bertemu dengannya akan menerima petunjuk. Nama asli dari tokoh ini adalah Kwa Sin Liong, semasa kecil

dia dijuluki sebagai Sin Tong (Anak Ajaib) karena kemampuan pengobatannya yang hebat. Mewarisi kemampuan menirukan dan mengetahui kelemahan ilmu orang lain

dalam sekali lihat dari suhunya Pangeran Han Ti Ong, penguasa Pulau Es. Menjadi pendekar dengan kemampuan di luar nalar dalam usia muda setelah berhasil

memecahkan pemahaman mengenai intisari bela diri, kemampuan yang menyebabkannya menjadi “suhu’ bagi semua aliran dan golongan. Selama hidupnya tidak pernah

terikat dengan gelimang duniawi, meski tidak pernah menjadi biksu. Ilmu-ilmu yang diciptakan ataupun disempurnakan olehnya terus bergaung dalam seluruh

episode saga ini. (Kemunculan: BU KEK SIAN SU, SULING EMAS, CINTA BERNODA DARAH, …)

Kwee Seng
Kwee Seng adalah guru Kam Bu Song. Berbudi dan anti terhadap kebatilan. Sastrawan gagal ini pernah mendapat petunjuk dari Bu Kek Sian Su sehingga dia menjadi

pendekar sakti yang dijuluki Kim Mo Eng (Pendekar Setan Berhati Emas). Ketua Beng-kauw Pat-jiu Sin-ong Liu Gan pernah menjodohkan dia dengan anaknya, namun

ditolak mentah-mentah oleh Liu Lu Sian yang membuatnya patah hati. Pada suatu peristiwa, Kwee Seng terjatuh ke jurang lalu tiba di suatu tempat bernama

Neraka Bumi. Di sana, ia memperdalam ilmu silat didampingi “istrinya” yaitu Nenek Neraka Bumi (putri kerajaan Tang yang bernama Khu Gin Lin). Sekeluarnya

dari sana dia menyebut dirinya sendiri sebagai Kim-mo Taisu (Guru Besar Iblis Emas). Mempunyai seorang putri bernama Kwee Eng (Eng Eng). Meninggal terluka

dalam akibat pengeroyokan beberapa tokoh sesat, diakui sebagai patriot karena membela negara melawan Khitan. Karakter ini adalah tokoh utama dalam episode

Suling Emas. (Kemunculan: SULING EMAS)

Liu Lu Sian
Liu Lu Sian pendekar sakti puteri ketua partai Beng-Kauw, Liu Gan. Ia adalah istri jenderal Kam Si Ek dan ibu kandung Pendekar Suling Emas I, Kam Bu Song.

Semasa mudanya dia mempunyai julukan Tok-siauw Kwi (Setan Kecil Beracun). Sifatnya sangat egois dan suka mempermainkan perasaan lawan jenis, mudah bosan, dan

sangat berambisi terhadap kesaktian, meski di masanya dia adalah gadis yang diidolai banyak pria karena kecantikannya. Perempuan inilah yang sebenarnya

mendapat tempat di hati Kwee Seng. Dengan kesaktiannya dia pernah menyatroni beberapa perguruan dan mencuri banyak pusaka, termasuk di antaranya

Sam-po-cin-keng (3 Kitab Pusaka) milik ayahnya sendiri, Pat-jiu Sin-ong Liu Gan. Kesesatannya pudar saat dia hampir saja salah tangan membunuh putranya

sendiri. (Kemunculan: SULING EMAS)

Kam Si Ek
Kam Si Ek adalah seorang jenderal dari Shan-si yang tangguh, jenius, teguh hati dan anti kejahatan. Dia adalah awal dari kemunculan keluarga Kam. Di masa

mudanya menikah dengan Tok-siauw-kwiLiu Lu Sian dan berputra Pendekar Suling Emas Kam Bu Song, lalu menikah lagi dengan Ciu Bwee Hwa setelah ditinggalkan

oleh istri pertamanya, dan mempunyai anak Kam Bu Sin serta Kam Sian Eng. Mengangkat anak Yalina, tapi tidak pernah tahu bahwa anak angkatnya ini adalah putri

mahkota kerajaan Khitan. Tidak setuju dengan langkah atasannya, dia mengundurkan diri. Meninggal bersama istri keduanya terbunuh oleh orang misterius.

(Kemunculan: SULING EMAS, CINTA BERNODA DARAH)

Ban-pi Lo-cia
Ban-pi Lo-cia (Dewa Lo-cia Berlengan Selaksa) merupakan salah satu datuk sesat sakti setelah era Bu Kek Sian Su. Meski tidak sesakti Bu Kek Sian Su ataupun

Bu Tek Lojin, tapi kehebatannya sejajar dengan 2 pendekar besar zaman itu, Pat-jiu Sin-ong Liu Gan dan Kim-mo Taisu Kwee Seng. Tidak tersebut secara implisit

nama aslinya, mempunyai sebuah senjata sakti cambuk Lui-kong-pian (Cambuk Kilat) yang dibuat dari ekor ikan pari dan direndam dalam ramuan racun. Profil

seorang antagonis yang cabul dan berangasan. Mempunyai 2 murid: Hek-giam-lo Bayisan, dan Lauw Kiat. Tokoh ini seakan menjadi sisi mata uang lain bagi Kwee

Seng. Terbunuh oleh Kwee Seng saat mengeroyok pendekar itu dengan beberapa tokoh sesat lainnya. (Kemunculan: SULING EMAS)

Kam Bu Song
Kam Bu Song berjuluk Kim-siauw-eng (Pendekar Suling Emas), merupakan murid tunggal Kwee Seng dan secara langsung diwarisi ilmu sakti oleh Bu Kek Siansu. Dia

adalah putra Liu Lu Sian dan Jenderal Kam Si Ek, kakak beda ibu Kam Bu Sin dan Kam Sian Eng. Dia adalah leluhur dari Pendekar Suling Emas II Kam Hong. Oleh

gurunya dia digembleng dengan sastra maupun silat. Menikah dengan Lin Lin (Yalina) dan mempunyai seorang putri bernama Kam Kwi Lan (si Mutiara Hitam). Selain

itu, dia juga mempunyai seorang putra bernama Kam Liong hasil hubungan cintanya yang gagal dengan Suma Ceng. Karakter ini adalah tokoh utama dalam episode

Cinta Bernoda Darah. (Kemunculan: SULING EMAS, CINTA BERNODA DARAH)

Yalina
Yalina atau Lin Lin adalah putri tunggal pewaris kerajaan Khitan Tayami, ayahnya adalah seorang panglima bernama Salinga. Kedua orang tuanya terbunuh dalam

perang melawan Hou-han akibat pengkhianatan pamannya. Diangkat anak oleh jenderal besar Kam Si Ek, menjadi adik angkat Kam Bu Sin dan Kam Sian Eng. Mempunyai

hubungan guru-murid yang unik dengan Kim-lun Seng-jin (Manusia Suci Roda Emas) Kalisani. Menikah dengan Pendekar Suling Emas Kam Bu Song meski terpaut umur

jauh dan mempunyai seorang putri bernama Kam Kwi Lan (si Mutiara Hitam). (Kemunculan: SULING EMAS, CINTA BERNODA DARAH)

Kam Sian Eng
Kam Sian Eng adalah putri dari Jenderal Kam Si Ek dari istri keduanya Ciu Bwee Hwa, adik Pendekar Suling Emas Kam Bu Song dan Kam Bu Sin. Pendekar wanita ini

menjadi setengah gila setelah diperkosa oleh Suma Boan. Dari hasil perkosaan tersebut dia melahirkan anak bernama Suma Kiat. Kam Sian Eng mempelajari secara

ngawur kitab-kitab yang dulunya dicuri oleh Liu Lu San. (Kemunculan: SULING MAS, CINTA BERNODA DARAH)

Suma Kong
Suma Kong adalah seorang pangeran, muncul pertama kali di episode Suling Emas. Pangeran ini adalah kepala ujian negara bagi para calon-calon ahli sastra yang

akan mengikuti ujian menjadi sastrawan. Pangeran ini memiliki seorang puteri bernama Suma Ceng dan seorang putera bernama Suma Boan.

Suma Boan
Suma Boan adalah anak dari pangeran Suma Kong, kakak dari Suma Ce. Bangsawan ini supel dan pandai ilmu silat, namun tinggi hati. Mata keranjang yang suka

mengganggu wanita cantik mengandalkan kedudukan dan kepandaiannya. Murid terkasih tokoh sesat It-gan Kai-ong (Raja Pengemis Mata Satu, nama aslinya Pouw Kee

Lui). Pemuda ini mendapat julukan Lui-kong-sian (Dewa Geledek). Begitu mendendam pada Kam Bu Song yang dianggapnya menodai adiknya, hingga pada suatu saat

dia membalas dengan menodai Kam Sian Eng hingga berputra Suma Kiat. (Kemunculan: SULING EMAS, CINTA BERNODA DARAH)

Suma Ceng
Suma Ceng adalah puteri dari Suma Kong dan adik dari Suma Boan. Sebelum dinikahkan dengan pangeran Kiang, dia menjadi kekasih Kam Bu Song hingga mempunyai

seorang putera di luar nikah darinya yang diberi nama Kam Liong.

Kam Liong
Kam Liong adalah seorang bangsawan putera di luar nikah Pendekar Suling Emas Kam Bu Song dan Suma Ceng. Dia mati terbunuh bersama muridnya (ayah dari Khu

Siauw Bwee, subo-nya Suma Han) saat melakukan pembelaan terhadap salah seorang keponakannya Kam Han Ki (anak dari Kam Bu Sin).

Kam Kwi Lan
Kam Kwi Lan Lebih dikenal dengan gelar si Mutiara Hitam adalah puteri dari Kam Bu Song dan puteri Yalina (Lin Lin) dari Khitan dan adik tiri dari pangeran

Kam Liong. Ia juga murid dari bibinya, Kam Sian Eng.

Suma Kiat
Suma Kiat adalah seorang jenderal besar kerajaan Sung yang merupakan anak tunggal dari Kam Sian Eng dengan Suma Boan. Sifatnya kejam dan hatinya selalu

dipenuhi oleh dendam dan iri hati kepada keluarga keturunan langsung dari Suling Emas, walaupun pada kenyataannya dia banyak sekali mendapatkan budi baik

dari keluarga Kam mengingat dia sesungguhnya masih memiliki darah keturunan keluarga Kam dari pihak Ibu. Iri hati dan dendam yang membuta ini mengakibatkan

Suma Kiat berhasil membunuh Kam Liong dan memfitnahnya sebagai pemberontak. Pada akhirnya dia tidak mengakui Suma Hoat sebagai anaknya dan mendapatkan bahwa

muridnya sendiri telah berzinah dengan selir kesayangannya, dan kemudian mati oleh pukulan batin yang amat hebat. Menuai hasil dari perbuatan buruknya

sendiri semasa muda.

Kam Han Ki
Kam Han Ki adalah seorang keturunan keluarga Kam yang beruntung menjadi salah seorang murid manusia setengah dewa Bu Kek Siansu yang paling sakti. Semasa

muda, ia terlibat cinta segi-tiga dengan sumoi-sumoinya (Maya dan Khu Siauw Bwee). Di masa tuanya ia bergelar Koai Lojin.

Maya
Maya adalah sumoi Kam Han Ki, jadi dia adalah murid tak langsung dari Bu Kek Siansu. Awalnya ia muncul dalam cerita Istana Pulau Es sebagai anak (angkat)

dari Raja Khitan Talibu, anak PendekarSuling Emas Kam Bu Song dan Ratu Yalina. Karena terlibat cinta segi-tiga dengan suhengnya yang juga dicintai oleh Khu

Siauw Bwee, Maya menantang sumoi-nya Khu Siauw Bwee untuk bertarung memperebutkan Kam Han Ki. Pertarungan yang menyebabkan Khu Siauw Bwee kehilangan sebelah

kaki. Dua-duanya lompat ke laut yang sedang dilanda badai, meninggalkan Kam Han Ki sendirian diPulau Es. Di dalam cerita Pendekar Super Sakti, Maya adalah

subo dari Puteri Nirahai.

Khu Siauw Bwee
Khu Siauw Bwee adalah sumoi Kam Han Ki dan merupakan murid tidak langsung dari Bu Kek Siansu melalui bimbingan suhengnya. Siauw Bwee banyak mengalami

kepahitan semasa hidupnya, semenjak ayahnya yang merupakan murid kesayangan dari menteri Kam Liong, difitnah dan dibunuh oleh Suma Kiat. Siauw Bwee bersaing

cinta dengan Panglima Mancu Maya yang juga merupakan suci-nya untuk mendapatkan hati Kam Han Ki, yang berakhir tragis setelah pada pertarungan akhir dengan

Maya, membuat kakinya buntung. Dara cantik inilah yang sesungguhnya mendapatkan cinta seutuhnya dari Kam Han Ki. Di masa tua menjadi subo Suma Han yang

kebetulan juga buntung salah satu kakinya, dan akhirnya bertemu kembali secara mengharukan dengan seteru masa mudanya,Maya, yang ternyata subo dari Nirahai.

Suma Hoat
Suma Hoat adalah kakek dari Pendekar Super Sakti Suma Han. Suma Hoat lebih dikenal sebagai Jai-Hwa-Sian, adalah salah seorang tokoh sakti yang sering

terombang-ambing antara berlaku sebagai pendekar atau sebagai penggoda wanita. Hal ini dikarenakan ketidakkuatan batinnya gara-gara wanita. Nasibnya memang

buruk dalam percintaan. Cinta-nya yang pertama gagal karena ditentang menteri Kam Liong. Rayuan ibu-tiri-nya membuat dia dibenci dan diusir ayahnya. Jadilah

dia pembenci wanita, si Jai-Hwa-Sian. Suma Hoat jatuh cinta begitu bertemu Khu Siauw Bee danMaya, tapi gagal pula karena mereka mencinta Kam Han Ki. Setelah

sempat tinggal di Pulau Es selama 5 tahun, kembali dia merajalela sebagai Jai-Hwa-Sian. Akhirnya, Suma Hoat jatuh cinta lagi. Kali ini, Kwa Bi Kiok

benar-benar menjadi istrinya. Hukum karma mengejarnya, Suma Hoat harus berpisah dengan istrinya yang sedang hamil karena dikejar-kejar pendekar-pendekar yang

mao membalas perbuatan Jai-Hwa-Sian. Setelah berusaha berbaikan dengan ayahnya, Suma Kiat, Suma Hoat akhirnya meninggal di lereng In Kong San, hanya

didampingi teman baiknya Im Yang Se Cu. Keluarga Kwa mengganti nama marga menjadi keluarga Sie, sehingga anaknya diberi nama Sie Bun An.

Suma Han
Suma Han yang berjuluk Pendekar Super Sakti adalah seorang keturunan keluarga Suma, putra dari Sie Bun An yang sebenarnya bermarga Suma. Berbeda dengan

leluhurnya yang jahat, Suma Hanmenempuh garis hidup yang berbeda. Dia terkenal dengan tenaga lweekangnya Swat-im Sinkang dan Hwi-yang Sin-kang (yang kemudian

menjadi semacam ‘trade mark’ Pulau Es), selain ilmu-ilmu silat warisan Bu Kek Sian Su. Bergelar juga Pendekar Siluman karena kemampuan sihir yang ia dapatkan

tidak sengaja semasa kecil. Suma Han pada akhirnya berbuntung kaki, tetapi beristeri dua, yaituNirahai dan Lulu. Dari Nirahai dia mendapatkan sepasang putera

puteri, yakni Milana dan Suma Kian Bu, dan dari Lulu dia mendapat putera Suma Kian Lee. Ilmu-ilmu silatnya diantaranya Soan-hong-lui-kun yang diwarisinya

dari Khu Siauw Bwee. Dia juga menjadi pewaris ilmu Siang-mo Kiam-sut (Ilmu Pedang Sepasang Iblis) dari pasangan Can Ji Kun – Ok Yan Hwa yang dijuluki

Sepasang Pedang Iblis. Sempat mewariskan banyak ilmu-ilmu hebat ke cucu-cucunya sebelum meninggal karena terluka dalam setelah menyemayamkan kedua istrinya

yang gugur akibat serbuan tokoh-tokoh sesat ke Pulau Es.

Nirahai
Nirahai adalah keturunan kaisar mancu dari salah seorang selirnya. Memiliki banyak ilmu-ilmu silat tinggi, bahkan ilmu warisan dari Suling Emas Kam Bu Song.

Dia juga sempat menjadi murid dariMaya, tokoh sakti murid Bu Kek Siansu. Percintaannya dengan Suma Han kandas karena perbedaan prinsip, kendati dia sudah

mengandung dan melahirkan seorang puteri yang diberi nama Milana. Dia sempat menjadi pangcu Thian-liong-pang dan menculik para tokoh kangouw untuk dipelajari

intisari ilmunya. Belakangan dia hidup bahagia dengan Suma Han dan madunya Lulu di Pulau Es, dan melahirkan Suma Kian Bu. Dia gugur dalam penyerbuan yang

dilakukan para tokoh hitam di Pulau Es.

Lulu
Lulu adalah adik angkat yang kemudian menjadi isteri kedua dari Suma Han setelah bercerai dari suaminya yang pertama (Wan Sin Kiat). Dari suami yang pertama

ia memiliki anak Wan Keng In yang menjadi ayah dari Wan Ceng dan Wan Tek Hoat. Sedangkan dari Suma Han dia berputra Suma Kian Lee. Seperti halnya Nirahai,

dia juga gugur saat terjadi serbuan tokoh-tokoh sesat ke Pulau Es.

Gak Liat
Gak Liat berjuluk Kang-thouw-kwi atau Setan Botak adalah salah seorang datuk sesat, merupakan ayah dari Gak Bun Beng hasil perkosaannya terhadap seorang

pendekar wanita Siauw-lim-paibernama Bhok Khim. Tewas setelah bertarung mati-matian melawan wanita yang pernah dinodainya itu.

Bhok Khim
Bhok Khim adalah salah satu pendekar wanita Siauw-lim-pai yang tergabung dalam Kang-lam Sam-eng (Tiga Pendekar Kang-lam). Enerjik, penuh dengan semangat

membela kebenaran. Namun karena salah memperhitungkan musuh, dua partnernya tewas dan dia sendiri diperkosa oleh Kang-thouw-kwi Gak Liat. Dalam keadaan

terguncang dan setengah gila, dia menyepi di Siauw-lim-pai dan secara tidak sengaja mencuri belajar ilmu-ilmu sakti dengan cara yang tidak sewajarnya.

Melahirkan seorang anak yang diberi nama Gak Bun Beng. Dan ketika dirasa umurnya cukup, dia pergi untuk membalas dendam pada pemerkosanya. Niatnya berhasil,

namun dia sendiri juga tewas dalam usahanya itu setelah sempat berpesan pada Suma Han untuk mengasuh anaknya.

Milana
Milana (atau Puteri Suma Milana) adalah puteri pertama dari pasangan Suma Han dan puteri Nirahai, istri dari Pendekar Sakti Gak Bun Beng setelah sempat

berpisah belasan tahun, dan ibu dari si kembar berjuluk Beng-san Siang-eng (Sepasang Garuda dari Beng-san) yang memiliki tabiat aneh, Gak Jit Kong dan Gak

Goat Kong. Semasa mudanya dia merupakan salah satu panglima kerajaan Mancu yang amat disegani seperti ibunya, namanya harum bahkan hingga ke negeri-negeri

tetangga. Meninggal di usia senja akibat tekanan batin setelah tahu kedua anaknya hanya menikah dengan 1 wanita yang tidak lain adalah muridnya sendiri, Souw

Hwi Lan.

Gak Bun Beng
Gak Bun Beng adalah menantu dari Suma Han dari puterinya Milana. Dia sendiri putra di luar nikah dari seorang datuk sesat bernama Gak Liat dan beribu seorang

pendekar wanita Siauw-lim-paibernama Bhok Khim yang gila akibat diperkosa ayahnya. Ia telah banyak mewarisi ilmu silat yang tinggi sekali, selain ketika

masih kanak-kanak dia menjadi murid seorang tokoh sakti Siauw-lim-paiSiauw Lam Hwesio, ketika menjelang dewasa dia secara kebetulan mewarisi ilmu kesaktian

peninggalan seorang manusia dewa yang bernama Koai Lojin (Kam Han Ki). Bukan itu saja, bahkan pernah dia menerima warisan ilmu dari kakek sakti Bu-tek

Siauw-jin datuk Pulau Neraka, dan pernah pula menerima pendidikan sin-kang dari Pendekar Super Sakti! Di waktu dia masih muda saja dia telah memiliki

kesaktian-kesaktian luar biasa itu, di antaranya adalah ilmu Lo-thian Kiam-sut (Ilmu Pedang Pengacau Langit), Tenaga Sakti Inti Bumi dari Bu-tek Siauw-jin,

gabungan tenaga sin-kang Swat-im-sin-kang dan Hui-yang-sin-kang dari Pendekar Super Sakti, samping ilmu silat-ilmu silat lain yang kesemuanya bertingkat

tinggi!. Sempat mengelana setelah berselisih dengan Milana akibat fitnah Wan Keng In sebelum akhirnya bertemu kembali dan menikah, serta menjadi ayah dari si

kembar Gak Jit Kong dan Gak Goat Kong (Beng-san Siang-eng). Di usia senjanya dia berjuluk Bu-beng Lo-kai (Pengemis Tua Tanpa Nama) dan masih sempat menjadi

guru dari cucu misannya, Suma Lian, dan anak seorang pembesar kenalannya bernama Pouw Li Sian. Dia meninggal di usia seratusan setelah mewariskan seluruh

sinkangnya kepada cucunya, Gak Ciang Hun.

Wan Keng In
Wan Keng In anak dari Lulu dari perkawinan terdahulunya dengan Wan Sin Kiat, sebelum menikah dengan Suma Han. Dia murid Cui Beng Koai Ong, salah satu datuk

Pulau neraka. Meski menjadi bagian dari keluarga Pulau Es, dia berkembang menjadi seseorang dengan watak yang culas dan jahat, terutama sekali dengan Gak Bun

Beng yang dianggap menjadi pesaing beratnya. Memperkosa banyak wanita dengan menggunakan nama Gak Bun Beng, hingga akhirnya mempunyai dua anak di luar nikah:

Wan Tek Hoat (Si Jari Maut) dan Wan Ceng (Pendekar Selaksa Racun). Tewas di tangan wanita-wanita yang pernah dia sakiti kehormatannya

Wan Tek Hoat
Wan Tek Hoat semasa mudanya terkenal dengan julukan Si Jari Maut. Mula kisahnya muncul di Kisah Sepasang Rajawali. Ia anak di luar nikah dari Wan Keng In

(putera Lulu) dan Ang Siok Bi (puteri bekas ketua Bu-tong Pai, Ang Thian Pa atau dipanggil juga Ang Lojin). Ilmunya banyak, diantaranya gabungan

Pat-sian-sin-kun dan Pat-mo-sin-kun yang dipelajarinya dari Sai-cu Lo-mo (mantan anak buah Nirahai), juga mendapatkan ilmu dari dua datuk pulau Neraka,

Cui-beng Koai-ong dan sutenya, Bu-tek Siauw-jin. Senjatanya yang terkenal adalah Cui-beng Kiam (Pedang Pencabut Nyawa). Mencintai seorang putri kerajaan

Bhutan bernama Syanti Dewi yang akhinya menjadi istrinya, dan mempunyai seorang putri bernama Gangga Dewi (Wan Hong Bwee). Di masa tuanya ia menjadi hwesio

bergelar Tiong Khi Hwesio dan bertiga dengan suami istri Naga Sakti Gurun Pasir mengambil murid Tan Sin Hong (Pendekar Bangau Putih). Gugur bersama

suami-istri itu saat diserbu oleh tokoh-tokoh sesat yang dipimpin oleh Sin-kiam Mo-li.

Wan Ceng
Wan Ceng yang berjuluk Pendekar Selaksa Racun adalah puteri di luar nikah dari Wan Keng In dengan Lu Kim Bwee. Secara kebetulan diambil murid oleh Si Setan

Selaksa Racun Ban-tok Mo-li dan diwarisi pedang pusaka mengerikan Ban-tok-kiam (Pedang Selaksa Racun). Ia merupakan isteri dari Kao Kok Cu Si Naga Sakti

Gurun Pasir dan ibu dari Kao Cin Liong. Ia juga punya nama Candra Dewi, pemberian saudari angkat sekaligus iparnya Syanti Dewi. Di usia senja sempat

mewariskan ilmunya kepada Can Bi Lan (istri Sim Houw Pendekar Suling Naga) dan Tan Sin Hong (Pendekar Bangau Putih), sebelum akhirnya gugur bersama suami dan

saudaranya saat diserbu oleh tokoh-tokoh sesat pimpinan Sin-kiam Mo-li.

Kao Kok Cu
Kao Kok Cu berjuluk Pendekar Naga Sakti Gurun Pasir, merupakan putera Jenderal Kao Liang yang hilang terdampar di padang pasir Go-bi, tetapi beruntung

menjadi murid terkasih dari Dewa Bongkok Bu-beng Lojin. Muncul pertama kali dalam cerita Kisah Sepasang Rajawali. Ilmu simpanannya adalah Sin-liong-hok-te

(Naga Sakti Mendekam di Atas Tanah) yang dahsyat sekali, dan baru dapat ia mainkan secara sempurna setelah ia kehilangan sebelah tangannya. Pernah sesat

dalam pelajaran khi-kang hingga secara tidak sadar memperkosa Wan Ceng (yang kelak menjadi istrinya), hingga selanjutnya dia mati-matian menjadi pelindung

wanita yang dicintainya itu dengan memakai topeng untuk menebus kesalahannya. Mempunyai seorang putra bernama Kao Cin Liong. Masa tuanya dihabiskan di gurun

pasir, meski begitu masih sempat mewariskan ilmu-ilmunya kepada Can Bi Lan dan Tan Sin Hong. Gugur bersama istri dan iparnya Tiong Khi Hwesio saat menahan

serbuan Sin-kiam Mo-li dan komplotannya.

Syanti Dewi
Syanti Dewi adalah seorang putri dari kerajaan Bhutan, ayahnya adalah raja Bhutan kala itu. Pada mulanya dia dikirim ke kerajaan Mancu sebagai tanda

persahabatan, namun mengalami gangguan di tengah perjalanan sehingga dia malah mengalami petualangan dan bersahabat dengan keluarga Pulau Es serta mengangkat

saudara dengan Wan Ceng atau Candra Dewi. Dalam petualangannya itu pula dia bertemu dengan orang yang kelak menjadi suaminya, si Jari Maut Wan Tek Hoat, yang

sedianya adalah penculiknya namun justru berubah menjadi pelindung sejati karena mencintainya. Hidup tentram di Bhutan dan mempunyai seorang putri bernama

Wan Hong Bwee atau Gangga Dewi. Meninggal dengan damai dalam usia lanjut.

Suma Kian Bu
Suma Kian Bu atau Pendekar Siluman Kecil adalah putera Suma Han dan Nirahai, adik dari Milana. Ia bersama dengan saudara seayahnya Suma Kian Lee tenar dengan

julukan Sepasang Rajawali. Menikah dengan Teng Siang In yang ahli menggunakan hoat-sut (sihir). Ia memiliki seorang putera yang bernama Suma Ceng Liong.

Muncul di dalam cerita Kisah Sepasang Rajawali, Jodoh Rajawali dan Suling Emas dan Naga Siluman. Riwayat hidup terakhirnya tidak diceritakan dengan jelas.

Suma Kian Lee
Suma Kian Lee adalah putera Suma Han dan Lulu, bersama Suma Kian Bu dia terkenal dengan sebutan Sepasang Rajawali. Menikah dengan Kim Hwee Li yang mempunyai

kemampuan mengendalikan ular, putri angkat dari salah satu datuk sesat Pulau Neraka bernama Hek-tiauw Lo-mo, serta memiliki 2 anak: Suma Hui dan Suma Ciang

Bun.

Hek-tiaw Lo-mo
Hek-tiauw Lo-mo adalah datuk sesat sakti yang pernah menguasai pulau Neraka, dia sangat membenci semua hal yang berhubungan dengan Pulau Es. Akan tetapi,

puteri angkatnya, Kim Hwee Li, malah menikah dengan salah satu keturunan Pulau Es, Suma Kian Lee.

Teng Siang In
Teng Siang In adalah istri dari Suma Kian Bu, ibu dari Suma Ceng Liong. Sejak muda sudah mahir menggunakan hoat-sut (sihir) yang diajarkan oleh ayah

angkatnya. Meninggal di usia senja akibat tergores pedang mengerikan Ban-tok-kiam (Pedang Selaksa Racun) saat bertarung melawan Sai-cu Lama yang menculik

cucunya Suma Lian. Nenek ini pula yang membuat Gu Hong Beng blingsatan karena sebelum meninggal sempat menyuruhnya berjanji untuk menjadi cucu mantunya.

Kim Hwee Li
Kim Hwee Li adalah anak angkat dari datuk sesat sakti penguasa pulau neraka, Hek-tiauw Lo-mo. Keahliannya yang unik adalah kemampuannya untuk menguasai

binatang berbisa, terutama ular. Meski berasal dari kalangan sesat, tapi dia lebih condong ke arah pembela kebenaran. Berjodoh dengan salah satu keturunan

Pulau Es, Suma Kian Lee, putra Pendekar Super Sakti Suma Han. Mempunyai dua orang anak: Suma Hui dan Suma Ciang Bun.

Kam Hong
Kam Hong berjuluk Pendekar Suling Emas II merupakan seorang sasterawan keturunan pendekar Suling Emas I Kam Bu Song. Secara kebetulan ia menemukan ilmu

suling emas dari pembuat suling emas yang asli. Ilmu silatnya yang terkenal diantaranya Kim-siauw Kiam-sut (Ilmu Pedang Suling Emas). Selalu bersaing dengan

keluarga Cu penghuni Lembah Naga Siluman, mengingat suling emas sebenarnya merupakan salah satu pusaka milik mereka. Meski begitu, dia bersahabat baik dengan

Sim Hong Bu (Pendekar Pedang Naga Siluman) dan bahkan mengangkat anaknya Sim Houw sebagai murid sekaligus calon mantunya, meski akhirnya perjodohan itu gagal

karena Kam Bi Eng putrinya lebih memilih Suma Ceng Liong sebagai suaminya. Istri dari pendekar ini bernama Bu Ci Sian yang usianya jauh lebih muda. Meninggal

dengan tenang di usia senja.

Sim Hong Bu
Sim Hong Bu mempunyai julukan Pendekar Naga Siluman, adalah keturunan keluarga pemburu yang beruntung mewarisi ilmu pedang naga siluman dari manusia yeti

Ouwyang Kwan (yang juga masih keluarga Cu dari Lembah Naga Siluman). Senjatanya yang ampuh adalah Koai-liong-pokiam (Pedang Naga Siluman) dengan ilmu

silatnya Koai-liong Kiam-sut. Menikah dengan salah satu wanita keluarga Cu dari Lembah Naga Siluman, dan berputra Sim Houw. Meninggal gugur dengan gagah

berani saat terjadi pertikaian besar antara kalangan persilatan dengan tentara kerajaan.

Suma Hui
Suma Hui adalah puteri dari Suma Kian Lee dan Kim Hwee Li, kakak dari Suma Ciang Bun. Mewarisi banyak ilmu sakti pulau Es karena semasa kecilnya langsung

mendapat gemblengan dari kakek-neneknya, Suma Han serta Nirahai dan Lulu. Sangat polos dan mudah terbawa, sehingga dengan mudah dibujuk hingga diperkosa oleh

suhengnya sendiri. Meski akhirnya dia berhasil membalas dendam dan menikah dengan pria yang dicintainya, Kao Cin Liong, putra dari Naga Sakti Gurun Pasir Kao

Kok Cu. Mempunyai seorang putri bernama Kao Hong Li.

Kao Cin Liong
Kao Cin Liong adalah putra satu-satunya dari Pendekar Naga Sakti Gurun Pasir Kao Kok Cu dan Wan Ceng. Dia menjadi Panglima Perang Mancu yang disegani setelah

Milana, tetapi kemudian mengundurkan diri pasca pertempuran besar antara pihak tentara kerajaan melawan para pendekar. Menikah dengan putri Suma Kian Lee

yang bernama Suma Hui dan mempunyai seorang putri, Kao Hong Li.

Suma Ciang Bun
Suma Ciang Bun adalah adik dari Suma Hui, putra pasangan Suma Kian Lee dan Kim Hwee Li. Semasa mudanya dia mengalami kelainan pada orientasi seksualnya, yang

lebih menyukai pria ketimbang wanita. Sampai suatu saat ia berjumpa dengan seorang ‘pria’ yang disukainya, yang ternyata adalah seorang dara remaja yang

menyamar. Dara itu adalah Gangga Dewi atau Wan Hong Bwee. Masalah ini menyebabkan dia hidup menyendiri dan memilih menggembleng murid tunggalnya Gu Hong

Beng, hingga akhirnya sembuh dari kelainannya itu. Pada akhirnya dia menikah juga dengan Gangga Dewi setelah bersua kembali kendati keduanya sudah berusia

lanjut.

Suma Ceng Liong
Suma Ceng Liong adalah putera tunggal pasangan Suma Kian Bu dengan Teng Siang In, yang dilahirkan ketika pasangan ini sudah bertahun-tahun menikah. Awalnya

dia dan dua sepupunya dididik kakek dan kedua nenek di Pulau Es, bahkan dialah yang beruntung diwarisi sinkang super sakti milik kakeknya Suma Han. Setelah

kakek dan kedua neneknya tewas, dia diculik dan akhirnya dijadikan murid tunggal datuk sesat sakti Hek-i-Mo-Ong. Dia akhirnya menyempurnakan pelajaran

ilmu-ilmu Pulau Es dari ayahnya. Suma Ceng Liong menikah dengan Kam Bi Eng yang merupakan putri dari Kam Hong (Pendekar Suling Mas II) dan mempunyai seorang

puteri, Suma Lian. Tokoh sentral dari episode KISAH PENDEKAR PULAU ES.

Kam Bi Eng
Kam Bi Eng adalah putri tunggal Pendekar Suling Emas II, Kam Hong, ibunya bernama Bu Ci Sian. Bersama mantan tunangan sekaligus suhengnya, Sim Houw, dia

beruntung mewarisi hampir seluruh kemampuan ayahnya sekaligus ilmu langka dari Lembah Naga Siluman. Meski begitu, akhirnya pertunangan itu buyar karena dia

memilih menjadi istri Suma Ceng Liong. Mempunyai seorang putri bernama Suma Lian. (Kemunculan: KISAH PENDEKAR PULAU ES, SULING NAGA, KISAH SI BANGAU PUTIH,

KISAH SI BANGAU MERAH)

Gangga Dewi
Gangga Dewi atau Wan Hong Bwee adalah putri satu-satunya dari Si Jari Maut Wan Tek Hoat dan ibunya adalah putri mahkota kerajaan Bhutan Syanti Dewi. Sempat

mengelana dengan menyamar sebagai pria ke daratan tengah dan terlibat cinta yang unik dengan Suma Ciang Bun semasa masih mengalami kelainan. Kecewa karena

kejadian itu, dia memutuskan untuk pulang dan menikah dengan jenderal Kiang hingga mempunyai 2 orang anak (kisah pernikahannya ini tidak diceritakan rinci,

hanya pernah sekali disinggung oleh Wan Tek Hoat dalam sebuah obrolan). Di usia lanjut, dia bertemu kembali dengan Suma Ciang Bun dan keduanya menikah.

(Kemunculan: KISAH PENDEKAR PULAU ES, KISAH SI BANGAU MERAH)

Hek-i-Mo-Ong
Hek-i-Mo-Ong atau Raja Iblis Baju Hitam adalah seorang datuk sesat sakti yang memusuhi keluarga Pulau Es. Akan tetapi ia malah menculik dan mengangkat murid

salah seorang keturunan Pulau Es, yaitu Suma Ceng Liong, cucu Pendekar Super Sakti Suma Han. Ilmu yang dimilikinya adalah menyemburkan hawa api lewat

mulutnya, ilmu ini dilatihnya dengan berdiri di atas kepala secara terbalik di atas tumpukan-tumpukan tengkorak manusia. Ilmu lain miliknya yang tidak kalah

mentereng adalah Coan-kut-ci (Jari Penembus Tulang)!. (Kemunculan: KISAH PENDEKAR PULAU ES)

Sim Houw
Sim Houw berjuluk Pendekar Suling Naga adalah anak dari Pendekar Pedang Naga Siluman Sim Hong Bu dan murid dari Pendekar Suling Emas II Kam Hong. Bersama Kam

Bi Eng, dia mewarisi ilmu gabungan dari Kim Siaw Kiam sut dan Koai Liong Kiamsut. Dia juga secara beruntung mengalahkan Pek-bin Losian dan diwarisi

Liong-siauw-kiam (Pedang Suling Naga), senjata pusaka suling sekaligus pedang yang berbentuk naga terbuat dari kayu yang kuat dan karena senjata inilah dia

dijuluki Pendekar Suling Naga. Sempat patah hati karena perjodohannya ditolak oleh Kam Bi Eng yang lebih memilih Suma Ceng Liong dan membuatnya mengembara

tanpa arah, dia akhirnya dicintai dan menikah dengan dara cantik berhati lurus, Can Bi Lan (berjuluk Siauw-kwi, murid dari Sam-kwi (3 Iblis) sekaligus suami

istri Naga Sakti Gurun Pasir) yang terpaut 15 tahun dengannya. Tokoh sentral dari episode Suling Naga (Kemunculan: KISAH PENDEKAR PULAU ES, SULING NAGA,

KISAH SI BANGAU MERAH, SI TANGAN SAKTI)

Gu Hong Beng
Gu Hong Beng merupakan satu-satunya murid yang digembleng oleh Suma Ciang Bun, salah satu orang luar yang beruntung menjadi pewaris ilmu-ilmu pulau es.

Santun, berjiwa riang, dan sangat lurus. Cintanya yang ditolak oleh Can Bi Lan menyebabkan salah paham berlarut-larut yang bahkan menyeret-nyeret gurunya dan

Sim Houw Pendekar Suling Naga, meski akhirnya mereda. Perjanjian di ambang maut antara dia dan Teng Siang In (ibu Suma Ceng Liong) untuk mau menjadi suami

cucunya Suma Lian malah membuat dia minder dan kurang percaya diri, meski pada akhirnya perjanjian itu benar-benar menjadi kenyataan.

Can Bi Lan
Can Bi Lan semasa kecilnya diberi julukan Siauw-kwi (Iblis Cilik) oleh gurunya Sam-kwi (3 Iblis), dia merupakan sumoi dari Bi-kwi (Iblis Cantik) Ciong Siu

Kwi. Meski berada dalam gemblengan tokoh sesat, dia tetap berhati lurus dan penuh kejujuran, hal itulah yang mendorong Naga Sakti Gurun Pasir Kao Kok Cu dan

istrinya Wan Ceng berkenan mengambilnya sebagai murid dan mewarisinya dengan ilmu-ilmu tangguh. Pernah menolak cinta Gu Hong Beng dan Cu Kun Tek sebelum

jatuh cinta kepada perjaka parobaya Sim Houw Pendekar Suling Naga yang akhirnya menjadi suaminya.

Sam-Kwi
Sam-Kwi atau Tiga Iblis terdiri dari Hek-kwi-ong (Raja Iblis Hitam), Im-kan Kwi (Iblis Akhirat) dan Iblis Mayat Hidup. Ketiganya adalah datuk-datuk sesat

yang pernah bertarung dengan Pendekar Super Sakti Suma Han dan kalah sehingga dipaksa berjanji untuk mengundurkan diri dari dunia persilatan. Salah satu ilmu

andalan dari Iblis Akhirat adalah ilmu golok terbang yang aneh, dapat menyerang musuh akan tetapi kemudian kembali ke pelemparnya. Lain pula Raja Iblis

Hitam, ia memiliki ilmu yang dapat mengulurkan anggota tubuhnya untuk menyerang. Sedangkan Iblis Mayat hidup memiliki sabetan jari-jari yang tidak kalah

tajamnya dengan golok ataupun pedang. Untuk memuluskan balas dendamnya terhadap keluarga Pulau Es dan ambisinya merebut pusaka Liong-siauw-kiam(Pedang Suling

Naga), mereka mengangkat 2 orang murid: Ciong Siu Kwi atau Bi-kwi (Iblis Cantik), dan Can Bi Lan alias Siauw-kwi (Iblis Cilik). Namun rencana itu berantakan

setelah mereka bertiga ditumpas oleh keluarga besar Pulau Es dalam sebuah pibu. (Kemunculan: KISAH PENDEKAR PULAU ES, SULING NAGA)

Ciong Siu Kwi
Ciong Siu Kwi mempunyai julukan Bi-kwi (Iblis Cantik), murid pertama dari Sam-kwi (3 Iblis) dan suci dari Can Bi Lan. Pada mulanya, pergaulannya dengan

kalangan sesat menyebabkan dia menjadi wanita yang culas, kejam, dan cabul. Namun setelah dia ditundukkan oleh sumoinya dalam sebuah pibu yang juga

menewaskan guru-gurunya, pendiriannya terguncang dan akhirnya berubah total menjadi baik setelah jatuh cinta dan menjadi istri petani lugu berhati baja Yo

Jin, yang uniknya tidak bisa silat sama sekali. Dia mempunyai seorang putra bernama Yo Han yang kelak menjadi pendekar besar berjuluk Si Tangan Sakti. Mati

bunuh diri menyusul suaminya karena tidak mau ditawan oleh Siangkoan Lohan (Siangkoan Tek). (Kemunculan: SULING NAGA, KISAH SI BANGAU PUTIH)

Kao Hong Li
Kao Hong Li adalah putri dari pasangan Kao Cin Liong dari keluarga Gurun Pasir dan Suma Hui dari keluarga Pulau Es. Semasa kecil pernah diculik oleh wanita

sesat berjuluk Sin-kiam Mo-li sehingga menggegerkan dunia persilatan, meski kemudian berhasil dibebaskan Bi-kwi Ciong Siu Kwi dan Gu Hong Beng dengan bantuan

suami istri Sim Houw-Can Bi Lan. Mewarisi sebagian besar keahlian gabungan dua keluarga sakti itu. Sempat menikah dengan Thio Hui Kong, putra jaksa Kotaraja.

Namun pernikahannya berantakan karena tidak saling mencinta. Lalu berjodoh dengan murid terakhir kakek-neneknya yang juga belahan jiwanya, Pendekar Bangau

Putih Tan Sin Hong. Mempunyai seorang putri bernama Tan Sian Li.

Suma Lian
Suma Lian adalah putri tunggal pendekar terkuat Pulau Es setelah era Suma Han, Suma Ceng Liong dan ibunya adalah generasi keluarga suling emas, Kam Bi Eng.

Pernah diculik oleh Sai-cu Lama yang menyebabkan neneknya—Teng Siang In—gugur saat berusaha merebutnya, dia akhirnya berhasil diselamatkan oleh orang yang

kemudian menjadi gurunya: Gak Bun Beng, yang masih terhitung kakeknya sendiri. Semakin hebat setelah digembleng ilmu silat sakti dan hoat-sut (sihir) oleh

ayahnya sendiri, serta ilmu Koai-siauw Kiam-sut (Ilmu Pedang Suling Siluman) didikan ibunya. Kemampuannya hanya bisa ditandingi oleh Pendekar Bangau Putih

Tan Sin Hong. Harapan neneknya agar dia berjodoh dengan Gu Hong Beng akhirnya menjadi kenyataan.

Tan Sin Hong
Tan Sin Hong bergelar Pendekar Bangau Putih, putra seorang piauwsu yang bernasib mujur menjadi murid dari 3 orang pendekar tua sakti sekaligus: Si Naga Sakti

Gurun Pasir Kao Kok Cu, Si Jari Maut Tiong Khi Hwesio (Wan Tek Hoat) dan Pendekar Selaksa Racun Wan Ceng yang menciptakan ilmu gabungan mereka yaitu ilmu

Silat Sakti Bangau Putih (Pek-ho Sin-kun). Pada akhirnya, Tan Sin Hong menikah dengan putri tunggal Kao Cin Liong yang bernama Kao Hong Li setelah sebelumnya

menceraikan istri pertamanya, Bhe Siang Cun. Dari pernikahannya yang kedua dikaruniai seorang putri bernama Tan Sian Li. Tokoh sentral dari episode KISAH SI

BANGAU PUTIH. (Kemunculan: KISAH SI BANGAU PUTIH, KISAH SI BANGAU MERAH, SI TANGAN SAKTI)

Pouw Li Sian
Pouw Li Sian adalah putri dari Pouw Tong Ki, menteri yang seluruh keluarganya terbantai akibat fitnah dari pendana menteri lalim Hou Seng. Dia adalah sumoi

Suma Lian saat menjadi murid Bu-beng Lokai Gak Bun Beng dan diwarisi ilmu-ilmu sakti Pulau Es dan Pulau Neraka. Sempat dipermainkan dan dinodai oleh

Siangkoan Liong sebelum akhirnya menemukan tambatan hatinya, Cu Kun Tek, pewaris Lembah Naga Siluman.

Cu Kun Tek
Cu Kun Tek merupakan putra tunggal penguasa Lembah Naga Siluman Ban-kin-sian (Dewa Bertenaga Selaksa Kati) Cu Kang Bu, ibunya bernama Yu Hwi. Perawakannya

tinggi besar seperti leluhurnya. Menguasai seluruh ilmu warisan keluarga Cu dan menjadi pewaris senjata sakti Koai-liong Po-kiam (Pedang Pusaka Naga Siluman)

yang sebelumnya dipegang oleh Pendekar Suling Naga Sim Houw. Meski tahu bahwa Pouw Li Sian (murid Gak Bun Beng, sumoi Suma Lian) telah dinodai oleh Siangkoan

Liong, namun dia cinta mati pada gadis ini dan tetap memperistrinya. (Kemunculan: SULING NAGA, KISAH SI BANGAU PUTIH)

Sin-kiam Mo-li
Sin-kiam Mo-li adalah keponakan kesayangan Kim Hwa Nio-nio, cucu murid Pek-bin Losian pemilik asli Suling Naga. Secara tidak langsung dia merupakan murid

keponakan dari Sam-kwi (3 Iblis) dan suci dari Bi-kwi Ciong Siu Kwi dan Can Bi Lan yang juga musuh besarnya. Terbunuhnya Kim Hwa Nio-nio menyebabkan dia

dendam kesumat terhadap keluarga Pulau Es serta Istana Gurun Pasir. Segala kelicikan dilakukannya dengan tujuan melenyapkan dua keluarga sakti ini. Dia pula

yang menyerbu Istana Gurun Pasir hingga menyebabkan gugurnya Naga Sakti Gurun Pasir Kao Kok Cu, nenek selaksa racun Wan Ceng, serta Tiong Khi Hwesio Wan Tek

Hoat. Namun akhirnya petualangan tebar mautnya berhasil dihentikan oleh Pendekar Bangau Putih Tan Sin Hong saat pertempuran antara pemberontak

Tiat-liong-pang melawan tentara kerajaan Mancu. (Kemunculan: SULING NAGA, KISAH SI BANGAU PUTIH)

Yo Han
Yo Han bergelar Sin-ciang Tai-hiap (Pendekar Tangan Sakti) sejatinya merupakan murid dari Pendekar Bangau Putih Tan Sin Hong, namun karena suatu hal dia

pergi dan pada akhirnya beruntung menjadi pewaris ilmu sakti Bu-kek Hoat-keng ajaran Ciu Lam Hok, orang termuda dari 3 serangkai pendiri Thian-li Pang. Dia

adalah putra Yo Jin, petani berjiwa pendekar dan ibunya adalah Bi-kwi (Iblis Cantik) Ciong Siu Kwi, mantan tokoh sesat yang kemudian berbalik menentang

kejahatan. Disebut sin tong (anak ajaib) karena kemampuannya menolak sihir dan racun saat pasrah kepada Tuhan YME, tidak suka kekerasan sehingga sempat

menolak belajar ilmu silat yang dianggapnya sebagai alat untuk membunuh. Tokoh sentral dari episode SI TANGAN SAKTI. (Kemunculan: KISAH SI BANGAU PUTIH,

KISAH SI BANGAU MERAH, SI TANGAN SAKTI)

Tan Sian Li
Tan Sian Li adalah putri dari Pendekar Bangau Putih Tan Sin Hong dan Kao Hong Li, berjuluk Si Bangau Merah karena pakaiannya yang selalu berwarna merah dan

ilmu Pek-ho Sin-kun yang digubah oleh ayahnya menjadi Ang-ho Sin-kun (Silat Sakti Bangau Merah). Beruntung menjadi murid Suma Ceng Liong dan istrinya Kam Bi

Eng serta ilmu pengobatan dari Yok-sian Lo-kai (Kakek Tua Dewa Obat). Sejak kecil sangat manja dan dekat dengan Yo Han, namun kurang begitu disetujui oleh

kedua orangtuanya. Tokoh sentral dari episode SI BANGAU MERAH. (Kemunculan: KISAH SI BANGAU MERAH, SI TANGAN SAKTI)

(Source: Wikipedia Indonesia)

PEDANG KEADILAN
(Intan Biru Di Lembah Sesat)
Karya : OHG – Disadur : Tjan ID
Bagaimanakah jika tiga orang wanita yang bukan hanya sangat cantik tetapi memiliki kesaktian , kekuasaan, kecerdikan luar biasa mencintai seorang pria yang

banyak hal tidak melebihi dari para wanita yang mengejarnya?
Lim Han Kim dan adik angkatnya menunaikan tugas dari Ibunya untuk mengantarkan Jinsom ribuan tahun kepada seseorang untuk menolong jiwa seorang pendekar

ternama yang terluka, dalam perjalanannya benda tersebut dicuri orang. Pencarian untuk mendapatkan Jinsom itu kembali membuat ia bisa berkenalan dengan 3

orang wanita cantik yang luar biasa dan sudah menaruh kesan dan budi yang tertinggal.
Li Tong Hui anak keluarga persilatan Bukit Hong San, ketua Hian Thian kau yang juga kelak menjadi Ketua Dunia Persilatan (Bu Lim Bengcu), atau See Bun Giok

Hong yang ternyata dikenal sebagai Iblis Pemilik Bunga Bwee yang kesaktiannya menakutkan dan bercita-cita menguasai dunia persilatan, atau Pek Si Hiang si

gadis yang kelihatan lemah seperti orang berpenyakitan tetapi mempunyai kecerdikan paling tinggi dari kedua wanita saingannya dan menguasai teori Ilmu silat

aneh tingkat tinggi walaupun ternyata ia sendiri tidak bisa silat….
Manakah diantara ketiga wanita tersebut yang akan dipilih ole Lim Han Kim ?

DUA MUSUH TURUNAN
PENG CONG HIAP ENG
Krya Liang Ie Shen – Disadur : OKT
Salah satu karya Liang Ie Shen yang terbaik. Yang paling mengesankan dari cersil ini adalah romantismenya. Pendekar dara remaja In Lui, bertemu dan

bersahabat dengan pendekar gagah Thio Tan Hong. Pola klasik dara pendekar menyamar pria seperti Ceng-ceng dan Wan Sin-cie (“Kim Coa Kiam”), Oey Yong dan Kwe

Ceng (“Sia Tiauw Eng Hiong”), serta puluhan cersil lain.
Ternyata muda-mudi ini sama-sama cucu-murid datuk Hian Ki It Su, hingga bila ilmu pedang mereka dipadukan menjadi dahsyat luar biasa. Malangnya, ternyata

kakek In Lui adalah musuh bebuyutan ayah Thio Tan Hong, hingga bagaimana mungkin perjodohan mereka bisa terangkap?
Ayah Thio Tan Hong dikenal sebagai tokoh pintar yang dicap pengkhianat besar karena menjadi Perdana Menteri negeri Watzu (Mongolia). Beliau menyandera duta

Kerajaan Beng yang bukan lain daripada kakek In Lui. Duta malang ini diperbudak sebagai pekatik, pencari rumput untuk kuda. Ketika ia berhasil membawa

keluarganya lari dari Watzu, tepat di luar Tembok Besar, malah dipaksa minum arak beracun kiriman Raja Ben, kakek In Lui pun tewas mengenaskan setelah

menciumi segenggam tanah airnya…
Itulah dendam turunan yang diwarisi anak-cucu si kakek patriot. In Lui mesti patuh pada ayah dan abangnya yang menerima amanat almarhum. Betapa pun tulus

cinta In Lui dan Thio Tan Hong, mereka memutuskan tidak bertemu lagi. Tapi takdir terus mengombang-ambingkan hingga memaksa mereka berduet lagi dan lagi

menghadapi lawan-lawan tangguh. Bahkan Hek-Pek Mo-Ko (Sepasang Iblis Hitam-Putih) yang tersohor keganasannya pun mampu mereka taklukkan!
Sedikit demi sedikit mulai terungkap, hakekatnya ayah Thio Tan Hong bukan pengkhianat, justru mempunyai tujuan mulia, mencegah bangsa Mongolia menyerbu ke

Tionggoan. (sumber : http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

PUKULAN TANGAN DEWA
Naskah : Asmaraman S. Kho Ping Hoo
Ilustrator/Karya : Yanes
Cerita Silat bergambar/komik karya Yanes yang diambil dari naskah Asmaraman S. Kho Ping Hoo yang terdiri dari 2 seri. Ilustrasi gambarnya cukup bagus

walaupun masih hitam putih, menurut saya mungkin dikarenakan ceritanya dipersingkat jadi jalan ceritanya sederhana, dan kurang gregetnya.
Sampai sekarang saya masih belum tahu dari judul karangan Kho Ping Hoo yang mana komik ini dibuat, ada yang tahu …….?

SI PISAU TERBANG LI
(Xiao Li Fei Dao) – Karya : Khu Lung
Li Sun Huan merupakan salah satu karakter unik yang diciptakan Khu Lung yang sangat melegenda disamping Chu Liu Xiang (Pendekar Harum(, Liu Xiao Feng

(Pendekar 4 Alis), Siau Hi Ji (Pendekar Binal), Siau Cap it Long (Anak Berandalan). Karakter dari tokoh ini yang penyendiri, selalu murung seperti menanggung

suatu persoalan besar, cara batuknya yang sangat khas seolah-olah ia menderita suatu penyakit, dan terutama lemparan pisaunya yang konon tidak pernah

meleset sehinga siapapun pasti akan berpikir sepuluh kali untuk berhadapan dengan pisaunya,tetapi dibalik semuanya itu jagoan kita ternyata menyimpan kisah

asmara yang menyedihkan..
Pisau Terbangnya Li Sun Huan, peringkat tiga dalam Buku Senjata susunan Pek Hiau Sing, telah menewaskan Shang Guan Jin Hong, tokoh nomor dua. Sebelumnya,

Shang Guan Jin Hong telah membunuh Thian Ki Lojin, tokoh nomor satu. Dengan demikian, secara otomatis peringkat Li Sun Huan naik ke urutan pertama.

Panji Tengkorak Darah
(Ko Lo Hiat Ki)
Disadur : SD Liong
Dengan niat membalas dendam kematian orang tuanya, Thian leng nekad menyatroni tempat Sang pemilik Panji Tengkorak Darah yang sudah memakan banyak korban,

dikarenakan suatu sebab dia akhirnya dia dilepaskan dan tidak dibunuh.
Adanya kesalahpahaman dengan 9 partai dalam suatu pertempuran Thian leng dihajar hingga terjatuh ke jurang yang dalam, dari kesialan menjadi keberuntungan,

akhirnya bertemu dengan salah seorang Su Mo (4 Iblis) mendapatkan sebuah ilmu pukulan Lui Hwee Ciang . Atas petunjuknya Thian Leng akhirnya bertemu dengan

seorang tokoh sakti yang mempunyai ilmu meramal. Ia sudah meramalkan bahwa Thian Leng akan datang, dan sebuah pil Kong Yan Sin Tan diberikan untuk

menyempurnakan ilmu Lui Hwee Ciangnya. Bukan Cuma itu saja Thian leng bahkan mendapatkan sebuah peta Telaga Darah yang berisi tempat suatu ilmu sakti dismpan

tanpa disadarinya.
Belum lagi pertemuannya dengan sorang pengemis yang memberikannya sebuah lencana Kiu Pang Tong Pay membuatnya didaulat sebagai Ketua Kay Pang (Partai

Pengemis).
Pertikaian antara jago jago sakti perkumpulan “Sin Bu Kiong” dan “He Gak” (Neraka Hitam) dan Thian Leng yang dibekingi Partai Thiat Hiat Bun yang berasal

dari luar tionggoan, dan misteri dari siapakah orang tua Thian Leng yang sebenarnya membuat cerita ini boleh dibilang sangat seru untuk dibaca.
Diakhirnya siapakah diantara 3 gadis yang akan dipilihnya sebagai istrinya? Apakah Ki Seng Wan anak angkat Ketua Sin Bu Kiong yang menyerahkan kesuciannya

dalam upaya menolong jagoan kita ini, atau Lu Bu Song anak Ketua Thiat Hiat Bun, atau Cu Giok Bun anak dari pemilik Panji Tengkorak Darah? Ataukah ketiga

wanita cantik itu diperistrinya semua……….

Seri – PENDEKAR BINAL
(Pendekar Binal, Bakti Binal, Bahagia Binal)
Karya : Khu Lung – Disadur : Gan KL
Salah satu karya Khu Lung yang sangat fenomenal dan bagi penggemar cersil saya sarankan untuk dibaca. Dikarenakan cerita ini sampai 5 kali saya baca

berulang-ulang. Ini adalah karya Gan KL yang paling terbaik sepanjang masa (lihat di buku ada komentarnya). Unsur Komedi sangat terasa di cerita ini. Pernah

dibuat seri Buku Komiknya dengan Judul : Tapak Sakti (ceritanya menggantung….) dan TWINS (sampai saat ini serinya belum tamat).
Bercerita tentang sepasang saudara kembar yang terpisah karena siasat licik dari pembunuh kedua orangtuanya, setelah besar mereka akan diadu untuk saling

membunuh. Siau Hi Ji di didik di Ok Jin Kok (Lembah Penjahat) yang dihuni para penjahat yang paling sadis didunia sedangkan saudaranya Hoa Bu Koat dididik di

Istana Bunga (penghuninya perempuan semua) yang pemiliknya adalah pembunuh kedua orang tuaya.
Sia Hi Ji mempunyai sifat yang suka mengerjain orang lain sampai semaput, walaupun ilmunya sebenarnya tidak terlalu tinggi, sedangkan kembarannya Hoa Bu Koat

selalu bersikap selayaknya seorang lelaki sejati.
Mereka berdua mempunyai seorang Paman angkat yang sangat Sakti yaitu Yan lam Thian si pendekar pedang no 1 dunia . Kisah ini sangat menarik karena

menampilkan sisi dari kedua kembaran yang sudah lama terpisah ini . Akal licik dan kepintaran mulut yang menjadi andalan dari Siau Hi Ji sanggup mengatasi

setiap tokoh sakti yang berilmu sangat tinggi, bahkan Ih Hoa Kiongcu (Penguasa Istana Bunga) yang sangat ditakuti umat persilatan dipermainkannya

habis-habisan. Ketemu batunya ketika ia bertemu dengan wanita cantik di markas Pemimpin Gerombolan Penjahat “Cap Ji She Shio” yang kecerdikan & kepintaran

wanita ini melebihi jagoan kita ini. He he he…
Diakhir cerita ini akan dituturkan pertarungan antara jago pedang No.1 Yan Lam Thian dengan Ih Hoa Kiongcu manakah yang lebih unggul antara ilmu “Baju

Pengantin”dan “Beng Giok Kang” ? Dan perlu diketahui Ilmu Beng Giok Kang nya Ih Hoa Kiongcu muncul kembali di cerita “Pendekar Baja” karya Khu Lung, dimana

seorang anak muda bernama Sim Long (tokoh utama cerita Pendekar Baja) menguasainya.
Ditulis dalam Karya Khu Lung, Resensi Cersil | Bertanda Gan KL, Khu Lung, PENDEKAR BINAL | Tinggalkan sebuah komentar »

KUDA BINAL KASMARAN
Seri: 7 Senjata
Karya : Khu Lung – Disadur : Gan KH
Hidup Siau Ma alias Si Kuda Binal berantakan sejak ditinggal pergi Siau Lin, kekasihnya. Tanpa banyak pertimbangan, Siau Ma setuju untuk mengawal gadis

kaya-raya bersama adiknya yang sakit-sakitan untuk berobat ke Se ek. Perjalanan harus melewati Long-san (gunung serigala) untuk menghemat waktu.
Siau Ma segera mengumpulkan rekan-rekannya. Thio-gong cu, si tuli bertelinga tajam yang sangat jago membaca gerak bibir, Lo-bi si pecundang yang berjiwa

nekat dan Siang bu-gi, jago pedang yang suka menguliti manusia.Begitu menginjakkan kaki di Long-san, mereka dihadang dan diserang oleh banyak kelompok

serigala tanpa ampun. Dari serigala malam yang sadis sampai serigala siang yang jauh lebih sadis. Mereka harus menghadapi beberapa rintangan sulit. Ditambah

lagi Si Kuda Binal harus memilih menyelamatkan nyawa orang yang dicintainya atau nyawa teman-temannya. (sumber : http://ebook-gratis-kirara.blogspot.com)

PENDEKAR GELANDANGAN
(Pedang Tuan Muda Ketiga)
Karya : Khu Lung – Disadur : Tjan ID
Sam Sauya (Tuan Muda ketiga) dari keluarga Cia, Cia Siauhong adalah jago pedang nomor satu di kolong langit. Tigabelas Jurus Pedang Perenggut Nyawa milik Yan

Capsa terdiri dari 13 jurus, tapi 13 jurus itu masih belum cukup untuk mengalahkan Tuan Muda Ketiga dari keluarga Cia.Selama keduanya masih hidup, cepat atau

lambat Cia Siauhong dan Yan Capsa pasti bertemu untuk menentukan, siapa jago pedang nomor satu. Seseorang di kala berada di saat menjelang kematiannya, apa

yang biasanya dipikirkan? Apa yang kau pikirkan ketika itu? Jurus pedang itu, jurus pedang yang keempatbelas!
Seseorang apabila telah mengorbankan segenap kehidupannya untuk pedang, bagaimana mungkin di saat-saat menjelang kematiannya dapat memikirkan persoalan yang

lain? Tigabelas Jurus Pedang Perenggut Nyawa itu sendiri tidak terlalu menakutkan, yang menakutkan justru yang keempatbelas, dari mana datangnya jurus yang

keempatbelas? Yang pasti jurus keempatbelas itu ada ! Maksudmu kecuali Tigabelas Jurus Ilmu Pedang Perenggut Nyawa-nya, masih terdapat pula jurus yang

keempatbelas? Cia ciangkwe menghela nafas lebih berat lagi, katanya, “Ciongci menciptakan tulisan, setan dan malaikat menangis tersedu-sedu, kau menciptakan

jurus pedang itu, setan dan malaikat pun seharusnya melelehkan pula air matanya!
Jurus pedang itu telah membocorkan rahasia langit dan kehilangan perintah langit. Perintah Langit hanyalah kebajikan. Setelah terciptanya jurus pedang itu,

semenjak detik itu, entah masih ada berapa banyak orang lagi yang bakal tewas di ujung pedang tersebut…? Benarkah Tuan Muda Ketiga dari keluarga Cia kalah

oleh jurus ke-14 Yan Capsa? Atau…malah jurus ke-15. (sumber : http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

ANAK BERANDALAN
(Cinta Kelabu Seorang Pendekar)
Karya: Khu Lung Disadur: Gan K. H
Siau Cap-it-long, ia dianggap sebagai berandal besar, penjahat yang keji dan telengas, karena difitnah.
Ada yang memalsukan dirinya dalam melakukan kejahatan, merampok, memperkosa, maka ia dianggap sebagai musuh dunia persilatan.
Sim Bik-kun, wanita cantik, istri Lian Shia-phik, tokoh muda yang disegani dalam dunia Kangouw, berulang kali ditolong oleh Siau Cap-it-long. Semula Sim

Bik-kun menganggap Siau Cap-it-long sebagai berandal besar, namun setelah ditolong berulang kali tanpa memikirkan keselamatan jiwa sendiri, akhirnya …
Yang menarik dari buku ini adalah cerita tentang perasaan manusia. Suasana hati para tokoh-tokohnya yang dilanda cinta sangat menarik untuk dibaca. Boleh

dikatakan cara berceritanya membuat yang membaca ikut terhanyut mengikuti suasana hati mereka.
Bagaimanakah kisah cinta terlarang antara Siau Cap-it-long dengan Sim Bik-kun, apakah pada akhirnya Sim Bik-kun akan memilih diantara mereka? Dan bagaimana

dengan Hong Si-nio, apakah ia akan menemukan cintanya? Dan bagaimana pertarungan antara Siau Cap-it-long dengan manusia tersakti zaman ini? Akan sangat

menarik untuk diikuti. (http://ebook-gratis-kirara.blogspot.com)

BUJUKAN GAMBAR LUKISAN
Lambang Penangkal Maut dan
Misteri Lambang Penangkal Maut
Karya: Wu Lin Qiao Zi
Disadur : OKT
Tokohnya adalah Lie Tiong Hoa, seorang pemuda pelajar yang sebetulnya tidak ingin berkecimpung di dunia Kang Ouw karena kelicikan, kekejaman, dan dendam

permusuhan dalam Rimba Persilatan tidak mencocoki jiwanya yang suka hidup tenang tentram; namun
perjalanan hidup membuatnya terlibat satu demi satu pergolakan / perebutan di dunia Kang Ouw.
Setiap bergebrak, kehebatan ilmunya membuat pesilat lain tercengang, juga tidak pernah kalah, sehingga dikagumi orang dan namanya menjadi terkenal di

seantero jagat.
Dalam suatu bagian kisahnya, Lie Tiong Hoa mengejar seorang lawan (bukan dikejar) sampai ke tepi sebuah jurang. Lawannya itu langsung terjun, sehingga Lie

Tiong Hoa terheran-heran. Selagi bengong dan pikirannya melayang-layang, lawannya muncul lagi di belakangnya dan
mendorongnya hingga terjatuh ke jurang. Ia selamat karena bertemu dengan kera besar berbulu tebal. Ia lalu mengikuti kera tsb memasuki gua berliku-liku dan

bertemu dengan seorang sakti – Ay Sian (Dewa Katai) dari See Hek yang sedang bertapa mencari pemecahan ilmunya sampai 20 tahun. Karena ia tanpa sengaja

berhasil membantu memecahkan masalah tsb, maka ia diberi pelajaran Ie Hoa Tjiap Bok (Memindahkan Bunga Menyambung Pohon) – ilmu mengibas untuk membalikkan

tenaga dalam, seumpama meminjam tombak lawan untuk
menembus tameng lawan itu sendiri, semacam ilmu dengan tenaga setail melemparkan batu sekati, seperti ilmu sakti perguruan Lu Su Nio (serial Thian San) atau

seperti juga ilmu sakti keluarga Buyung (Pendekar Tayli).
Dalam suatu perjalanan, ia dan seorang gadisnya yang membawa cangkir mustika dihadang oleh kepala pengawal istana yang membawa beberapa pesilat tangguh.

Karena ia tidak ingin dikenali oleh kepala sie-wie tsb, maka ia menghindar sebelum bertemu sambil mengeluarkan Ie Hoa Tjiap Bok untuk menumbangkan

pohon-pohon di hutan itu. Si kepala sie- wie dan para pesilat itu tidak percaya bahwa hal itu bisa dilakukan dengan tenaga manusia, sehingga lebih

mempercayai penyebabnya adalah kejadian alam (gempa).
Ia juga bisa melayang tinggi dengan ilmu ringan tubuh dan tenaga dalamnya yang hebat, tetapi rasanya tidak ada istilah / perumpamaan “helikopter” atau “mesin

jet” … hehe.
Ia juga punya ilmu Hoei Wan Tjioe (Tangan Kera Terbang) yang bisa membuat tangannya mulur melebihi ukuran normal, yang sering mengejutkan lawan-lawannya.
Perjalanan asmaranya lebih luar biasa lagi. Semua tokoh gadisnya suka rela menyodorkan diri menjadi isterinya, rela dimadu, sehingga “terpaksa” ia menerima

nasib saja jodohnya dirangkap dengan 5 orang gadis (mestinya bisa 6 orang, tetapi yang satu tidak diceritakan lagi). Berbeda dengan Wei Siau-po (Duke of

Mount Deer) yang aktif mendapatkan isteri-isterinya, Lie Tiong Hoa cenderung alim sesuai derajatnya sebagai anak orang berpangkat yang terpelajar. (sumber :

http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

KISAH SI BANGAU MERAH
Lanjutan : Kisah Si Bangau Putih
Karya Asmaraman S. Kho Ping Hoo
Episode ini diawali dengan cerita kedekatan hubungan Yo Han dan Tan Sian Li kecil. Karena watak Yo Han yang unik karena anti kekerasan sehingga tidak mau

belajar silat, Tan Sin Hong dan Kao Hong Li khawatir akan menular kepada Tan Sian Li, suami istri itu lalu merencanakan untuk menitipkan Yo Han pada sebuah

kuil, yang secara tidak sengaja bocor ke Yo Han hingga anak itu berencana untuk pergi atas inisiatif sendiri.
Sementara itu, perkumpulan Thian-li-pang dikenal sangat berambisi mengusir penjajah Mancu bekerjasama dengan Pek-lian-kauw berencana mengadu domba

perkumpulan-perkumpulan besar (Siauw-lim-pai, Bu-tong-pai, Go-bi-pai, dan Kun-lun-pai) yang mereka anggap sebagai penghalang perjuangan, rencana ini berjalan

dengan mulus dan terjadilah kegemparan luar biasa akibat meningkatnya kekerasan di kang ouw.
Keluarga Pulau Es dan Istana Gurun Pasir secara tidak sengaja terkena getah dari pertikaian ini akibat menolong salah seorang sobat mereka dari salah satu

perkumpulan besar, bahkan Kao Cin Liong dan istrinya Suma Hui hampir saja menemui ajal jika saja tidak ditolong oleh Yok-sian Lo-kai. Merasa ada kejanggalan,

dua keluarga pedekar ini berinisiatif mempertemukan semua kelompok-kelompok yang bertikai untuk meredakan kekacauan, rencana ini berlangsung dengan baik,

akibatnya mereka semakin dibenci olehThian-li-pang dan Pek-lian-kauw.
Saat peristiwa besar itu berlangsung, Yo Han secara ajaib menarik perhatian Lauw Han Kui, wakil ketua Thian-li-pang, yang memang sedang mencari anak berbakat

untuk dipersembahkan kepada uwa-supeknya, Thian-te Tok-ong, yang sedang mencari murid. Keinginannya itu tercapai setelah menukarnya dengan 12 remaja yang

akan digunakan oleh Ang I Moli sebagai korban kesuksesan ilmu barunya. Dengan segera Yo Han berpindah tangan dan menjadi murid Thian-te Tok-ong yang secara

cerdik mengajarinya ilmu samadhi dan silat tangguh yang disamarkan menjadi ‘tarian’. Secara tidak sadar,Yo Han yang membenci silat justru perlahan terbentuk

menjadi pendekar pilih tanding, bahkan Ang I Moli sendiri yang kemudian datang memamerkan ilmu barunya hanya bisa mencak-mencak karena cuma bisa imbang

melawan Yo Han. Tan Sian Li sendiri juga berkembang menjadi pendekar wanita tangguh setelah mendapat gemblengan langsung dari ayah dan ibunya.
Yo Han yang merasa iba dengan seorang tahanan misterius, masuk ke dalam sumur dengan maksud untuk menolongnya. Keberuntungan menghampirinya karena tahanan

itu ternyata adalah Ciu Lam Hok—orang termuda dan terhebat dari 3 serangkai pendiri Thian-li-pang—yang dicurangi oleh kedua kakak seperjuangannya karena

perbedaan faham mengenai arah Thian-li-pang. Mengetahui hal itu, Thian-te Tok-ong dan Ban-tok Mo-ko murka dan mengubur sumur itu dengan bebatuan dengan

harapan keduanya tewas, namun mereka tidak menyangka bahwa di dalam sumur itu ada gua lain yang membaut keduanya selamat. Yo Han pun diangkat menjadi murid

Ciu Lam Hok—yang berhasil meruntuhkan prinsip Yo Han mengenai silat—dan mewarisinya dengan ilmu super sakti yang belum pernah tampil di dunia luar, Bu-kek

Hoat-keng.
Yo Han sendiri yang telah berubah menjadi pendekar yang sulit dicari tandingannya, keluar dari gua untuk melaksanakan 3 amanat gurunya sebelum meninggal,

yaitu: mengembalikan Thian-li-pang ke jalan kebenaran, mencari Ciu Ceng adik gurunya, dan menemukan kembali mutiara hitam di tanah selatan (Miauw).
Bagaimana hubungannya dengan Tan Sian Li yang pada dasarnya tidak disetujui oleh Tan Sin Hong suami istri…

KISAH SI BANGAU PUTIH
Karya Asmaraman S. Kho Ping Hoo
Kisah Si Bangau Putih merupakan episode ke-14 dari cerita silat fiksi Bu Kek Sian Su karya A. S. Kho Ping Hoo. Episode ini merupakan sambungan langsung dari

episode sebelumnya Suling Naga dan kemudian akan dilanjutkan lagi ceritanya dalam episode ke-15 berjudul Kisah si Bangau Merah.
Episode ini meski masih kental diwarnai oleh kiprah keluarga Pulau Es namun sebenarnya yang menjadi sentral dalam ceritanya adalah keluarga Istana Gurun

Pasir. Cerita dalam episode ini memperjelas terkikisnya dominasi marga Suma (keluarga Pulau Es), Kao (keluarga Gurun Pasir), dan Kam (keluarga Suling Emas)

mengingat keturunan terakhir mereka semuanya adalah perempuan. Tokoh sentral dalam cerita ini adalah Pendekar Bangau Putih Tan Sin Hong, Kao Hong Li, Suma

Lian, dan Gu Hong Beng.
Kisah ini dimulai dengan kunjungan Tiong Khi Hwesio (Wan Tek Hoat) ke Istana Gurun Pasir. Keisengan mereka bertiga yang coba-coba menantang ganasnya badai

pasir malah mempertemukan mereka dengan Tan Sin Hong kecil yang sedang mencoba menolong ibunya yang sudah meninggal. Mereka kemudian menolong anak ini dan

memutuskan untuk mengangkatnya sebagai murid dan pewaris terakhir ilmu-ilmu sakti yang mereka miliki.
Tan Sin Hong yang sedang mempelajari jurus gabungan intisari ilmu-ilmu dari ketiga gurunya, Pek-ho Sin-kun (Silat Sakti Bangau Putih), dilarang untuk

mengeluarkan sin-kang dan melakukan gerakan silat selama 1 tahun penuh. Malang tak dapat ditolak, justru di saat ketiga gurunya sedang dalam kondisi lemah

setelah menyalurkan sin-kangnya ke Tan Sin Hong, terjadi penyerbuan ke Istana Gurun Pasir oleh Sin-kiam Mo-li dan komplotannya. Kakek Kao Kok Cu dan istrinya

Wan Ceng, serta iparnya Tiong Khi Hwesio gugur dengan gagah berani setelah menewaskan sebagian besar menyerangnya, meski tetap gagal menewaskan Sin-kiam

Mo-li yang bahkan menyita Ban-tok-kiam dan Cui-beng-kiam. Tan Sin Hong menyempurnakan jasad guru-gurunya dengan membakarnya beserta seluruh bangunan Istana

Gurun Pasir. Keputusan Sin-kiam Mo-li untuk tidak membunuh Tan Sin Hong yang dianggapnya tidak punya kemampuan silat akan menjadi bumerang baginya kelak. Tan

Sin Hong yang lolos dari maut kemudian menyepi di sebuah hutan untuk menuntaskan puasa silatnya selama satu tahun.
Setahun kemudian, Tan Sin Hong memutuskan untuk mengungkap misteri kematian orang tuanya lebih dulu sebelum menyampaikan kabar duka kematian penghuni Istana

Gurun Pasir ke keluarga Kao Cin Liong. Meski awalnya cukup rumit karena terbunuhnya setiap orang yang punya kaitan dengan peristiwa itu, namun akhirnya

muncul titik terang yang mengarahkan pelakunya adalah orang-orang Tiat-liong-pang……

Cinta Bernoda Darah
Asmaraman S. Kho Ping Hoo
Cerita ini menyambung langsung kisah sebelumnya “Suling Emas”. Cerita dalam episode ini nantinya akan dilanjutkan dalam episode berikutnya berjudul Mutiara

Hitam.
Dalam episode ini, keluarga Kam (keluarga Suling Emas) akan meneruskan kiprahnya sebagai protagonis utama, sedangkan marga Suma (merupakan cikal bakal dari

Pendekar Super Sakti Suma Han) baru akan memulainya, meski kebanyakan sebagai antagonis. Episode ini akan meneruskan kembali petualangan Pendekar Suling Emas

Kam Bu Song, sepak terjangnya dan kisah asmaranya.
Episode ini diawali beberapa tahun setelah episode sebelumnya. Di puncak Thai-san, awal musim semi, banyak berdatangan manusia yang mengharapkan sedikit

petunjuk dari Bu Kek Siansu, termasuk di antaranya adalah tokoh-tokoh dari partai-partai ternama dunia persilatan. Namun ketenangan puncak menjadi ternoda

saat tiba-tiba datang 3 orang dari Thian-te Liok-koai (Enam Setan Dunia), yaitu: Hek-giam-lo (Maut Hitam) Bayisan, It-gan Kai-ong (Raja Pengemis Mata Satu)

Pouw Kee Lui, dan Siang-mou Sin-ni (Dewi Rambut Harum) Coa Kim Bwee.
Mareka lantas membunuhi anggota dari partai-partai ternama itu hanya untuk kesenangan. Kim-siauw-eng (Pendekar Suling Emas) Kam Bu Song yang datang kemudian

malah ditawur oleh ketiganya, meski secara diam-diam Bu Kek Siansu menolongnya dan membuat ketiga penjahat itu kabur. Bu Kek Siansu lantas menurunkan 2 ilmu

baru kepada Kam Bu Song sesuai dengan wataknya sebagai orang lurus dan terpelajar.
Setelah kepergian Kam Bu Song, ketiga penjahat itu muncul lagi dan meminta Bu Kek Siansu menurunkan ilmu yang sama dengan yang tadi diberikan pada Kam Bu

Song. Namun karena dasar berbeda, mereka bukannya paham tapi malah menganggap Bu Kek Siansu mempermainkan mereka, marah karena itu, mereka menyerang Bu Kek

Siansu dan merampas khim (kecapi) serta kitab Tiong Yong miliknya…..

Suling Naga
Asmaraman S. Kho Ping Hoo
Suling Naga adalah Episode ke-13 dari serial Bu Kek Sian Su karya A. S. Kho Ping Hoo. Episode ini menandai berakhirnya era keluarga Suma sebagai tokoh utama

pria dan digantikan oleh beberapa tokoh dari luar, meski untuk tokoh utama wanita dan ilmu-ilmu yang diturunkan sebagian masih bersumber dari keluarga Suma.

Episode ini merupakan sambungan langsung dari episode ke-12 berjudulKisah Pendekar Pulau Es, dan ceritanya berlanjut ke episode ke-14 berjudul Kisah si

Bangau Putih.
Suling Naga (Liong-siauw-kiam) sendiri merupakan nama dari senjata sakti (fiktif) berbentuk suling dengan sisi yang tajam seperti pedang, terbuat dari kayu

langka yang direndam dalam ramuan penguat sehingga kekuatannya bahkan melebihi baja. Turun temurun dimiliki oleh pertapa di Himalaya hingga akhirnya

diwariskan kepada Sim Houw. Pesilat yang memegang pusaka ini berhak menyandang gelar Pendekar Suling Naga.
Diawali dengan peralihan kepemilikan Liong-siauw-kiam (Pedang Suling Naga) milik Pek-bin Losian kepada Sim Houw, putra dari Pendekar Pedang Naga Siluman Sim

Hong Bu, melalui pertarungan yang dimenangkan oleh Sim Houw. Senjata pusaka ini secara unik sangat serasi dengan gabungan ilmu suling emas yang diwarisinya

dari Pendekar Suling Mas II Kam Hong serta ilmu pedang naga siluman yang diwarisi dari ayahnya sendiri.
Di saat yang sama, tokoh sesat sakti Sam-kwi (3 Iblis) yang sangat berambisi menghancurkan keluarga Pulau Es dan merebut Liong-siauw-kiam menggembleng murid

baru bernama Can Bi Lan, namun hal itu justru menimbulkan iri suci-nya Bi-kwi (Iblis Cantik) Ciong Siu Kwi yang kemudian menyelewengkan semua ilmu yang

dipelajari Can Bi Lan hingga menyebabkan dia menjadi linglung dan keracunan hebat. Untungnya dia bertemu dengan pasangan keluarga Gurun Pasir Kao Kok Cu -

Wan Ceng yang mengobati dan mengangkatnya sebagai murid, bahkan dia dipinjami pedang maut Ban-tok-kiam (Pedang Selaksa Racun). Suma Ciang Bun yang mengembara

tanpa arah secara kebetulan mengangkat murid seorang anak bernama Gu Hong Beng yang diselamatkannya dari tangan kepala daerah lalim yang membunuh kedua

orangtua anak itu.
Tujuh tahun kemudian, Sim Houw telah tenar berjuluk Pendekar Suling Naga, selalu mendapat gangguan dari murid-murid Sam-kwi yang berniat merebut senjatanya.

Dalam satu kesempatan, Gu Hong Beng yang seperjalanan dengan Can Bi Lan (setelah lari dari sucinya) bersua dengan tokoh sesat Sai-cu Lama yang berhasil

merampas Ban-tok-kiam. Senjata yang kemudian digunakan untuk menculikSuma Lian, putri pendekar sakti Suma Ceng Liong, serta membunuh neneknya Teng Siang In.

Namun sebelum meninggal, nenek ini sempat menyuruh Gu Hong Beng untuk bersumpah agar kelak menikahi Suma Lian. Sumpah yang membuat Gu Hong Beng minder

berhadapan dengan seluruh keluarga besar Pulau Es. Sebelum itu, Can Bi Lan sempat menolak cinta dari 2 pria sekaligus, Gu Hong Beng dan pewaris Lembah Naga

Siluman, Cu Kun Tek, kejadian yang kemudian berbuntut panjang.
Di istana, calon perdana menteri Hou Seng yang lalim punya keinginan untuk melanggengkan cengkeramannya atas Kaisar Kian Liong, sehingga dia berupaya

mengumpulkan orang-orang berkemampuan tinggi untuk menjaga dirinya serta menghabisi saingan-saingannya, termasuk diantara korbannya adalah seorang menteri

jujur bernama Pouw Tong Ki dan keluarganya yang dituduhnya melakukan makar. Tapi kakek sakti Bu-beng Lo-kai (Pengemis Tua Tanpa Nama) Gak Bun Beng berhasil

menyelamatkan satu-satunya putri keluarga itu (Pouw Li Sian) serta membebaskan cucunya Suma Lian dari penculikan, kedua bocah itu kemudian diangkat murid dan

berikrar sebagai saudara angkat. Gak Bun Beng sendiri menjadi pengelana tanpa tujuan setelah meninggalanya Milana istrinya karena tekanan batin akibat kedua

putra kembarnya–Gak Jit Kong dan Gak Goat Kong (Beng-san Sian-eng atau Sepasang Garuda dari Beng-san)–jatuh cinta dan menikah hanya dengan satu wanita–Souw

Hwi Lan–yang tidak lain murid mereka sendiri.
Pertikaian antara pendekar beraliran lurus dengan tokoh-tokoh sesat bawahan Hou Seng setelah diadakan pibu 7 lawan 7 yang dimenangkan oleh para pendekar.

Dalam pibu ini Kim Hwa Nio-nio (suci Sam-kwi), Sam-kwi, Sai-cu Lama, dan beberapa tokoh Pek-lian-kauw dan Pat-kwa-kauw tewas, tetapi Bi-kwi diampuni oleh

sumoinya. Kekuasaan Hou Seng mulai melemah sejak saat itu.
Namun setelah itu, Kao Hong Li, putri dari Kao Cin Liong dan Suma Hui, diculik oleh pendeta yang mengaku bernama Ang I Lama, padahal dia adalah samaran dari

Sin-kiam Mo-li, murid terkasih Kim Hwa Nio-nio. Akibatnya terjadi kesalahpahaman antara keluarga itu dengan kalangan pendeta jubah merah (Lama). Apalagi

kematian Ang I Lama tak lama kemudian saat berusaha menyelamatkan Kao Hong Li malah memperkeruh suasana karena kunjungan keluarga itu sebelumnya ke Tibet.

Kesalahpahaman antara Can Bi Lan dan Gu Hong Beng memanas akibat dia membantu suci-nya yang telah bertobat untuk membebaskan petani berhati satria yang

dicintainya, Yo Jin. Karena sebelumnya Bi-kwi sempat bertempur dengan Suma Ciang Bun demi kebebasan Yo Jin dan hampir menewaskannya. Untuk membersihkan

namanya, dia jauh-jauh pergi ke Gurun Pasir ditemani oleh Sim Houw untuk menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya, dalam perjalanan inilah benih cinta

antara keduanya bersemi. Suami istri penguasa Gurun Pasir menugaskan dia untuk mencari Kao Hong Li sampai ketemu untuk bisa mencuci namanya, saat itulah Can

Bi Lan bersumpah tidak akan menikah dengan Sim Houw sebelumnya tugasnya berhasil, hal yang membuat keluarga besar Pulau Es dan Gurun Pasir terkesan atas

kelurusan watak serta keteguhan hatinya.

SULING EMAS
Asmaraman S. Kho Ping Hoo
Buku Suling Emas mengisahkan tentang seorang pendekar yang dijuluki Kim Mo Eng (setan berhati emas), yang dalam suatu kesempatan bisa bertemu dan mendapatkan

petunjuk ilmu silat dari Bu Kek Siansu (manusia setengah dewa) . Julukan ini memang sesuai dengan watak Kim Mo Eng yang memiliki nama asli Kwee Seng. Dia

memiliki gerakan silat seperti setan dan memiliki hati seperti emas karena suka menolong yang lemah. Ilmu silat yang dia pelajari dan telah disempurnakan

oleh Bu Kek Sian Su adalah ilmu silat dengan menggunakan senjata dari suling dan kipas.
Kim Mo Eng jatuh cinta pada seorang gadis yang bernama Liu Lu San, tetapi cintanya ini bertepuk sebelah tangan sehingga membuat dirinya kecewa. Kim Mo Eng

Memiliki seorang murid yang bernama Kam Bu Song, yang merupakan anak dari Liu Lu Sian. Kam Bu Song inilah yang akhirnya memiliki julukan Suling Emas. Dia

memiliki seluruh ilmu Kim Mo Eng, dan mendapatkan beberapa petunjuk ilmu silat dari Bu Kek Sian Su. Buku ini juga menceritakan sepak terjang Kim Mo Eng dan

muridnya Suling Emas dalam memberatas kejahatan.
Ksah dalam episode ini tidak menyambung secara langsung dari episode sebelumnya, namun terjadi setelah sang tokoh utama, Kwee Seng, telah terkenal di dunia

persilatan dengan julukan Kim-mo-eng (Pendekar Setan Berhati Emas) dengan jurus-jurus andalannya yang telah disempurnakan oleh manusia setengah dewa Bu-kek

Sian Su.

BU KEK SIANSU
Asmaraman S. Kho Ping Hoo
Bu Kek Siansu adalah sebuah karakter khayalan hasil karya Kho Ping Hoo, dan merupakan serial bersambung terpanjang terbaik disamping seri Pedang kayu Harum

(Siang Bhok Kiam). Ia dikisahkan pada masa kecilnya disebut Anak Ajaib (Sin Tong) karena dalam usianya yang amat muda telah memiliki kepandaian dalam

mengobati berbagai penyakit. Kebiasaannya menjemur diri di sinar matahari pagi dan di bawah terangnya bulan purnama, menguatkan tulang dan membersihkan

darahnya sehingga menarik minat kaum datuk persilatan untuk mengangkatnya menjadi murid.
Perebutan atas diri bocah ajaib yang bernama Kwa Sin Liong, anak tunggal dari Keluarga Kwa di kota Kun-Leng, akhirnya dimenangkan oleh Pangeran Han Ti Ong.

Seorang sakti keturunan raja yang bertempat tinggal di sebuah tempat yang mendekati dongeng di laut utara, yang dikenal di kalangan kangouw (sungai-telaga)

dengan nama Pulau Es yang konon Istana yang ada dipulau es terdapat banyak sekali kitab-kitab sakti..
Kelak Kwa Sin Liong menjadi pewaris Pulau Es, setelah kerajaan yang dipimpin Han Ti Ong musnah disapu banjir besar (tsunami?). Dia kemudian disebut-sebut

sebagai manusia dewa. Dia punya kebiasaan menurunkan satu jenis ilmu silat setiap awal musim semi. Ilmu yang didapat Kam Bu Song (Suling Emas) bersumber

darinya.
Namun secara resmi Bu Kek Siansu hanya mempunyai tiga orang murid, yakni Kam Han Ki, Maya dan Khu Siauw Bwee. Nama Bu kek Sian Su terakhir kali muncul di

dunia Kangouw pada kisah “Istana Pulau Es”

DAFTAR KARAKTER CERSIL KARYA KHO PING HOO
Serial PENDEKAR SAKTI (Bu Pun Su)

Lu Kwan Cu
Lu Kwan Cu adalah nama asli Pendekar Sakti Bu Pun Su, tokoh sentral di serial ini, guru dari Pendekar Bodoh Sie Cin Hai dan wanita sakti Ang I Nio-cu. Ilmu

silatnya yang hebat adalah kemampuannya untuk mengerti inti sari dari ilmu-ilmu lawannya. Dengan cara ini ia dapat menirukan jurus-jurus lawan untuk kemudian

melihat kelemahan-kelemahannya dan mengalahkannya. Ilmunya yang tersohor adalah Pek-in Hoat-sut dan Kong-ciak Sin-na. Sangat arif dan bijaksana, budiman

meski terkesan keras terhadap kejahatan. Meninggal di usia senja setelah mewariskan seluruh kepandaiannya kepada Sie Cin Hai.

Han Le
Han Le adalah sute (adik seperguruan) dari Bu Pun Su dari gurunya Ang Bin Sin Kai. Walaupun Han Le adalah sute dari Bu Pun Su, namun dia tidak menguasai ilmu

yang Bu Pun Su dapat dari kitab Im Yang Bu Tek Cin-Keng. Guru dari Lie Kong Sian (suami Ang I Nio-cu) dan Song Kun (ayah Song Kam Seng). Meninggal di usia

senja di pulau Pek-le-to saat menjalani hukuman yang dibuat Bu Pun Su akibat perbuatannya yang melanggar norma.

Kiang Liat
Kiang Liat adalah ayah dari Ang I Niocu Kiang Im Giok. Dia adalah murid dari Han Le, jadi masih terhitung murid kepokakan Bu Pun Su. Sebelum berguru kepada

Han Le, Kiang Liat sudah menguasai jurus jurus pukulan keluarga Kiang yang cukup ampuh. Berjiwa satria namun sangat sentimentil (mudah terbawa perasaan).

Meninggal akibat tidak kuat menanggung beban perasaan setelah secara salah membunuh pria yang dicintai putrinya, Ang I Niocu.

Kiang Im Giok
Kiang Im Giok adalah anak dari Kiang Liat. Karena ia suka memakai baju merah, nama julukannya adalah Ang I Niocu atau Dara berbaju merah. Ia menerima latihan

silat dari ayahnya dan kemudian diperkuat oleh beberapa jurus dari Bu Pun Su. Ang I Niocu juga menciptakan ilmu silat sendiri dinamakan tarian bidadari.

Keras hati dan sangat cantik sehingga digilai banyak pria. Menikah dengan Lie Kong Sian (juga murid Han Le) dan berputra Lie Siong. Meninggal saat menyerbu

kediaman Ban Sai Cinjin untuk membalas dendam kematian suaminya.

Sie Cin Hai
Sie Cin Hai lebih terkenal dengan julukan Pendekar Bodoh (karena tampangnya yang culun). Dia adalah murid dari Pendekar Sakti Bu Pun Su Lu Kwan Cu. Dia

mewarisi kepandaian utama dari Bu Pun Su, yaitu mengenal dasar-dasar gerakan ilmu silat. Sehingga dengan hanya memperhatikan gerakan pundak saja, dia tahu ke

arah mana serangan akan ditujukan oleh lawan. Ilmu-ilmu lain yang diwarisi dari Bu Pun Su antara lain Kong-Ciak-Sin-na atau Silat Merak Sakti dan

Pek-In-Hoat-Sut atau Sihir Awan Putih. Dengan bimbingan dari Ang I Niocu atau Dara Baju Merah, murid lain dari Bu Pun Su, Sie Cin Hai akhirnya menciptakan

Ilmu Pedang Daun Bambu, yang tercipta dengan membayangkan kekuatan dan kelemahan ilmu-ilmu pendekar-pendekar yang pernah dihadapinya.

Kwee Lin
Kwee Lin atau Lin Lin, teman masa kecil Sie Cin Hai yang akhirnya menikahinya, adik dari pendekar Kwee An. Periang, berjiwa petualang. Ibu dari Sie Hong Beng

dan Sie Hong Li (Lili).

Kwee An
Kwee An adalah pendekar dari Tiang-an, kakak dari Kwee Lin. Murid dari Eng Yan Cu dan secara tidak sengaja diangkat anak dan diwarisi ilmu oleh salah satu

datuk sesat, Pek Moko. Beristrikan Ma Hoa dan ayah dari Kwee Goat Lan.

Ma Hoa
Ma Hoa, putri pembesar Ma yang jujur dan berani. Diangkat murid oleh Nelayan Cengeng yang juga menjodohkannya dengan Kwee An. Ciri khasnya adalah rambutnya

yang dibiarkan terurai (tidak digelung atau ditali seperti umumnya) atas permintaan kekasihnya. Beruntung bisa mewarisi ilmu sepasang tongkat bambu kuning

dari tokoh tua sakti misterius, Hok Peng Taisu. (Source: Wikipedia Indonesia)

DAFTAR KARAKTER CERSIL KARYA KHO PING HOO
Serial PEDANG KAYU HARUM
(Siang Bhok Kiam)

Cia Keng Hong
Cia Keng Hong merupakan murid tunggal dari tokoh yang berjuluk Sin Jiu Kiam-ong. Pedang Kayu Harum (Siang-Bhok-Kiam) adalah warisan dari gurunya. Secara

ajaib memiliki ilmu Thi-Khi-i-Beng yang dapat menyerap sin-kang orang yang disentuhnya. Selain itu ilmu andalannya adalah Thai-kek Sin Kun. Kelak dia

mendirikan Cin-ling-pai, perguruan silat yang namanya sejajar dengan partai terkenal lainnya. Menikah dengan Sie Biauw Eng dan mempunyai 2 anak, Cia Keng

Hong dan Cia Bun Houw. Meninggal di usia senja karena terluka dalam akibat keroyokan nenek sesat Hek-hiat Mo-li dan muridnya Kim Hong Liu-nio, namun

sebelumnya sempat mewariskan seluruh kesaktiannya kepada cucunya sendiri, Cia Sin Liong. Merupakan tokoh sentral dari serial Pedang Kayu Harum. (SERIAL:

Pedang Kayu Harum, Petualang Asmara, Dewi Maut, Pendekar Lembah Naga)

Sie Cun Hong
Sie Cun Hong lebih terkenal dengan julukan Sin-jiu Kiam-ong (Raja Pedang Tangan Sakti), tokoh pertama pemilik Siang-bhok-kiam (Pedang Kayu Harum) sekaligus

guru tunggal Cia Keng Hong. Sangat sakti namun berwatak aneh, berbudi, ksatria, tapi tidak tabu melakukan hal-hal di luar norma. Banyak mempunyai musuh di

semua golongan, baik hitam maupun putih. Menebar permusuhan dengan banyak wanita karena luar biasa mata keranjang. Mati dengan meninggalkan teka-teki tempat

penyimpanan harta warisannya yang akhirnya berhasil dipecahkan oleh Cia Keng Hong dan membuatnya menjadi orang terkuat di Kang-ouw. (SERIAL: Pedang Kayu

Harum)

Sie Biauw Eng
Sie Biauw Eng merupakan anak di luar nikah dari Raja Pedang Tangan Sakti Sie Cun Hong (guru Cia Keng Hong) dan Lam-hai Sin-ni. Dia akhirnya menikah dengan

Cia Keng Hong dan dikaruniai 2 orang anak, yakni Cia Giok Keng dan Cia Bun Houw. Sebelum menjadi istri Cia Keng Hong, dia terkenal dengan julukan Song-bun

Siu-li (karena selalu berwajah dingin dan memakai pakaian putih) dan pandai memainkan sabuk sutra sebagai senjata utamanya. Dia dan Tan Hun Bwee sempat

menjadi murid dari nenek sakti sesat Go-bi Thai-houw Oh Hian Wi, meski kemudian berbalik memusuhinya. (SERIAL: Pedang Kayu Harum, Petualang Asmara, Dewi

Maut)

Gui Yan Cu
Gui Yan Cu adalah murid dari Tung Sun Nio (istri sah Sie Cun Hong), istri Yap Cong San dan ibu dari Yap Kun Liong dan Yap In Hong. Secara tidak langsung

merupakan sumoi dari Cia Keng Hong. Jenaka, berfikiran bebas, namun sangat setia. Tinggal di Leng-kok setelah menikah dan menjadi sin-she terkenal. Meninggal

terbunuh dalam pelariannya saat kediaman Theng Kiu (mantan pengawal kaisar, pembantu Panglima The Ho) diserbu oleh 5 Datuk Sesat (di serial Petualang

Asmara). (SERIAL: Pedang Kayu Harum, Petualang Asmara)

Yap Cong San
Yap Cong San merupakan murid dari Tiong Pek Hosiang (ketua Siauw-lim-pai), menikah dengan Gui Yan Cu serta ayah dari Yap Kun Liong dan Yap In Hong. Rendah

hati, sederhana, dan sangat bersahaja. Terkenal karena senjatanya, yakni sepasang mouw-pit hitam putih dan senjata rahasia berupa koin tembaga. Bahu membahu

menjadi pembela kebenaran dengan istri dan 2 sahabatnya, Cia Keng Hong dan Sie Biauw Eng. Dia dan istrinya meninggal terbunuh oleh 5 Datuk sesat. (SERIAL:

Pedang Kayu Harum, Petualang Asmara)

Bhe Cui Im
Bhe Cui Im mempunyai julukan Ang-kiam Tok-sian-li (Dewi Racun Berpedang Merah), merupakan suci dari Sie Biauw Eng semasa masih menjadi murid Lam-hai Sin-ni,

dan secara tidak langsung menjadi sumoi Cia Keng Hong setelah bersama-sama menemukan harta warisan Raja Pedang Sie Cun Hong yang membuatnya menjadi penjahat

dengan kesaktian luar biasa sehingga dijuluki Ang-kiam Bu-tek (Pedang Merah Tanpa Tanding). Sangat cabul, culas, serta sadis, meski juga sangat cantik.

Sepanjang hidupnya dicurahkan untuk menghancurkan kehidupan Cia Keng Hong yang dianggap menolak cintanya. Sempat menjadi murid Go-bi Thai-houw (Ratu Go-bi)

Oh Hian Wi sebelum akhirnya tewas di tangan Cia Keng Hong. (SERIAL: Pedang Kayu Harum)

Kiang Tojin
Kiang Tojin merupakan murid pertama Thian Seng Cinjin, ketua Kun-lun-pai. Gagah, jujur, budiman, dan penuh welas asih. Menjadi ketua baru Kun-lun-pai meski

sebelumnya sempat dikudeta oleh sutenya, Sian Ti Tojin. Kiang Tojin adalah orang yang menemukan dan membesarkan Cia Keng Hong sebelum diambil murid oleh Raja

Pedang Sie Cun Hong. Cia Keng Hong menghormati tokoh ini seperti orang tuanya sendiri, tidak heran jika dia mau menyerahkan kitab warisan pendiri Kun-lun-pai

yang berisikan ilmu yang diidamkan pendekar seluruh kang-ouw, Thai-kek Sin-kun, kepadanya.

Ouw-yang Tiong
Ouw-yang Tiong merupakan tokoh tua sakti mandraguna berjuluk Tiong Pek Hosiang, ketua lama Siauw-lim-pai sebelum akhirnya mengundurkan diri (dan digantikan

oleh murid tertuanya, Thian Kek Hwesio) demi nama baik Siauw-lim-pai setelah skandal cinta segitiga di masa mudanya dengan Tung Sun Nio dan Raja Pedang Sie

Cun Hong dibongkar oleh Go-bi Thai-houw Oh Hian Wi. Suhu dari Yap Cong San serta sebagian besar pemuka Siauw-lim-pai. Meninggal dengan damai di usia senja

setelah mewariskan ilmu-ilmu sakti ciptaannya kepada Yap Kun Liong, putra Yap Cong San.

Tung Sun Nio
Tung Sun Nio adalah istri Raja Pedang Sie Cun Hong di masa mudanya, berantakan karena terlibat cinta segitiga dengan Tiong Pek Hosiang. Penghuni pertama

Cin-ling-san (cikal bakal Cin-ling-pai) dan subo dari Gui Yan Cu. Meninggal saat pernikahan Cia Keng Hong – Sie Biauw Eng dan Yap Cong San – Gui Yan Cu

setelah bertarung mati-matian melawan nenek sakti Go-bi Thai-houw Oh Hian Wi, mantan pembantunya.

Bun Hoat Tosu
Bun Hoat Tosu atau Bu Beng Tosu, merupakan ketua lama Hoa-san-pai. Suhu pertama dari Yap Kun Liong meski tidak pernah mau diakui sebagai guru. Sangat

bijaksana dan berjiwa petualang. Rasa penasarannyalah yang membuat dia mampu menciptakan ilmu yang sanggup menetralisir kehebatan ilmu yang paling ditakuti

di dunia kang-ouw, Thi-Khi-i-Beng. Di usia yang sangat tua, dia sempat mewariskan ilmu-ilmunya kepada Yap Mei Lan, sebelum akhirnya meninggal dengan damai

saat bertanding catur melawan Kok Beng Lama. (SERIAL: Pedang Kayu Harum, Petualang Asmara, Dewi Maut)

Thian-te Sam-lo-mo
Thian-te Sam-lo-mo (Tiga Iblis Tua Langit Bumi) merupakan 3 kakek sesat sakti yang sezaman dengan Raja Pedang Sie Cun Hong. Yang tertua berjuluk Kai-ong

Lo-mo (Iblis Tua Raja Pengemis), disusul Bun-ong Lo-mo (Iblis Tua Raja Sastra), dan yang termuda bernama Thian-to Lo-mo. Sempat mundur dari kang-ouw setelah

kalah bertarung melawan Raja Pedang Sie Cun Hong, dan kembali lagi sepeninggalnya. Sangat terobsesi mengalahkan Raja Pedang hingga bersusah payah menantang

muridnya, Cia Keng Hong, meski akhirnya kalah dan terbunuh oleh Thi-Khi-i-Beng. (SERIAL: Pedang Kayu Harum)

Yap Kun Liong
Yap Kun Liong adalah keponakan murid dari Cia Keng Hong, tetapi mewarisi ilmu Thi-Khi-i-Beng darinya. Sangat beruntung karena menjadi murid dari tokoh sakti

mantan ketua Hoa-san-pai, Bun Hwat Tosu (mendapat ilmu yang bisa menangkal Thi-Khi-i-Beng) dan mantan ketua Siaw-lim-pai, Tiang Pek Hosiang. Terakhir ia

malah secara kebetulan menemukan kitab ilmu silat sakti Keng Lun Tai Pun peninggalan raja besar Bun Ong di sebuah pulau. Berjiwa bebas dan digilai banyak

wanita. Ciri khasnya adalah kepalanya yang gundul plontos sejak kecil akibat terkena jarum racun Ouwyang Bouw, meski akhirnya tumbuh kembali setelah memakan

telur ular hitam. Mempunyai seorang putri (Yap Mei Lan) hasil hubungan semalamnya dengan Lim Hwi Sian yang mencintainya. Menikah dengan Pek Hong Ing, lalu

menikah lagi dengan Cia Giok Keng di usia senja setelah meninggalnya Pek Hong Ing. Merupakan tokoh sentral dalam serial Petualang Asmara. (SERIAL: Pedang

Kayu Harum, Petualang Asmara, Dewi Maut, Pendekar Lembah Naga, Pendekar Sadis)

Cia Giok Keng
Cia Giok Keng adalah anak dari pendekar besar Cia Keng Hong dan Sie Biauw Eng. Keras hati dan lincah. Menguasai hampir seluruh kepandaian orang tuanya

(kecuali Thi-Khi-i-Beng yang hanya diwarisi Yap Kun Liong). Sempat terbawa perasaan hingga hampir menikah dengan pemuda sesat Liong Bu Kong hingga akhirnya

diperistri oleh Lie Kong Tek. Mempunyai 2 orang anak: Lie Seng dan Lie Ciauw Si. Perselisihannya dengan Yap In Hong menyebabkan terbunuhnya Pek Hong Ing dan

Lie Kong Tek bunuh diri. Namun di usia senjanya dia malah berjodoh dengan Yap Kun Liong. (SERIAL: Pedang Kayu Harum, Petualang Asmara, Dewi Maut, Pendekar

Lembah Naga, Pendekar Sadis)

Pek Hong Ing
Pek Hong Ing merupakan putri dari ketua Lama Jubah Merah, Kok Beng Lama, hasil hubungan gelapnya dengan Pek Cui Sian. Murid Go-bi Sin-kouw dan sumoi dari

Lauw Kim In yang sangat melindunginya, sedikit banyak juga memperoleh ajaran dari ayahnya sendiri. Mengalami banyak petualangan semasa mudanya bersama Yap

Kun Liong yang akhirnya menikahinya. Sangat cantik, lembut dan bersahaja. Sempat dikira terbunuh oleh Cia Giok Keng sebelum akhirnya diketahui bahwa yang

membunuhnya adalah Yo Bi Kiok. (SERIAL: Petualang Asmara, Dewi Maut)

Lie Kong Tek
Lie Kong Tek merupakan murid dari Hong Khi Hoatsu. Meski tidak terlalu pandai ilmu silat, namun sangat jujur, tenang, dan bermental baja, hal yang membuatnya

dicintai oleh Cia Giok Keng, istrinya. Mempunyai 2 orang anak: Lie Seng dan Lie Ciauw Si. Meninggal bunuh diri demi menebus kesalahan istrinya. (SERIAL:

Petualang Asmara, Dewi Maut)

The Hoo
The Hoo adalah seorang panglima agung, laksamana dari kerajaan Beng. Panglima ini sangat terkenal hingga manca negara, berwibawa, jujur dan bijaksana, bahkan

tidak ada yang tahu pasti seberapa tinggi kesaktiannya mengingat orang-orang yang sedikit mendapat ilmu-ilmu tinggalannya saja sudah sulit untuk ditandingi.

Meski kemunculannya tidak terlalu menonjol, namun sepak terjang orang-orang yang punya hubungan dengannya (murid, pembantu, maupun orang yang mendapat

warisan ilmunya) terus bergaung di sepanjang serial ini. (SERIAL: Pedang Kayu Harum, Petualang Asmara)

Kok Beng Lama
Kok Beng Lama merupakan tokoh sakti pendeta lama dari Tibet, perawakannya tinggi besar dan perangainya menjurus tegas dan kasar, meski cenderung menjadi

pembela kebenaran. Sempat dihukum karena mencintai wanita hukuman Pek Cui Sian, hingga mempunyai seorang anak bernama Pek Hong Ing. Mempunyai sakit jiwa

setelah tahu istrinya meninggal dan anaknya hilang dalam pelarian. Selama hidupnya mempunyai 3 murid resmi: Cia Bun Houw, Lie Seng, dan Yap Mei Lan, meski

secara tidak sengaja sempat menurunkan ilmu andalannya kepada Yap In Hong dan Cia Sin Liong. Di akhir hayatnya, saat penyakit gilanya kambuh, dia menantang

Cia Keng Hong adu jiwa, pertarungan yang menyebabkan seluruh sinkangnya berpindah secara ajaib kepada Cia Sin Liong akibat Thi-Khi-i-Beng, kejadian yang

akhirnya merenggut nyawanya. (SERIAL: Petualang Asmara, Dewi Maut, Pendekar Lembah Naga)

Yap In Hong
Yap In Hong adalah adik dari Yap Kun Liong, lahir sejenak sebelum kematian kedua orangtuanya. Dibesarkan oleh wanita sakti sesat Yo Bi Kiok yang sangat

membenci laki-laki karena cintanya ditolak oleh Yap Kun Liong, akibatnya, selain sangat sakti karena mewarisi ilmu tinggalan bokor emas panglima The Hoo, dia

juga mewarisi sikap dingin gurunya. Bahkan secara tidak sengaja dia mewarisi Thian-te Sin-ciang dari Kok Beng Lama, yang juga guru dari orang yang dicintai

dan dinikahinya kelak, Cia Bun Houw. Menikah agak telat, dan mempunyai seorang putra, Cia Kong Liang. Merupakan tokoh sentral dari serial Dewi Maut. (SERIAL:

Petualang Asmara, Dewi Maut, Pendekar Lembah Naga, Pendekar Sadis)

Cia Bun Houw
Cia Bun Houw merupakan tokoh sakti dari Cin-ling-pai, putra kedua dari Cia Keng Hong dan Sie Biauw Eng. Selain menguasai seluruh kepandaian kedua orangtuanya

(kecuali Thi-Khi-i-Beng), dia juga menjadi murid pendeta sakti asal Tibet Kok Beng Lama. Sifatnya lurus, sedikit konyol, namun teguh pendirian. Saling

mencintai dengan Yap In Hong, meski menikahnya agak telat. Selain berputra Cia Kong Liang, dia juga mempunyai seorang anak lagi bernama Cia Sin Liong

(Pendekar Lembah Naga) hasil hubungan semalamnya dengan Liong Si Kwi akibat racun perangsang. Di usia senja, dia meneruskan kiprah ayahnya sebagai pemimpin

Cin Ling Pai. (SERIAL: Petualang Asmara, Dewi Maut, Pendekar Lembah Naga, Pendekar Sadis)

Hek-hiat Mo-li
Hek-hiat Mo-li adalah salah satu tokoh sakti sesat. Pasangannya berjuluk Pek-hiat Mo-ko. Mereka berdua merupakan guru dari raja Mongol Sabuthai, suami

permaisuri Khamila, ayah angkat dari Pangeran Ceng Han Houw. Sangat mendendam kepada mendiang panglima The Hoo, hingga berniat membalasnya kepada semua orang

yang berhubungan dengannya. Dalam pertempuran di lembah naga, dia kalah secara mengenaskan di tangan Yap In Hong dan pasangannya tewas oleh Cia Bun Houw.

Dengan muridnya dia mengeroyok Cia Keng Hong hingga terluka dalam dan meninggal. Namun dalam usahanya membantu Ceng Han Houw memberontak, nenek ini tewas di

tangan pendekar lembah naga Cia Sin Liong. (SERIAL: Dewi Maut, Pendekar Lembah Naga)

Cia Sin Liong
Cia Sin Liong atau Pendekar Lembah Naga adalah anak di luar nikah dari pendekar sakti Cia Bun Houw, ibunya bernama Liong Si Kwi yang berjuluk Ang-yan-cu

(Pendekar Walet Merah). Sin Liong yang secara tak sengaja bertemu dengan kakeknya Cia Keng Hong saat sedang bertanding maut dengan Kok Beng Lama. Dalam

kesempatan yang kritis ini Sin Liong memperoleh secara tak sengaja ilmu Thi-Khi-i-Beng dan juga tenaga dalam dari kedua kakek sakti tersebut. Selain itu ia

juga memperoleh ilmu-ilmu dari kitab warisan Bu-beng Hud-couw yang diberikan oleh Ouwyang Bu Sek. Ia mempunyai seorang kakak angkat yang berambisi menjadi

tokoh persilatan nomor satu, yaitu Pangeran Oguthai atau Ceng Han Houw. Menikah dengan teman masa kecilnya Bhe Bi Cu dan berputra Cia Han Tiong. Karena

jasanya, kaisar menganugerahkan Lembah Naga sebagai kediamannya. Merupakan tokoh sentral dari serial Pendekar Lembah Naga. (SERIAL: Pendekar Lembah Naga,

Pendekar Sadis)

Ceng Han Houw
Ceng Han Houw adalah pangeran dari 2 kerajaan sekaligus, ayahnya adalah Kaisar Ceng Tung dari kerajaan Beng, sedangkan ibunya adalah Permaisuri Khamila dari

kerajaan Mongol. Di samping lingkungan istana, gurunya yang merupakan salah seorang datuk sesat Hek-hiat Mo-li membentuknya menjadi pemuda yang sombong,

licik, namun luar biasa pintar. Persaingannya dengan adik angkatnya, Cia Sin Liong, mendorong dia ingin mendapatkan ilmu dari sumber yang sama, Bu-beng

Hud-couw, dan dia berhasil. Kesaktiannya membuat dia berani menantang seluruh jago-jago kang-ouw dan berkeinginan menjadi pendekar nomor 1 sejagad, bahkan

sampai merencanakan pemberontakan atas kerajaan Beng, meski akhirnya seluruh keinginannya musnah setelah kalah mengenaskan di tangan Cia Sin Liong. Kekalahan

yang menyebabkan dia sadar dan akhirnya memilih hidup tenang menyepi dengan istrinya yang amat setia, Lie Ciauw Si, hingga berputra Ceng Thian Sin (Pendekar

Sadis). Akhir hayatnya tragis, dikeroyok oleh pasukan dari 2 kerajaan sekaligus akibat tuduhan pemberontakan, meski begitu, keinginannya untuk sehidup semati

dengan istrinya akhirnya tercapai. (SERIAL: Pendekar Lembah Naga, Pendekar Sadis)

Ceng Thian Sin
Ceng Thian Sin atau Pendekar Sadis adalah putra dari Ceng Han Houw, pangeran sakti yang pernah ingin menjadi pendekar nomor satu di kolong langit, dan Lie

Ciaw Sie putri dari Cia Giok Keng. Thian Sin mewarisi ilmu kesaktian dari ayahnya, salah satunya adalah Hok Te Sin Kun. Selain itu Thian Sin juga mewarisi

Thi-Ki-I-Beng dari Cia Sin Liong. Bahkan atas bimbingan seorang pertapa himalaya, dia juga menguasai hoat-sut (sihir) yang sukar dicari tandingannya. Di masa

mudanya, Thian Sin terkenal sadis terhadap para penjahat. Thian Sin saling mencinta dan hidup bersama dengan Toan Kim Hong yang berjuluk Lam Sin (Malaikat

Selatan) dan mempunyai putri Ceng Sui Cin. Mereka tinggal di pulau Teratai Merah. Merupakan tokoh sentral dari 3 serial sekaligus: Pendekar Sadis, Harta

Karun Jenghis Khan, dan Siluman Guha Tengkorak. (SERIAL: Pendekar Sadis, Harta Karun Jenghis Khan, Siluman Guha Tengkorak, Asmara Berdarah)

Cia Han Tiong
Cia Han Tiong merupakan putra tunggal dari Pendekar Lembah Naga Cia Sin Liong, ibunya adalah Bhe Bi Cu. Meski tidak terlalu tampan, tapi sangat tenang,

berwibawa, dan santun. Dia adalah satu dari 3 orang yang dihormati dan ditakuti bukan karena kesaktiannya oleh Pendekar Sadis Ceng Thian Sin, adik angkatnya.

Mewarisi seluruh kepandaian ayahnya (kecuali Thi-Khi-i-Beng) dan mendirikan Pek-liong-pang (Perkumpulan Naga Putih), meski akhirnya dibubarkan setelah

istrinya, Ciu Lian Hong, terbunuh. Mempunyai seorang putra bernama Cia Sun. (SERIAL: Pendekar Sadis, Asmara Berdarah)

Toan Kim Hong
Toan Kim Hong adalah putri seorang pangeran bernama Toan Su Ong yang lari dari istana dan pendekar wanita Ouwyang Ci yang mewarisi ilmu-ilmu dari panglima

The Hoo. Sebelum bertemu Thian Sin, dia menyamar sebagai nenek-nenek dan menjadi salah satu dari 4 datuk sesat, Lam Sin (Malaikat Selatan), serta memimpin

Bu-beng Kai-pang yang amat disegani. Amat cantik jelita dan ilmunya hanya sedikit tingkatannya di bawah Thian Sin. Meski lebih tua 2 tahun dibanding Thian

Sin, dia amat mencintai dan mengikuti semua petualangan pasangannya itu. Tinggal di pulau Teratai Merah tinggalan orangtuanya, dan mempunyai seorang putri

bernama Ceng Sui Cin. (SERIAL: Pendekar Sadis, Harta Karun Jenghis Khan, Siluman Guha Tengkorak, Asmara Berdarah)

(Source: Wikipedia Indonesia)

PENGANTAR PENDEKAR 4 ALIS

Konon Khu Lung menciptakan tokoh Pendekar Empat Alis (1976) karena begitu terpesona oleh film James Bond. Maka tak heran bila ada banyak kesamaan antara

kedua tokoh tersebut. Keduanya cerdik, jago minum dan jago berkelahi. Keduanya juga berwajah tampan, bertubuh gagah dan playboy kelas kakap. Bedanya, James

Bond adalah agen rahasia yang dipersenjatai alat-alat canggih sedangkan Pendekar Empat Alis meski tidak pernah terang-terangan menyebut dirinya detektif,

sering dimintai bantuan untuk memecahkan kasus-kasus aneh. Pendekar Empat Alis tidak pernah membawa senjata karena senjatanya adalah jari-jarinya yang ajaib.

Tidak ada yang mampu mengalahkan ilmu jepitan jarinya. Ginkang-nya pun kelas satu.

Namun bisa juga dibilang kalau Pendekar Empat Alis adalah penyempurnaan tokoh Pendekar Harum (1968) yang juga diciptakan Khu Lung. Kedua pendekar ini

sama-sama suka mencampuri urusan orang lain, berhidung belang, senang berjudi, hobi minum arak dan makan enak, berpakaian rapi, jago ginkang dan sama-sama

benci membunuh. Hanya saja, Pendekar Empat Alis kadang terpaksa membunuh sedangkan Pendekar Harum tidak pernah mau membunuh sejahat apa pun musuhnya.Nama

asli Pendekar Empat Alis adalah Liok Siau-hong. Ia mendapat julukan aneh seperti itu karena bentuk kumisnya seperti alis. Ia orang yang humoris, easy going

dan tidak sombong sehingga mempunyai banyak teman. Temannya dari berbagai kalangan, dari maling hingga tetua perguruan silat ternama.

Beberapa teman yang muncul dalam petualangannya :
yang pertama adalah:- Hoa Ban-lau: si buta berhati lembut yang memiliki indera penciuman dan pendengaran yang luar biasa tajam ini adalah karib sejati

Siau-hong. Saking akrabnya, Siau-hong mengajarkan ilmu jepitan jarinya pada.

Ban-lau Cu Ting: meski bukan saudagar, kawan Siau-hong sejak kecil ini sering dipanggil Cu-Lopan karena tubuhnya gendut seperti juragan kaya. Ia sangat malas

bergerak dan tidak ada seorang pun yang bisa memaksanya bergerak termasuk istrinya sendiri. Tapi kalau sudah bergerak, ia bisa mencipta alat-alat ajaib.

Boleh dibilang kejeniusannya tak kalah dari Leonardo DaVinci. Hubungannya dengan Siau-hong sedang mendingin, keduanya saling mendiamkan, tapi mau saling

menolong bila dimintai bantuan.

- Lopannio: istri Cu Ting. Tidak dijelaskan nama aslinya. Yang jelas perempuan cantik ini sangat kesal pada suaminya yang kurang memperhatikan dirinya. Maka

ia berusaha membuat suaminya cemburu dengan menemani Liok Siau-hong minum arak berduaan dalam kamar sebuah penginapan.

-Ho Siu: kakek teman minum arak Siau-hong. Walau hidupnya sederhana, tapi ia adalah orang terkaya dalam dunia persilatan. Hobinya mengoleksi barang-barang

antik dan menikmati hidup.

-Sun-loya: informan Siau-hong. Pengangguran yang kerjanya mabuk-mabukan dan main perempuan ini adalah satu-satunya orang yang dapat berhubungan dengan

Tay-thong dan Tay-ti (dua orang aneh yang bersembunyi di dalam gua gelap dan mengetahui rahasia apa saja).

-Sukong Ti-sing: pencuri profesional yang senang bertaruh dengan Liok Siau-hong. Cara kerjanya seperti pembunuh bayaran hanya saja ia mencuri bukan membun

uh. Bayarannya sangat mahal. Ginkang-nya tidak kalah dari Siau-hong.

-Sebun Jui-soat: jago pedang yang sombong sampai nyaris tak punya teman. Jurus pedangnya hanya digunakan untuk membunuh. Bagi yang sudah membaca serial

Pendekar Harum, karakter Jui-soat pasti mengingatkan pembaca pada It-tiam-ang, jago pedang yang juga teman Pendekar Harum. Keduanya sama-sama dijuluki si

pedang kilat yang senang membolongi tenggorokan musuh. Tapi Jui-soat lebih tampan dan flamboyan dari It-tiam-ang. Pakaiannya selalu berpakaian putih-putih

dan ia selalu meniup sisa darah musuh di pedangnya. http://99cersil.blogspot.com

Maling Romantis
Karya : Khu Lung
Disadur : Gan KH
Cerita di bab pertama dibuka oleh suatu peristiwa pencurian patung jade berbentuk bidadari dari sebuah rumah yang dijaga ketat oleh beberapa orang yang

berkepandaian tinggi. Sebelum peristiwa itu terjadi , sebelumnya si pencuri telah berkirim surat dulu bahwa dirinya akan meminjam patung jade incarannya itu

dari pemiliknya.
Walau dijaga ketat diantaranya oleh seorang petugas negara yang paling ditakuti oleh para kriminal karena kemampuan investigasinya, patung jade berbentuk

bidadari itu tetap saja berhasil dicuri, si pencuri hanya meninggalkan jejak berupa bau harum samar-samar wangi bunga tulip, tanda Chu LiuXiang baru saja

berkunjung.
Sedang beristirahat di atas kapal yang merupakan rumahnya, sambil mengagumi patung jade bidadari hasil curian ditemani oleh ke tiga dayangnya yang cantik,

Chu LiuXiang kemudian dikejutkan oleh penemuan sesosok mayat yang terapung mendekati kapalnya.
Hasil analisa Li Ang-siu (Li HongXiu) yang memang sudah terkenal berpengetahuan luas mengenai seluk beluk tokoh dunia persilatan, mengatakan apabila mayat

yang terapung itu bernama Coh Yu-cin, pimpinan tertinggi dari Thian-siang pang, sementara dari analisa terhadap luka-luka di tubuh mayat, Li berkesimpulan

kalau pembunuhnya pasti berasal dari Cu Soa bun, dan dalam perguruan itu hanya ada tiga orang yaitu, Pang, Nyo dan Sebun yang memiliki kemampuan lebih untuk

membunuh Coh Yu-cin.
Belum selesai mereka berdiskusi, muncul mayat kedua yang terapung mendekati kapal mereka. Li segera mengenali kalau mayat kedua adalah Sebun Jian dari

perguruan Cu Soa bun. Kembali menganalisa, Li berkesimpulan kalau pembunuhnya kemungkinan adalah anak murid Lam Hay pay, belum selesai berkata, muncul mayat

ketiga, Ling Ciu-ciu dari Lam Hay pay….!.
Masih asyik berdiskusi sambil bercanda dengan para dayang-dayangnya,…tiba-tiba muncul mayat ke-limat dihadapan Chu LiuXiang….!
Chu LiuXiang kemudian terseret ke dalam misteri pembunuhan ke lima mayat yang ditemukannya ketika tiba-tiba sudah muncul seorang perempuan di bawah dek kapal

tempat dia beristirahat. Mengaku datang dari istana Sin Cui kiong, Kiong Lam-yan, nama perempuan yang menyelundup itu, menuduh Chu LiuXiang telah mencuri

racun “air gula“ , Thian-it Sin-cui dari istana Sin Cui kiong. Selain mencuri, Chu juga dituduhnya telah menipu dan merayu salah seorang dayang perempuan di

istana Sin Cui kiong demi untuk mencuri racun Thian-it Sin-cui. Si gadis yang diduga telah ditipu oleh Chu itu akhirnya ditemukan mati bunuh diri dalam

keadaan hamil.
Kiong Lam-yan memberi waktu selama tiga puluh hari bagi pendekar kita ini untuk mengembalikan, kalaupun bukan dia yang mencuri, Chu LiuXiang harus menemukan

pencuri sebenarnya yang juga adalah si perayu dari dayang Sin Cui kiong yang mati bunuh diri itu, semuanya dalam waktu tiga puluh hari.
Sebenarnya tanpa adanya ancaman dari Kiong Lam-yan pun Chu LiuXiang sudah tertarik untuk menyelidiki kasus ini. Bagi dirinya, lima mayat yang saling tidak

mengenal dan berdiam di tempat yang terpisah jauh satu sama lain ditemukan mati dalam waktu dan tempat yang sama, air sakti dari Sin Cui kiong secara

misterius telah dicuri orang, dan seorang gadis suci pingitan yang selama hidupnya tidak pernah bicara dengan laki laki ditemukan mati bunuh diri dalam

keadaan hamil, kesemuanya adalah rentetan peristiwa yang pastinya saling berhubungan satu sama lain.
Chu LiuXiang tidak menyadari kalau rasa keinginan tahu untuk memecahkan kasus ini telah menyeretnya masuk kedalam satu skenario besar pembalasan dendam dari

dua perguruan yang terlibat satu peristiwa berdarah empat puluh empat tahun silam dan melibatkan tokoh tokoh penting dari partai pengemis Kay-pang, Hua-shan,

Shao-lin dan tokoh lainnya dari dunia persilatan yang hampir saja membuat kehilangan selembar nyawanya itu. (sumber :

http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

Hoei Ho Gwa Toan
Kisah Si Rase Terbang
Karya: Chin Yung
Disadur: Boe Beng Tjoe/OKT
Membaca HoeiHo GwaToan sebelum membaca Swat San Hoei Ho memberi kesan yang berbeda.
Apa sebetulnya yang menarik dengan HoeiHo GwaToan? Tentu saja karena cerita ini adalah prequel dari SwatSan HoeiHo. Bisa jadi si pengarangnya mungkin bahkan

tidak memikir untuk pernah menulis prequel nya pada waktu menulis Swat San Hoei Ho. Karena itu apa yang sudah ditulis di SwatSan HoeiHo mengikat

pengarangnya, dalam banyak hal membatasi si pengarang untuk bercerita di prequelnya.
Oleh sebab itu SwatSan HoeiHo membatasi cerita HoeiHo GwaToan. Lantas bagaimana agar membuat HoeiHo GwaToan tetap menarik?
Diluar dugaan walaupun ada sejumlah batasan2 itu, tetapi ChinYung bisa menyelesaikan persoalan ini dengan baik.
Karakter utama HoeiHo GwaToan adalah Ouw Hoei, satu karakter yang sudah dimunculkan di cerita Swat San Hoei Ho. Didalam Swat San Hoei Ho karakter utama Ouw

Hoei memang justru bahkan bisa disebut se akan2 berada di latar belakang. Dibutuhkan sekian lembar halaman sebelum kemudian OuwHoei dimunculkan. Tetapi

inilah `kekhasan’ gaya ChinYung di awal2 kepengarangannya.
Baik Tan Kee Lok, Ouw Hoei, Wan Sien Cie, Kwee Tjeng, Yo Ko juga tidak dimunculkan di lembar pertama, butuh sekian halaman sampai kemudian pembaca sadar oh

inilah tokoh utama cerita. Tentu saja itu masuk dalam gaya bercerita.
ChinYung di HoeiHo GwaToan memperkenalkan karakter baru yang memang tidak ada di cerita SwatSan HoeiHo, disamping tentunya sejumlah terbatas karakter yang

memang ada di cerita SwatSan HoeiHo, yang menjadi benang merah kedua cerita itu.
Walaupun terbit belakangan tetapi HoeiHo GwaToan adalah cerita tentang masa muda Ouw Hoei, cerita tentang bagaimana dia menjadi seperti Ouw Hoei yang muncul

di SwatSan HoeiHo. Di dalam cerita ini dia terlibat asmara dengan dua gadis Wan CieIe dan Thia Leng So.
Walaupun kedua karakter gadis ini menarik, tetapi karakter Wan CieIe lebih biasa lebih mudah untuk dilupakan. Pada saat mengarang HoeiHo Gwa Toan Chin Yung

telah menciptakan beberapa karakter perempuan, baik dalam kapasitas sebagai karakter utama maupun sebagai karakter pembantu.
Karakter yang lebih berkesan adalah Thia Leng So, si nona ahli racun yang pintar. Kepintaran Thia Leng So sama dengan Oey Yong. Ada 3 karakter utama nona

pintar yang diciptakan oleh ChinYung, mereka adalah Thia Leng So, Oey Yong dan Tio Beng. Sedang Yim Ing Ing dan Ong Giok Yan, walaupun pintar juga tetapi

sedikit berbeda, karena terasa lebih lemah, sedang Thia Leng So, Oey Yong dan Tio Beng tidak hanya pintar juga tidak lemah.
Tentu saja ada karakter2 lain yang juga pintar tetapi mereka bukan karakter utama tetapi lebih karakter pembantu. HoeiHo GwaToan walaupun bercerita tentang

OuwHoei, tetapi kehadiran Thia Leng So benar benar mencuri panggung utama cerita ini. Kehadirannya memberi warna yang indah ke dalam cerita ini. Thia LengS o

benar2 satu karakter yang kontras dengan karakter perempuan utama di Swat San HoeiHo, Biauw Yok Lan yang se akan2 di ambil dari cerita film Hollywood.

Seorang anak yang manja. Tetapi kenapa Biauw Yok Lan seperti ini justru bisa diselesaikan dengan baik di cerita Hoei Ho GwaToan.
Menjadi pengarang adalah menciptakan karakter. Melalui karakter ciptaannya, terutama jika susah dilupakan dan dikenang selalu oleh pembaca, si pengarang

menjadi terkenal atau tidak. Thia Leng So satu karakter yang termasuk istimewa, kecintaan dan keberanian untuk berkorban yang ditunjukkan Thia Leng So

membuat karakter ini jadi selalu dikenang. (sumber : http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

Seri Kesatria Baju Putih
Karya : Wen Rui An

Sepatah kata dari pengarang
Yi Bai Bu Zhan Cheng (Baju putih yang tidak berdebu)
Baju putih Fang Zhen Mei’ selalu menjadi “pikiran yang bersemayan di dalam hatiku, dan aku selalu ingin menuliskan kisahnya. Baju putihnya seperti salju, dan

baju putihnya tidak pernah terkena noda darah. Karena dia tidak pernah menggunakan kekerasan untuk memecahkan semua masalah. Di dalam cerita silat

orang-orang persilatan biasanya selalu bertarung, dan darah menjadi ciri khas dalam buku silat manapun. Tapi ini bukan suatu kebaikan karena walaupun hal ini

bisa membuat pembaca merasa tegang, tapi cerita dalam buku silat kadang-kadang terlalu dibesar-besarkan. Buku Bai Yi Fang Zhan Mei’ berusaha untuk tidak

berlaku seperti buku silat biasa, dalam buku Bai Yi Fang Zhen Mei’ dijelaskan cara penyelesaian dan membereskan suatu masalah tanpa menggunakan kekerasan dan

darah.
Karena itu pada tahun 1973 aku mulai menulis cerita silat panjang yang bernama Long Hu Feng Yun’ (Naga Harimau, Angin Awan) tapi sayang, pada akhirnya cerita

ini diacak-acak oleh orang lain. Aku sendiri bersifat seperti kerbau, selalu mengingat suatu persoalan ini dan sulit untuk melupakannya.
Mengapa tanpa alasan orang-orang itu telah membuat karanganku di acak-acak dan di hapus? Karena itu pada akhir tahun 1974, aku terpaksa menulis ulang cerita

Long Hu Feng Yun’, dan mengganti judulnya menjadi ‘Jian Shi Tian Xia (Pendekar Sejagat’.
Pada tahun 1975, aku menulis cerita kedua Bai Yi Fang Zhen Mei’ dengan judul ‘Chang An Yi Zhan’ Pertarungan di kota Chang An), aku berusaha menulis dengan

adil dan benar, membereskan hujan darah yang berbau amis. Pada tahun 1976, aku menulis Luo Re Da Qi’ (Panji Akbar Matahari Terbenan), buku ini

menceritakan semua harapanku dan rasa cintaku kepada negara dan bangsaku. Akupun sangat menyukai puisi-puisi Li Bai dan Xin Qi Ji. Akupun sangat menyukai

puisi-puisi Shi Ji.
Tahun 1977, aku telah menyelesaikan cerita ke-4 yaitu Shi Jian Shan Zhuang’ (Wisma Pedang). Semua orang tahu waktu menulis cerita ini, aku sedang berada

dalam dunia nyata yang sulit dan kejam, tapi aku berusaha menceritakan Shi Jian Shan Zhuang seperti cerita-cerita dalam dongeng yang tidak pernah ada.
Setelah menyelesaikan cerita ke empat ini, sepertinya aku dan Fang Zhen Mei sudah tidak berjodoh lagi. Lalu aku menulis cerita ‘Da Zhong Shi’, ‘Shen Zhou Qi

Xia’, dan ‘Si Da Ming Pu tidak ada kesempatan untuk aku menceritakan tentang si Baju putih lagi.
Setelah lewat beberapa tahun, baju putih telah dipenuhi debu, baju putih, baju putihku yang kucintai, baju putih yang sering muncul di bukuku, dia sudah

menemaniku melewati beberapa kali kesuksesan dan juga kematian.
Akhirnya pada tahun 1981 di Hong Kong, aku menulis lagi cerita Bai Yi Fang Zhen Mei’ memasuki cerita ke-5 yang berjudul Xiao Xue Chu Qing’ (Putri Es). Tapi

sayang, akibat pengalaman 3 tahun yang lalu, keadaanku yang kacau dan sulit. Sebenarnya “Xiao Xue Chu Qing’ bisa ditulis lebih bagus, akhirnya Xiao Xue Chu

Qing’ bisa juga ku selesaikan juga. Proses penulisannya agak singkat dan tidak begitu teliti pada saat menuliskan ceritanya.
Seorang Fang Zhen Mei adalah sosok yang sangat lucu, ilmu silatnya tinggi, tapi dia jarang mengeluarkan kemampuannya, dia seorang yang sangat perasa tapi

tidak banjir dengan cinta asmara, dia selalu memperhatikan perempuan tapi dia tidak pernah menunjukan perasaan romantisnya. Berpandangan lurus tapi tidak

monoton, membela keadilan secara tidak terang-terangan, jujur tapi bukan orang yang naif, percaya diri tapi tidak sombong…. yang lucunya lagi dia hanya

mempunyai beberapa teman yaitu Wo Shi
Shui yang selalu ingin menjadi pahlawan, Shen Tai Gong yang selalu ingin membuat orang tahu tentangnya, Xiao Xue (Es Kecil) yang pengertian…. Sifat-sifat

dari orang-orang ini adalah sifat dari teman- teman yang ada di sekelilingku.
Walaupun banyak yang tahu, di antara teman-temanku itu ada yang telah melukai bahkan merusak namaku tapi aku tidak pernah mengingat orang yang telah melukai

perasaan atau merusak nama baikku. Aku hanya ingat kalau aku pernah berteman dengan mereka. Dan aku selalu menganggap kalau mereka adalah teman baikku.
Bukankah kita harus berlaku demikian?
Di dalam kehidupan ini, kalau tidak mempunyai teman dan mengarang cerita, kita akan merasa kesepian, karena itu Fang Zhen Mei menjadi sosok yang ramah dan

hangat. Fang Zhen Mei yang berbaju putih, muncul dan bercahaya di dalam cerita silatku.

PENDEKAR SEJAGAT
Seri Kesatria Baju Putih
Jian Shi Tian Xia
Karya : Wen Rui Ai
Merupakan bagian pertama seri Ksatria baju Putih karya Wen Rui An, tokoh utama dalam cerita ini “Fang Zhen Mei” muncul dengan tiba2 dengan sudah memiliki

Ilmu silat tinggi tanpa dijelaskan darimana asalnya.
Berkisah tentang ambisi Chang Xiao Bang (Perkumpulan Panjang Tertawa) pimpinan Zheng Bai Shui untuk menguasai dunia persilatan, untuk itu ia terpaksa harus

menyingkirkan Wisma Shi Jian (Wisma Menguji Pedang) dengan ketuanya Shi Tu ke 12.
Tercurinya Pedang Sakti Xue He milik Ketua Wisma Shi Jian yang misterius sudah membuat gempar 3 kekuatan besar dunia persilatan waktu itu, Chang Xiao Bang,

Wisma Shi Jian, dan kantor Biao Feng Yun. Kisah konflik pertempuran antara kedua perkumpulan besar ini yang mempunyai anggota yang sakti menjadi inti dari

cerita ini.
Fang Zhen Mei yang berdiri di pihak “Wisma Shi Jian” karena sifat dari ketuanya Shi Tu ke 12 yang kesatria. Diakhir cerita muncul seorang dari perbatasan

bernama Qian Shou Wang (RajaTangan Seribu) dan anak buahnya yang mengobrak abrik dunia persilatan yang membuat salah satu dari 3 perkumpulan besar ‘Kantor

Biao Feng Yun” tidak dapat membantu Wisma Shi Jian karena berurusan dengan momok iblis ini……….

Si Pisau Terbang Pulang
Disadur : Liang Y L
Dahulu di jaman penuh kekerasan, jaman ketika tidak ada rasa aman; di dunia persilatan tiba-tiba muncul suatu senjata yang di sebut Hui To atau Pisau

Terbang. Tidak ada yang tahu bagaimana bentuk dan modelnya, juga tidak ada orang yang bisa melukiskan kecepatan dan kekuatannya.
Dalam hati setiap orang, senjata ini dianggap sebagai senjata yang bisa melenyapkan kejahatan dan penindasan, sekaligus menjadi lambang kebenaran dan

kehormatan. Kekuatannya sangat besar dan berwibawa; bila dia sudah beraksi, tidak satu pun musuh bisa menghalangi segala sepak terjangnya. Kemudian setelah

kekacauan mulai mereda, pisau terbang ini seperti ikut menghilang, seperti gelombang laut yang menghilang di samudera luas. Tapi siapa pun tahu, bila di

dunia persilatan terjadi kekacauan kembali, pisau terbang ini akan segera muncul kembali; dia akan membawa kepercayaan dan harapan kepada setiap umat

manusia. (sumber : http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

Papan Utara Seruling Selatan
Karya : Liu Yan Cang
Terjemahan : Liang Yi Shen
Sebuah keluarga yang sedang bepergian naik perahu, di sebuah selat diserang 3 orang penjahat yang berhasil membunuh ayah dari keluarga ini.
Ternyata pembunuhan ini sudah di atur oleh anak perempuannya yang berumur 15-16 tahun, yang bernama Lok Lian, diam-diam dia sudah menjadi istri kepala

penjahat, selanjutnya kepala penjahat yang masih muda inipun bermaksud memperistri ibunya dan membunuh anak laki-lakinya yang masih berumur 5-6 tahun.
Dengan nekad ibu anak laki-laki yang bernama Lok Hoo, berhasil menceburkan anak laki-lakinya ke dalam sungai, berharap dia bisa menyelamatkan nyawanya.
Lok Hoo di selamatkan sebuah keluarga baik, tapi ternyata merupakan keluarga salah seorang penjahat ini, dan ayah penjahat itu tahu anaknya bermaksud

membunuh Lok Hoo. Dalam keadaan bahaya seorang pendekar yang bernama Siau Ping menggunakan senjata kecapi berhasil menyelamatkan Lok Hoo.
Sampai berumur 17 tahun Lok Hoo belajar silat pada Siau Ping, setelah kepandaiannya cukup dia mulai mengembara dengan membawa kecapi sebagai senjatanya, dia

mencari pembunuh ayahnya dan mencari ibunya..
Selain mencari pembunuh ayahnya dan ibunya, ternyata masih ada cerita menarik lainnya, seperti ada manusia yang tidak mempunyai tangan tapi menggunakan kaki

seperti layaknya tangan dan mempunyai ilmu yang hebat. Ada tokoh yang menggunakan suaranya seperti kokok ayam bisa menyerang jantung lawannya hingga pecah,

dan ada tokoh yang menggunakan papan besi jika diadukan mengeluarkan suara dahsyat bisa menghancurkan musuhnya. (sumber :

http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

Panji Akbar Matahari Terbenam
Seri: Kesatria Baju Putih
Karya : Wen Rui Ai
Penterjemah/editor : Liang YL
Latar belakang cerita adalah pertempuran / perang antara kerajaan Song dan kerajaan Jin (Kim). Pihak kerajaan Jin berniat menumpas orang-orang gagah dunia

persilatan yang diperkirakan mendukung perlawanan Jenderal Yu Yun Wen dari kerajaan Song.
Untuk itu, Pangeran Jin Chen Ying mengerahkan 6 tokoh sakti dari berbagai suku bangsa, yaitu : (1) Xia Hou Lie, orang Qi Dan (Cidan), jenderal besar kerajaan

Jin; (2) Ge La Tu, seorang Lama dari Tibet; (3) Wan Yan Zhu, dari suku Nu Zhen (Nuchen), pernah menggegerkan Zhong Yuan (Tionggoan) sebelum dikalahkan 3 kali

oleh Fang Zhen Mei sehingga kembali ke sukunya; (4) Xi Wu Hou, orang Han yang membelot membela Jin, berjuluk Jue Ming Suan Pan (Toat Beng Suipoa – Sempoa

Pencabut Nyawa), disebut juga Sempoa Besi; (5) dan (6) adalah 2 bersaudara dari Mongolia, berpostur raksasa, bernama Hu Shang Ke dan Hu Shang Ge.
Pangeran Jin sendiri sangat lihai karena merupakan murid terkasih dari Sepasang Dewa dari Tibet, yaitu Elang Sakti dan Walet Emas dari Tibet. Selain 7 orang

lihai tersebut, masih ada saudara-saudari seperguruan dari Pangeran Jin yang dipimpin oleh sang Da Shi Xiong (twa-suheng) Qing Yan Zi.
Sasaran pertama dari 7 orang “aneh” tersebut (karena penampilannya yang bermacam-macam, sesuai dandanan khas suku bangsanya) adalah 3 orang pentolan

perusahaan pengawalan barang (piauw) Biao Huai Yang, yaitu Li Long Da dengan pukulan Tangan Langit-nya, Wu Shen Si dengan
ilmu tongkat Iblis Gila dan ilmu tongkat Tat Mo, dan Cai Bu Pin yang mahir 36 macam jurus tombak.Sasaran kedua adalah keluarga persilatan nomor satu di Huai

Bei, yaitu Ding Dong Ting beserta kedua anaknya, Golok Emas Membelit Naga – Ding Jun Ai dan Sepasang Golok Pembunuh Naga – Ding Jun Qing.Sasaran berikutnya

adalah para pendekar di kota Xia Guan. 4 orang bersaudara angkat pimpinan pendekar di sana adalah (1) Long Zhai Tian, terkenal dengan ilmunya Naga Terbang di

Langit; (2) Bao Xian Ding, si Tuan Sempoa (Suipoa Siansing); (3) Xin Wu Er, si Sempoa Emas; dan (4) Ning Zhi qiu.
Setelah mencoba kelihaian Long Zhai Tian, yang sempat dibantu oleh Wo Shi Shui dan Shen Tai Gong, Pangeran Jin menantang semua pendekar untuk merebut kembali

panji (bendera) kerajaan Song yang telah diambilnya dalam pertarungan 7 babak di kota Xia Guan. Pihak yang berhasil memenangkan 4 babak akan menjadi

pemenangnya.
Sementara itu, tugas Qing Yan Zi dan saudara-saudari seperguruannya adalah membunuh Jenderal Yu Yun Wen. Oleh karena itu, mereka berusaha menculik dan menipu

Fang Zhen Mei dengan siasat memancing harimau turun gunung; sehingga Fang Zhen Mei dibuat kalang kabut
berusaha menolong Jenderal Yu sambil tetap andil dalam pertarungan taruhan Pangeran Jin.
Sebelum pertaruhan dimulai, Wo Shi Shui dan Shen Tai Gong yang khawatir kemenangan tidak berpihak pada mereka, berniat memancing dan menumpas sebagian

anggota musuh untuk mengurangi kekuatan lawan; tapi akhirnya malah tertipu dan terluka parah, hampir mati kalau
saja Shen Tai Gong bukan jagoan bertarung di dalam air.
Klimaks terjadi pada pertarungan 7 babak. Ada pertarungan antara Sempoa Besi Xi Wu Hou melawan Sempoa Emas Xin Wu Er. Tuan Sempoa Bao Xian Ding menghadapi

ilmu Tendangan Berantai Pengikat Roh dan ilmu Cakar Setan dari si orang Nu Zhen – Wan Yan Zhu. Shen Tai Gong ikut bertarung dengan aksi kocaknya, dan

pertarungan Wo Shi Shui yang nekat adalah yang paling menegangkan. Di pihak Long Zhai Tian masih ada 2 orang pendeta lihai bernama Hua Hui dan Bu Tong yang

ikut ambil bagian.
Karena hasilnya seri, maka pertarungan 7 babak diulang kembali dari awal. Pangeran Jin dengan ilmunya Qing Yan Shen Zhang langsung menggebrak dengan meraih

kemenangan 3 kali berturut-turut, tapi tentunya hasil akhir sudah dapat ditebak begitu Fang Zhen Mei, sang jagoan sakti mandraguna, muncul tepat pada

waktunya di atas panggung. Saat pertandingan berakhir, PANJI AKBAR kerajaan Song terlihat disinari MATAHARI yang mulai TERBENAM. (sumber :

http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

BU TONG IT KIAM
Pendekar Pedang Dari Bu-tong
Karya : Liang Yu Sheng
Saduran : TJAN ID
BU TONG IT KIAM yang berjumlah 6 jilid tamat sudah terbit, buku ini merupakan 1 dari 2 cerita terakhir karangan LIANG YU SHENG, yang selesai di sadur oleh

TJAN I D Lo-cianpwee. dengan demikian karya Liang Yu Sheng di Kang Ouw tinggal satu lagi yang belum di kerjakan, yaitu BU LIM THIAN KAU.
Inti dari cerita BU TONG IT KIAM, adalah menceritakan tentang Thay Khek Kiam Hoat warisan Thio Sam Hong dan keturunan Bouw Tok It (di singgung dalam cerita

Hoan Kiam Kie ceng= sebilah pedang mustika) yang bernama Bouw Ciong Long yang menjadi Ciangbunjin Bu Tong Pai.
Di samping itu cerita ini penuh dengan misteri, yang menjadi lakon ada 3 orang, yaitu, Lan Giok Keng merupakan pewaris ilmu silat Ciangbunjin yang terdahulu

(Bu siang Cinjin), Bouw It Yu anak dari Bouw Ciong Long, dan Tonghong Liang murid Malaikat pedang, musuh Bu Tong Pai. (sumber :

http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

PENDEKAR PEDANG KAIL MAS
Karangan : LIU CAN YANG
Terjemahan: Liang J Z
Seorang anak kecil yatim piatu bernama Sen Sin Hiong yang berumur 7-8 tahun harus bekerja berat pada sebuah keluarga Sun, karena Sun Bu Pin telah meminjamkan

uang kepada Sin Hiong untuk penguburan ibunya. Karena Sun Bu Pin merasa dendam kepada ibunya Sin Hiong, akhirnya dia terus menerus menyiksa Sin Hiong dengan

bekerja berat, akhirnya dia tidak tahan dan memberontak, tapi dia di hajar sampai babak belur hingga tidak sadarkan diri dan di buang ke hutan untuk makanan

serigala.
Dalam keadaan hampir mati Sin Hiong di tolong seorang jago tua yang sudah mengawasi keadaan Sin Hiong selama 3 bulan, jago tua ini mengajarkan ilmu silatnya

yang hebat selama 10 tahun.
Setelah lulus guru Sin Hiong meninggal dunia, sebelum meninggal dia berpesan supaya Sin Hiong mendatangi 9 perguruan besar di dunia persilatan, dia harus

bertanding dengan 9 perguruan besar untuk membalas dendam, sebab gurunya dulu kalah bertanding karena di keroyok oleh sembilan perguruan besar.
Dengan membawa Pedang Kail Emas warisan gurunya, Sin Hiong kembali ke desa dulu ingin membalas dendam pada Sun Bu Pin. (sumber :

http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

HO KENG KOEN LOEN
Seri : Gie Hiap
Karya : Wang DuLu
Disadur : OKT
KETIKA cersil masih terasa begitu murni, tanpa ilmu silat luar biasa, belum ada lweekang (tenaga dalam) tak kepalang lihay yang mampu meremukkan batu cadas

gunung, pada masa itulah berjaya karya-karya Wang Du-lu.
Kira-kira lima puluh tahun lalu, untuk pertama kalinya saya mencuri baca cersil “HO KENG KOEN LOEN” terjemahan OKT, dari guntingan harian Keng Po yang

dibundel Papa saya. Ternyata saya langsung menyukainya, dari sinilah awal kegemaran saya membaca cersil. Kendati detail cerita sebagian besar sudah terpupus

dari memori oleh sang waktu dan banyaknya buku yang dilalap, namun intisarinya masih mengendap dalam otak sampai hari ini.
Mohon dimaafkan kalau ada kesilapan, namun lebih-kurang sinopsisnya sebagai berikut;
Kang Siauw Hoo, sebagai bocah, menyaksikan sendiri bagaimana ayahnya tewas di tangan Pauw Koen Loen. Padahal beliau adalah salah seorang murid Pauw. Memang

ayah Siauw Hoo telah melakukan suatu kesalahan hingga tak bisa diampuni sang guru sekaligus pemimpin perkampungan Pauw yang sangat otoriter. Betapapun, si

bocah menyimpan dendam kesumat dan bersumpah dalam hati, kelak akan menuntut balas pada Pauw.
Sebagai anak-anak, Siauw Hoo tetap tinggal di perkampungan Pauw, diperlakukan sebagai pelayan hina. Hanya, Ah-Loan, cucu perempuan kesayangan Pauw yang

bersimpati kepadanya.
Menjelang remaja, Siauw Hoo memutuskan untuk berkelana di rimba persilatan sembari menuntut ilmu silat. Betapa naifnya, ketika ia berlatih ginkang (ilmu

meringankan tubuh) dengan cara melompat naik-turun ke atap genteng penginapan.
Ketika bertemu seorang pendekar dari wilayah lain, Siauw Hoo mengadukan nasib. Si pendekar bersedia mengikutinya ke perkampungan Pauw. Namun kakek Pauw

kelewat kosen, hingga pendekar undangan Siauw Hoo dipecundangi.
Tak kenal putus asa, Siauw Hoo terus mencari, sampai bertemu seorang kakek aneh, yang selalu tahu-tahu berjalan di depannya, kendati tadi sudah ditinggalkan

Siauw Hoo yang berkuda. Sadarlah pemuda kita, kalau ia telah bertemu pendekar sakti. Memang benar, sang kakek adalah Kiu Hoa Loojin, yang membawa Siauw Hoo

ke Kiu-hoa-san (Gunung Sembilan Bunga). Di sini Siauw Hoo digembleng ilmu silat bersama suheng (abang seperguruannya) , si Gagu Ah-Hiap.
Bertahun-tahun kemudian, Siauw Hoo turun gunung sebagai pemuda gagah dengan nama baru, Kang Lam Hoo. Dalam pengembaraannya ia bertemu dua pendekar muda lain.

Lie Hong Kiat yang tenang dan bergaya pelajar, serta Kie Kong Kiat yang gagah dan temberang.
Kang Lam Hoo menantang Pauw Koen Loen bertanding. Sekarang memang ilmunya sudah tinggi, hingga bisa membuat si kakek Pauw sengsara habis-habisan. Namun

cintanya pada Ah-Loan yang telah menjadi gadis pendekar jelita membuat Kang terombang-ambing antara dendam dan cinta. Sedangkan Lie Hong Kiat dan Kie Kong

Kiat merupakan sahabat sekaligus saingannya dalam bersilat dan kemelut asmara!
Sesungguhnya “Ho Keng Koen Loen” atau “Riwayat Kang Lam Hoo” merupakan cerita pertama dari pentalogi (lima buku) karya empu Wang Du Lu (1909-1977). Pentalogi

tersebut diterbitkan di Hong Kong dari tahun 1936 sampai dengan 1944. OKT yang mengalihkannya ke bahasa Indonesia, dan kemudian dibukukan oleh penerbit Keng

Po berurutan sebagai berikut:
“Ho Keng Koen Loen” (1954)
“Po Kiam Kim Tjee” (1956)
“Kiam Kie Tjoe Kong” (1958)
“Go Houw Tjhong Liong” (1959)
“Tiat Kie Gin Pan” (1960)
Dari pentalogi ini yang paling terkenal kemudian adalah “Go Houw Tjhong Liong” karena difilmkan oleh Ang Lee dengan tajuk, “Crouching Tiger Hidden Dragon”.

Aktor simpatik Chow Yun-fat berperan sebagai Li Mu Bai.
Dalam dialek Tionghoa-Hokkian, Li Mu Bai dibaca Lie Bouw Pek (bukan lain daripada anak Lie Hong Kiat yang menjadi murid Kie Kong Kiat dan juga mewarisi ilmu

Kang Lam Hoo).
Cara bertutur Wang Du Lu yang diterjemahkan dengan baik oleh OKT telah membuat ribuan pembaca kesengsem. Sulit dilupakan bagi yang pernah membacanya.

Sedangkan mengenai aspek humanisme (kemanusiaan) serta kependekaran Kang Lam Hoo menurut pendapat saya pribadi, bisa disejajarkan dengan riwayat Miyamoto

Musashi, si ronin samurai yang menggetarkan. (sumber : http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

TELAPAK SETAN
Karya : Khu Lung
Disadur : Tjan ID

Demi membalas dendam atas kematian keluarganya, Gan In Ling terpaksa mempelajari ilmu yang sangat mengerikan yaitu Telapak Maut, walaupun umurnya tinggal

beberapa bulan lagi. Demi membalas dendamnya ia terpaksa bersifat kejam membunuh siapa saja yang menjadi musuhnya, sifatnya yang tanpa ampun dan banyak

melakukan pembunuhan ini menyebabkan ia harus bentrok dengan dua orang wanita sakti penjaga kedamaian Bu Lim yaitu Thian Hong Pangcu dan Yau-ti Giok li gadis

suci dari nirwana.

Sifatnya yang angkuh dan dingin ini banyak menimbulkan kekaguman dari para wanita-wanita sakti ini, hubungan asmaranya bukan saja dengan kedua wanita sakti

yang sebelumnya selalu bentrok dengannya ada juga dua orang wanita misterius yang kesaktiannya seimbang dengan kedua orang wanita sakti penjaga kedamaian

tersebut.
Siapakah wanita yang menjadi pilihan dari Gak In Ling silahkan saja baca ceritanya……..

HONG LUI BUN
Karya: Khu Lung
Disadur: Gan KH
Cerita ini berkisah tentang suka duka Liok Kiam Ping dalam membangun kembali perguruan Hong Lui Bun. Berbagai kejadian demi kejadian ia alami untuk

mengembangkan dan mempertahankan Hong Lui Bun dari serangan musuh musuhnya.
Kisah ini bermula dari seorang anak yang diasuh didalam perkampungan Kui Hun Ceng yang diperlakukan semena-mena oleh Thi Tian Bin yang menggantikan Ji Cengcu

sejak Ji Cengcu tiba – tiba menghilang tanpa tahu rimbanya.
Karena diperlakukan dengan buruk akhirnya ia melarikan diri berkelana seorang diri, berbagai macam pekerjaan ia lakukan untuk mendapatkan sesuap nasi,

hinaan, cercaan selalu menjadi makanannya. Kehidupannya berubah semenjak ia tanpa sengaja menolong seseorang misterius yang sedang terluka parah yang

ternyata adalah murid perguruan Hong Lui Bun.
Tanpa diketahuinya ternyata batu giok yang selama ini ada padanya ternyata adalah Hiat Liong Ling (Tanda Kebesaran Partai) yang menjadi pegangan seorang

Ciangbunjin (ketua partai). Tugas yang diembannya selain mencari balas atas dendam orang tuanya adalah mengambil kembali pusaka Hong Lui Bun Wi Liong Pit Kip

yang sudah lama hilang dan mengambil kembali tiga batang pedang pusaka yang adal dalam lembah Te Sat kok, membalas denda kematian Cosu Hong Lui Bun terdahulu

yang dikeroyok Tok-sin, Ham-sim-leng-mo, Hwe-hun-cun-cia, Go-hucu, Khong-tong-Koay-kiam dan Lo-husinkun diagulkan sebagai Liok-toa-thian-cu (enam saka

penunjang langit).
Tugas yang harus dipikulnya tidak mudah tetapi seiring dengan keberuntungannya mendapatkan penemuan-demi penemuan yang aneh membuat ia perlahan tapi pasti

menjadi seorang yang sakti. Mulai dari mendapatkan saluran tnaga dalam dari beberapa orang tokoh sakti, terkuaknya rahasia Hiat Liong Ling atau

Hiat-liong-po-giok (batu jade darah naga) yang menyimpan rahasia sebuah tempat yang diberi nama Ngo-tok-seng-te (tempat suci panca bisa) yang berisi sebuah

ilmu mujijat dan barng-barang aneh lainnya.
Memang setelah saya membacanya cerita ini agak sedikit unik dan berbeda dari cerita biasanya walaupun sekilas tidak dapat dirasakan kecuali kalau kita sudah

membaca semua kisah karya Khu Lung. Hair seluruh kisah ini mengisahkan sepak terjang Liok Kiam Ping dalam membangun Hong Lui Bun dengan para anak buahnya

yang sakti-sakti. Kisah asmara tidak terlalu ditekankan dalam cerita ini. Walaupun begitu cerita ini sangat bagus untuk dilewatkan begitu saja.

HATI BUDHA TANGAN BERBISA
Disadur: GAN KL
Wataknya dingin, angkuh, semua itu menjadikan jiwanya nyentrik. Untunglah di dalam lubuk hatinya yang paling dalam masih terbetik juga sifat pembawaan yang

baik, jiwa luhur dan cinta kasih terhadap sesama manusia. Sayang keluhuran jiwanya ini sering tertekan oleh keangkuhannya sehingga menjadi kontras antara

luar dan dalam. Sudah tentu orang tidak tahu akan kekontrasan ini, kalau tidak tak mungkin ia dijuluki Te-gak Suseng (pelajar dari neraka), maka dalam

pandangan sesama kaum persilatan dia dipandang tokoh jahat yang menakutkan.
Tetapi yang lebih aneh dan menakutkan lagi ia hanya memiliki sebuah lengan, dan setiap serangan yang diarahkan ke tangannya yang buntung itu musuhnya

langsung tewas seketika tanpa ada gejala apapun.
Dalam misinya mencari tahu musuh keluarganya ia harus berkali-kali tewas tapi bisa hidup kembali akibat “Sek-liong-hiat-ciang” (darah naga batu), obat

mujarab yang ada di dalam dongeng, yang didapatkannya dari darah seorang perempuan yang selalu mengejar akan cintanya.
Apa yang sebenarnya menjadi rahasia dari tangannya yang cacat itu? Akibat ilmu beracun yang dilatihnya membuat Te-gak Suseng tidak bisa mendekati perempuan,

bagaimanakah kisah asmaranya apakah ia bisa mendapatkan seorang pendamping hidup?
Sampai saat ini belum diketahui siapa yang membuat cerita ini, namun dari gaya ceritanya seperti gaya klasik “Khu Lung” yang hampir tiap karyanya tentang

belas dendam keluarga dan sifat dari tokoh utamanya yang selalu berlaku tegas tanpa ampun terhadap musuhnya.

TENGKORAK MAUT
Judul lama: RAHASIA ISTANA HANTU
Karya : Khu Lung
Saduran: Tjan ID
Dalam pandangan orang-orang dunia persilatan, tempat itu merupakan sebuah istana yang mendatangkan maut bagi siapa yang berani mendekatinya. Benteng kuno itu

dibangun diatas sebidang tanah berbatu karang yang dikelilingi oleh tiga buah aliran sungai. Pintu depan benteng yang menghadap ke arah daratan selalu

terbentang lebar dan memperlihatkan sebuah pintu yang gelap gulita di atas dinding tembok tertera dua huruf besar yang cukup membetot hati siapapun yang

menyaksikan: Benteng Maut
Dibawah dua huruf besar tadi terdapat pula sebuah tengkorak merah darah yang nampak menyeramkan. Itulah lambang maut dari pemilik benteng kuno itu. Selama

hampir tiga puluh tahun lamanya di dunia persilatan tercekam dalam ketakutan, kengerian yang seolah-olah hari kiamat hampir tiba. Semua peristiwa berdarah

yang terjadi selalu diakhiri dengan tertinggalnya lambang Tengkorak maut disisi setiap korban.. Kebrutalan serta kekejaman Tengkorak maut membuat orang jadi

ketakutan dan menjuluki dirinya sebagai malaikat elmaut.
Sebuah keluarga persilatan menjadi saksi kekejaman dari Tengkorak Maut ini, hampir semua anggota keluarga Han terbunuh. Bertahun-tahun kemudian seorang

pemuda dengan membawa dendam selangit bukan cuma itu saja kebenciannya terhadap setiap perempuan membuatnya menjadi seorang yang berhati dingin dan kejam.
Demi membalas dendamnya Han Siong Kie terpaksa harus bentrok dengan Perkumpulan Thian Che Kauw yang yang pengaruhnya sangat besar yang banyak mempunyai

tokoh-tokoh sakti. Sifatnya yang angkuh dan berani sering membuatnya mengalami pengalaman pahit namun keberuntungan membuat ia berkali-kali mendapatkan

penemuan aneh yang membuat ilmunya perlahan tapi pasti menjadi super sakti.
Mandi di “sumber air kulit bumi, Mencopot kulit berganti tulang” dan mendapatkan tenaga sakti dari seekor kura-kura dan ilmu silat dari Leng Koe sangjien

yang sudah lama meninggal. Pertemuannya dengan seorang tokoh sakti jaman dulu membuatnya selain mendapat ilmu sakti ia Menjadi kaisar Tee Kun angkatan ke 14

Istana Huan Mo Kiong di Thian Lam. Bukan cuma itu saja Ilmu kuno ‘Sie Mie Sinkang’ yang didapatnya dari sepasang kitab ‘Hoed Chiu Poo Pit’ telah membuatnya

jadi orang yang tak terkalahkan.
Dalam perjalanannya dalam membalas dendam ia ditemani oleh Hek Pek Siang Sat sepasang suami istri yang pada 40 tahun berselang sangat ditakuti karena

kesaktian dan kekejiannya menjadi pelayannya.
Sifatnya yang membenci setiap perempuan cantik akibat ibunya yang kawin lagi setelah ayahnya meninggal banyak menimbulkan tragedi percintaan terhadap

gadis-gadis yang diketemuinya. Cerita ini banyak mengumbar kesadisan dari tokoh utamanya. Sifatnya yang kejam tidak ada ampun terhadap musuhnya mengingatkan

saya akan kisah dari sebuah karya Khu Lung lainnya ‘Pulau Neraka’.
Cerita ini sangat panjang, dan seperti gaya cersil ‘Khu Lung’ banyak misteri dan hal-hal tak terduga muncul seiring berjalannya cerita ini. Akhirnya cinta

kasih yang murnilah yang dapat meluluhkan hati yang paling keras sekalipun……………

MEDALI WASIAT
Hiap Khek Heng
Karya : Chin Yung / Disadur : Gan KL
Sepasang utusan “pengganjar & penghukum”menggetarkan kang ouw! Mereka mengundang setiap ketua perguruan untuk datang ke pulau Hiap Kek. Tidak ada satupun

yang dapat melawan. Dunia Persilatan terjerumus dalam kekacauan karena setiap orang yang pergi kesana tidak bisa pernah kembali! Agar terhindar dari bahaya,

pendekar Bu lim memperebutkan mestika bernama “Hian Tiat Leng”. Konon pemiliknya Cia Yan Khek bersedia mengabulkan permintaan orang yang memiliki medali

tersebut.
Seorang pemuda terlantar berhasil menemukan medali tersebut, dan tanpa disadarinya akan membuat hidup selanjutnya akan berbeda. Dikarenakan Kau Cap Ceng

pemuda yang menemukan medali tersebut membuatnya harus mengkuti sang tokoh sakti Cia Yan Khek. Boneka lempung yang diberikan Cia Yan Khek ternyata berisi

ilmu sakti dari golongan Budhisme “Lo Han Hok Mo Sin Kang” sebuah ilmu simpanan yang paling sakti dari Tat Mo CouwSu pediri Siauw Lim Pay. Hal ini tidak

diketahui Cia Yan Khek yang mengira itu hanya mainan biasa.
Lima tahun kemudian ketika ia baru turun gunung tanpa disengaja ia masuk kedalam sebuah permandian dan disana ia bertemu seseorang yang wajahnya mirip

dengannya. Dalam suatu peristiwa ia dikerjai hingga pingsan dan ketika terbangun ia sudah ada di perkumpulan Tiong Lok Pang dan dianggap sebagai ketua

perkumpulan.
Bagaimanakah kisahnya sampai jagoan lugu dan polos ini bisa bersahabat dengan utusan “pengganjar & penghukum” yang sangat ditakuti ini, dan munculnya

orang-orang partai Swat San Pay yang terus mengejarnya untuk dibunuh? Apakah rahasia sebenarnya dari pulau Hiap Kek?
Dan siapakah sebenarnya pemuda yang wajahnya mirip dengannya itu?
Cerita ini sangat bagus dan merupakan salah satu kisah favorit saya. Judul lain yang sudah diterbitkan adalah “Kisah Para pedekar”, dan menurutku judul ini

kisahnya lebih lengkap dan padat dari medali wasiat.

KUDA BESI
Kuda Hitam dari Istana Biru
Disadur : SD Liong
Beberapa tokoh persilatan diundang disuatu tempat oleh seseorang yang misterius, beberapa tokoh itu kedapatan meninggal dengan misterius disebuah istana

kuno. Tidak ada yang tahu siapa pembunuh maupun sipengundang sebenarnya.
Wi Kun Hiap yang tidak pernah diizinkan keluar dari rumah oleh ayahnya akhirnya bisa mengembara keluar mengikuti Pamannya, petualangannya tersebut membuat

ia terlibat dengan situasi pembunuhan disebuah istana kuno. Sebuah lukisan yang wajahnya mirip sekali dengannya yang dlihatnya diistana kuno tersebut tanpa

disadarinya akan mempengaruhi kehidupannya dan keluarganya kelak.
Kepandaiannya yang tiba-tiba menjadi super sakti akibat meminum salah satu dari 8 Kuda Besi yang sedang dicari oleh seorang tokoh sakti Pulau Mo Hun To,

tetapi akibatnya membuatnya menjadi ingatan yang hanya dapat disembuhkan oleh sisa dari Kuda Besi tersebut.
Perkenalannya dengan dua orang kakak beradik yang merupakan anak seorang tokoh sesat yang sangat sakti dengan kepribadian yang berbeda. Hui Yan seorang

gadis yang lincah, centil dan suka menggoda membuat Wi Kun Hiap kadang-kadang menjadi jengkel dan kakak keduanya Hui Giok seorang gadis yang lemah lembut,

dan selalu bertingkah sopan, tetapi dibalik semua itu ada rahasia yang tersembunyi mengenai kedua gadis tersebut.

Legenda Pulau Kelelawar
Seri Pendekar Harum-5
Legenda Pulau Kelelawar
Disadur : Gan KL
Chu LiuXiang bertemu lagi dengan Hu Thi Hua yang bercerita mengenai keanehan pada diri salah seorang kekasihnya, Ko A-lam anak murid Hua-shan yang tiba tiba

mengacuhkan dirinya saat bepergian ditemani oleh gurunya, Koh Bwe Taysu. Koh Bwe Taysu adalah seorang beribadat berilmu tinggi, dan sudah tiga puluh tahun

lebih dikabarkan tidak pernah turun gunung, tentunya berita yang mengagetkan apabila Koh Bwe Taysu ditemukan sedang melakukan perjalanan di dunia persilatan,

terlebih ketika menurut Hu Thi Hua kalau Koh bwe Taysu malah sudah Hoan siok ( piara rambut ), pasti ada kejadian penting yang mengguncangkan dunia

persilatan sehingga Koh Bwe Taysu keluar dan turun gunung melakukan perjalanan.
Chu dan Hu yang penasaran akhirnya mengikuti perjalanan dari arah tujuan Koh Bwe Taysu sehingga keduanya berada di kapal laut yang sedang berlayar entah

kemana. Kali ini salah satu sahabat Chu dan Hu, yaitu Thio Sam yang terkenal dengan jaring emasnya turut serta berpetualang bersama Chu LiuXiang di atas

perahu layar itu yang berlayar entah kemana.
Selama perjalanan, banyak kejadian aneh dan peristiwa pembunuhan yang terjadi di atas kapal tersebut. Di atas kapal layar itu, Chu bertemu dengan seorang

nona yang tanpa diduga mahir memainkan jurus silat dari ilmu rahasia perguruan Hua-shan, belakangan diketahui kalau kitab pusaka perguruan Hua-shan yaitu,

Jing-hong-cap-sah-sik telah hilang dicuri orang, dan rupanya itulah alasan mengapa Koh Bwe Taysu turun gunung.
Semakin lama berlayar, semakin aneh kejadian kejadian yang berlangsung di atas kapal itu, para penghuni di kapal layar itu ternyata adalah orang –orang

cabang atas di dunia persilatan, belum lagi beberapa tokoh misterius yang belum terungkap identitasnya tapi kelihatan berilmu tinggi. Korban-korban

pembunuhan misterius semakin banyak berjatuhan sedangkan keadaan jadi semakin misterius dan rumit ketika beberapa petugas polisi kerajaan yang sedang memburu

buronan negara ikut bergabung menumpang.
Tidak lama, rombongan kapal layar itu bertemu dengan kapal lain yang berisi serombongan orang misterius yang dipimpin oleh seorang pemuda buta yang tidak

kalah misterius dibanding dengan orang-orang yang sudah terlebih dahulu berada di kapal sebelumnya. Pemuda buta yang mengaku bernama Goan Sui-hun ini

memiliki sejarahkeluarga yang menarik karena ia berasal dari perkampungan Bu-ceng San di Kwantiong yang sangat dihormati oleh seluruh insan persilatan,

terutama setelah mendengar bahwa ia adalah putra dari Goan Tong-wan, pemimpin perkampungan Bu-ceng San yang paling di hormati di dunia persilatan.
Ternyata para penumpang kapal layar itu, semuanya mempunyai tujuan yang sama, mereka sedang menuju ke sebuah pulau misterius yang bernama Pulau Kelelawar,

Piau Hok-to. Pulau yang di kabarkan menyimpan gua emas dan harta yang tak ternilai sehingga menjadi banyak incaran para insan persilatan.
Tiba di Pulau Kelelawar, para penumpang kapal dihadapkan pada kenyataan bahwa di pulau itu hakekatnya tidak ada satu pun kelelawar yang hidup, pulau itu

tidak lebih dari sebuah bukit karang yang tandus, tiada bunga, tiada kehidupan, yang ada semenjak tiba di pulau itu mereka dihadapkan pada jebakan jebakan

yang dipasang oleh majikan pulau itu untuk memperangkap dan membunuh mereka yang berani datang ke pulau itu. Satu persatu para pendatang kena dijebak dan

dicelakai, termasuk Chu, Hu dan Thio Sam, bahkan salah satu diantaranya mengalami kejadian berat yang sangat memukul batin.
Keaehan lain di pulau itu adalah boleh dikatakan selain cahaya bulan dan bintang, hampir tidak ada sama sekali cahaya yang menerangi pulau ini, selama berada

dipulau itu, mereka hidup dalam kegelapan tidak dapat melihat sesuatu apapun sama sekali, semacam orang buta saja.
Belakangan diketahui kalau pulau itu telah digunakan oleh sekelompok orang untuk berdagang jual beli, bukan barang yang mereka jual belikan akan tetapi

beberapa barang pusaka, peta harta karun, kitab pusaka, racun tanpa penawar dan juga rahasia berbagai macam tokoh persilatan. Mereka yang datang ke pulau ini

selain mereka ingin membeli berbagai macam pusaka ini, mereka juga ingin membeli rahasia mereka masing masing agar tidak bocor di dunia persilatan , karena

jikalau bocor sudah dapat dipastikan nama besar mereka bisa rusak bahkan hancur dan seterusnya tidak bisa lagi hidup sebagai orang persilatan.
Apakah Chu LiuXiang dapat membuka rahasia mengenai pulau kelelawar ini? Apakah ada hubungannya dengan Goan Sui-hun, si pemuda buta dari Kwantung itu? Bisakah

mereka selamat dari pulau rahasia itu? Dan rahasia rahasia apa yang dibawa oleh para pengunjung pulau kelelawar itu , serta bagaimana nasib Koh Bwe Taysu

selanjutnya? (sumber : http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

Mayat Kesurupan Roh
Disadur : Gan KL
Kali ini Chu LiuXiang diundang untuk datang ke rumah salah satu sahabatnya, yaitu Cu Kin-hau (Zuo Qing Hu), yang selain terkenal karena ilmu telapak

tangannya , tapi juga terkenal oleh keahliannya memasak hidangan ikan khas yang hanya hidup di bawah sungai Siu-ya-kio dekat kediamannya.
Cu Ji-ya Cu Kin-hau, selama hidupnya sangat bangga akan tiga hal ; Pertemanannya dengan Chu LiuXiang, Anak perempuannya, Cu Beng-cu yang cantik bagai

bidadari, dan permusuhannya dengan Sih Ih-jin, si Pendekar Pedang Nomer Satu di Dunia , Thian-he-it-kiam-khek. Cu Kin-hau dalam waktu yang sudah ditentukan

akan melangsungkan pertandingan hidup mati dengan Sih Ih-jin guna menyelesaikan perselisihan yang sudah berlangsung puluhan tahun antar keluarga mereka.
Chu LiuXiang diundang oleh Cu Ji-ya untuk menyelediki kejadian aneh yang menimpa pada diri putri tunggalnya itu. Cu beng-cu yang dikabarkan sakit berat

kemudian dinyatakan meninggal, tiba tiba ternyata hidup lagi, dan ketika hidup lagi dia mengidap sakit hilang ingatan yang aneh, dimana mendadak dia mengaku

sebagai nona besar dari perkampungan Sih, yang jelas bahwa pemimpin perkampungan itu adalah Sih Ih-jin yang merupakan musuh besar Cu Kin-hau. Beng-cu sendiri

bersikeras bahwa dirinya adalah betul anak dari Kim-kiong hujin dari Perkampungan Si , bernama Si-in, lebih lanjut dia menuduh pihak keluarga Cu, yang

merupakan musuh besar seluruh keluarga Sih telah berbuat curang dengan menculiknya.
Sementara itu di perkampungan Sih pada saat yang sama sedang diadakan upacara pemakaman dan hari berkabung, dimana pada hari itu disaat yang sama dengan

bangunnya Cu Beng-cu dari sakit, nona besar perkampungan Sih, yaitu Sih In, telah meninggal akibat sakit !.
Apakah roh nona Sih dari perkampungan Sih telah masuk kedalam mayatnya nona Cu untuk bangkit dari kematiannya…?
Untuk menyelediki hal ini, Chu kemudian harus mendatangi Perkampungan Sih dan bertemu dengan Sih Ih-jin, sebetulnya kedatangan Chu ke kediaman keluarga Sih

bukan hanya untuk memecahkan kasus aneh mayat kesurupan roh ini, rupanya sejak lama Chu sudah mencurigai keluarga Sih berbarengan dengan munculnya satu

kelompok perampok yang berilmu tinggi di dunia persilatan. Chu menyimpan kecurigaan bahwa Sih Ih-jin yang terkenal akan ilmu pedangnya setidaknya pasti

mempunyai hubungan dengan munculnya kasus perampokan besar-besaran oleh kelompok yang mempunyai ilmu pedang tinggi.
Semakin lama Chu menyelediki keluarga Sih, semakin dia dihadapkan oleh berbagai persitiwa aneh yang menyangkut setiap anggota keluarga di perkampungan Sih

ini. Ada salah satu saudara kandung Sih Ih-jin yang berilmu pedang sulit dijajaki tapi ternyata tidak waras, kemudian yang lain lagi ternyata mengidap

kelainan sex, dan lain sebagainya.
Jadi apakah rahasia dibalik bangkitnya mayat Cu beng-cu dengan roh nona Sih ? dan apakah betul kecurigaan Chu kalau Sih Ih-jin mempunyai hubungan dengan

berbagai peristiwa perampokan yang terjadi di dunia persilatan ? dan bagaimana hasil pertandingan antara Cu Kin-hau dengan Sih ih-jin. (sumber :

http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

Peristiwa Burung Kenari
Disadur : Gan KH
Mendekati jilid-jilid terakhir dari Rahasia Ciok Kwan Im, muncul tokoh misterius yang telah membantu, tidak hanya membantu tapi juga membunuh lawan-lawan

dari Chu LiuXiang. Tokoh ini begitu misteriusnya dan setiap aksinya hanya membubuhkan tanda berupa surat yang ditandatangani dengan nama Si Burung Kenari.
Walau Chu LiuXiang berhasil membongkar rahasia Ciok Kwan Im, menolong negara Kui-je, menguraikan perselisihan antara Hus-shan dan Keluarga Li yang sudah

bermusuhan sejak empat puluh empat tahun lalu, sekaligus menghancurkan gerombolan para pengikut Ciok Kwan Im, tapi hatinya masih selalu resah.
Su ong-rong bertiga, para dayang nya yang diculik masih belum juga ditemukan, sedangkan dia sendiri masih terikat janji tiga puluh hari dengan Kiong Lam-yan

dari istana Sin-cui kiong.
Selain itu siapakah sosok misterius yang menamakan dirinya Si Burung Kenari itu ?
Dalam perjalanan pulang dari gurun pasir luar perbatasan, ketika Chu dan Hu sedang beristirahat minum arak di sebuah restaurant, tiba tiba mereka didatangi

oleh pasangan pendekar, yang perempuan bernama Liu WuMei dan laki-laki bernama Li YuHan, yang mengaku sebagai putra tunggal dari Li GuanYu, pendekar pedang

nomer satu di dunia persilatan pada tiga puluh tahun yang lalu.
Dari percakapan selanjutnya diketahui apabila Li YuHan ternyata telah menawan Su Rong-rong dan yang lainnya, selanjutnya Li telah mengundang Chu secara paksa

untuk mengunjungi rumahnya dimana Su Rong-rong dan yang lainnya telah ditawan.
Semenjak tiba di kediaman keluarga Li, berturut-turut terjadi beberapa kejadian aneh yang semuanya bertujuan untuk mencelakai Chu dan Hu. Selain beberapa

keanehan pada diri pasangan Li dan Liu, juga muncul beberapa tokoh aneh dengan ilmu silat tinggi ke kediaman keluarga Li yang maksud dan tujuan kemunculannya

sama sekali tidak dapat diterka oleh Chu.
Diketahui kemudian kalau tujuan Li mengundang Chu secara paksa dengan cara menahan para dayangnya ialah karena ingin menunaikan amanat ayahnya yang sebelum

terkena sakit parah, telah berpesan untuk membunuh Chu LiuXiang dengan memakai barisan pedang ciptaannya, sekaligus untuk menguji barisan pedangnya itu

karena Chu dikenal memiliki ilmu meringankan tubuh paling sempurna di dunia persilatan, dan hanya Chu yang paling pantas menguji dan mati, kalau ia gagal,

dibawah barisan pedangnya.
Singkat cerita, Chu lolos dari ujian barisan pedang ciptaan Li GuanYu, padahal barisan pedangnya itu terdiri dari tujuh orang dari cabang atas dunia

persilatan yang memiliki ilmu pedang tertinggi pada masanya.
Ternyata dibalik usaha pembunuhan Chu LiuXiang itu tersimpan cerita lain yang menyangkut asal usul dari Liu WuMei, yang bernama asli Liu Bu Bi. Liu sendiri

terpaksa harus merencanakan usaha pembunuhan Chu LiuXiang karena sudah terlanjur berjanji pada seseorang dengan balasan obat pemunah dari racun yang

diidapnya.
Setelah membereskan urusan dengan pasangan Liu dan Li dari keluarga Li, Chu kemudian teringat akan janjinya pada orang dari istana Sin-cui Kiong yang telah

lewat tiga puluh hari, ditambah rasa penasaran Chu akan alasan dari usaha orang-orang istana Sin-cui Kiong yang selalu berusaha untuk membunuhnya. Sin-cui

Kiong sendiri dipimpin oleh Cui-bok Im-ki seorang wanita misterius yang ilmu silatnya boleh dibilang malah kemungkinan lebih tinggi dibandingkan dengan Ciok

Kwan Im.
Dari informasi yang diberikan oleh Liu Bu Bi, Chu akhirnya menemukan jalan masuk ke istana Sin-cui Kiong ini. Terlebih dahulu harus mendatangi sebuah biara

bobrok yang dikenal dengan nama Bo-dhi Am, orang-orang yang berniat mendatangi Sin-cui Kiong harus terlebih dahulu meminta ijin dan mengutarakan maksud serta

tujuan kedatangannya itu kepada seorang nikoh buta tuli yang mengurus biara kecil tersebut. Chu sendiri mengambil jalan lain, yaitu jalan rahasia yang pernah

dipakai oleh salah seorang anak murid dari Sin-cui Kiong untuk bertemu dengan kekasih gelapnya.
Berhasil menyelusup masuk ke dalam istana Sin-cui Kiong, Chu dan Hu secara tidak sengaja melihat sebuah drama yang melibatkan masa lalu dari seorang tokoh

persilatan terhormat yang ternyata pernah berhubungan asmara dengan salah seorang petinggi dari istana Sin-cui Kiong. Tidak hanya itu berbagai rahasia lain

mengenai keadaan istana Sin-cui Kiong, rahasia tentang diri Cui-bok Im-ki, dan semua intrik dan hubungan rahasia asmara diantara penghuni dari Sincui Kiong

itu.
Pada akhirnya Chu dan Hu berdua harus menghadapi pertempuran terakhir dengan Cui-bok Im-ki yang ternyata lebih mengerikan dibandingkan dengan Ciok Kwan Im.

Cui-bok Im-ki adalah satu-satunya orang di dunia persilatan saat itu yang dapat mengetahui asal usul ilmu silat baik dari Chu dan Hu dengan tepat, yang tidak

seorangpun sebenarnya di dunia yang tahu mengenai hal tersebut. (sumber : http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

Rahasia Ciok Kwan Im
Disadur : Gan KH
Setelah berhasil mengungkap kasus pembunuhan yang ternyata berkaitan dengan intrik perebutan kekuasaan dalam tubuh Kay-pang dan Shao-lin (dalam buku Maling

Romantis), akhirnya Chu LiuXiang bisa pulang kembali ke kapalnya. Angan-angannya untuk bersantai bersama ke tiga dayang yang cantik itu harus lenyap ketika

mereka ternyata telah hilang diculik orang. Demi untuk menyelamatkan mereka, Chu kemudian menempuh perjalanan panjang ke luar perbatasan

Tionggoan,…..memburu penculik sampai gurun pasir!.
Kali ini perjalanan Chu ke luar perbatasan ditemani oleh sahabat setia sejak masa kecilnya yaitu, Oh Thi-hua (Hu Tie-hua), dan seorang lagi sahabat setia, Ki

Ping-yan (Ji Ping-yan). Masih belum lengkap, Si “Setitik Merah Tionggoan“ ZhongYuan Yi Diahong , pembunuh bayaran nomer satu di Tionggoan, membunuh tanpa

meneteskan darah, ikut bergabung dengan Chu untuk menyelidiki rahasia penculikan ketiga dayang Chu LiuXiang itu.
Boleh dibilang, inilah salah satu episode petualangan Chu yang paling baik dan seru ceritanya.
Sesampai di gurun pasir, setelah hampir mati kehausan, Chu, Oh, Ki Ping-yan dan salah satu pengawal dari Ki Ping-yan, kemudian menjadi tamu dari sebuah

kerajaan di gurun pasir yang dikepalai oleh seorang Raja, Kui Je-ong.
Kerajaan Kui Je ini sedang mendapat tantangan dan gangguan dari sebuah perkumpulan di gurun pasir yang semuanya beranggotakan wanita berkepandaian tinggi dan

ahli racun. Perkumpulan ini dipimpin oleh seorang perempuan misterius dengan kepandaian serta intelektualitas yang tidak terukur, Ciok Kwan Im. Ciok Kwan Im

selain kemisteriusannya, oleh kalangan dunia persilatan ia juga dikenal sebagai sosok perempuan tercantik di jagat, terkejam di dunia dan berilmu paling

tinggi sejak puluhan tahun lampau.
Ciok Kwan-Im dalam rencananya ternyata mengincar salah satu mustika paling berharga dari kerajaan Kui-je yang diyakininya menyimpan peta rahasia tempat

penyimpanan harta karun tak ternilai dari pusaka kerajaan Kui-je. Belakangan Chu dan kawan kawan juga menyadari kalau ketiga dayang yang disayanginya itu

telah jatuh pula ke tangan Ciok Kwan-im, sehingga mau tidak mau, ketiga sahabat ini kemudian bekerjasama dengan Kui Je-ong untuk melawan Ciok Kwan-im dan

gerombolannya.
Kisah pertentangan kedua kubu ini tidak menjadi sesederhana yang dikira karena Ciok Kwan In yang memang misterius ternyata benar berilmu tinggi dengan

kepandaian strategi yang tak ada bandingannya. Ciok Kwan Im bisa dengan leluasa keluar masuk istana Kui-je untuk membunuh siapa saja yang ia mau tanpa ada

yang berhasil menghalanginya. Termasuk Chu LiuXiang dan kawan kawan pun hanya bisa memandang tanpa bisa melakukan perlawanan ketika pada suatu ketika Ciok

Kwan Im secara frontal mendatangi istana Kui-je Ong untuk menantang para jagoan kita itu.
Di dalam cerita ini, kisah berputar putar dengan adanya juga satu kelompok asing lainnya yang ingin merebut kekuasaan dari Kui-je Ong, Chu LiuXiang dalam

petualangannya di gurun pasir harus rela ditangkap oleh kelompok ini ketika mengadakan penyeledikan asal usul dari pemimpin kelompok asing yang sudah

berhasil memeras pihak istana Kui-je.
Hasil penyelidikan mengenai pemimpin kelompok ini membuatnya hampir mati trerkejut karena dia merupakan sesosok yang sudah tidak asing lagi bagi dirinya dan

pernah menjadi sahabat karibnya bermain catur dan meminum arak. Siapakah sebenarnya si pemimpin kelompok asing ini ?
Asal usul Ciok Kwan Im, yang ternyata masih bertalian dengan seluruh kejadian yang terjadi dalam petualangan Chu LiuXiang di seri sebelumnya, sosok Ciok Kwan

Im ini berhubungan erat sekali dengan sebuah peristiwa yang mengguncang dunia persilatan sekitar empat puluh empat tahun sebelumnya ketika terjadi permusuhan

abadi antara partai Hua-shan dan keluarga Li dari gunung Huang yang berujung pada musnahnya kedua clan ini.
Kemunculan para saksi dan pemeran langsung kejadian bentrokan partai Hua-shan dan Keluarga Li dari gunung Huang empat puluh empat tahun yang lalu secara

tidak terduga menjadikan misteri dan asal usul seputar Ciok Kwan Im ini akhirnya menjadi jelas, dibalik kekejamannya, Ciok Kwan Im adalah pribadi malang yang

patut dikasihani.
Siapakah sebenarnya Ciok Kwan Im ini, apakah dia juga yang berada sebagai otak dari munculnya kelompok asing yang ingin merebut kekuasaan Kui-je On di istana

Kui-je?
Akhir cerita dipuncaki oleh pertarungan psikologis antara Ciok Kwan Im melawan Chu LiuXiang. (sumber : http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

SOH SIM KIAM
PEDANG HATI SUCI
Karya : Chin Yung / Disadur : Gan KL
Berkisah tentang Tik Hun, seorang pemuda desa yang hidup tenang bersama gurunya, Jik Tiang-hoat, dan putri gurunya, Jik Hong. Pada awal cerita mereka

diundang untuk menghadiri perayaan ulang tahun kakak seperguruan Jik Tiang-hoat, dan di sanalah semua permasalahan dimulai.
Novel ini tidak terlalu panjang, hanya 11 jilid dengan total 532 halaman, dan karenanya tidak banyak petualangan yang dialami Tik Hun. Hanya ada dua konflik

besar di dalam cerita ini yang, tidak seperti plot rumit dalam trilogi Chin Yung, nyaris tidak berhubungan satu sama lain, setiap konflik punya tokoh jahat

dan tokoh wanitanya masing-masing. Hampir terasa seperti membaca dua cerita. Aneh.
Konflik pertama terkait dengan judul buku ini, nama sebuah ilmu pedang yang diperebutkan oleh Jik Tiang-hoat dan kedua saudara seperguruannya. Ilmu ini unik

karena nama-nama jurusnya didasarkan pada baris-baris puisi. Sayangnya, aku tak tahu apa-apa tentang puisi Cina. Andaikan tahu, tentunya lebih bisa

menikmati. Di antara semua puisi yang disebut, hanya satu yang kukenal karena di milis tjersil pernah dibicarakan, termasuk oleh suami.
Rindu d’Hening Malam (Li Bai) Cahaya rembulan depan pagar perigiSudahkah embun beku, menutupi bumi Dongakkan kepala, rupanya terang bulan Waktu menunduk,

erkenang kampung halaman Selain ilmu pedang, ternyata Soh-sim-kiam juga menyimpan suatu rahasia lain, sehingga orang lain di dunia persilatan turut mengincar

kitab silat tersebut, beserta kunci teorinya.

Hiat-to-bun
Konflik kedua adalah keterlibatan Tik Hun dengan Hiat-to-bun (Perkumpulan Golok Berdarah) yang jahat, yang menimbulkan kesalahpahaman sehingga para pesilat

menyangkanya orang jahat juga.

Di tengah-tengah cerita, di jurang bersalju saat tinggal empat orang yang tersisa (Tik Hun, Hiat-to Lo-co, Hoa Tiat-kan, dan Cui Sing) dan tidak bisa ditebak

bagaimana keadaan akan bergulir, barulah cerita terasa seru, dan terus berlanjut sampai akhir buku, yang membuatku terjaga sampai jam dua malam untuk

menamatkannya. (source; http://femmy.multiply.com/)

HIKMAH PEDANG HIJAU
English : Swordman Journey
Karya : Khu Lung Disadur : Gan KL
Apa jadinya jikalau sebuah Kitab yang berisikan gambar-gambar porno/cabul ternyata adalah kitab So-kut-siau-hun-thian-hud-pit-kip (Kitab pusaka Buddha

pengunci tulang dan penggetar sukma) yang berisikan sebuah ilmu sakti. Kitab yang isinya hanya sebuah buku yang isinya bergambar wanita telanjang ini

ternyata bisa membuat setiap orang tak terkecuali yang melihatnya bisa terangsang sampai sampai kehilangan kendali.
Ketika tersekap disebuah gua yang gelap tanpa disengaja Tian Pek bisa memecahkan rahasia kitab So-kut-siau-hun-thian-hud-pit-kip ini. Perjalanannya dalam

menuntut balas terhadap para pembunuh ayahnya .
Ayahnya yang adalah pentolan dari Kanglam-jit-hiap (7 pendekar dari Kang lam) dikeroyok 5 orang saudara angkatnya gara-gara persoalan harta karun yang mereka

dapatkan. Ke empat saudara angkatnya kini sudah terkenal sebagai 4 keluarga besar dunia persilatan yang memiliki jago-jago sakti.
Sebuah dilemma besar terjadi tatkala anak-anak gadis musuh besarnya itu mencintai jagoan kita ini yang kalau boleh dibilang sedikit bangoran. Konflik

terjadi antara sesama wanita ini cantik ini yang saling cemburu membuat Tian Pek sakit kepala juga, belum lagi dengan kemunculan jago-jago yang datang dari

Lam Hay yang sudah mengobrak abrik Bu Lim….
Bagaimana kelanjutan dari lima wanita cantik ini apakah mereka bisa mendapatkan cinta Tian Pek dan dapat hidup berdampingan ?…. Belum lagi wanita yang

memimpin jago-jago dari Lam Hay yang bernama Lam-hay-liong li yang naga-naganya menyukai juga sang jagoan kita ini…..

TIONG CIU LIAT KOK
Kisah Zaman Musim Semi dan Musim Gugur
Disadur : Marcus A.S
Roman klasik Tiongkok yang sangat indah, lebih menarik dari Kisah Tiga Negara (Sam Kok). Buku ini adalah salah satu dari sepuluh roman klasik Tiongkok yang

wajib dibaca oleh setiap orang. Sebuah Roman yang lebih menonjolkan taktik militer, intrik dan roman yang sangat indah. Dalam buku ini berbagai siasat

militer, adu siasat, berbagai tipu daya dan juga kebudayaan Tiongkok yang hidup sampai saat ini diceritakan dalam roman maha besar ini.
Konon roman klasik ini mendapat perhatian dan dikagumi filsuf terkemuka Tiongkok, Khong Hu Cu (Confusius). Sebuah roman yang dikatakan sangat teliti, semula

berasal dari catatan berbagai kerajaan di Tiongkok. Dari roman inilah kita kenal Khut Goan (yang diperingati dengan lomba perahu naganya), kwan Tiong

(seorang ahli strategi militer kondang dan dikagumi oleh Khong Beng dan Kwan Kong semasa hidupnya) serta berbagai kebudayaan dan kepercayaan Tionghoa.

CUN CIU NGO PA (Lima Jago Jaman Cun Ciu)
Chong Hoe Tju (Confusius)
Disadur : Marcus A.S
Kisah roman klasik ini merupakan bagian terbesar dari “Tong Ciu Liat Kok” (Zaman Musim Semi dan Musim Gugur). Buku ini khusus mengisahkan lima raja-muda yang

ingin menjagoi jaman Cun Ciu (475 – 221 SM). Pada zaman inilah muncul ahli strategi dan siasat perang, seperti Pao Siok Gee dan Koan Ting yang sangat

terkenal dan banyak disebut dalam “Sam Kok”. Di dalamnya banyak terdapat falsafah hidup dan strategi serta contoh yang bisa menjadi suri tauladan bagi calon

pemimpin dan pengusaha.

PELANGI MENEMBUS MATAHARI
Karya : NI KUANG
Di ceritakan kembali oleh : Chilly
Di sebuah pulau terpencil datang dua orang kakak beradik bernama Bu Tong dan Bu Ta, mereka adalah anggota aliran sesat, yang sedang melarikan diri karena di

kejar-kejar para pendekar yang ingin membunuhnya.
Saat itu di pulau terpencil menetap 2 orang, satu adalah anak kecil yang bernama Seng Cian dan satu lagi seorang kakek yang di juluki Ceng Liong Ong (Raja

naga hijau)
Ceng Liong Ong pernah membabat habis orang-orang penting dari perkumpulan aliran sesat hingga berantakan. Sedangkan Bu Tong dan Bu Ta waktu itu masih rendah

jabatannya sehingga tidak sampai terbunuh.
Karena ceroboh berlatih silat Ceng Liong Ong hampir tersesat, setelah mendapat bantuan dari dua orang ini dia bisa selamat, karena berjasa kedua kakak

beradik dan anak kecil itu di angkat menjadi murid oleh Ceng Liong Ong.
Selama 8 tahun mereka tinggal di pulau itu belajar. Suatu hari sehabis mereka bertiga melaut, mereka melihat guru nya sedang duduk diam di batu karang,

ternyata gurunya sudah meninggal, di batu itu tertulis pesan, supaya kakak beradik tinggal terus di pulau itu, sedangkan Seng Cian harus pergi ke Ceng-sia

untuk belajar jurus terhebat Pelangi Menembus Matahari (Tiang Hong Koan Jit) yang di kuasai anak gadis gurunya.
Karena kedua kakak beradik memang dasarnya orang jahat, setelah gurunya meninggal mereka berubah lagi menjadi jahat, dan menyiksa adik seperguruannya,

kemudian mereka bermaksud pergi ke Ceng-sia ingin menipu anak gadis gurunya, untuk memperoleh jurus Pelangi Menembus Matahari… dst
(sumber : http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

PEMBUNUHAN 13 PENDEKAR WAHID
Karya : KAO KAO
Saduran : Sin M
Ketika Oey Ciu Hong mendusin dari pingsannya ternyata kepandaian silatnya sudah musnah oleh racun yang telah di minumnya.
Untuk menghindar musuh-musuh yang ingin membunuhnya, di bantu Su Siau Bin, dia terpaksa menyamar dan menyepi untuk menyembuhkan keracunannya
Selain Oey Ciu Hong, kelompok dia yang berjumlah 13 orang pendekar dalam semalam juga telah terbunuh, hanya 1-2 orang yang menghilang tidak ketahuan mati

hidupnya. Selain itu keluarga dia juga mendapat serangan sekelompk penjahat misterius, istri dan anaknya menghilang, dalam serangan itu anak Oey Ciu Hong

yang bernama Oey Ting So terjatuh ke dalam sungai dan di tolong sebuah keluarga persilatan yang terdiri nenek dan cucunya bersama pelayannya, di sini Oey

Ting Soh belajar silat selama 100 hari, setelah itu Oey Ting Soh mulai mengembara mencari ayah, ibunya, dan berusaha memecahkan siapa dalang pembunuhan ini.

..
(sumber : http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

ASMARA PEDANG dan GOLOK
Karya : Suma Leng
Hoyan Tiang-souw, seorang pemuda kasar, tinggi besar, kalau berbicara suaranya seperti geledek menggelegar, dia mengembara dari utara ke selatan (Kang-lam),

dengan sebilah Mo-to (Golok setan) dia telah membunuh banyak sekali ahli-ahli golok. setiap bertarung cukup satu jurus saja maka tubuh lawannya akan terbelah

menjadi dua bagian.
Li Poh-hoan seorang pemuda tampan, cerdik, berilmu tinggi, keturunan seorang jago yang sangat terkenal di dunia persilatan, dia adalah Pangcu Thi-pian-tan

(Perkumpulan pikulan besi), dengan sebilah pedang dia belum pernah mendapat tandingan, dia berambisi ingin menguasai dunia persilatan.
Cui Lian-hoa seorang wanita lemah lembut dengan kecantikannya yang tiada tara, telah membuat siapapun yang melihat akan jatuh cinta dan ingin memilikinya.

Dia mempunyai saudara kembar yang bernama,
Cui Lian-gwat, kecantikannya tidak kalah oleh kakaknya, dia belajar ilmu sesat dari aliran barat, sehingga prilakunya menjadi sesat dan selalu ingin

melakukan pembunuhan.
Karena kecantikan dua saudara kembar itu maka terjadi kemelut, setiap orang baik tua maupun muda, penjahat, pembunuh sampai mempertaruhkan nyawanya ingin

memiliki wanita yang kecantikannya tiada tara ini.
Hoyan Tiang-souw dan Li Poh-hoan pun terlibat percintaan yang unik ini, sehingga dua jago muda yang tiada lawan ini menjadi bermusuhan dan melakukan

pertarungan mengadu jiwa
Siapa yang akan berhasil mendapatkan wanita cantik ini..?
Yang menarik dari buku ini adalah selain isi ceritanya juga penggunaan bahasa yang puitis hingga membacanya harus perlahan dan memerlukan pemahaman yang

dalam, gaya bertarungnya pun tidak banyak bervariasi, begitu golok menyerang maka kepala / tubuh lawan segera terpotong jadi dua.
Mungkin gaya bahasa dan gaya bertarungnya mirip dengan Khu-lung.?
(sumber : http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

Hawa Pedang Membekukan Es
Cerita di mulai dari seorang pembunuh bayaran bernama Cia Kim-in mendapat tugas membunuh seluruh keluarga Suma Toh-wan yang terdiri 18 jiwa.
Sesudah berhasil malaksanakan tugasnya, di dalam sebuah perahu dia bertemu dengan seorang wanita penyanyi bernama Cu-lan, di loloh dengan arak dan rayuannya

Cia Kim-in menjadi lupa diri dan tanpa sadar melakukan hubungan suami istri.
Ternyata Cu-lan adalah anak Tiauw Hui-seng ketua Tai-tiauw-po yang telah di bunuh oleh Cia Kim-in. Tiauw Cu-lan bersama suaminya Kau Ju-san menjebak dan

ingin membunuh Cia Kim-in tapi tidak berhasil, malah Kau Ju-san akhirnya mati di bawah pedang Cia Kim-in..
Dua puluh tahun kemudian, muncul sorang pemuda bernama Tiauw Ci-yan, dia adalah anak hasil hubungan dari Tiauw Cu-lan dan Cia Kim-in, dia mendapat perintah

rahasia dari gurunya untuk menyelidiki pembunuhan yang terjadi di Tai-tiauw-po dan membunuh Cia Kim-in.
Tiauw Ci-yan dari seorang pesilat muda yang berilmu biasa-biasa saja, dalam pengembaraannya, secara tidak terduga mendapat keberuntungan dari beberapa tokoh

persilatan yang merupakan legenda kaum persilatan, akhirnya dia menjadi seorang pesilat yang sangat tinggi ilmunya.
Apakah dia akan berhasil membunuh Cia Kim-in?
Apakah dia akan berhasil menyelidiki rahasia pembunuhan di Tai-tiauw-po?
(sumber : http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

PERINTAH BERDARAH
Karya : Cukat Ceng In
karangan Karangan CUKAT CENG-IN, kalau nga salah Cukat Ceng-in adalah pengarang buku Makam Bunga Mawar, saduran O P A perlu di ketahui oleh Liatwie Enghiong,

untuk buku baru Perintah Berdarah dan buku baru selanjutnya akan menggunakan istilah HOKIAN berikut sedikit ringkasan cerita bagian awalnya.
Dalam perjalanan pulang di malam hari Kang Cu-ciau Dan putrinya Kang Sang-ceng bertemu dengan anggota Perkumpulan Perintah Berdarah, mereka ingin membalas

dendam karena beberapa waktu lalu Kang Cu-ciau telah bertarung dengan seorang anak muda jahat dan akhirnya pemuda itu meninggal karena luka-lukanya, ternyata

anak muda itu adalah anak dari Tao Kong yang merupakan ketua baju kuning Perkumpulan Perintah Berdarah.
Dalam keadaan terdesak, seorang anak muda bernama Lenghou Lui yang berjuluk Hiat Kongcu membantu Kang Cu-ciau dan putrinya hingga anggota Perkumpulan Tanda

Berdarah terpaksa mundur dan mengatakan akan membuat perhitungan lagi pada saat ulang tahun Kang Cu-ciau yang ke 60.
Untuk menyelamatkan nasib perguruannya terpaksa Kang Cu-ciau mengatur rencana. Dia memecat murid kesayangannya yang paling besar Han Giok dan murid wanita ke

7 U Hong-lian dari perguruan, supaya pergi menyelamatkan diri.
Apa yang akan terjadi pada ulang tahun Kang Cu-ciau? Bagaimana nasib Toa-suheng Han Giok dan Jit-sumoi U Hong-lian? (sumber :

http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

PANJI WULUNG
Judul Lain : GAGAK HITAM
Saduran : OPA
Angin meniup, Panji Wulung berkibar di angkasa.
Megah, angker, lambang keagungan sepanjang masa.
Berkuasa, berpengaruh, untuk seluruh jagat raya.
Di dalam rimba persilatan, akulah Rajanya ….!
Sajak Panji Wulung ini, pada seratus tahun berselang telah tersiar luas didalam rimba persilatan. Tiada seorangpun tahu siapa yang menulis dan siapa orang

pertama yang menyiarkan sajak itu. Orang hanya merasa karena sifatnya yang gagah dalam sajak itu, sehingga banyak orang rimba persilatan senang menyanyikan

sajak itu.
Apakah arti Panji Wulung ? Oleh karena waktunya sudah lama, tiada seorangpun yang dapat menjelaskan. Orang hanya tahu sewaktu nyanyian itu tersiar di dalam

rimba persilatan, ada terjadi suatu peristiwa menggemparkan, dimana duabelas tokoh rimba persilatan kenamaan untuk masa itu dalam waktu setahun kedapatan

mati terbunuh dalam keadaan sangat mengerikan. Siapa pembunuhnya ? Juga tak seorangpun yang pernah melihat. Mungkin hanya sang korban sendiri yang tahu.

Tetapi apalah gunanya, yang mati toch sudah mati, sekalipun mereka betul-betul ingat wajah pembunuhnya, apalah gunanya kalau jiwa mereka sendiri tak dapat

mereka selamatkan.
Dapatkah mereka hidup kembali untuk menceritakan halnya kepada orang lain ? Tentu tidak ! Adapun cara kematian dan keadaan sebelum maut merenggut nyawa

keduabelas tokoh tersebut adalah serupa belaka. Pertama-tama mereka terlebih dahulu telah menerima bingkisan berupa panji kecil berukuran lima dim warna

hitam, dan pada hari ketiganya sesudah menerima panji itu batok kepala si korban pisah dari tubuhnya ! Cuma dalam jangka waktu beberapa hari batok kepala

yang lenyap itu kalau tidak muncul dirumah kerabat terdekat sang korban, tentulah akan “berkunjung” kesuatu tempat pertemuan orang-orang rimba persilatan,

sekalipun jauhnya ribuan pal dari tempat kejadian.
Kejadian aneh ini benar-benar merupakan peristiwa luar biasa, tidaklah heran kalau menggemparkan rimba persilatan. Tetapi keanehan bukan cuma sampai disitu

saja, batok kepala yang diantar ke tempat sejauh ribuan pal itu, meskipun sudah lewat beberapa puluh hari, sedikitpun tidak rusak atau membusuk, keadaannya

masih tetap seperti di waktu hidup, tiada seorangpun tahu apa sebabnya. Peristiwa itu, pada masa itu benar-benar sangat menggelisahkan orang-orang rimba

persilatan daerah Tiong goan, hampir semua orang anggap panji kecil tidak berarti itu sebagai benda maut, maka semua menyebut pembunuh yang ganas itu sebagai

PANJI WULUNG.
Kisah ini juga pernah diterbitkan dengan judul GAGAK HITAM, bercerita tentang seorang pendekar muda yang terkenal yang tiba-tiba menerima Panji Wulung bukan

cuma satu tetapi tiga buah dengan corak yang berbeda. Bagaimanakah Pendekar Touw liong bisa memecahkan misteri dari 3 buah Panji Wulung yang diterimanya

ini?

PEDANG DAN GOLOK YANG MENGGETARKAN
Thian Kiam Coat To
Karya: Wo Lung Shen
Disadur : Boe Beng Tjoe
Dunia persilatan sangat mengharapkan Thian Kiam – Kie Tong (pemilik Ong To Kiu Kiam) dan Pa To – Siang Go (pemilik Toan Hun It To) berduel untuk mengetahui

siapa yang lebih unggul, dapatkah Ong To Kiu Kiam membendung Toan Hun It To. Sayang sekali tidak pernah tersiar kabar pertarungan kedua jago tersebut, karena

mereka berdua saling menghindari bentrokan, sama-sama tidak yakin bisa mengatasi lawan.
Akhirnya sama-sama menyeberangi Seng Su Kio (jembatan hidup mati) dan hidup mengasingkan diri di sana karena tidak pernah ada orang lain lagi yang berhasil

selamat menyeberangi Seng Su Kio yang diliputi kabut tebal dan pusaran angin kencang.
Berpuluh tahun kemudian, barulah Coh Siauw Pek, bocah berusia lima belasan tahun yang diliputi rasa putus asa dan dendam akibat terbasminya orang tua,

saudara dan seluruh keluarga berjumlah seratus jiwa lebih oleh 9 partai besar dan 9 bun / pang / hwee ternama, berhasil tanpa sadar melewati Seng Su Kio dan

betemu dengan Kie Tong dan Siang Go.
Berbekal Ong To Kiu Kiam dan Toan Hun It To warisan Thian Kiam dan Pa To, Coh Siauw Pek keluar lagi dari Seng Su Kio dan mulai menyelidiki misteri di balik

pembasmian keluarganya yang bermula dari dituduhnya ayah bunda Coh Siauw Pek membunuh 4 orang ketua dari 4 partai besar. Dalam usahanya tersebut, Coh Siauw

Pek bertemu dan berserikat dengan beberapa orang gagah yang mendukungnya, membentuk Kim To Bun (Perkumpulan Golok Emas; Kim To ini pernah menjadi lambang

keadilan warisan seorang cianpwee).
Menariknya, dalam Kim To Bun ada 2 orang kakak beradik perempuan yang cerdik pandai (keduanya cantik jelita tapi sang kakak buta dan sang adik bisu) yang

bertindak sebagai kunsu (penasihat) bagaikan Cukat Liang / Khong Beng dalam cerita Sam Kok……………….

PENDEKAR KIDAL
Oleh: Gan KL
Lenyapnya Tong‑Thian-jong, tertua keluarga Tong di Sujwan yang terkenal dengan ilmu senjata rahasia dan racunnya serta Un It‑hong, tertua keluarga Un di Ling

lam yang terkenal dengan obat bius dan wewangian yang memabukkan, yang terkait dengan “CING CU LING” (firman mutiara) menggemparkan dunia “Kang-ouw“.
Ling Kun-gi berkelana berbekal tiga jurus ilmu pedang Hwi-liong-kiam-hoat warisan keluarganya yang tidak lengkap dan ajaran gurunya Hoan jiu ji lay (Budha

Kidal) seorang hwesio “pemberontak” dari Siau-lim-si untuk mencari ibunya yang turut lenyap.
Dalam pengembaraannya ia banyak terlibat dengan pelbagai urusan yang menegangkan dan berkenalan beberapa orang gadis cantik seperti putri dari keluarga Tong,

Un, pangcu Pek-hoa-pang.
Ia berhasil mengetahui juga dibalik peristiwa mutiara cin-cu-ling yang terkait sebuah perkumpulan pembela negara dimasa lampau yang dikejar-kejar pemerintah

pada saat ini dan terbunuhnya ayahnya.
Akhirnya ia berhasil menguasai secara lengkap Hwi liong-kiam-hoat dan membasmi penghianat yang menyebabkan terbunuhnya ayahnya dan memperistri 4 orang gadis

cantik yang dikenalnya selama pengembaraannya. (Sumber: http://silat.cersilangka.info)

TANGAN BERBISA
Karya : Khu Lung
Disadur : Tjan ID
Jauh pada seratus tahun lebih berselang didalam rimba persilatan ada seorang yang bernama Thiat Thian Bin yang bergelar Thay Pek Sian-ong, dia dengan

berbekal kepandaian keturunan dari Tat-mo couwsu maSuk kedaerah Tionggoan, pada masa itu ia merupakan seorang jago terkuat tanpa tandingan, seorang diri ia

memiliki dua belas macam kepandaian ampuh, ilmu-ilmu itu terdiri dari ilmu pedang, golok, senjata yang berbentuk alat tulis, kipas, tinju dari tangan,

meringankan tubuh, kekuatan tenaga dalam, senjata rahasia, ilmu menyedot hawa, ilmu bikin mabuk lawannya dengan tiupan seruling dan lain-lain, semuanya

merupakan ilmu yang tidak ada taranya.
Tay-pek Sian-ong ini, dalam hidupnya boleh dikata tak ada apa- apa yang patut diceritakan, sebab kepandaian ilmu Silatnya terlalu tinggi, orang-orang rimba

persilatan baik golongan hitam maupun gologan putih, semua takluk. sehingga tiada seorang yang berani menghadapinya.
Dengan demikianlah ia telah melewati hidupnya dengan tenang sampai berusia seratus sembilan tahun ketika ia menutup mata hingga tahun ini baru tiga puluh dua

tahun. Tetapi pada waktu ia hendak menutup mata, ia telah melakukan suatu pekerjaan yang menggemparkan rimba persilatan, urusan, menurut pandangan Suhumu,

kecuali ada lain maksud jikalau tidak, sedikit banyak agak tidak masuk diakal.
Entah ia mendapat ilham dari mana, pada waktu ia telah mengundang dalam waktu bersamaan kepada pemimpin-pemimpin atau ketua partay rimba persilatan, katanya

hendak membuat orang tetap awet muda, setiap ketua atau pemimpin partai diwajibkan untuk mencari sejenis daun atau barang- barang yang sangat manjur untuk

bahan obat, ia kata pelawet muda itu setelah berhasil diciptakan, barang siapa yang makan satu butir, bisa tetap awet muda.
Setelah permintaannya yg sulit itu berhasil dikerjakan oleh para pemimpin partai, ia kemudian membagikan 12 kunci yang berbentuk12 huruf Shio yang dapat

membuka kotak Sin Kie Giok Sap (Kotak Rahasia) yang konon selain berisi obat awet muda juga terdapat kitab silat . Tay-pek Sian-ong kemudian tiba-tiba

menghilang ditengah –tengah sebuah telaga dan tidak muncul-muncul lagi.
Bertahun-tahun kemudian salah satu kunci berbentuk Shio Liong (Naga) itu berada pada seorang anak muda yang bernama Cin Hong murid salah seorang tokoh Tiga

Gaib dunia Persilatan.
Cin Hong merupakan seorang yang sangat hijau / kurang berpengalaman dalam dunia persilatan bahkan bisa dibilang terlalu lugu, dan dalam petualangannya

memecahkan misteri dari Kunci berbentuk huruf Liong, dia harus berhadapan dengan Pemilik “Penjara Rimba Persilatan” yang sangat sakti bahkan berhasil

memenjarakan gurunya dan tokoh-tokoh sakti golongan hitam maupun putih. Walaupun ilmunya masih cetek ia berani menantang duel……….? Belum lagiruwetnya kisah

asmaranya dengan berbagai gadis cantik mungkin karena jagoan kita ini termasuk jenis pemuda yang kurang tegas dalam hal perempuan dan mungkin agak begajul

juga ……

Serial : PENDEKAR SEJATI
Sampai saat ini, dikonfirmasikan serial Pendekar Sejati terdiri dari 10 judul, yaitu:
– Wen Rou Yi Dao (Golok Kelembutan, telah terbit)
– Yi Nu Ba Jian (Pedang Amarah, segera terbit)
– Jing Yan Yi Qiang (Tombak Kecantikan)
– Shang Xin Xiao Jian (Anak Panah Peluka Hati)
– Chao Tian Yi Gun (Toya Penghancur Langit)
– Qun Long Zhi Shao (Pentolan Kelompok Naga)
– Tian Xia You Di (Ada Musuh Dikolong Langit)
– Tian Xia Wu Di (Tiada Tandingan Dikolong Langit)
– Tian Xia Di Yi (Nomor Satu Dikolong Langit)
– Wu Di (Tanpa Tandingan)

Toya Penghancur Langit
Karya : Wen Rui An
Serasa belum cukup kemalangan yang ditimpa Ong siau-sik setelah kehilangan kedua saudara angkatnya, sebuah masalah kembali menghampirinya. Pada hari yang

sama ketika so Bong-seng menghembuskan napas untuk penghabisan kalinya dan pek jau-hui tewas, saudara angkat ong siau-sik, Tong Po-gou dan Pui Heng-sau

justru mendapat teguran pedas dari kaisar Tio Ji serta perdana menteri Coa Keng dan terancam hukuman pancung kepala.
Dibalik ancaman hukuman pancung tersebut, tersembunyi muslihat busuk dari Coa Keng untuk memusnahkan semua kekuatan aliran putih yang ada di kotaraja.
Demi selamatkan nyawa Tong Po-gou dan Pui Heng-sau, pertempuran berdarah di wilayah Po-pan-bun dan perempatan Cau-si-ko pun tak terelakkan. Toya penghancur

langit dan anak panah peluka hati menunjukkan kesaktiannya. Toya penghancur langit berhasil membantai pentolan bajingan, sementara ong siau-sik dengan tiga

anak panahnya menyapu bersih para pengkhianat.

Anak Panah Peluka Hati
Karya : Wen Rui An
Bisakah manusia dengan ambisi sebesar Pek Jau-hui selamanya hidup teralingi bayang-bayang kebesaran nama Ang sui to So Bong-seng?
Pek Jau-hui si “hati yang ingin terbang, selamanya tak bisa mati” demi mencapai ambisinya menjadi manusia nomor satu dikolong langit berniat menyingkirkan

saudara angkatnya.
Kalau didunia ini sudah ada Pek Jau-hui kenapa harus ada So Bong-seng? Logikanya simpel, selama So Bong-seng masih bernafas, Pek Jau-hui akan selalu menjadi

nomor dua. Oleh karena itu, Pek Jau-hui harus membinasakan So Bong-seng, dan oleh karena itu jg So Bong-seng mutlak harus mati.
Saudara? Apakah arti saudara? Setipis itukah makna saudara bagi Pek Jau-hui? Yang jelas pertarungan hidup mati Pek Jau-hui-So Bong-seng tak terelakkan lagi.
Bagaimanakah hasil pertarungan tersebut? Siapa unggul? siapa asor? Lalu, bagaimana dengan adik ketiga mereka, Ong Siau-sik? Bagaimana dia harus bersikap?

kemana dia akan memihak?
Mendengar kabar tentang pertarungan kedua saudara angkatnya, Ong siau-sik segera kembali ke kotaraja setelah buron bertahun-tahun. Ia mendirikan pagoda

belalai gajah untuk menuntut keadilan bagi so bong-seng. Sekali lagi, pertarungan hidup-mati antara dua orang yang pernah mengangkat sumpah sehidup-semati

dibawah nama saudara tak terelakkan.
Bermaksud baik untuk meredakan pertikaian antara dua saudara angkat, Un-gi mendatangi hong-yu-lo dan mencari pek jau-hui untuk bertindak sebagai penengah,

tapi langkahnya itu justru berakibat fatal, tiga kekuatan besar di kotaraja mempercepat rencananya untuk melakukan pertarungan sengit.
Darah tercecer, jiwa melayang, sekali lagi kotaraja menjadi saksi bisu keserakahan ambisi manusia akan kekuasaan……

Tombak Kecantikan
Karya : Wen Rui An
Perdana menteri Coa keng menitahkan ong siau-sik untuk menghabisi Cukat sianseng. Titah yg tidak bisa ditawar-tawar lagi, Cukat siangsing tewas, atau Kim

hong si yu lau akan dibasmi sampai keakar-akarnya. Tidak ada jalan lain lagi bagi Ong siau-sik, demi loyalitas dan rasa setia kawan, tidak bisa tidak Cukat

siangsing harus dan musti mati.
Akan tetapi, benarkah semua jalan keluar telah tertutup bagi Ong siau-sik? Yang jelas hasil dari operasi ini adalah kegagalan total, bukannya Cukat siangsing

yang tewas, malah komplotan perdana menteri Coa keng yang paling setia, Hok Tiong-su termusnahkan dan Ong siau-sik harus buron selama 3 tahun.
Belum patah arang, sekali lagi perdana menteri Coa keng melancarkan operasi untuk menghabisi Cukat siangsing. Kali ini ia mengutus Goan Capsa Heng sebagai

algojo. Bentrokan besar tak terhindarkan, pertumpahan darah tak terelakkan, pertarungan habis habisan terjadi antara Lak-hap Cing-liong yang diutus Goan

Capsa Heng melawan Thian-ie kisu dan 4 opas yang dikirim Cukat sianseng.
Siapa unggul? Siapa asor? Keduabelah pihak sama-sama menderita kerugian yang harus dibayar dengan jiwa rekan mereka. Goan Capsa Heng sendiri terluka parah

oleh tusukan tombak Kecantikan milik Cukat sianseng, hingga menderita cau-hwee-jip-mo.
Habis manis sepah dibuang, dalam perjamuan yang diadakan Coa Keng, ia meracuni Goan Capsa Heng. Menggunakan kesempatan itu, Cukat sianseng menyelamatkan Ong

siau-sik yang sudah divonis hukuman mati.
Secara iklas dan puas Goan Capsa Heng mati diujung pedang Ong siau-sik, bahkan ia menyerahkan kitab silat “anak panah peluka hati” kepadanya.

Pedang Amarah
Karya: Wen Rui An
Lui Tun menyaksikan udara makin hari makin bertambah dingin, jari jerami tangannya yang ramping dan putih bagaikan salju seakan terendus kembali udara segar

bercampur bunga bwee. Penyakit yang dideritanya adalah musim dingin yang membeku atau musim semi?
Siapakah yang dapat menggambarkan perasaan hati Lui Tun? Dipermainkan oleh nasib, diombang-ambing oleh perasaan cinta dan juga dendam. Ang siu to So

Bong-seng, Locu dari Kim-hong-si-yu-lau, seseorang yang pernah dicintainya sepenuh hati bahkan merupakan tunangannya, sekarang adalah pembunuh ayahnya.
Satu yang pasti, hatinya kini telah mantap, keputusan telah diambil, So Bong-seng hanya boleh sakit, tak boleh mati. Sebab dia ingin dan harus membunuhnya,

membunuh dengan tangan sendiri. Didunia ini, hanya dia seorang yang berhak dan layak menghabisi nyawa So Bong-seng.
Menyadari perbedaan pandangan serta prinsip yang semakin meruncing antara dirinya dengan Pek Jau-hui yang dapat berakibat terhambatnya kemajuan

kim-hong-si-yu-lau, Ong siau-sik memutuskan untuk kembali ke balai pengobatan Jau-sik-cay, mengabdikan dirinya untuk mengobati rakyat kecil.
Secara kebetulan Ong siau-sik bertemu dengan Coa Keng, perdana menteri yang paling berkuasa di kerajaan waktu itu. Dengan ancaman kelangsungan hidup

kim-hong-si-yu-lo, ia dipaksa melakukan sebuah rencana busuk yakni melakukan sebuah pembunuhan, pembunuhan yang mau tidak mau harus dia lakukan, demi kedua

saudara angkatnya, demi Kim-hong-si-yu-lau, pembunuhan yang akan menggemparkan kotaraja……..

PEDANG SAKTI LANGIT HIJAU
(CANG QIONG SHEN JIAN)
Cerita dibuka dengan perjalanan kakak beradik Xing Yue Shuang Jian (Sepasang Pedang Bulan Bintang) membawa Xiong Ti – anak laki 7 tahun, dan anak perempuan

Pangeran Yin Ren. Kemudian mereka bertamu ke tempat Sha Tian Ji berjuluk Bao Ma Shen Bian (Shen Bian = Pecut Sakti, Bao Ma tidak diterjemahkan, tapi cayhe

tebak artinya : Kuda Mestika, mengingat keahliannya mengendalikan dan menotok kuda).
Pedang Utara Pecut Selatan – sebutan untuk Xing Yue Shuang Jian dan Bao Ma Shen Bian, akhirnya saling bertarung mengukur kelihayan.
Setelah peristiwa di rumah Sha Tian Ji, Xing Yue Shuang Jian akhirnya meninggal dan mewariskan catatan ilmu silatnya kepada Xiong
Ti. Xiong Ti bertahan hidup dan mempelajari Tian Lei Shen Gong (Tenaga Sakti Petir Langit) dan ilmu pedang 13 jurus Cang Qiong warisan gurunya, ditambah 10

jurus aneh yang diajarkan Du Xin Shen Mo (tidak diterjemahkan, kira-kira : Iblis Sakti Hati Beracun) Hou Sheng.
Pada umur 16 tahun, dengan berbekal pedang mestika Qi Tian Jian,Xiong Ti pertama kali terjun ke dunia persilatan untuk mencari Sha Tian Ji guna membalas

dendam. Tidak ketemu Sha Tian Ji, malah terlibat pertikaian sampai ke acara peresmian pendirian kembalipartai jahat Tian Yin Jiao (tidak diterjemahkan, malah

pertama-tama ditulis Tai Yin Jiao). Di sini, Xiong Ti diangkat murid oleh Pak Tua Piao Ran dan belajar selama 4 tahun serta memakan obat ajaib Shou Wu.
Setelah turun gunung lagi, Xiong Ti bertemu dan saling jatuh cinta dengan Xia Yun, yang tidak diketahuinya adalah anak angkat Sha Tian Ji; mengangkat saudara

dengan Shang Wei Ming – pemuda pemimpin pemberontak yang lihai. Xiong Ti dan Shang Wei Ming termasuk 2 dari3 orang pesilat muda yang terkenal saat itu.

Mereka sempat bentrok dengan jago-jago Wu Dang, sedangkan Wu Dang mengumpulkan para tokoh aliran lurus untuk membasmi Tian Yin Jiao yang semakin kuat.
Ada beberapa cabang cerita yang ditawarkan, yang mestinya menarik apabila dilanjutkan sampai tuntas, seperti rahasia yang terkandung dalam sepasang pedang

mestika Qi Tian Jian dan Gu Ren Jian,identitas Xia Yun dan Shang Wei Ming yang sebenarnya, ataupun teka-teki kematian Xing Yue Shuang Jian.
Pada bagian akhir, Xiong Ti, Shang Wei Ming, dan Xia Yun bertarung dengan jago-jago Tian Yin Jiao; kemudian bersama Xia Yun bertemu dengan Sha Tian Ji.

Inilah peluang Xiong Ti untuk membalas dendam.
Sha Tian Ji jelas bukan lagi tandingan Xiong Ti yang sudah lihai sekali. Akhir ceritanya cukup mengejutkan. (sumber:http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

PEDANG DAN GOLOK YANG MENGGETARKAN
THIAN KIAM COAT TO
Judul lama : Pedang Penakluk Golok Pembasmi
Saduran : Boe Beng Tjoe
Karya : Wo Lung Shen
Dunia persilatan sangat mengharapkan Thian Kiam – Kie Tong (pemilik Ong To Kiu Kiam) dan Pa To – Siang Go (pemilik Toan Hun It To) berduel untuk mengetahui

siapa yang lebih unggul, dapatkah Ong To Kiu Kiam membendung Toan Hun It To. Sayang sekali tidak pernah tersiar kabar pertarungan kedua jago tersebut, karena

mereka berdua saling menghindari bentrokan, sama-sama tidak yakin bisa mengatasi lawan.

Akhirnya sama-sama menyeberangi Seng Su Kio (jembatan hidup mati) dan hidup mengasingkan diri di sana karena tidak pernah ada orang lain lagi yang berhasil

selamat menyeberangi Seng Su Kio yang diliputi kabut tebal dan pusaran angin kencang.

Berpuluh tahun kemudian, barulah Coh Siauw Pek, bocah berusia lima belasan tahun yang diliputi rasa putus asa dan dendam akibat terbasminya orang tua,

saudara dan seluruh keluarga berjumlah seratus jiwa lebih oleh 9 partai besar dan 9 bun / pang / hwee ternama, berhasil tanpa sadar melewati Seng Su Kio dan

bertemu dengan Kie Tong dan Siang Go. Berbekal Ong To Kiu Kiam dan Toan Hun It To warisan Thian Kiam dan Pa To, Coh Siauw Pek keluar lagi dari Seng Su Kio

dan mulai menyelidiki misteri di balik pembasmian keluarganya yang bermula dari dituduhnya ayah bunda Coh Siauw Pek membunuh 4 orang ketua dari 4 partai

besar.

Dalam usahanya tersebut, Coh Siauw Pek bertemu dan berserikat dengan beberapa orang gagah yang mendukungnya, membentuk Kim To Bun (Perkumpulan Golok Emas;

Kim To ini pernah menjadi lambang keadilan warisan seorang cianpwee). Menariknya, dalam Kim To Bun ada 2 orang kakak beradik perempuan yang cerdik pandai

(keduanya cantik jelita tapi sang kakak buta dan sang adik bisu) yang bertindak sebagai kunsu (penasihat) bagaikan Cukat Liang / Khong Beng dalam cerita Sam

Kok……………….

Eng Djiauw Ong
Judul asli : Yingzhua wang
Karya : Zheng Zhengyin
Penerjemah : Oey Kim Tiang (OKT)
Pada permulaan pemerintahan Kaisar Tong Tie dari kerajaan Tjeng, disebut kalau propinsi Siamsay sedang terancam oleh pemberontakan kaum Rambut Panjang yang

majukan dua puluh laksa jiwa serdadunya di tiga jurusan. Tetapi Jenderal To Liong Oh telah hajar pemberontak di kota Keng Tjie Kwan hingga kawanan itu jadi

terpencar dan mengacau di sana-sini. Membaca beberapa halaman permulaan dari cerita ini, kebanyakan akan menduga kalau ini bukanlah boehiap siauwswat (novel

cersil) tetapi hanya sekedar yangie siauwswat (novel sejarah) yang berkisar seputar pertentangan antara kaum pemberontak dan kerajaan plus dengan segala

intriknya, perkara korupsi di kerajaan, atau kisah cinta antara tokoh utamanya yang (biasanya) juga adalah kepala dari kaum pemberontak yang ingin merebut,

atau sedikitnya membersihkan kerajaan dari para politikus bejat atawa koruptor.
Tapi tidak demikian dengan Eng Djiauw Ong ini……………!
Cerita dibuka dengan mengisahkan Hoa In Hong yang sedang bertugas untuk mengantar surat rahasia yang dikirim oleh gurunya, Ong To Liong, yang bergelar Eng

Djiauw Ong (Ong si Kuku Garuda atau dapat juga diartikan Raja Cakar Garuda) yang ialah juga tjiangboendjin Hoay Yang Pay. Surat rahasia tersebut ditujukan

kepada Yo Boen Han yang merupakan kawan kekal dari In Hong punya soehoe. Yoe Boen Han adalah hartawan di Kota Hoa-im, mantan pembesar negara yang terkenal

sebagai orang jujur dan bersih. Ong si Kuku Garuda ini sepuluh tahun silam pernah mendapatkan pertolongan dari Yoe Boen Han sehingga akhirnya mereka kemudian

mengikat diri sebagai kawan kekal.
In Hong, akibat teledor di dalam perjalanan harus kehilangan surat penting itu. Secara tidak sengaja surat itu ditemukan oleh seorang penduduk kota Tong

Kwan. Selesai membaca dan dikira kalau isi surat itu ada sangkut-pautnya dengan kaum pemberontak, maka lantas surat itu kemudian dibawa dan diserahkan kepada

pembesar militer setempat. Di dalamnya surat itu Eng Djiauw Ong ada memberitahukan agar Yoe Boe Han sekeluarga selekasnya pergi dari kota Hoa-im dikarenakan

adanya rencana dari kaum pemberontak untuk menyerbu dan merampas salah satu kota di dekatnya Yoe Boe Han tinggal. Keluarga Yoe dianjurkan pindah ke

kediamannya Eng Djiauw Ong untuk sementara waktu.
Surat ini jelas mencurigakan lantaran datang dari kota Lim-hoay, yang mana kota itu merupakan sarang dari bandit pemberontak terkenal bernama Thio Hok Leng.

Jelas dalam surat itu terdapat informasi kalau gerombolan bandit itu berencana menyerbu Kwan-tiong. Maka dari mana si Eng Djiauw Ong bisa tahu rencana

rahasia dari kaum pemberontak kalau dia sendiri bukan bagian dari pemberontak? Tak heran kemudian apabila In Hong dan Yoe Boe Han sekeluarga ditangkap oleh

para tentara negeri dan dicurigai sebagai orang yang ada hubungannya dengan kawanan bandit Thio Hok Leng dari Lim-hoay, berdasarkan penafsiran isi surat yang

tercecer itu.
Eng Djiauw Ong yang mengetahui anak muridnya tertangkap tidak tinggal diam, apalagi dia merasa bersalah lantaran gara-gara suratnya maka keluarga Yoe Boe Han

harus ditangkap dan disiksa. Ikut ditangkap dalam rombongan keluarga Yoe ini adalah putrinya yang bernama Yoe Hong Bwee, yang ternyata anak murid dari Tjoe

In Am-tjoe dari See Gak Pay.
Di dalam usahanya membebaskan Keluarga Yoe dan muridnya dari tawanan, Eng Djiauw Ong bertemu dengan Tjoe In Am-tjoe sehingga akhirnya mereka bekerja sama

dalam usaha pembebasan anak muridnya.
Ketika Eng Djiauw Ong berusaha menggunakan jalan diplomasi dalam membebaskan keluarga Yoe dan muridnya dari tawanan, tak terduga In Hong dan Hong Bwee sudah

terlebih dahulu ada yang membebaskan. Akan tetapi alih-alihnya In Hong dan Hong Bwee hanya berpindah tangan penculik. Ibaratnya seperti keluar mulut harimau

masuk mulut buaya.
Sadar bahwa muridnya dalam bahaya, tanpa membuang waktu Eng Djiauw Ong dan Tjoe In lantas uber para penculik murid mereka, hingga pada suatu bentrokan, para

penculik In Hong dan Hong Bwee meninggalkan karcis nama dengan pesan agar Eng Djiauw Ong dan Tjoe In menjemput kedua murid kesayangannya di sebuah tempat

bernama Tjap-djie Lian-hoan-ouw, yang belakangan kemudian diketahui sebagai markas besarnya gerombolan Hong Bwee Pang. Inilah jelas sekali kalau orang orang

Hong Bwee Pang sedang cari setori terhadap mereka berdua! Dan intrik inilah yang berkembang menjadi inti cerita yang sangat sederhana… perseteruan Hoay Yang

Pay & See Gak Pay contra Hong Bwee Pang.
Hong Bwee Pang saat itu merupakan perkumpulan atau pang yang sedang membangun kekuatan besar-besaran. Walaupun ketuanya dianggap orang gagah, tetapi banyak

rekrutan anak buahnya yang dari kalangan penjahat, yang melakukan usaha-usaha yang diharamkan pemerintah, seperti mengusahakan garam.
Setelah peristiwa penculikan itu, cerita kemudian hanya melulu mengenai usaha seru dari Eng Djiauw Ong dan Tjoe In Am-tjoe dalam menggalang kekuatan untuk

menyerbu Hong Bwee Pang. Berbagai cara dan usaha sabotase serta penggangguan dilancarkan oleh kawanan Hong Bwee Pang untuk menghancurkan rombongan Eng Djiauw

Ong dalam sepanjang perjalanannya mencapai Tjap-djie Lian-hoan-ouw. Dalam perjalanannya menuju sarang Hong Bwee Pang ini, Eng Djiauw Ong mendapat bantuan

dari anak murid Hoay Yang Pay, See Gak Pay, serta golongan tua dari perguruan serta para sahabat kang-ouw yang memang tidak bersimpati pada gerakan Hong Bwee

Pang.
Di dalam markas Hong Bwee Pang sendiri, sadar kalau sedang mendapat ancaman serbuan dari seantero rimba hijau yang dipimpin oleh Eng Djiauw Ong, mereka

semakin merapatkan barisan, akan tetapi selain dari luar selalu ada ancaman dari dalam, mereka juga dihadapkan dalam situasi untuk memadamkan kobaran api

dari dalam, yaitu adanya kawan mereka sendiri yang melakukan pembangkangan dan mencoba melakukan pemberontakan. Cerita berjalan terus sampai kemudian

akhirnya tiba battle royale, yang mengharuskan jago-jago dari kedua kelompok ini bertempur satu lawan satu dengan aturan rimba hijau untuk menuntaskan dendam

lama: memutuskan menang kalah, benar atau salah melalui pie-boe.
Para pembaca cersil yang mengharapkan cerita silat dengan jurus-jurus fantastis, para enghiong tampan dengan siotjia paras cantik, pasti akan kecewa dengan

cerita ini. Tidak ada kisah asmara dan segala peristiwa kebetulan yang membuat pahlawannya menjadi sakti mandraguna dalam cerita ini. Masing-masing tokoh

yang tergabung dengan rombongannya Eng Djiauw Ong mempunyai kisah petualangannya sendiri sendiri untuk kemudian cerita mereka itu kemudian terangkai menjadi

satu kesatuan dalam garis besar cerita dengan pengakhiran yang menegangkan. Selepas jilid 6, cerita mengalir dengan tempo naik dikarenakan semakin rombongan

Eng Djiauw Ong mendekati markas Hong Bwee Pang, makin banyak jebakan yang dipasang serta intrik-intrik yang diceritakan secara rinci dan hidup. Belum lagi

kemunculan banyak tokoh aneh golongan tua baik di pihak musuh maupun di pihak Eng Djiauw Ong yang turun gunung untuk membantu masing masing kelompok dalam

mencapai tujuannya, dengan gerakan-gerakan jurus silat yang diceritakan sedemikian detil, sampai pembaca sendiri terkadang menjadi bingung karena deskripsi

yang demikian lengkap.
Jadi, apakah Eng Djiauw Ong ini layak masuk dalam peringkat atas polling? Tidak jadi masalah ya atau tidak. Masing-masing pengarang cersil memiliki

kekhasannya sendiri-sendiri, demikian juga dengan selera setiap pembaca yang boleh berbeda. Jika tjersil-fans hard-core (demikian ujarannya), menyukai Eng

Djiauw Ong, maka dia tentu juga tidak menolak untuk disuguhi Hay Tong Kok atau Hiat Tjiat Kee Djiauw Gay dari pengarang yang sama. Satu Tauwtoo ada

menempelkan 4 bintang untuk cerita ini alias sama dengan “highly recommended” untuk Eng Djiauw Ong, dengan menambah embel-embel label sebagai berikut: “Eng

Djiauw Ong, ****, highly-recommended, sangat direkomendasikan untuk mereka yang telah berhasil membuka jalan darah tok dan djim, membaca buku ini untuk

mereka dapat memberikan sensasi kenyamanan di seluruh aliran jalan darah dan sangat baik untuk kesehatan”. (sumber:http://hkw-ceritasilat.blogspot.com/